Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Sangat Cantik


__ADS_3

Meski sangat kesal dan didorong dengan paksa oleh tuan Kaiden tetapi Olivia tetap melakukannya dia kembali mengganti pakaiannya itu dengan model lain yang dia miliki disana, tapi karena memang dasarnya Olivia adalah gadis 19 tahun yang tidak senang dengan pakaian terlalu seksi ataupun ketat, dia pun kembali memilih gaun yang sederhana dengan aksen biasa dan polos, membuat tuan Kaiden kembali di buat kesal saat Olivia menampakkan dirinya saat itu.


"Aishh...kau masih saja memilih pakaian yang seperti ini, aku kan sudah bilang pakai gaun yang besar yang menjuntai dan memiliki beberapa aksesoris, apa kau tidak mendengarkan aku yah?" Bentak tuan Kaiden sekali lagi dengan wajahnya yang terlihat sangat emosi kala itu.


Dia pun hanya bisa mendengus kesal dan Olivia sudah tidak mau mengganti pakaiannya lagi, sebab dia merasa dirinya sudah lelah dan begitu ribet jika harus kembali berganti pakaian, tetapi tuan Kaiden tidak sama dengannya, dia masih terus menyuruh Olivia untuk mengganti pakaiannya lagi, sebab tuan Kaiden tidak mau nantinya Olivia akan di pandang sebelah mata ataupun di remehkan oleh pihak keluarga dia yang memiliki standar jauh lebih tinggi di bandingkan dirinya sendiri selama ini.


Apalagi disana akan ada Seno, adik tiri yang bermusuhan dengannya sejak kecil, dimana semua yang dia miliki harus lebih baik dibandingkan Seno, terlebih saat ini Seno masih belum memiliki pasangan apalagi istri, jadi tuan Kaiden pikir dia harus memperkenalkan Olivia sebagai istrinya lebih dulu kepada sang ayah, baru dengan begitu dia akan merasa menang atas Seno dan dapat membungkam Seno agar tidak berani bertindak macam-macam lagi dengan bisnisnya ataupun mencoba untuk menyebarkan rumor termasuk mencoreng nama baiknya di tengah masyarakat.


"Tuan ayolah, apa salahnya jika memakai gaun sederhana seperti ini, lagi pula orang kaya sungguhan tidak akan menunjukkan dirinya kaya kok." Balas Olivia saat itu.


"Tidak bisa! Seenaknya saja kau bilang begitu, mungkin bagimu tidak masalah tapi kau akan tahu apa masalahnya jika kau sudah bertemu dengan keluargaku nantinya, mereka bukan orang sederhana yang senang dengan hal-hal tidak berkelas sepertimu, jika aku mungkin tidak masalah dan sama sekali tidak perduli dengan apapun yang kau pakai dan kau gunakan, tetapi tidak dengan pandangan ayah dan ibu tiriku nantinya, jadi sebaiknya kau menuruti ucapanku saja!" Bentak tuan Kaiden dengan kedua tangan yang dia simpan di pinggang dan sorot matanya yang begitu tajam.


Sedangkan gadis kecil itu hanya bisa tertunduk diam, karena dia merasa kaget sekaligus takut melihat amarah tuan Kaiden yang tiba-tiba saja memuncak terhadap dirinya seperti ini, jadi Olivia pun mulai menuruti ucapan dari tuan Kaiden, hanya saja kali ini dia berganti pakaian di dampingi oleh bibi Lil sebab tuan Kaiden yang tidak percaya dengan pilihan Olivia sendiri, setelah dua kali dia berganti pakaian dan semuanya tidak ada yang sesuai dengan keinginan dirinya.


"Bi, ayo bantu dia memilih gaunnya, ingat aku mau dia memakai gaun paling indah dan paling mahal!" Ucap tuan Kaiden memerintah bibi Lil saat itu juga.

