
"Tuan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian pelayan toko kami, saya janji saya akan memecatnya bahkan jika perlu akan saya pecat dihadapan anda saat ini juga, tapi saya mohon tuan tolong jangan tutup toko ini, kami sudah buka begitu lama disini, tolong kasihanilah kami tuan." Ucap sang manager toko tersebut terus memohon kepada tuan Kaiden.
"Tidak bisa, selain pakaian di sini sangat jelek, pelayanannya juga sama jeleknya, bahkan hampir mencelakai wanitaku, bagaimana mungkin aku membiarkannya tetap berdiri!" Bentak tuan Kaiden yang masih saja keras kepala.
Olivia hanya diam saja tidak mau ikut campur atas apapun yang terjadi saat itu, tapi tiba-tiba saja sang manager dan beberapa pelayan disana malah menghampiri dia dan memohon kepadanya terus menerus dengan memegangi kedua tangannya saat itu.
"Nona muda tolong maafkan saya dan pelayan saya, kami sungguh tidak sengaja, tolong bantu saya membujuk tuan Kaiden agar tidak menutup toko ini, saya sangat bergantung pada anda nona muda." Ucap manager tersebut kepada Olivia yang sama sekali tidak mengerti apapun.
Olivia tahu mereka membutuhkan bantuannya tetapi dia juga merasa tidak bisa membantu apapun, karena mengingat hubungan dia dengan tuan Kaiden hanyalah sebuah hubungan kerjasama satu sama lain untuk membersihkan nama mereka di depan masyarakat, dia juga tidak tahu apakah tuan Kaiden mau mendengarkan ucapannya atau tidak, tetapi karena pelayan dan sang manager disana terus mendesak dia dan meminta bantuan kepadanya tanpa henti, Olivia pun tidak memiliki pilihan lain dan dia bersedia untuk mencoba membujuk tuan Kaiden terlebih dahulu.
"Aahh...baiklah baiklah, aku akan mencoba bicara dengan tuan Kaiden, tapi aku tidak bisa menjamin apakah ini akan berhasil atau tidak, karena aku juga tidak sedekat itu dengannya." Balas gadis itu dengan segera berjalan mendekati tuan Kaiden yang tengah menelpon seseorang untuk menutup toko tersebut.
Dia mencoba untuk menenangkan dirinya dan mempersiapkan diri sebelum berhadapan dengan tuan Kaiden saat itu, hingga saat sudah berada dekat dengan tuan Kaiden Olivia langsung menarik ujung jas tuan Kaiden dengan pelan.
"Ada apa?" Tanya tuan Kaiden yang langsung berbalik menatap dengan kedua alisnya yang mengkerut saat itu, membuat Olivia menelan salivanya dengan susah payah dan merasa takut disaat dia belum bicara apapun.
"Ee..e..anu, itu tuan bisakah kamu tidak bereaksi berlebihan dengan apa yang sudah terjadi padaku sebelumnya, mereka tidak bersalah, lagi pula aku baik-baik saja, aku mau kau jangan sampai menutup toko ini ataupun memecat wanita tadi, kasihan mereka jika toko ini di tutup, mungkin mereka akan kehilangan mata pencahariannya." Ucap gadis 19 tahun itu, mengutarakan niat utamanya dengan pelan.
__ADS_1
Langsung saja tuan Kaiden semakin menatapnya dengan lekat dan terus menundukkan tubuhnya untuk menyetarakan tinggi badannya dengan gadis kecil tersebut dan menatap wajah Olivia semakin dekat.
"Hah, apa aku tidak salah dengar, kau membela mereka dan memohon kepadaku demi mereka disaat kau hampir saja dibuat celaka oleh mereka, ahaha... benar-benar gadis bodoh, pantas saja kau dijebak orang asing dengan begitu mudah, aishh tidak bisa! Pokoknya aku akan tetap menutup toko ini sebagai pelajaran kedepannya!" Balas tuan Kaiden yang masih saja tidak mengubah keputusannya tersebut.
