Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Tuan Kaiden Yang Panik


__ADS_3

"Hei.... kurcaci kecil apa kau baik-baik saja? Apa yang terjadi denganmu? Hei.... Astaga badanmu kenapa bisa sepanas ini, aahhh kau pasti akan demam." Ucap tuan Kaiden yang langsung saja menyalakan mobilnya kembali dengan cepat, dia bahkan melajukan mobilnya itu dengan kecepatan yang sangat luar biasa bahkan hampir membuat dia tidak takut apapun sebab rasa cemasnya akan kondisi Olivia yang semakin memburuk dan nampak begitu mengkhawatirkan.


"Bertahanlah Olivia aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu sampai terjadi denganmu." Ucap tuan Kaiden dengan wajahnya yang nampak sangat panik dan terus saja fokus menyetir meski sesekali menengok ke samping dan melihat kondisi gadis kecil tersebut.


Hingga sesampainya di rumah sakit tuan Kaiden bahkan berteriak memanggil suster dan dokter yang ada disana dengan sangat kencang, hingga membuat beberapa orang merasa takut dan menyingkir dari jalanan secepatnya.


"Dokter...dokter...suster! Kemana kalian semua!" Teriak tuan Kaiden sangat kencang.

__ADS_1


Salah satu dokter disana segera menghampiri tuan Kaiden dan langsung membawa Olivia ke dalam ruang gawat darurat secepatnya, sementara tuan Kaiden terus saja diam di luar dan terus saja merasa sangat emosi di buatnya.


"Argh... Dasar sialan, awas saja jika sampai terjadi apapun dengannya aku tidak akan meloloskan si Seno sialan itu!" Bentak tuan Kaiden sambil mulai mem*kul tembok yang ada disana sangat kencang.


Dia juga menghubungi sekretariat Dep, agar menghentikan pencarian yang sudah terjadi sebab dia juga tidak mau terus membiarkan anak buahnya mencari gadis tersebut sementara gadis kecil itu sudah dia temukan sekaligus mengabari bibi Lil bahwa dia tidak akan pulang ke rumah dan meminta sekretaris Dep untuk membawakan barang serta pakaian milik Olivia ke rumah sakit.


"Dimana alamatnya, ayo cepat katakan dimana alamatnya!" Bentak Seno sangat kencang dibuatnya karena dia ingin mengetahui bagaimana kondisi Olivia saat itu bahkan dia sampai mencengkram kerah baju sekretaris Dep membuat Dep tidak memiliki pilihan lain lagi dan terpaksa memberitahukan alamat rumah sakit yang dia ketahui dimana Olivia di rawat saat itu.

__ADS_1


Dan setelah memberitahunya barulah sekretaris Dep langsung menghubungi tuan Kaiden sekaligus memberitahukan kepadanya bahwa Seno tengah pergi ke rumah sakit tersebut.


Namun sayangnya saat itu tuan Kaiden tengah tidak memegangi ponselnya dia masih sangat panik dan penuh dengan ketakutan dengan kondisi Olivia yang masih diperiksa di dalam ruang gawat darurat, dia benar-benar merasa sangat cemas dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan, wajahnya terlihat sangat frustasi dan stress, tuan Kaiden duduk dengan wajah pucat dan terus saja mengucek rambutnya dengan kasar.


"Bertahanlah Olivia, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi kepadamu." Ucap tuan Kaiden sambil terus saja menatap dengan penuh kecemasan di wajahnya kala itu.


Hingga tidak lama munculah Seno di rumah sakit tersebut dan dia langsung berlari menghampiri tuan Kaiden disaat tuan Kaiden tengah begitu kelimpungan dan sangat panik sekali dibuatnya. "Kak bagaimana kondisinya? Apa dia baik-baik saja?" tanya Seno kepada tuan Kaiden saat itu.

__ADS_1


__ADS_2