Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Tuan Kaiden Yang Panik


__ADS_3

"Eumm..astaga benar-benar sebau ini, aahh aku pasti kebanyakan menyemprotkan minyak wangi itu, aishh pantas saja dia terus menutup hidungnya." Gerutu Seno lagi sambil segera melemparkan jas yang baru dia lepas ke belakang mobilnya dengan cepat.


Disisi lain tuan Kaiden yang baru saja kembali dari meeting bersama dengan rekan bisnis utamanya yang sudah mau membantunya untuk menjalankan proyek besar ini, kini dia kembali duduk di ruangannya sambil memeriksa komputer dan email yang masuk saat itu, hingga ketika dia mulai penasaran dengan apa yang dikerjakan oleh Olivia di rumahnya dia pun mulai membuka rekaman cctv tersembunyi yang sudah dia pasangkan sejak lama di kediamannya tersebut. "Kira-kira apa yang dilakukan bocah itu sekarang ya? Apa sebaiknya aku memeriksa dulu saja ya?" Gerutu tuan Kaiden yang mulai memeriksanya.


Hingga saat dia melihat rekaman video cctv tersebut, pada awalnya dia tersenyum kecil melihat wajah Olivia yang nampak membersihkan beberapa bagian rumah hingga dia mulai terlihat keluar dari rumah dan pergi ke taman untuk menyiram bunga di dampingi dengan salah satu tukang kebun yang ada di kediamannya.


Namun selang beberapa saat munculah Seno yang membuat tuan Kaiden sangat kaget hingga langsung memperbesar layar pada komputer tersebut, dia benar-benar di buat kaget ketika melihat hal tersebut. "Seno? Mau apa dia datang ke rumahku dan malah menemui istriku di belakang aku seperti ini, huh, ini tidak dapat dibiarkan saja, aku harus memeriksa secara langsung." Ucap tuan Kaiden yang sudah lebih dulu tersulut emosi dalam dirinya, sehingga dia tidak menyaksikan rekaman cctv itu sampai selesai dan malah segera pergi untuk melihat secara langsung apa yang tengah dilakukan adik tirinya bersama dengan gadis kecil tersebut di rumahnya saat itu.


Dia bahkan menyetir mobilnya sendiri dan meninggalkan Dep begitu saja, menyuruh dia untuk menggantikan dirinya dan melanjutkan pekerjaan dia yang sempat terhambat sebelumnya, Dep sendiri sudah mencoba untuk menahannya tetapi tuan Kaiden tidak bisa ditahan sama sekali, karena dia tidak bisa dibantah oleh siapapun dan terus saja pergi dengan tergesa-gesa. "Eehh..tuan kau mau kemana, tuan kau tidak boleh pergi dulu tuan Kaiden!" Teriak Dep meneriakinya namun sama sekali tidak mendapatkan jawaban atau reaksi apapun dari tuan Kaiden yang terus berjalan dengan cepat masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Lalu dia segera menancap gas dengan cepat, membuat sekretaris Dep tidak bisa menahannya lagi dan hanya bisa merasa pasrah saja dengan apa yang akan dia lakukan saat ini, dirinya aku menjadi orang paling sibuk lagi di kantor ini karena harus memerankan dua peran sekaligus.


Selama di perjalanan tuan Kaiden tidak bisa merasa tenang dia terus saja memikirkan banyak dugaan dalam kepalanya tentang Olivia dan Seno, disatu sisi tuan Kaiden takut Seno datang untuk mengancam Olivia, tetapi disisi lain lagi tentu saja tuan Seno juga cemburu saat melihat bagaimana cara Seno yang menatap istrinya dari belakang seperti sebelumnya tepat ketika dia sudah sampai di rumahnya tuan Kaiden justru malah kebingungan sendiri karena sudah tidak ada Seno di sekitar sana, bahkan Olivia sendiri sudah tidak ada di taman depan rumahnya tersebut, sehingga dengan cepat tuan Kaide berlari masuk ke dalam rumahnya dengan wajah panik yang sangat tidak karuan.


