
Setelah dirasa lebih baik dia segera mengenakan pakaiannya dengan cepat dan kembali membuka pintu kamar mandi tersebut dengan pelan, mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu dan terus berusaha mencari keberadaan tuan Kaiden dengan matanya tetapi justru tuan Kaiden malah sudah ada di sampingnya dan Olivia lagi-lagi tidak menyadari hal itu, tuan Kaiden terus menyentil kepalanya hingga membuat Olivia tersadar jika ternyata tuan Kaide berdiri di samping tembok kala itu.
"Aduh...eehh tuan? Aaahhh." Ucap gadis kecil itu kaget dan dia hampir saja jatuh tersungkur ke luar dari kamar mandi tersebut.
Untungnya dengan cepat tuan Kaiden berhasil menahan tubuhnya dan memegangi Olivia dengan erat, mereka saling tatap satu sama lain dalam beberapa saat hingga gadis kecil itu mendorong tubuh tuan Kaiden untuk menjauh darinya dengan tidak lupa mengucapkan terimakasih atasnya yang sudah mau menahan dirinya saat hampir jatuh.
"Aahh....terimakasih tuan, kamu sudah membantuku." Ucapnya dengan sedikit rasa gugup.
"Makanya kalau mau jalan itu lihat ke depan dengan baik, kau kan punya mata kenapa tidak menggunakan dengan benar, kau bahkan tidak memperhatikan aku yang ada di sampingmu, dasar kurcaci konyol." Balas tuan Kaiden yang malah memarahi dan meledek Olivia lagi dan lagi, sama dengan apa yang biasa dia lakukan.
Membuat Olivia kesal dibuatnya dan dia segera pergi untuk merapihkan barang bawaannya lagi ke dalam koper, sebab dia pikir saat ini dia akan kembali ke kota bersama dengan tuan Kaiden lagi, namun dengan cepat tuan Kaiden berbicara dengannya dan menahan gadis itu untuk tidak sibuk mengurusi barang-barangnya tersebut. "Hei apa kau mendengarkan aku? Kenapa kau malah sibuk dengan pakaianmu?" Ucap tuan Kaiden merasa dirinya tidak di dengarkan.
"Aku mendengarkanmu, tapi bukannya sekarang kita akan pulang, jadi aku harus membereskannya." Balas Olivia dengan santai.
Tuan Kaiden langsung menarik tangan Olivia dan membawanya dengan paksa keluar dari kamar hotel tersebut. "Tuan kau mau membawaku kemana, hey...apa yang mau kau lakukan tuan." Ucap Olivia merasa kebingungan karena dia terus di tarik oleh tuan Kaiden hingga masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Bahkan saat sudah ada di dalam lift pun tuan Kaide masih belum memberitahu Olivia kemana dia akan membawanya, yang ada tuan Kaiden malah menutup mata Olivia dengan sebuah kain hitam yang sudah dia persiapan sebelumnya.
Membuat Olivia semakin kebingungan dan dia merasa cemas tida karuan, antara takut dan kebingungan yang bercampur menjadi satu. "Tuan kau ini mau membawa aku kemana? Eehh tuan kenapa kau menutup mataku, lepaskan tuan lepaskan aku!" Bentak Olivia yang mulai panik sendiri dan berontak berusaha untuk melepaskan penutup mata tersebut, tapi tuan Kaiden menahan tangannya membuat Olivia tidak bisa berontak dia juga menyuruh Olivia untuk diam dan berusaha menenangkannya.
"Sudah diam, aku bukan orang jahat, aku punya kejutan untukmu dan kau tidak boleh melihatnya dahulu, jadi kau diamlah mengerti?" Ucap tuan Kaiden yang berhasil membuat gadis kecil itu seketika menjadi lebih tenang.
"Kejutan? Kejutan apa yang kau buat untukku?" Tanya Olivia menjadi semakin penasaran dibuatnya, karena sebelumnya dia tidak pernah mendapatkan kejutan dari siapapun kecuali dari almarhum kakaknya sendiri.
