
Selama berada di dalam mobil Olivia terus saja cemberut dan memasang wajah yang sangat ditekuk rapat, memperlihatkan wajah tidak senangnya terhadap sikap tuan Kaiden yang terkesan selalu bersikap semena-mena atas dirinya dan terus menarik tangan dia dengan kuat berkali-kali setelah apa yang dia lakukan kepadanya beberapa menit yang lalu.
"CK...kau yang mengusir aku dan tidak mengijinkan aku untuk masuk ke dalam mobilmu tetapi sekarang malah kau sendiri yang memaksaku untuk ikut denganmu, kenapa kau berubah, apa otakmu sudah terbentur sesuatu tuan?" Ujar Olivia dalam kekesalan yang sangat menjadi-jadi kala itu.
Dia tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk menggerutu keras kepada tuan Kaiden karena sekuat apapun dia mencoba untuk menahan dirinya, tetap saja dia dibuat kesal dan tidak sabar oleh kelakuan dari tuan Kaiden sendiri.
__ADS_1
Sementara disisi lain tuan Kaiden tidak mau mendengarkan ocehan dari gadis kecil tersebut, dia lebih senang untuk memalingkan pandangannya ke samping dan terus saja berusaha untuk pura-pura tidak mendengar ucapan dari gadis kecil tersebut karena dia pikir dirinya mungkin saja tidak bisa menahan emosi jika harus meladeni Olivia yang sibuk mengoceh tiada henti kepada dirinya.
Walau sudah melihat wajah tuan Kaiden yang begitu datar tanpa ekspresi dengan kedua tangan yang di lipatkan di depan dadanya dan dia yang mulai memejamkan matanya dengan perlahan, itu sama sekali tidak membuat Olivia terdiam, dia tetap saja menggerutu tanpa henti kepada tuan Kaiden.
Walau saat itu tuan Kaoden berpura-pura tidur tetapi tetap saja telinganya masih bisa mendengar dengan jelas setiap ocehan yang keluar dari mulut gadis kecil tersebut tanpa henti. Sampai pada akhirnya lama kelamaan, tuan Kaiden pun menjadi kesal dan dia tidak dapat lagi menahan emosi dalam dirinya saat itu. Dia langsung membentak gadis kecil tersebut dan terus saja mendesak Olivia dengan tangannya hingga gadis 19 tahun itu tersandar ke belakang dengan wajah yang panik dan mematung.
__ADS_1
"Diam! Kenapa kau begitu cerewet sekali, apa kau tidak lihat aku ingin istirahat, aku ini cape, dan kau jangan mencoba untuk menambah beban pikiranku dengan semua ocehan tidak jelas dari mulutmu itu, apa kau mengerti hah?" Bentak tuan Kaiden begitu kencang dan membuat gadis 19 tahun itu langsung mengangguk dengan terpaksa karena merasa takut dengan tatapannya yang begitu tajam.
Bahkan saking takut dan kagetnya mendapatkan tatapan setajam itu dari tuan Kaiden secara tiba-tiba, Olivia sampai cegukan dibuatnya, dan dia terlihat tidak bisa berhenti cegukan bahkan ketika tuan Kaiden mencoba memberikannya minum dan Dep yang mencoba untuk mengagetkan gadis itu agar dia bisa menghentikan cegukannya tersebut.
"Euk...euk...euk.... Eh...euk... kenapa aku euk..jadi euk..cegukan euk begini ya." Ucap gadis kecil itu sambil terus saja cegukan dengan kepalanya yang tidak bisa berhenti bergerak setiap kali dia cegukan saat itu.
__ADS_1