Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Akhirnya Mendapatkan Kebebasan


__ADS_3

Mendengar ucapan seperti itu dari tuan Kaiden, Olivia terus saja diam membisu dan dia tidak berani bergerak sedikitpun, membiarkan tuan Kaiden yang menaikkan resleting bagian belakang pakaiannya saat itu, hingga dia mulai menyuruh ia kembali berbalik barulah Olivia segera berbalik lagi, tetapi kini hatinya menjadi was-was dan merasa sangat bingung untuk menghadapi tuan Kaiden, dia berpikir tuan Kaiden sangat perhatian kepadanya meskipun cara memberikan perhatiannya itu sangat berbeda dengan kebanyakan orang yang lainnya, tetapi tetap saja Olivia bisa merasakan perhatian itu, sebab dulu kakaknya juga memiliki sifat yang sama dengan tuan Kaiden.


Meski di luar sangat keras dan sering membentak dia, tetapi hatinya begitu lembut dan selalu menjaga dia tanpa dia ketahui. "Tuan apa kau menyukai aku?" Tanya Olivia dengan wajahnya yang tanpa ekspresi menanyakan hal itu secara gamblang kepada tuan Kaiden yang membuat pria 28 tahun itu segera saja menjadi sangat gugup dibuatnya, karena tidak menduga ada gadis muda seperti Yuki yang berani bicara seperti itu di hadapan dia secara langsung dengan wajahnya yang terlihat datar saja.


"AA...ahh..ahahah..apa kau bilang barusan? Aku menyukaimu, hei aku hanya menganggap kau seperti seorang adik saja, jangan berpikiran yang aneh-aneh, pernikahan kita ini untuk keuntungan masing-masing, kau membersihkan namamu dan aku untuk membersihkan namaku juga, ada-ada saja kau ini, ahaha mana mungkin aku menyukainya kurcaci nakal yang sangat sulit di atur sepertimu. Yang benar saja." Balas tuan Kaiden di iringi dengan tawanya yang menggelegar dan matanya yang menatap ke arah lain karena dia tidak berani menatap mata Olivia di samping dirinya yang kini jelas tengah menyipitkan matanya, memberikan tatapan sinis kepada dia.


"CK....kalau begitu biarkan saja aku pergi dengan bebas, dan berhenti menyuruh orang lain mengikutiku, aku tahu kau menyuruh seseorang membututi diriku, aku juga tahu kalau di rumah ini ada banyak sekali cctv rahasia yang tidak aku ketahui dimana letaknya, dan kau tidak bisa mengelak dari ucapanku ini." Ujar Olivia yang membuat tuan Kaiden sangat kaget.


Dia pikir semua rencananya dan semua yang dia lakukan selama ini sudah sangat rahasia dan dapat berjalan sesuai rencana dan dia pikir gadis kecil itu tidak akan tahu tentang cctv termasuk orang suruhan yang dia turunkan untuk mengikutinya, tapi ternyata kini semua dugaannya itu hancur lebur, karena mendengar jika Olivia ternyata sudah mengetahui semuanya.


"Eehh...darimana kau bisa tahu semua itu, aku kan melakukannya dengan sangat tersembunyi." Balas tuan Kaiden merasa sangat penasaran.


"Tentu saja aku tahu, bahkan tanpa aku memergokinya, lihat disana dan disana lalu di taman dan banyak lagi tempat lainnya, ada kamera di mana-mana dan satu lagi, saat itu kau pernah tiba-tiba pulang dan tahu bahwa tuan Seno datang menghampiri aku padahal saat itu seharusnya kau berada di kantormu bekerja dengan penuh kesibukan dan aku tidak meberitahumu tentang kedatangan adikmu itu, bukankah kau tahu dari anak buahmu atau cctv di rumah ini bukan? Karena bibi Lil sudah memberitahuku bahwa dia sama sekali tidak mengetahui hal itu." Balas Olivia menjelaskan semua pemikiran yang membuat dirinya mengetahui bahwa dia di mata-mata oleh tuan Kaiden selama ini.


