Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Bertengkar Dengan Seno


__ADS_3

Sedangkan disisi lain tuan Kaiden yang sudah pulang ke kediamannya dia merasa kaget karena sedari tadi mencari keberadaan istri kecilnya itu namun tidak dapat dia temukan sama sekali, bahkan dia sudah membentak bibi Lil dan pelayan lainnya untuk menyuruh mereka mencari keberadaan gadis kecil itu secepatnya.


"Dasar kalian tidak becus, apa kerjaan kalian di rumah ini sampai tidak tahu kemana perginya istriku sendiri, apa kalian hanya makan gaji buta hah!" Bentak tuan Kaiden sangat kencang dia benar-benar panik tidak karuan hingga tidak lama mobil Seno tiba melewati rumah tuan Kaiden dan berhenti di halaman rumah mendiang ibunya tuan Kaiden, segera saja tuan Kaiden menghampirinya dengan langkah besar dan emosi yang menggebu dalam dadanya itu.


Dia mengetuk pintu kaca mobil Seno dengan sangat kencang dan mendesak Seno untuk segera keluar dari mobilnya itu.


"Tok...tok..tok...hei keluar kau! Ayo cepat keluar kau Seno!" Bentak tuan Kaiden sangat kencang sekali.


Membuat Seno kebingungan dan dia segera membuka pintu mobilnya segera, namun baru saja dia membuka pintu tuan Kaiden sudah langsung menarik kerah bajunya sangat kuat dan mendorong Seno ke samping mobilnya hingga membuat Seno terdesak dengan kuat dan tidak bisa bergerak meski dia berusaha untuk berontak dan ingin melepaskan cengkraman tangan tuan Kaiden pada keras bajunya tersebut.


"Aaarrkk...hei ada apa denganmu lepaskan aku!" Bentak Seno sembari terus saja berusaha melepaskan tangan tuan Kaiden yang mencengkram kerah baju dirinya sangat kuat dan membuat dia merasa sedikit sesak.


Tatapan mata tuan Kaiden bak seorang serigala liat yang kelaparan, terlihat begitu marah dan terbuka sangat lebar dia bahkan mengeratkan giginya sendiri yang menandakan bahwa dirinya sangat emosi saat itu.

__ADS_1


"Diam kau, kenapa kau membawa istriku, kenapa dia tidak ada di rumah sampai saat ini?" Tanya tuan Kaiden langsung pada inti permasalahannya tersebut. Seno yang mendengar ucapan itu langsung saja dia mengerutkan kedua alisnya sangat kuat dan terus saja merasa heran dengan apa yang baru saja dipertanyakan oleh tuan Kaiden kepada dirinya.


"APA? Jadi Olivia tidak ada di rumahmu?" Tanya Bali Seno yang juga merasa kaget mendengar Olivia belum kembali juga padahal ini sudah sangat sore dan hampir malam sebentar lagi, ditambah cuaca di luar tengah hujan deras.


"Aku tanya padamu dimana dia sekarang, kau kan yang membawanya pulang terakhir kali?" Bentak tuan Kaiden semakin menguatkan cengkraman tangannya pada Seno.


"Iya, tapi dia tidak pulang denganku, dia memilih untuk pulang sendiri dan saat itu aku tidak bisa memaksanya jadi dia pergi sendiri." Balas Seno yang membuat tuan Kaiden semakin membelalakkan matanya sangat lebar dia tersentak kaget mendengar pengakuan dari adik tirinya tersebut dan langsung saja tuan Kaiden melepaskan cengkraman tangannya pada kerah Seno, dia benar-benar kesal dan emosi atas tindakan gegabah yang sudah dilakukan oleh Seno dengan membiarkan istrinya pulang sendiri.


"APA? Aishh..apa kau gila membiarkan dia pulang sendiri, dia tidak membawa ponsel ataupun uang sama sekali, bagaimana mungkin dia bisa pulang kemari terlebih dia sangat polos bagaimana jika dia dihadapkan dengan orang jahat atau preman dan brandal di jalanan, apa kau bisa bertanggung jawab, hah?" Bentak tuan Kaiden sambil berkacak pinggang dan berkali-kali mengusap kepalanya dengan kasar.