"Tuan ayolah, aku mohon padamu, kasihan sekali jika mereka harus kehilangan sumber pencahariannya, aku sudah pernah merasakan rasanya hidup tanpa memiliki apapun, jadi aku tidak mungkin tega berbuat seperti itu kepada orang lain, dan aku rasa kau juga tidak akan sekejam itu kan, ini hanya permasalahan kecil mereka juga sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kecerobohan yang sama, jadi aku mohon tolong maafkan mereka dan jangan tutup mata pencahariannya." Ucap Olivia sambil memegangi tangan tuan Kaiden dengan erat dan kembali memasang wajah yang cukup menyedihkan dengan matanya yang begitu cerah dan sedikit berlinang air mata.
Hingga membuat tuan Kaiden akhirnya bisa lulus juga, dia pun langsung menghembuskan nafas dengan kasar lalu mulai menyetujui ucapan dari gadis kecil tersebut, memutuskan untuk tidak jadi menutup toko ini dan segera saja pergi dari sana dengan beberapa gaun yang dia beli untuk Olivia saat itu.
"Aahh... baiklah, aku tidak akan jadi menutup tokonya." Balas tuan Kaiden yang membuat semua orang menjadi sangat senang.
Sehingga pandangan dia terhadap tuan Kaiden juga tidak terlalu buruk lagi saat ini.
"Ternyata tuan Kaiden mau mendengarkan aku, mungkin dia tidak sekejam yang aku pikirkan sebelumnya." Batin gadis kecil itu sambil terus menatap wajah tuan Kaiden dari samping saat mereka tengah berada di dalam mobil.
Tuan Kaiden yang merasa dirinya terus di perhatikan seperti itu oleh Olivia tentu saja dia merasa sedikit risih dan tidak nyaman, apalagi saat itu dia tengah menyetir.
"Hei, berhenti menatapku seperti itu, apa jangan-jangan kau menyukaiku ya?" Ucap tuan Kaiden membuat Olivia langsung memalingkan pandangannya ke depan dan segera menyangkal ucapan dari tuan Kaiden secepatnya.
__ADS_1
"Ah? Tidak, tuan kau ini yang benar saja, mana mungkin aku yang masih 19 tahun dan sangat muda ini menyukai pria tua sepertimu, hahah... Kau bercanda ya?" Balas Olivia membuat wajah tuan Kaiden langsung di tekuk dan sangat masam.
"Siapa bilang aku sudah tua, aku hanya sedikit lebih dewasa darimu dan lebih sukses di bandingkan siapapun!" Balas tuan Kaiden kepada Olivia saat itu.
Memang tuan Kaiden selalu menjadi lebih sensitif jika membicarakan masalah usia, sebab hampir semua temannya sudah menikah di usia 25 atau 26 tahun, sedangkan dirinya sekarang sudah menginjak usia 28 tahun dan masih saja tidak menyukai wanita manapun, dan dia malah melakukan hubungan itu pertama kali dengan seorang gadis kecil yang usianya terpaut sangat jauh dengan dirinya.
Konyolnya Olivia justru malah bertanya tentang usia tuan Kaiden secara langsung dengan memasang wajah polos saat itu.
"Memangnya usiamu berapa?" Tanya Olivia yang terlihat membuka matanya lebih lebih dan sangat penasaran dengan hal itu.
Sedangkan tuan Kaiden mulai merasa gugup dan dia sangat tidak ingin untuk menjawab pertanyaan itu, langsung saja tuan Kaiden berusaha untuk mengalihkan perhatian Olivia dan mengganti topik pembicaraannya saat itu.
"Aa...AA..ahhhah...aku hanya berbeda beberapa tahun saja denganmu, dan aku adalah pengusaha muda yang sangat berjaya, kau belum tahu seberapa besar kekayaan yang aku miliki bukan, aku akan menunjukkannya kepadamu." Balas tuan Kaiden memalingkan pembicaraan saat itu.
Sayangnya Olivia bukanlah gadis biasa yang sama dengan kebanyakan wanita lain, dimana selalu tergiur dengan harta dan kekayaan, dia justru malah membalas ucapan tuan Kaiden dengan sangat santai.
"Aku tidak perduli dengan kekayaanmu tuan, dan aku sama sekali tidak tertarik untuk mengetahuinya." Balas Olivia yang membuat tuan Kaiden cukup kaget mendengarnya.
__ADS_1