Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Mengobati Olivia


__ADS_3

Tuan Kaiden terus merasa gugup dan dia berusaha untuk memalingkan pandangannya ke arah lain saat Olivia terus mendesak dia agar segera mengoleskan krem hangat itu di punggungnya, tangan tuan Kaiden benar-benar bergetar kuat dan dia terus mengoleskan krim itu dengan wajah yang menghadap ke samping sehingga membuat Olivia merasa kesal karena dengan begitu tuan Kaiden tidak mengoleskan obat itu dengan benar, langsung saja Olivia berbalik sembari memegangi tangan tuan Kaiden dan bicara kesal padanya.


"Tuan, apa kau ini gila, kenapa kau malah menatap ke arah lain disaat kau mengoleskan obatnya untukku, bagaimana bisa kau melakukan dengan benar jika terus begitu, ayo lihat kemari!" Bentak Olivia sangat kencang dengan sorot mata yang begitu tajam.


Walau sudah mendapatkan bentakkan sekeras itu dari Olivia tuan Kaiden tetap saja diam mematung dan dia hanya menggeserkan sedikit kepalanya, sembari terus memejamkan matanya tersebut, membuat Olivia benar-benar kesal dan merasa bingung dengannya.


"Tuan kau kenapa sih, ayo buka matamu, kenapa juga kau terus menutup mata begitu, aku kan istrimu, terakhir kali kau bilang kau sudah melihat semuanya kenapa sekarang kau begitu, apa jangan-jangan kau takut ya?" Ucap Olivia mulai menggodanya.


Tuan Kaiden langsung membuka matanya dan dia terus saja melihat ke arah tubuh Olivia yang membuat Olivia berteriak kencang karena mengikuti arah pandang mata tuan Kaiden saat itu. "Aarrkkkk...tuan sialan kau benar-benar pria m*sum, kenapa kau menatap ke arah sensitif begitu?" Bentak Olivia sambil langsung menutupi dadanya dengan kedua tangan yang dia silangkan saat itu, tuan Kaiden juga segera memalingkan pandangannya dan dia terus saja menyuruh Olivia untuk kembali berbalik badan agar dia bisa melanjutkan mengoles krim hangatnya lagi.


"Hei, ayo cepat kau berbalik, katanya mau dioleskan lagi." Balas tuan Kaiden sembari terus saja mendorong pelan sebelah punggung tuan Kaiden saat itu.


Olivia pun menurutinya meski saat itu dia cukup takut dan merasa tidak enak hati, hingga semuanya sudah selesai dan Olivia justru malah mengantuk sebab tuan Kaiden sekaligus membantu mengerok punggung gadis kecil itu hingga guratan merah terbentuk disana, mungkin saat itu Olivia merasa nyaman jadilah dia sampai ketiduran seperti itu.

__ADS_1


Tuan Kaiden juga segera membantunya, menidurkan gadis itu di ranjang dan menyelimutinya dengan baik, tuan Kaiden sebenarnya mau memakai kan pakaian Olivia lagi saat itu tetapi dia takut Olivia akan terbangun jika dia melakukannya dan dia juga takut hal itu nanti malah mengganggu tidur gadis kecil tersebut, sehingga tuan Kaiden pun mengurungkan niatnya. Dia lebih memilih menyelimuti Olivia hingga ke leher, bahkan tuan Kaiden yang merasa terpincut dengan kecantikan wajah gadis tersebut yang tengah tidur, dia sampai menutupi wajah Olivia dengan sehelai kain yang ada disana juga.


"Aishh...wajahnya benar-benar menyebalkan, aaahhhh apa yang aku pikirkan, kenapa aku malah terus merasa panas begini, pipiku bahkan sudah terbakar sejak tadi, sial!" Gerutu tuan Kaiden sembari menarik lagi kain bekas mengelap tubuh Olivia setelah dia mengeroknya. Dan segera saja tuan Kaiden keluar dari kamar tersebut.