"Sudah diam saja nanti kau juga tahu." Balas tuan Kaiden sambil terus tersenyum lebar menatap wajah Olivia yang nampak datar dan kebingungan.
Tapi tuan Kaiden terus berusaha menenangkannya dan memberikan kepercayaan kepada Olivia bahwa dia akan selalu aman ketika di sampingnya.
"Sebenarnya apa sih yang dia persiapkan untukku, kejutan apa yang dia maksud, membuat aku penasaran saja?" Batin Olivia yang terus memikirkannya tanpa henti.
Hingga tidak lama mereka sampai di tempat tujuan, hembusan angin pantai yang cukup kuat bisa dirasakan oleh Olivia yang menerpa wajah dan tubuhnya dia merasarambutnyaterbang ke belakang dengan kuat dan diaterys berusaha menerka-nerka dimana dia saa ini, sedangkan tuan Kaiden terus menuntun Olivia untuk berjalan ke depan dan terus semakin ke depan, hingga dia mulai menyuruh Olivia untuk bersiap-siap karena dia akan segera melepaskan penutup mata pada dirinya.
__ADS_1
"Oke kita sudah sampai, dalam hitungan ke 3 aku akan membuka penutup matanya, kau bersiaplah." Ucap tuan Kaiden yang dibalas anggukan patuh dari Olivia.
Tuan Kaiden pun mulai menghitungnya dengan perlahan. "Satu....dua...tiga...tadaaa..... bagaimana apa kau suka?" Ucap tuan Kaiden langsung melepaskannya dan Olivia terperangah sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.
Dia menatap keindahan tataan bunga dan lampu yang cantik di tepi pantai, ada banyak lilin berwarna merah disana, yang berjajar rapih membentuk lingkaran, serta ada tulisan happy birthday di tengahnya dengan wajah dia yang terpampang jelas di sebuah lukisan berukuran besar, semuanya sangat cantik dan indah, di tambahkan hiasan balon berwarna warni di sekelilingnya. Olivia benar-benar sangat senang dan dia begitu kaget saat melihat semua ini, dia langsung menoleh dan menatap lekat ke arah tuan Kaiden.
"Tuan kau?" Ucapnya tidak sampai selesai dan tuan Kaiden mengangguk memahami ucapannya, dia segera diajak masuk ke dalam lingkaran itu untuk membuka sebuah hadiah yang sudah di siapkan oleh tuan Kaiden sebelumnya.
"Bukalah, aku sudah mempersiapkan ini sejak tadi pagi untukmu." Ucap tuan Kaiden kepada Olivia, gadis itu segera membukanya dengan perlahan dan dia mendapatkan hadiah sebuah kalung yang sangat cantik.
"Kalung?" Tanya Olivia kepada tuan Kaiden saat itu.
"Iya, mungkin kalungnya bukan kalung berlian ataupun emas, tapi aku hanya bisa menemukan kalung itu di pantai ini, kau bisa menyimpannya sebagai kenangan saat kita kembali ke kota baru aku akan belikan kau kalung berlian yang asli." Ucap tuan Kaiden kepadanya, Olivia menggelengkan dengan cepat karena dia tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali, baginya apapun hadiah yang diberikan orang lain kepadanya, dia tetap sangat menyukainya.
"Tidak masalah, aku sangat suka kalung ini, terimakasih tuan." Balas Olivia sambil tersenyum sangat lebar dan tuan Kaiden mengangguk kepadanya.
__ADS_1
Tapi tidak sampai disitu, tuan Kaiden masih mau mengajak Olivia untuk pergi ke pulau kecil yang ada di tengah pantai indah tersebut, menaiki sebuah kapal yang besar dan terlihat sangat mewah, tidak banyak orang yang memiliki pasilitas seperti tuan Kaiden dan dia satu satunya orang yang bisa menaiki kapal semewah itu bersama dengan Olivia.