Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Mengusir Seno


__ADS_3

Seno sendiri juga tengah berbahagia saat ini, dia bahkan dengan sengaja dan nampak terang-terangan melakukan perayaan atas keberhasilan dia dalam proyek tander tersebut, dibantu dengan ibunya yang selalu saja mendukung Seno meski melakukan semua keberhasilan dengan segala jenis cara yang licik, ditambah dia yang selalu berhasil mengambil hati tuan Kandensus di waktu yang tepat, dimana saat ini tuan Kandensus jelas tengah berperang dingin dengan putra kandungnya sendiri tuan Kaiden, sejak kejadian di jamuan makan malam kala itu, tuan Kandensus benar-benar telah menarik kembali seluruh aset dan investasi dirinya dari perusahaan tuan Kaiden dan malah mengalihkannya kepada Seno, yang membuat Seno dan ibunya merasa mendapat keberuntungan yang sangat besar.


Tetapi yang lebih jahatnya lagi, Seno dan ibunya sama sekali tidak menggunakan semua uang itu untuk kepentingan perusahaan dan bisnis seperti yang sudah disepakati oleh mereka sebelumnya, tetapi mereka malah mengambil uang itu sendiri dan dibuat hanya untuk foya-foya semata, apalagi Seno yang selalu bermain ke club malam dan selalu membeli wanita dengan sembarangan hanya untuk menemani dia di waktu luang, tapi kini ingatannya sudah terfokus kepada gadis yang menjadi istri dari kakak tirinya tersebut, dia merasa bahwa tidak ada satupun wanita di dunia yang dapat menolak pesona dirinya, dan dia sangat percaya diri bahwa dirinya mampu untuk merebut istri tuan Kaiden dengan harta yang melimpah seperti saat ini, terlebih lagi Seno tahu bahwa tuan Kaiden sudah dibuat kalah besar olehnya.


"Ahahah...ini adalah waktu yang tepat untuk aku mendekati gadis itu, aku yakin dia menyukai Kaiden hanya karena hartanya, sekarang Kaiden sudah kehilangan banyak uang, aku yakin hanya tinggal menunggu waktu saja dia pasti akan bangkrut, dan gadis itu akan aku ambil dari hidupnya, sehingga dia akan kehilangan semua hal berharga miliknya, ahaha...aku sangat cerdas." Ucapnya terus saja diiringi dengan tawa jahat yang menggelegar dan terus saja sangat puas dengan semua keberhasilan dari hasil kecurangannya tersebut.


Dia kemudian pergi untuk mengunjungi rumah kakaknya tersebut, sengaja untuk mendekati Olivia tanpa sepengetahuan tuan Kaiden yang pasti tengah di sibukkan dengan pekerjaannya. Seno berpakaian rapih dan dia sudah menyisir rambutnya dengan teratur, memakai minyak wangi dan terus saja siap untuk pergi menggoda Olivia.

__ADS_1


Sesampainya di kediaman tuan Kaiden, dimana saat itu Olivia tengah menyiram bunga di taman dan Seno muncul tiba-tiba di belakangnya sambil berbicara menyapanya saat itu, sedangkan Olivia yang sangat sensitif dengan bau dia terus saja mengerutkan kedua alisnya dan menutup hidup dengan kedua tangannya dengan cepat, karena menghirup wangi yang sangat menyengat hingga membuat hidungnya sakit saat itu.


"Eummm..aduh bau apa ini." Gerutunya sambil terus mengendus mencari asal dari wangi tersebut, hingga matanya di buat kaget saat melihat ke belakang sudah ada Seno berdiri dengan tegak dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana juga menatap ke arahnya sambil tersenyum kecil saat itu.


"Eeehh...kau, bukankah kau adiknya tuan Kaiden, aahh maksudku adiknya suamiku, iya kan, kenapa kau kemari?" Tanya Olivia yang hampir saja keceplosan memanggil tuan di hadapan adik tirinya tersebut.


Seno terus berjalan mendekati Olivia dan Olivia mulai menyadari sesuatu, bahwa bau yang sangat menyengat dan membuat hidungnya sakit itu berasal dari tubuh Seno, sehingga sebelum Seno benar-benar akan semakin dekat dengannya, maka Olivia dengan cepat menahannya dan membentak keras, menyuruh Seno untuk mundur dan menjauh darinya dengan cepat. "Ehh...mundur kau! Sana cepat mundur, menjauh dariku, aishh kenapa kau bau sekali sih, berapa banyak minyak wangi yang kau tumpahkan di tubuhmu itu, sana menjauh dariku!" Ucap gadis terus terus saja menjauh dan menyuruh Seno untuk menjaga jarak darinya.

__ADS_1


Tentu saja Seno tidak akan terima dan dia marah besar mengetahui hal itu.


"Hei, siapa yang kau bilang bau? Jangan bilang kau mengatakan itu padaku?" Tanya Seno dengan wajahnya yang mulai tersulut emosi saat itu.


"Iya, kau sangat bau tahu, aishh hidungku sampai sakit karena terus mencium bau di tubuhmu itu, sudah sana menjauh jangan coba-coba mendekat padaku atau aku bisa pingsan karena bau yang sangat menyengat ini, aahh aku bisa-bisanya keracunan karenamu." Ucap Olivia terus saja semakin menjauh dan menjepit hidungnya dengan sebelah tangan saat itu, sedangkan sebelah tangannya lagi terus mengibas di depan wajahnya untuk mengusir bau tersebut dari sekitar hidungnya.


Mendengar itu wajah Seno sudah tidak terkendali lagi, seluruh wajahnya langsung berubah merah padam dengan kedua tangan yang dia kepalkan sangat kuat lalu dia segera berbalik dan pergi dari sana dengan kesal, sebab dia tidak mau melampiaskan emosi dalam dirinya kepada gadis tersebut, takut jika nanti gadis itu tidak akan mau dekat lagi dengannya di kemudian hari, sehingga dia pun masih bisa menahan diri dan pergi secepatnya dari sana, masuk kembali ke dalam mobilnya dan langsung saja berteriak disana dengan sangat kencang. "Aarrkkk! Dasar manusia aneh, bagaimana bisa dia malah mengatai aku bau dan mengusirku seperti ini, apa dia tidak tahu siapa aku!" Bentak Seno marah habis-habisan sambil terus menepuk stir mobilnya dengan kencang berkali-kali saat itu.

__ADS_1


Dia pun mengurungkan niatnya yang ingin mendekati Olivia, kini dia justru malah pulang dengan hati yang kesal dan dipenuhi dengan emosi yang menggebu, sepanjang perjalanan dia tidak berhenti menggerutu sangat lama dan terus saja mengendus tubuhnya sendiri berkali-kali untuk memastikan apakah dirinya memang bau atau tidak, dia merasa sangat tidak terima dengan apa yang diucapkan oleh Olivia terhadap dirinya sebab sebelumnya Seno sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik, mulai dari menata rambutnya menghabiskan waktu sepuluh menit hingga memakai cream di wajahnya termasuk menyemprotkan parfum yang menjadi penyebab utama Olivia menghindarinya saat itu.


Niat utamanya pun menjadi rusak dan kacau balau, tapi yang lucunya adalah ketika Seno mulai mengendus badannya sendiri dan mencoba untuk membuktikan apa yang dikatakan oleh Olivia, akhirnya dirinya sendiri pun bisa mencium wangi parfum yang begitu menyengat dari tubuhnya tersebut dan dia juga segera melepaskan jas yang dia kenakan dengan segera karena merasa parfum itu memang sangat menyengat bagi hidungnya saat itu.


__ADS_2