
Pada akhirnya gadis kecil yang memasang wajah cemberut itu, menuangkan air untuk tuan Kaiden dan terus saja dia hendak duduk di samping tuan Kaiden dan berniat untuk ikut sarapan pagi itu, namun baru juga dia mendorong kursinya tersebut, tetapi tuan Kaiden langsung saja membentaknya dan menahan dia dengan cukup kuat.
"Ee...ee..ehh..mau apa kau?" Tanya nya dengan mata yang terbuka sangat lebar saat itu.
"Tentu saja aku mau duduk dan makan, mana mungkin aku mau joging." Balas gadis tersebut terlihat cukup kesal dan kembali hendak duduk di depan meja tersebut, namun sayangnya tuan Kaiden tetap menahan kursi tersebut hingga membuat Olivia terus saja semakin mengerutkan kedua alisnya dengan cukup kuat saat itu.
"Tuan apa yang kau lakukan, kenapa menahan kursinya, ayo lepaskan aku mau makan." Ucap Olivia terus saja berusaha untuk pindah tempat duduk saat itu.
Dengan cepat tuan Kaiden langsung berbicara dan melarang Olivia untuk ikut sarapan dengannya pagi itu. "Tidak ada yang boleh makan di waktu yang sama denganku, termasuk dengan dirimu, apa kau pikir disini kau adalah istri sungguhan bagiku, hah? Apa kau sudah lupa kau itu hanya istri sementara, lagi pula nanti jika masa berlakunya sudah habis aku akan menceraikan dirimu kapan pun aku mau." Ucap tuan Kaiden membuat gadis kecil itu semakin emosi mendengarnya.
Padahal baru saja Olivia berpikir bahwa tuan Kaiden bersikap baik dengannya kemarin malam, tapi ternyata pagi ini justru sikapnya sudah berubah total, kembali pada setelah awalnya yang memang sangat kecut sekali.
"CK. Aku menyesal kemarin menganggap dia orang baik, dasar manusia sialan!" Batin Olivia merasa sangat kesal saat ini.
__ADS_1
Langsung saja gadis 19 tahun itu menjauh darinya dan menghentakkan kursi itu cukup kencang sampai menimbulkan suara yang cukup keras dan dia kembali mendapatkan semprotan dari tuan Kaiden. "Brak.." suara kursi yang di dorong lagi dengan keras oleh Olivia sampai mengenai meja cukup kencang.
"Hei...hei, beraninya kau mendorong kursi dengan sekencang itu, kalau kursinya rusak bagaimana? Apa kau bisa menggantinya hah? Awas kau, aku peringatkan padamu ya kurcaci nakal, jangan beraninya merusak apapun yang ada di dalam rumah ini karena semua ini, adalah milikku, kau hanya menumpang disini ingat itu!" Ucap tuan Kaiden memperingati Olivia lagi.
"Iya iya..aku tahu, tanpa kau memperingati aku seperti itu, aku sudah sadar diri aku siapa di sini, tapi kalau bisa aku mau kau menceraikan aku sekarang juga!" Bentak Olivia yang sudah tidak bisa menahan kesabaran lagi dalam menghadapi tuan Kaiden yang sangat menyebalkan sekali bagi dirinya.
Tapi tentu saja semua keinginan Olivia barusan tidak akan dikabulkan oleh tuan Kaiden, terlebih berita tentang pernikahan mereka baru saja akan di publikasikan di internet malam ini oleh Dep, dan dia juga masih harus mempersiapkan pesta pernikahan untuk dirinya dan gadis tersebut, agar lebih membuat semua orang yakin bahwa rumor sebelumnya hanyalah jebakan dan gosip semata yang sama sekali tidak ada benarnya.
Untuk menutupi semua rumor yang sudah terlanjur tersebar, maka dari itu tuan Kaiden harus membuat klarifikasi dalam acara pesta pernikahannya nanti.
Jadi dengan keras tuan Kaiden tidak akan membiarkan Olivia lepas darinya saat ini.
"Tidak....seenaknya saja kau minta cerai padaku, apa kau lupa atas semua perjanjian yang sudah kau tandatangani denganku, itu sudah mendapatkan cap jarimu dan tentu tidak akan bisa dibatalkan kecuali aku yang melakukannya sendiri." Balas tuan Kaiden sambil terus mengunyah makanannya di dalam mulut dengan begitu nikmat.