Bahkan saking paniknya dia sampai menendang pintu dan terus menerobos masuk begitu saja membuat Olivia yang tengah duduk dan minum langsung saja tersedak dan batuk berkali-kali saking kagetnya mendengar ucapan itu dari tuan Kaiden yang sangat menggelegar sekali. "Olivia!" Teriak tuan Kaiden memanggil namanya sangat kencang dari pintu depan, dengan membukakan pintu itu sangat besar dengan kedua tangan yang memegangi samping pintu dan terus saja berlari ke arah Olivia.


"Okhok...okhok....aduh, tuan kau ini ada sih, kenapa tiba-tiba saja muncul di hadapanku begini, dan memeluk aku seerat ini? Tuan ayo lepaskan aku, tuan!" Ucap Olivia yang sangat kaget sebab tuan Kaiden yang langsung memeluk dia dengan begitu erat tatkala tuan Kaiden datang menghampiri dia sambil berlari dan langsung memeluknya dengan sangat erat.


Sementara tuan Kaiden sendiri mulai menatap dengan wajah yang cemas dan sangat lekat kepada Olivia, dia memegangi kedua pundak Olivia lagi dan terus saja menanyakan tentang Seno kepadanya, yang membuat Olivia akhirnya mengerti bahwa sebab dari tuan Kaiden melakukan tindakan itu kepadanya adalah karena hal tersebut.

__ADS_1


"Dimana Seno? Apa dia melakukan sesuatu kepadamu? Ayo cepat jawab aku, kenapa kau malah diam aja, jangan membuat aku khawatir, dimana dia sekarang, Olivia?" Ucap tuan Kaiden dengan nada yang tinggi dan sedikit membentak saat itu.


Olivia hanya bersikap santai dan langsung saja dia kembali duduk dan mulai menjelaskannya kepada tuan Kaiden lagi agar dia tidak bersikap seperti orang gila kepadanya, dan membuat dia merasa kesulitan dengannya.


"Aishh..tuan jadi karena itu kau tiba-tiba datang grasak grusuk seperti ini, kau ini kenapa sih, kau lihat aku baik-baik memangnya apa yang terjadi denganku, aku baik-baik saja dan apa juga yang bisa dilakukan manusia bau badan itu kepadaku, dia tidak akan bisa melakukan apapun padaku, yang ada malah aku yang sudah mengusirnya." Balas Olivia membuat tuan Kaiden merasa sangat heran dan terus aja memberikan tatapan yang angkat lekat dan tajam pada gadis tersebut yang malah asik terus memakan cemilan.


"Tuan kenapa kau malah menatapku terus begini, kau sangat lucu hahah.." ucap Olivia lagi yang malah menertawakan wajah tuan Kaiden saat itu.


Hal tersebut tentu saja membuat tuan Kaiden tidak senang dan dia terus saja merubah ekspresi wajahnya dengan cepat, menjadi kembali datar dan berdecak kesal kepada Olivia sambil menyuruhnya untuk berhenti menertawakan dia saat itu.

__ADS_1


"CK.. berhenti tertawa, dasar kau bocah konyol, sudahlah bicara dengan orang sepertimu tidak akan ada hasil apapun!" Balas tuan Kaiden sambil segera bangkit berdiri dan dia kembali bergegas untuk pergi ke kantornya lagi.


Olivia langsung terdiam dan terus menatap punggung tuan Kaiden yang mulai menjauh dari pandangannya sedangkan dia sendiri juga masih belum mengerti dengan jelas apa yang membuat tuan Kaiden bisa tiba-tiba terlihat perduli dan sangat mencemaskannya tapi dalam beberapa detik saja sudah bisa membentak dia lagi seperti yang terjadi saat ini, hal itu tentu membuat bingung bagi Olivia dan dia sangat malas untuk berada dalam kondisi seperti ini.


__ADS_2