
Hingga saat sekretaris Dep memegangi sebelah bahunya, barulah tuan Kaiden langsung tersadarkan walaupun sambil terperanjat kaget dibuatnya. "Tuan." Ucap sekretaris Dep sembari menepuk pelan sebelah bahu tuan Kaiden saat itu.
"AA..ahh..iya ada apa Dep?" Jawab tuan Kaiden yang baru saja tersadar dari lamunan panjangnya tersebut. Bahkan Olivia dan sekretaris Dep saling tatap dengan wajah kebingungan karena tuan Kaiden malah bertanya seperti itu kepada mereka, yang seharunya merekalah bertanya begitu kepada tuan Kaiden.
"Eehh..tuan seharusnya kitalah yang bertanya seperti itu kepadamu, tadi kau terus saja diam mematung dengan tatapan yang kosong, sebenarnya kau ini kenapa? Tidak mungkin kau kesurupan setan di pantai kan?" Balas Olivia kepadanya.
Membuat sekretaris Dep terus saja tertawa sebab ucapan dari Olivia benar-benar begitu lucu baginya, sedangkan disisi lain tuan Kaiden hanya kembali memasang wajah datar dan dia langsung mengangkat kopernya untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil dengan cepat. "CK...mana ada aku kesurupan, yang ada setannya akan takut denganku, aku kan pengusaha paling berpengaruh di negara ini, yang benar saja kau ini." Balas tuan Kaiden yang selalu saja terlihat begitu percaya diri dan selalu tidak pernah mau salah.
Sekretaris Dep terus saja membantu Olivia memasukkan kopernya juga sedangkan Olivia sendiri hanya menatap sinis dengan ujung matanya kepada tuan Kaiden sebab dia merasa sangat tidak senang dengan apa yang tuan Kaiden katakan sebelumnya.
Itu membuat Olivia kesal dengan celetuk tuan Kaiden yang selalu saja bicara tanpa berpikir apalagi memikirkan perasaan orang lain terlebih dahulu.
Tuan Kaiden duduk di belakang dan Olivia dengan beraninya dia malah hendak duduk di kursi depan, dan membuat tuan Kaiden kesal sembari terus menegurnya dengan kuat.
"Hei..hei..kenapa kau malah membuka pintu depan, jangan bilang kau mau duduk di kursi depan dengan Dep." Ucap tuan Kaiden saat itu sambil menahan tangan Olivia yang hendak menarik pintu mobil.
__ADS_1
"Aku memang mau duduk di depan, memangnya apa masalahnya denganmu, lagi pula kau itu sangat menyebalkan, aku tidak mau duduk bersampingan dengan orang menjengkelkan sepetimu." Balas Olivia yang semakin membuat tuan Kaiden emosi dibuatnya, dia terus saja membelalakkan matanya sangat besar dan begitu kaget ketika mendapatkan ucapan setajam itu dari seorang perempuan.
Padahal selama ini dia adalah idaman para perempuan, banyak para pengusaha yang ingin menjodohkan putri mereka dengan dirinya, tetapi tuan Kaiden selalu menolak semua tawaran itu, sebab dia tidak mau menurunkan harga dirinya apalagi jika diatur oleh orang lain nantinya, tetapi kali ini dengan beraninya seorang gadis yang tidak sengaja dia pungut dari jalanan malah berani-beraninya melakukan hal itu kepada dirinya.
Tentu saja hal itu semakin membuat emosi tuan Kaiden meledak-ledak.
Dia tidak menduga jika gadis kecil yang masih 19 tahun itu dengan beraninya menjawab ucapan darinya dengan cara yang begitu menusuk jantung bagi dirinya, di tambah dia mengatakan semua itu dengan ekspresi wajah yang sangat berani, tanpa ada rasa takut sedikitpun kepada dirinya, apalagi menghormati dia, sehingga hal itu membuat tuan Kaiden semakin emosi, dia langsung menarik tangan Olivia dengan kuat dan terus saja memaksa dia untuk masuk ke kursi belakang mobil tersebut.
"Aishh..sudah jangan banyak bicara lagi, ayo cepat masuk, kau ini benar-benar menjengkelkan, ayo masuk!" Bentak tuan Kaiden sembari terus saja mendorong tubuh Yuki sampai gadis kecil itu masuk ke dalam dan semua teriakkan dia juga berontaknya Olivia sama sekali tidak digubris oleh tuan Kaiden.