"Cari dia sampai ketemu, aku tidak mau tahu kau harus ikut mencarinya juga jika sampai terjadi sesuatu dengan istriku, atau sampai dia tidak ditemukan akan ku pastikan kau mendapatkan balasan yang setimpal!" Bentak tuan Kaiden kepada Seno dengan tangannya yang menunjuk lurus ke arah wajah adik tirinya itu.


Membuat Seno sedikit bergetar takut dan nampak menelan salivanya sendiri susah payah, dia juga segera mengangguk dan meminta maaf kepada tuan Kaiden atas kecerobohan yang sudah dia lakukan, karena sebelumnya Seno pikir saat Olivia mengatakan dia bisa pulang sendiri, dia membawa ponsel atau uang jadi dia membiarkannya.

__ADS_1


"Kak tolong maafkan aku, aku sama sekali tidak bermaksud sengaja menelantarkan istrimu, aku hanya tidak tahu jika ternyata dia tidak membawa apapun, jadi aku mengijinkannya pergi sendiri, kau juga tenang saja aku akan terus mencarinya hingga ketemu jika dia tidak ditemukan aku tidak akan pernah menampakkan diriku lagi di hadapanmu." Balas Seno sambil segera pergi dan masuk kembali ke dalam mobilnya untuk mencari Olivia dengan cepat.


Begitu pula dengan tuan Kaiden yang pergi menghubungi sekretariat Dep terlebih dahulu, karena dia pikir semakin banyak orang yang mencari makan istrinya itu akan semakin cepat ditemukan, tuan Kaiden keluar dengan mobil mewah miliknya yang berwarna hitam mengkilap, dia menerjang hujan deras dengan melaju sangat kencang dan terus saja merasa cemas tidak karuan, otak dan hatinya tidak bisa berhenti memikirkan tentang gadis kecil tersebut, bayangan menyedihkan tentang gadis itu yang terlantar di jalanan dan sangat menyedihkan membuat tuan Kaiden merasa cemas dan tidak karuan.


Hingga tiba-tiba saja disaat tuan Kaiden terus melakukan mobilnya dia melihat seorang wanita dengan postur tubuh yang mirip sekali dengan Olivia tengah berjongkok di pinggiran jalan dan kepalanya yang menunduk ke bawah dengan rambut menjuntai ke depan kala itu. "Ehh, kenapa gadis itu mirip dengan Olivia, apa jangan-jangan dia...aahh aku harus memeriksanya dengan cepat." Ucap tuan Kaide segera mengambil payung di bagian belakang mobil dan menghampiri gadis tersebut secepatnya, dia berdiri di depan gadis tersebut sembari mengulurkan tangan dan menyuruhnya untuk bangkit berdiri.


"Hei, berhenti menangis, ayo bangun, ini sudah larut." Ucap tuan Kaiden kepadanya.


Membuat Olivia yang mendengar suara orang yang begitu pamiliar bagi telinga segera menengadahkan kepala dan dia begitu senang ketika tahu bahwa orang yang mendatanginya adalah tuan Kaiden, suaminya sendiri.


"Tuan, kau....hiks..hiks.." ucap Olivia mulai menangis dan dia langsung saja di tarik oleh tuan Kaiden lalu di peluk dengan erat, tuan Kaiden terus saja menyuruh Olivia untuk berhenti menangis dan mengajaknya masuk ke dalam mobil segera.


"Sudah berhenti menangis dan ini pakai jasnya agar kau tidak kedinginan, bagaimana bisa kau malah hujan-hujanan di pinggir jalan sepi seperti ini, apa kau sudah bosan hidup atau bagaimana sih?" Ucap tuan Kaiden yang sangat tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh gadis kecilnya itu.

__ADS_1


Sedangkan Olivia sendiri hanya bisa diam saja sembari terus mulai mengigil dan merasakan tubuhnya yang terus saja semakin memanas, dia meras dingin tapi suhu tubuhnya justru malah panas, wajahnya begitu pucat pasti membuat tuan Kaiden yang tengah menghubungi sekretaris Dep bahwa Olivia sudah ditemukan langsung mematikan panggilannya dan segera memeriksa kondisi gadis tersebut.


__ADS_2