__ADS_1


Bibi Lil pun mengangguk dan mempersilahkan gadis tersebut untuk kembali masuk ke dalam kamarnya, membantu Olivia memilih gaun yang sekiranya akan disukai oleh tuan Kaiden, hingga sang kepala pelayan itu akhirnya menemukan satu gaun berwarna pink yang terlihat sangat cocok di tubuh Olivia, dengan aksen mutiara di bagian leher juga tangannya yang pendek, itu memberikan dia kesan elegan yang bagus, warnanya juga tidak terlalu mencolok, dan gaunnya hanya selutut, dimana itu tidak akan terlalu pendek ataupun terlalu rendah bagi tuan Kaiden dan Olivia sendiri yang memakainya.


"Nona bagaimana dengan gaun yang ini, lihatlah, aksennya sangat cantik dan terlihat berkelas, tuan Kaiden pasti akan menyukainya." Ucap bibi Lil menunjukkan gaun itu pada Olivia.


Sebenarnya Olivia tidak menyukai warna pink, apalagi gaun dengan rok diatas lutut seperti ini, yang akan membuat dirinya tidak nyaman terlebih lagi melihat bandrol harganya yang sangat mahal, dia menjadi sangat gugup bahkan untuk sekedar memeganginya. "Bi, yang benar saja, apa kamu yakin tuan Kaiden akan menyukainya, gaun ini terlihat cukup terbuka di bagian atasnya dan meski memiliki tangan tapi pundakku akan terkekspos, aku rasa aku tidak akan nyaman jika mengenakannya." Balas Olivia kepada bibi Lil.


Tapi dengan cepat bibi Lil membujuknya agar gadis itu mau mencobanya dahulu, dan memperlihatkan dirinya dengan gaun tersebut kepada tuan Kaiden setidaknya dia akan tahu jika tuan Kaiden sudah melihatnya dahulu.


"Aduh.. nona sudah coba saja, nanti jika tuan Kaiden suka, bukannya bagus, nona tidak perlu lagi berganti pakaian dan menyulitkan diri nona sendiri." Ucap bibi Lil membujuknya.


Dia juga segera membantu untuk menata rambut Olivia saat itu, sembari mulai merias sedikit wajahnya agar tidak terlihat pucat.


Sampai segera saja Olivia dibawa keluar oleh bibi Lil, dan bertemu dengan tuan Kaiden yang sudah berdiri di depan mobil menunggu Olivia sedari tadi.


"Tuan, aku sudah selesai." Ucap Olivia sambil berdiri tepat di hadapan tuan Kaiden.

__ADS_1


Tuan Kaiden yang menatap Olivia tampil beda setelah di rias sedikit oleh bibi Lil dan mengenakan gaun yang cantik, membuat dia tersipu bahkan tidak bisa berkata-kata lagi ketika melihat kecantikan Olivia yang terpancar begitu nyata saat itu.


Olivia dan bibi Lil yang sudah merasa tidak tenang dan sangat gugup, mereka terus saja menatap penuh keheranan kepada tuan Kaiden yang tidak berkedip sama sekali saat menatap ke arah Olivia saat itu.


Sehingga Olivia memberanikan diri untuk kembali bertanya kepadanya.


"Tuan, bagaimana apa ini sudah bagus?" Tanya Olivia kepadanya lagi.


"Ekmm..ya itu lumayan, setidaknya lebih baik dari pada yang sebelumnya." Balas tuan Kaiden yang tersadarkan dan langsung memalingkan pandangan ke arah lain dengan cepat.


Membuat bibi Lil tersenyum kecil dan segera saja tuan Kaiden membukakan pintu untuk Olivia masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di sampingnya kala itu.


"Ayo masuk, kenapa kau diam saja?" Ucap tuan Kaiden kepada Olivia.


Gadis itu segera berjalan dengan pelan karena dia masih belum cukup terbiasa ketika mengenakan sepatu hak tinggi yang dia gunakan malam ini.

__ADS_1


__ADS_2