Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Olivia Yang Polos


__ADS_3

"Ehhh... Bukankah itu Malara kenapa dia seperti dengan Serli, apa mungkin mereka berbaikan, tapi Serli kan tidak pernah menyukai Malara dan aku sebelumnya. Mana mungkin mereka berteman sedekat itu." Batin Olivia pada awalnya.


"Dep bisakah kau menurunkan kaca mobilnya, aku ada sesuatu yang harus dipastikan, aku mohon tolong cepat turunkan kacanya." Ucap gadis 19 tahun itu memohon.


Dep melakukannya segera dan Olivia bisa melihat dengan jelas bahwa apa yang dia duga sebelumnya adalah sebuah kenyataan, orang yang berada di mobil yang tepat bersampingan dengan mobil tuan Kaiden saat itu memanglah Serli dan Malara yang terlihat tertawa bersama dan begitu akrab satu sama lain.


"Ternyata benar itu mereka, tapi kenapa mereka terlihat begitu akrab, tidak mungkin mereka bersekongkol di belakang aku bukan?" Gerutu Olivia pelan dan terus saja merasa heran tidak menentu.


Sedangkan tuan Kaiden terus saja merasa heran dan sangat penasaran dengan apa yang tengah di lihat oleh Olivia saat itu, sehingga dia pun berusaha untuk ikut mengintip di balik Olivia secara diam-diam saat itu.


Sampai tiba-tiba saja disaat gadis kecil itu berusaha untuk mencaritahu lebih dalam justru Serli terlihat akan melirik ke arahnya sehingga membuat Olivia langsung membalikkan badan dan dia malah bertemu dengan wajah tuan Kaiden yang begitu dekat dengan dirinya, sehingga secara refleks dia harus mendorong tubuh tuan Kaiden ke belakang hingga posisi mereka terlihat seperti Olivia yang berada di atas tubuh tuan Kaiden dengan wajahnya yang menempel begitu dekat pada dada bidang tuan Kaiden saat itu. "Ahh tidak, mereka tidak boleh melihat aku." Batin Olivia sangat kaget dan begitu cemas saat itu.


Sedangkan tuan Kaiden sendiri merasa kaget dan terus membuka matanya dengan sangat lebar sebab dia tidak menduga mendapatkan perlakuan seperti itu dari gadis kecil yang dia pikir polos dan konyol tersebut, bahkan dia merasa cukup malu karena ada Dep yang mengemudikan mobilnya di depan, saat tuan Kaiden berusaha mendorong tubuh Olivia, dia justru malah memeluk tubuh tuan Kaiden semakin erat karena Olivia tidak mau Serli menyadari keberadaan dia saat itu.


"Hei apa yang kau lakukan, lepaskan aku kenapa kau memelukku seperti ini, apa kau sudah gila ya?" Bentak tuan Kaiden kepadanya.

__ADS_1


"Tuan aku mohon tolong bantu aku kali ini saja, biarkan aku begini sebentar saja, aku mohon." Ucap gadis itu memohon kepada tuan Kaiden sampai membuat Dep yang mengemudikan mobil di dalam terlihat menahan senyum sebab dia mengerti apa yang dirasakan oleh tuan Kaiden saat itu.


Terlebih lagi Olivia benar-benar memeluknya sangat erat hingga tidak ada jarak diantara mereka berdua saat itu, tuan Kaiden benar-benar harus menahan nafsu yang menggebu di dalam tubuhnya saat dadanya mulai merasakan sesuatu milik Olivia menyentuh tubuhnya dengan begitu dekat dan lembut.


"Astaga.. bocah ini benar-benar gila, aaahh." Gerutu tuan Kaiden yang sudah kelimpungan sendirian, sampai akhirnya lampu berubah menjadi hijau kembali dan Dep segera melajukan mobilnya kembali, sehingga Olivia bisa langsung merasa lega dan segera bangkit terduduk kembali dengan tegak dia juga segera meminta maaf kepada tuan Kaiden dengan segera, atas apa yang sudah dia lakukan sebelumnya.


