Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Digendong Tuan Kaiden


__ADS_3

Karena merasa tidak tahu apa yang salah dari kondisi cuaca di pantai, gadis kecil itu justru malah kembali membaringkan tubuhnya di pasir, dia menatap ke atas langit sambil terus saja membayangkannya kenangan indah yang pernah dia lalui dengan kakaknya juga kedua orangtua tercintanya ketika dia masih kecil, disaat dia belum memiliki pemikiran apapun dan tidak ada kesulitan apapun, yang ada hanya kesenangan dan kebahagiaan saja.


Hingga tiba-tiba saja tuan Kaiden datang dan dia berdiri tepat di atas kepala Olivia yang tidur terlentang saat itu, kepalanya menatap ke bawah dan menghalangi pandangan Olivia yang tengah tidur berbaring kala itu.


Olivia yang kaget melihat wajah tuan Kaiden yang tiba-tiba saja berada di atas wajahnya dengan sangat dekat seperti itu, membuat dia langsung bangkit berdiri namun bukannya bisa menghindar dan menjauh justru malah mulut gadis itu yang menyentuh mulut tuan Kaiden, kedua mata dua orang itu langsung terbelalak sangat lebar dan terus saja merasa sangat kaget di buatnya, untuk persekian detik mereka terdiam dan tidak bergerak sama sekali sedangkan disisi lain ada sekretaris Dep juga beberapa orang anak buahnya yang baru saja tiba disana, mereka yang tadinya merasa cemas akan Olivia juga tuan Kaiden kini dengan cepat berbalik arah dan segera saja sekretaris Dep menyuruh mereka semua menghentikan pencarian dan kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Dia juga tidak mau ikut campur sehingga ikut pergi dari sana, meninggalkan tuan Kaiden dan Olivia yang masih berada di pesisir pantai tersebut hanya berdua saja.


"Aahh...tu..tuan kenapa kau tiba-tiba saja muncul seperti itu?" Ucap Olivia dengan wajah yang sangat gugup dan dia terus saja menunduk ke bawah, tidak berani untuk menatap wajah tuan Kaiden karena malu.


Tuan Kaiden sendiri mulai menyadarkan dirinya dan dia langsung berdiri dengan cepat lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Olivia berdiri.


"Ekm..aku mencarimu ayo kita kembali ini sudah sangat larut dan badai akan segera tiba, tidak baik jika kita terus berada di dekat pantai." Ujar tuan Kaiden sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Olivia menerima uluran tangan dari tuan Kaiden dan dia pun mengikutinya untuk pergi, tidak hanya itu di perjalanan menuju hotel tuan Kaiden yang melihat Olivia kedinginan seperti itu, dia segera memberikan jaket yang dia kenakan untuk di pakai oleh Olivia dan karena melihat Olivia berjalan tanpa alasa kaki dia juga segera menggendong Olivia dengan cepat tanpa basa basi lagi.


Membuat gadis kecil itu merasa kaget dan hanya bisa menatap terperangkap dengan penuh keheranan, mendapatkan perlakuan yang manis dari seseorang seperti tuan Kaiden yang terkenal kejam dan sama sekali tidak memiliki hati selama ini.


"Eehhh ...tuan kau kenapa menggendongku, turunkan aku, bagaimana jika nanti anak buahmu melihat ini, ayo cepat turunkan apa lagi yang kamu tunggu?" Ujar gadis itu terlihat panik tidak karuan.


Namun tuan Kaiden sama sekali tidak menurunkannya dia justru malah semakin erat memeluk tubuh gadis kecil itu dan menyuruh Olivia untuk tidak banyak bergerak agar dia tidak menjatuhkannya nanti. "Sudah diam kau, aku tidak akan menurunkanmu dan jangan banyak bergerak atau aku akan membanting tubuhmu ke bawah!" Bentak tuan Kaiden dengan wajahnya yang menatap tajam cukup lama kepada Olivia.