__ADS_1
Berbeda dengan gadis kecil tersebut yang sudah memasang wajah sangat kesal juga dipenuhi dengan emosi yang menggebu di dalam dirinya, kedua tangan yang dia kepalkan sangat kuat, juga alis yang ditekuk sangat tajam, dia benar-benar merasa jengkel melihat tuan Kaiden saat itu, hingga langsung saja pergi ke kamarnya dengan perasaan sangat kesal. "Aishh...dasar kau manusia biadap, kau sangat menjengkelkan!" Bentak Olivia sambil segera pergi meninggalkan tuan Kaiden yang masih saja asik menikmati sarapannya tanpa terganggu sedikitpun dengan ucapan dari gadis kecil tersebut.
Tuan Kaiden memang terlalu menikmati makanannya, karena memang semua lauk yang di masak oleh Olivia memiliki rasa yang sangat enak, tuan Kaiden sendiri saat pertama kali mencicipinya dia cukup kaget dan sedikit kagum karena tidak menduga bahwa gadis kecil yang masih 19 tahun itu, ternyata pandai memasak dan bisa membuat sarapan yang begitu nikmat untuk dirinya.
Tetapi ini adalah sesuatu kesialan bagi gadis tersebut, sebab karena tuan Kaiden menyukai masakannya itu membuat tuan Kaiden ingin Olivia yang mulai sekarang menyiapkan sarapan bagi dirinya. "Masakannya tidak buruk. Bi mulai sekarang aku akan sarapan di rumah setiap hari dan suruh gadis kecil itu untuk masak, jangan biarkan dia hanya tinggal enak-enakan saja di rumah, dia harus membayar setidaknya sewa rumah dengan tenaganya sendiri." Ucap tuan Kaiden yang tidak bisa dibantah sedikit pun oleh bibi Lil saat itu.
Dia pun segera meneguk air dan pergi ke kantornya dengan cepat, Olivia berdiri di balkon kamarnya dan menatap ke bawah, tepat ke arah dimana tuan Kaiden baru saja keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil, dengan dibukakan pintu oleh sekretaris Dep saat itu.
"Aishh...masuk ke mobil saja dia sangat manja, masih harus di bukakan pintu oleh sekretaris Dep, dasar manusia lembek." Gerutu Yuki merasa sangat kesal.
Hingga selang beberapa saat ketika mobil yang ditumpangi oleh tuan Kaiden keluar dari rumah mewah tersebut, barulah Olivia membuat rencana pelarian diri sendiri, dia tahu tuan Kaiden tidak akan membebaskan dia dengan mudah, sedangkan dia sendiri tidak mau menjadi budak yang penuh keterpaksaan seperti ini, baginya pernikahan adalah sesuatu yang sakral, dia juga sudah banyak berharap bahwa tuan Kaiden bisa berubah karena melihat kebaikan dari pria tersebut kepada diri dia sebelumnya namun ternyata semua dugaannya itu salah besar.
Namun ketika berhadapan langsung dengan dia, itu sangat menyakitkan bagi semua ucapan yang keluar dari mulut tuan Kaiden tersebut, sebab Olivia tidak pernah mendengarnya dari orang lain, selain banyaknya ancaman dan bentakkan dengan ucapan kasar yang di dapatkan oleh Olivia, dia juga diperlukan tidak ada bedanya dengan semua orang yang ada di rumah itu, bak seperti seorang pelayan di rumah ini, bukan seorang nyonya yang dia sebutkan dalam perjanjian sebelumnya.
__ADS_1
Saat tengah menyusun rencana yang ada dalam otaknya tiba-tiba saja ketukan pintu terdengar beberapa kali berbunyi dari luar, saking kaget dan paniknya, gadis muda tersebut pun langsung saja memegangi selimut dan seprai yang sudah dia sambungkan menggunakan ikatan satu sama lain dengan erat, dia segera menurunkan semua itu ke bawah tempat tidur agar tidak di ketahui oleh siapapun, setelah dia merasa aman barulah dia mau membukakan pintu untuk bibi Lil yang ternyata datang membawa kabar menyebalkan bagi dirinya dan akan membuat dia semakin kesulitan akibat adanya perintah dari tuan Kaiden yang di sampaikan oleh bibi Lil kepadanya saat itu.