Bahkan disaat mereka sudah ada di dalam mobil dan sekretaris Dep sudah siap untuk melajukan mobilnya, Olivia terus saja berontak tanpa henti karena dia benar-benar tidak ingin berdekatan dengan tuan Kaiden, baginya dia tidak bisa berbicara dengan leluasa jika berada di dekat tuan Kaiden jadi dia lebih senang untuk duduk di sampingku tuan Dep, itu jauh lebih nyaman bagi dirinya dan tidak akan membuat dia mengantuk selama di perjalanan nantinya, berbeda dengan jika dia duduk di samping tuan Kaiden, yang ada justru malah tuan Kaiden asik sendiri dengan ponselnya sementara dia tidak memiliki teman untuk mengobrol ataupun sedikit bercanda saat itu, sehingga Olivia hanya dibiarkan sendiri sampai dia mengantuk dan tidur.
Gadis kecil itu cemberut dan menatap kesal kepada tuan Kaiden, dia terus saja merotasikan matanya setiap kali tuan Kaiden menatap ke arah dia, hingga pada akhirnya tuan Kaiden menaruh ponselnya tadi dan segera bicara dengan gadis kecil itu, sedangkan sekretaris Dep fokus menyetir di depan.
"Hei, berhenti memasang wajah yang menyebalkan seperti itu, kau seperti bebek konyol." Ucap tuan Kaiden semakin membuat Olivia emosi mendengarnya.
__ADS_1
Bagaimana tidak emosi dia malah mendapatkan ejekan seperti itu di depan sekretaris Dep yang ikut tertawa pelan saat tuan Kaiden melontarkan ledekan tersebut, itu jelas membuat Olivia emosi tidak menentu dan dia terus saja semakin bergeser untuk menjaga jarak dari tuan Kaiden secepatnya.
Sementara tuan Kaiden malah kembali sibuk memeriksa pesan yang masuk ke dalam ponselnya dan dia justru membalas pesan-pesan yang dia pikir penting itu, sementara dia malah mendiamkan Olivia yang jelas berada di sampingnya.
Waktu terus berlalu dan mobil terus melaju dari tempat terpencil itu hingga sampai ke kota dan Olivia yang sudah menahan rasa kantuk sedari tadi dia mulai tidak seimbang lagi dan hampir saja jatuh ke depan saat dia tengah sangat mengantuk sekali.
Untungnya tuan Kaiden begitu sigap menjaga Olivia meskipun dia sibuk dengan ponselnya, tuan Kaiden berhasil menahan tubuh Olivia hingga tidak sampai benar-benar jatuh ke lantai, selain itu Olivia sendiri masih saja tetap mengantuk disaat tubuhnya ditahan oleh kedua tangan tuan Kaiden, dia hanya menoleh sebentar ke samping menatap wajah tuan Kaiden pelan lalu kembali tidur lagi sekaligus.
"Hei, apa kau baik-baik saja? Kenapa kau bisa-bisanya jatuh begitu?" Bentak tuan Kaiden yang nampak panik dan cemas terhadap Olivia saat itu.
"Eheh..tuan kau cukup tampan jika mencemaskan aku begitu, hoaamm aku mengantuk sekali." Ucap Olivia tanpa dia sadari saat itu.
Membuat tuan Kaiden dan sekretaris Dep sangat kaget mendengarnya, ini adalah pertama kalinya seorang Olivia memuji tuan Kaiden tampan setelah sekian lama mereka selalu bertengkar dalam segala situasi dan kesempatan, bahkan tidak segan Olivia menjahili tuan Kaiden ataupun merutuki dia dengan puas, tetapi kini malah memuji dengan senyum lebar yang tergambar di pipinya.
Tuan Kaiden juga menjadi gugup dan dia segera saja menggelengkan kepalanya cepat untuk menyadarkan dirinya lagi supaya dia tidak terus mengambil ke dalam hati apa yang dikatakan oleh Olivia barusan. "HAH? Dasar gadis konyol, bisa-bisanya dia bicara begitu saat setengah sadar seperti ini, dasar bodoh." Ucap tuan Kaiden sembari segera membenarkan posisi duduk Olivia saat itu.
__ADS_1
Tuan Kaiden menyandarkan tubuh Olivia ke belakang dengan pelan, tapi baru saja bener detik kepala Olivia sudah kembali hampir jatuh ke samping dan jika tuan Kaiden telat sedikit saja, maka kepalanya itu akan mengenai bagian jendela mobil dengan kencang, untunglah tuan Kaiden lebih cekatan dia menaruh tangannya di kepala Olivia dan berhasil menahan kepala Olivia agar tetap aman, meski tangannya sendiri yang harus menjadi korban menggantikan kepala Olivia agar tidak terkena kaca mobil tersebut.