Setelah mendengar penjelasan dari gadis tersebut akhirnya tuan Kaiden pun terlihat semakin gugup, lagi dan lagi dia tidak menduga jika ternyata Olivia bisa memiliki pemikiran yang cerdas seperti itu, bisa mengetahui apa yang dia lakukan selama ini.

__ADS_1


"AA..AA..ahhh..begitu, tapi aku melakukan semua itu karena aku mencemaskanmu, kan sudah aku bilang kau sudah ku anggap seperti adik perempuanku, jadi tentu aku harus menjagamu dengan sangat baik." Balas tuan Kaiden kembali mengatakan alasannya.


"Tuan aku mau kau membebaskan aku, aku mau bermain keluar, melihat dunia luar dan ingin menikmati kehidupan bermasyarakat layaknya orang lain, bukan di kurung dalam rumah dengan banyak teknologi dan cctv seperti ini, aku janji padamu aku akan selalu memberitahumu dimana pun aku berada aku juga akan meminta izin padamu dahulu untuk apa yang akan aku lakukan, aku akan pulang dan sudah berada di rumah sebelumnya kau tiba lebih dulu, kau hanya perlu mempercayai aku bahwa aku tidak akan kabur, aku hanya ingin bebas, itu saja." Ucap Olivia mengatakan semua keinginan dan harapan dia selama ini.


Meski sebelumnya dia selalu berusaha untuk mencari jalan keluar agar bisa kabur dan membebaskan diri dari tuan Kaiden tetapi jika saja tuan Kaiden membebaskan dirinya dan memperbolehkan dia untuk keluar secara leluasa, mungkin dia akan berpikir dua kali untuk kabur dari sisinya, sebab yang dia inginkan hanya untuk menemui Malara dan menjelaskan sebuah kesalah pahaman yang belum terselesaikan olehnya di masa lalu, dia ingin kembali bertemu dengan sahabat terbaiknya itu, dan pergi untuk memeriksa makan kakaknya yang sudah lama tidak pernah dia jumpai.


Sementara tuan Kaiden sendiri merasa sangat berat untuk melakukan semua itu, karena dia tahu dirinya memiliki banyak musuh dan saingan dalam bisnis termasuk adik tirinya Seno, bukan karena mengekang atau apapun tetapi tuan Kaiden hanya terlalu cemas dan takut Olivia akan terbawa dalam masalah bisnisnya tersebut, sedangkan dia tidak mau itu terjadi, dia tidak senang jika orang-orang di sekelilingnya malah harus menjadi korban, meski pun dia masih merasa jika lawannya itu akan salah sasaran jika mengambil gadis tersebut darinya, karena dia masih menganggap dirinya hanya perduli kepada Olivia sebagai tanggung jawabnya saja tidak dengan perasaan di dalam hatinya.


"Tuan aku mohon, tolong kabulkan keinginanku yang satu ini." Ucap Olivia lagi yang mulai berani memohon kepada tuan Kaiden dengan sungguh-sungguh saat ini.


Dia terus saja tersenyum sangat lebar dan terus saja merasa sangat gembira sampai wajahnya saja terlihat begitu berseri-seri dan terus mengangguk dengan cepat kepada tuan Kaiden saat itu.


"Eumm aku janji padamu, aku akan meminta izin dan mengatakan semuanya dengan jelas, eheheh terimakasih banyak tuan kau memang kakak yang baik." Ucap gadis kecil tersebut terus saja tersenyum dengan senang dan gembira.


Sambil memegangi tangan tuan Kaiden dengan senyum yang sangat lebar sekali, dia terus saja merasa gembira hingga tidak bisa menahan rasa bahagia dalam dirinya tersebut, sedangkan disisi lain tuan Kaiden masih saja belum bisa menerima sepenuhnya atas keputusan yang sudah dia ambil sendiri itu, meski dia yang mengijinkannya tetapi hati kecilnya tetap saja tidak dapat dia bohongi karena dia benar-benar merasa cemas atas Olivia ke depannya.