"Aahhh akhirnya mereka pergi juga, tuan maafkan saya, saya benar-benar tidak bermaksud seperti itu, sungguh." Ucap Olivia terus saja merasa tidak enak dan hanya bisa tersenyum kecil kepada tuan Kaiden yang menatapnya dengan tatapan datar saat itu.


Tuan Kaiden hanya bisa mengatur nafas dalam dirinya karena dia sudah tidak tahan lagi menahan nafsu di dalam dirinya akibat ulah dari Olivia, dan kini Olivia justru malah kembali mendekati wajahnya lagi sambil terus menanyakan tentang keadaannya tersebut.


Terlebih lagi melihat tuan Kaiden yang terus saja terdiam membisu dan tidak menjawab permintaan maaf darinya, sehingga hal itu membuat Olivia berpikir bahwa tuan Kaiden marah dengan dirinya, jadi gadis 19 tahun dengan pikiran yang masih polos itu terus saja meminta maaf dan bertanya berkali-kali kepada tuan Kaiden.


Hingga lama kelamaan hal itu membuat tuan Kaiden sangat kesal dibuatnya dia langsung saja mendesak Olivia dengan menepuk tangannya ke samping mobil tepat di pinggir kepala Olivia yang membuat gadis itu langsung terbelalak kaget dan diam mematung tanpa bersuara sedikit pun.


"Tu...tu...tuan apa kau sangat marah denganku?" Tanya gadis itu dengan suara yang gugup dan begitu ketakutan.

__ADS_1


"Aku peringatkan padamu gadis konyol, jangan pernah memeluk aku seperti itu lagi, atau aku akan memakanmu!" Ucap tuan Kaiden dengan ucapan yang sangat gemas kepada Olivia dan terus saja dia melepaskan Olivia dengan segera.


Sedangkan Olivia sendiri sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh tuan Kaiden saat itu, dia hanya menatap dengan tatapan kebingungan dan mengerutkan kedua alisnya dengan kuat kepada tuan Kaiden.


"Hah? Kau mau memakanmu, maksudmu bagaimana tuan, memangnya kau seorang pemakan sesam jenis, ahaha tidak mungkin kau kanibal bukan?" Ucap Olivia yang mengira hal salah dalam maksud dari ucapan tuan Kaiden sebelumnya.


Langsung saja Dep yang mendengar jawab dari Olivia, tertawa dengan sangat puas dan kencang dia juga malah ikut menanggapi ucapan dari Olivia barusan sampai dia mendapatkan ancaman nyata dari tuan Kaiden.


"Ahaha...benar apa yang dikatakan olehmu Olivia, sebenarnya tuan Kaiden itu memang kanibal, jadi kau sebaiknya berhati-hati dengan dia, kau tau bahkan aku hampir saja akan di makan olehnya beberapa hari yang lalu." Balas Dep membuka Olivia terbelalak sangat lebar dan dia langsung menggeser duduknya untuk menjauh dari tuan Kaiden saat itu.


"Wah.. benarkah, kenapa aku merasa dia tidak seperti itu ya." Balas Olivia yang benar-benar sangat polos sampai tuan Kaiden hanya bisa menggelengkan kepala menanggapi ucapan dari dua orang yang sangat menguras kesabarannya tersebut.


"Diam kau Dep, gajimu bulan ini aku potong setengahnya!" Ucap tuan Kaiden langsung membuka sekretaris Dep menghela nafas dan dia terus saja mengeluh sendiri.


"APA? Ahhh..kenapa malah aku yang kena imbasnya? Tuan ayolah kasihanilah aku, jangan seperti ini padaku." Ucap sekretaris Dep yang tidak dianggap sama sekali oleh tuan Kaiden saat itu.

__ADS_1


Dan keputusannya benar-benar sudah bulat, sehingga Dep tidak bisa mengubah apapun atas keputusan tuan Kaiden yang tidak dapat di ganggu gugat lagi.


__ADS_2