Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Mengutus Penjaga


__ADS_3

Meski sudah kejadian seperti itu, tetapi Olivia yang memang dasarnya masih labil dia tetap saja acuk sekali kepada tuan Kaiden sama sekali tidak perduli dengan bagaimana kondisi tuan Kaiden setelah dia keluar dari rumah tersebut.


Tuan Kaiden memang pergi dengan menggerutu dengan kesal dan dia terus saja tiada henti merutuki Olivia sebab dia sendiri merasa seperti di permainan oleh Olivia.


"Aishh..dasar wanita itu, aku menyesal karena sudah mencemaskannya, aaahhh untuk apa juga aku mencemaskan wanita yang sekuat dia, apa aku sudah gila ya? Lagi pula mau Seno mengambilnya atau melakukan apapun padanya seharusnya aku tidak perduli karena dia memang bukan istri yang nyata untukku." Gerutu tuan Kaiden selama mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang semakin meningkat saat itu.


Tetapi mau bagaimana pun tetap saja pada kenyataannya dia adalah orang yang memiliki rasa perduli kepada Olivia sebab merasa dirinya memegangi tanggung jawab yang besar kepada gadis tersebut, terlebih mau bagaimana pun tuan Kaiden yang sudah membawa gadis tidak bersalah itu ke dalam permasalahan hidupnya sendiri sehingga dia juga memiliki kontribusi untuk bertanggung jawab atas gadis tersebut.


Dia terus melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke di kantor kembali dan segera saja memeriksa rekaman cctv yang belum selesai dia tonton sebelumnya karena dia masih penasaran dengan apa yang sebelumnya di katakan oleh Olivia kepadanya tentang dia yang mengusir Seno saat itu.

__ADS_1


"Aku penasaran apa dia sungguh berkata jujur denganku atau tidak? Awas saja jika dia berbohong semuanya akan ketahuan lewat rekaman cctv rahasia yang sudah terpasang disana." Gerutu tuan Kaiden sambil mulai menyalakan kembali rekaman cctv tersebut olehnya, dia mulai menyaksikannya dengan perlahan dan terus saja memeriksanya dengan sangat baik.


Sampai tiba-tiba saja dirinya di buat kaget sebab melihat semua ucapan yang dikatakan oleh Olivia semuanya terbukti dengan nyata dan membuat dirinya langsung terperangah sangat lebar dibuatnya. "Astaga... ternyata apa yang dia katakan benar? Dia memang mengusir Seno dengan cara yang kasar seperti ini, aishh... Ada apa dengannya dan apa yang sebenarnya terjadi dengan dia? Apa dia sungguh berani untuk melawan seorang Seno, kalau begini caranya aku yakin Seno pasti tidak akan tinggal diam untuk menghadapinya." Gerutu tuan Kaiden lagi memikirkan dengan penuh kecemasan.


Bahkan setelah melihat rekaman cctv tersebut walaupun dia memang sempat tertawa bener saat ketika merasa begitu puas karena Seno bisa di usir dengan sendirinya oleh Olivia, tetapi ketika dia berpikir kembali dan mengingat bahwa Seno adalah orang yang sangat licik dan licik, tuan Kaiden pun harus kembali berpikiran matang mendengarnya, dia merasa sangat mencemaskan Olivia saat ini, terlebih lagi dengan apa yang mungkin saja akan dilakukan oleh seorang Seno kepada dia kedepannya.


"Astaga... bagaimana ini?" Gerutu dia lagi tiada henti dengan memijat keningnya sendiri yang terasa sangat pening kala itu.


"Dep tolong utus seseorang yang bisa mengawasinya, aku takut aku mungkin tidak akan bisa menolong dia tepat waktu jika seandainya sesuatu terjadi dengan gadis malang itu, walaupun aku memantau cctv di seluruh rumah, kau mengerti tugas dariku bukan?" Ucapnya kepada Dep hingga Dep langsung mengangguk tegas untuk membalasnya.

__ADS_1


Karena mendapatkan tugas khusus seperti itu, tentu saja akan menambah pekerjaan yang akan dilakukan oleh Dep, dia juga masih harus menilai dan mencari asal usul seseorang yang akan dia berikan perintah tersebut dengan teliti dan sangat baik terlebih dahulu, agar nantinya tidak terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan, sementara tuan Kaiden terus harus di sibukkan dengan rencana barunya dan semua permasalahan keuangan di perusahaan tersebut.


Terakhir kali tuan Kaiden harus menjual beberapa perumahan yang dia miliki untuk menutupi gaji para karyawan yang tidak sengaja dia pakai untuk kepentingan pembangunan sebelum investor memberikan dananya terhadap dia, tetapi seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit namun pasti, hingga akhirnya kini tuan Kaiden sudah mulai seimbang lagi, perusahaannya sudah mulai bangkit dari keterpurukan, berkat bantuan dari teman luar negerinya yang sudah memberikan suntikan dana bagi dirinya dan dapat menyeimbangkan semua pengeluaran termasuk dengan pemasukan yang dia dapatkan hanya dalam satu hari kerja saja.


Bahkan semua karyawan disana saja sudah mulai merasa lega dan sangat senang atas hasil dari kerja kerasnya tuan Kaiden selama ini, yang terus berusaha mempertahankan perusahaan itu juga tetap menggaji karyawan sebagaimana mestinya, padahal jelas beberapa bulan yang lalu perusahaan tengah berada di ambang kehancuran yang hampir saja akan terperosok jika seandainya tuan Kaiden melangkah pada pijakkan yang salah.


Kini dia tinggal menunggu waktu yang tepat hingga Seno akan mengetahui bahwa tanah yang akan diambagun sebagai villa indah itu adalah tanah yang rawan akan longsor dan tidak akan tahan jika diberikan cuaca buruk apalagi musim penghujan yang tidak ada hentinya, bisa-bisanya semuanya akan benar-benar rubuh dan membahayakan bagi orang-orang yang tinggal di dalamnya.


Disisi lain Seno yang tidak mengetahui tentang hal itu dia masih saja terlihat sangat senang dan gembira, bahkan masih sempat-sempatnya memuji kepandaian dia yang berhasil merebut tanah itu dari tangan tuan Kaiden termasuk menarik beberapa investor yang sebelumnya sudah pernah menandatangani kontrak dengan rivalnya tersebut.

__ADS_1


"Tidak masalah jika aku gagal untuk mendekati istrinya, tetapi yang pasti aku sudah bisa mengalahkan bisnisnya, ahahaha...lihat saja kau Kaiden, aku akan menumpurkan semua usahamu itu dengan tanganku sendiri." Ucapnya sambil mengangkat sebelah tangan yang dia kepalkan sangat kuat kala itu.


Begitulah dia ketika merasa dirinya tengah berada diatas saat ini dan dengan mudahnya Seno menganggap remeh seseorang yang begitu ambisius dan perfeksionis seperti tuan Kaiden ini. Itu sama saja dengan dia menggali lubang untuk kematiannya sendiri dan dia sama sekali tidak menyadari akan hal itu.


__ADS_2