Membuat gadis kecil itu merasa takut dan gugup sehingga dia tidak banyak perotes atau bicara tentang apapun lagi, hanya bisa diam dan pasrah dalam gendongan tuan Kaiden, bahkan ketika sampai di hotel, Olivia pikir tuan Kaiden akan menurunkannya tetapi dia salah, tuan Kaiden menggendong dia sampai ke dalam kamar hotel yang akan dia tiduri, dan yang membuat Olivia lebih bingung lagi, dia melihat tuan Kaiden malah hendak melepaskan pakaiannya di hadapan dia saat itu.


Bukannya malu tuan Kaiden justru malah dengan sengaja terus melepaskan jas itu hingga hanya tersisa kemeja putih yang ada di tubuhnya dengan kancing bagian atas yang terbuka, dia langsung mendekatkan dirinya kepada Olivia dan terus membuat gadis itu menjadi semakin gugup dan cemas.


"Tu...tu...tuan ada apa denganmu? Kenapa kau terus mendekatiku begini, benarkan dulu pakaimu itu!" Ucap gadis kecil itu yang terus saja berusaha untuk menjauhkan diri dari tuan Kaiden.

__ADS_1


"Kenapa kau begitu gugup, apa kau takut denganku? Apa yang kau bayangkan?" Ujarnya terus saja semakin mendesak Olivia hingga gadis kecil tersebut terbaring di ranjang tersebut dengan wajahnya yang semakin gugup serta kedua mata yang dia tutup dengan rapat karena dia tidak berani untuk menatap wajah tuan Kaiden apalagi dengan pakaiannya yang terbuka seperti itu.


Sedangkan tuan Kaiden sendiri malah terus menahan tawa dan sesekali memalingkan pandangannya ke dinding karena dia merasa bahwa tingkah gugupnya Olivia ini sangatlah lucu dan begitu menggemaskan, sehingga membuat dia semakin senang untuk menggodanya terus menerus.


"Hei, untuk apa kau menutup matamu seperti itu? Ayo cepat buka matamu, bukankah kau sudah pernah melihat aku tanpa busana?" Ucap tuan Kaiden yang membuat Olivia semaki malu dibuatnya, hingga membuat kedua pipi tembam gadis tersebut mulai merona bak memakai blush on saat itu.


Tuan Kaiden terus menahan tawa dalam dirinya sekuat tenaga dan terus saja mulai menjauh dari Olivia dan menyudahi kelakuan isengnya tersebut.


"Sudahlah, kau ini konyol sekali sih kita itu sudah menjadi suami istri, tidak ada salahnya jika kau melihat aku mengganti pakaian." Balas tuan Kaiden sambil meneruskan tindakannya yang melepaskan pakaian saat itu.


Karena Olivia tidak mau melihatnya, dia pun segera saja bangkit berdiri lalu menyingkir dari sana dengan secepat yang dia bisa, di tambah kedua matanya yang terus saja dia tutup sambil berjalan menggeser tubuhnya untuk keluar dari kamar tersebut.


"Be..begini saja, aku akan keluar dari sini baru kau mengganti pakaianmu itu, aku akan keluar dulu." Ucap gadis kecil itu sambil terus saja berjalan menjauh dengan perlahan, dan terus berjalan dengan mata tertutup.

__ADS_1


Dia terus meraba-raba ke samping hingga tidak sadar kalau tuan Kaiden sudah berada di depannya dan dia malah menabrak tubuh tuan Kaiden begitu saja, membuat tuan Kaiden kesal dan menghembuskan nafas cukup kasar.


"Aduhh ....tu tuan kenapa kau malah berdiri di sini, minggir aku mau lewat, sana minggir jangan menghalangi jalanku, aku mau keluar." Ucap Olivia terus menyuruh tuan Kaiden untuk menyingkirkan dari hadapannya, padahal dia sendiri yang menabrak tuan Kaiden secara tidak sengaja karena dia sendiri yang malah menutup mata membuat dirinya tidak bisa melihat dengan benar dan malah berjalan kesana kemari tanpa arah.


__ADS_2