__ADS_1


"Sudah sudah berhenti terlalu bahagia seperti itu, sekarang kau harus beritahu aku sesuatu, kemana tadi kau pergi?" Tanya tuan Kaiden segera mengesampingkan topik sebelumnya.


Olivia mengatakannya bahwa dia ke pasar bersama dengan bibi Lil, dan dia juga mengatakan bahwa dirinya bertemu dengan tuan Seno, menceritakan semua yang dia bicarakan dengan Seno hingga membuat tuan Kaiden merasa tenang, gadis 19 tahun itu sudah mengerti sejak awal tuan Kaiden menanyakan hal itu denganya, dia tahu pasti tuan Kaiden mencemaskannya karena bertemu dan malah mengobrol dekat dengan saudara tirinya sendiri, oleh karena itu tanpa di minta dahulu, Olivia sudah menjelaskan semuanya dengan singkat dan jelas sehingga menghilangkan semua pemikiran buruk yang sepat ada dalam benaknya tuan Kaiden sebelumnya, sehingga kini tuan Kaiden juga mempercayai Olivia tanpa banyak menaruh curiga lagi seperti sebelumnya.


"Begitu tuan, aku juga tidak mungkin akan terjebak dengan niat jahatnya lagi pula aku rasa dia sepertinya tidak berniat jahat padaku deh, mungkin tadi itu dia benar-benar hanya kebetulan bertemu denganku saja." Balas Olivia menambahkan.


"Kau mana tahu dia itu seperti apa, bertemu juga baru beberapa kali kan? Aku yang lebih tahu bagaimana dia sebenarnya, intinya kamu harus hati-hati dengannya kau boleh jika hanya berbicara atau mengobrol biasa dengannya tapi awas saja jika sampai menerima minuman atau makanan yang dia bawa, ingat aku melakukan semua hubungan itu denganmu itu juga karenaya dan kau harus tahu itu dari sekarang, kau dengar itu baik-baik." Ucap tuan Kaiden memperingati Olivia berkali-kali.


"Iya...aku mana mungkin lupa dengan hal itu, kau jangan terlalu menekan aku begini dong, aku juga sudah dewasa sebentar lagi akan 20 tahun jadi kau tidak perlu menasehati aku atau memeringati aku seperti ini, kau seperti ibu-ibu yang cerewet sekali." Balas gadis tersebut kepada tuan Kaiden yang langsung saja mendapatkan balasan tatapan tajam darinya. Karena tuan Kaiden dia katai sebagai ibu-ibu yang cerewet.


"Beraninya kau mengatai aku begitu, dasar kau kurcaci nakal, sudahlah sana pergi ke kamarmu, melihat kau hanya membuat emosiku meledak-ledak." Ujarnya mengusir Olivia dari sana, tentu saja dengan senang hati Olivia akan pergi karena memang itu yang dia inginkan sejak awal.


"CK....biasa saja dong, aku memang akan pergi, merayakan kebahagiaan ini dengan bibi Lil, ahahah bibi ayo kita buat cake yang besar!" Teriak gadis tersebut sambil memanggil bibi Lil kencang dan berlari ke dapur mencarinya.


Tuan Kaiden hanya bisa menggelengkan kepala menanggapi kelakuan dari istri mudanya itu yang benar-benar lebih mirip seekor kurcaci yang lucu dibandingkan dengan seorang istri yang dia idamkan, menghembuskan nafasnya dengan lesu sambil mengusap kepalanya dengan kasar beberapa saat. "Aishh.. bagaimana bisa aku malah mendapatkan istri seperti dia yang sangat jauh dari kriteriaku, ahhh sial sekali hidupku ini." Gerutu tuan Kaiden dengan wajahnya yang terlihat sangat lelah.

__ADS_1


__ADS_2