Hingga waktu terus berlalu dan mereka sampai di tepi pantai berikutnya, dimana saat itu Olivia masih tertidur sangat lelap sedangkan tuan Kaiden yang menyadari hal itu dia berusaha untuk membangunkan Olivia dan mengajaknya untuk segera pergi dari kapal tersebut.


"Hei, gadis kurcaci, bangun kita sudah sampai, ayo cepat kita harus keluar dari sini." Ucap tuan Kaiden sembari terus menyenggol tangan Olivia dan menyentuhnya berkali, tapi sayangnya Olivia tetap saja tidak tersadarkan, yang ada dia malah menguap dan terlihat meregangkan tubuhnya, mengangkat kedua tangan ke atas hingga membuat selimut yang menutupi tubuhnya terbuka, dan memperlihatkan bagian atas tubuh dia yang tidak memakai pakaian, hanya mengenakan pakaian dalam saja saat itu.


Tuan Kaiden yang kaget dia segera memalingkan pandangannya ke arah lain dan berusaha untuk menutupi kembali tubuh Olivia saat itu.


Bukannya bangun Olivia justru malah mengucek matanya pelan dan dia terus saja bangkit berdiri tanpa sadar kalau saat itu dia tengah tidak memakai pakaiannya.


"Hei, tuan kau kenapa menjauh dariku dan memalingkan pandangan seperti itu, memangnya wajahku saat bangun tidur begitu buruk ya?" Tanya Olivia yang salah paham saat itu, tuan Kaiden juga malah terus menanggapinya sehingga membuat Olivia semakin merasa dirinya jelek ketika bangun tidur.

__ADS_1


"Iya kau sangat jelek, cepat pakai pakaianmu, bisa bisanya kau bangkit dengan tubuh seperti itu, apa kau sudah tidak punya malu!" Bentak tuan Kaiden sangat keras sembari berjalan pergi keluar dari kamar tersebut dan menunggu Olivia di luar saja.


Setelah mendengar ucapan itu barulah Olivia mulai menundukkan kepalanya dan melihat dirinya sendiri yang ternyata tidak mengenakan pakaian saat itu, membuat dia merasa kaget dan terus menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Ya ampun, aahh ini sangat memalukan sekali, bagaimana mungkin aku malah lupa begini, aaaahh tuan Kaiden pasti seperti itu karena menyadari hal ini." Gerutu Gadis kecil tersebut sembari terus saja merasa malu atas tindakan yang dia lakukan di depan tuan Kaiden sebelumnya, dengan cepat Olivia mengambil pakaiannya dan segera bersiap-siap.


Hingga ketika mereka sudah kembali ke hotel pertama dan bersikap pulang, menunggu jemputan dari sekretaris Dep saat itu, berdiri di pinggir jalan dengan suasana yang canggung dan tidak ada salah satu diantara mereka yang mau memulai pembicaraan terlebih dahulu, sehingga membuat semuanya semakin terasa senggang.


Hingga Olivia memberanikan diri untuk memulai pembicaraan lebih dulu, berniat untuk mengucapkan terimakasih kepada tuan Kaiden karena sudah mau menyempatkan waktu untuk dia dan membawanya ke tempat yang sangat indah. "Ekm...tuan ada yang mau aku katakan kepadamu." Ucapnya membuat tuan Kaiden langsung berbalik menghadap ke arahnya dengan cepat.


"Katakan." Balas tuan Kaiden sangat cuek dan kembali bersikap dingin seperti biasanya.


"Terimakasih sudah mau menyempatkan waktu untuk mengajakku liburan walaupun itu hanya satu malam saja, tapi aku rasa aku akan terus mengingat semua momen indah di pulau itu, dan semuanya adalah pengalaman pertamaku, sekali lagi aku sangat berterima kasih denganmu." Ujar Olivia mengungkapkan semua rasa terimakasihnya dengan begitu tulus dan wajahnya yang tersenyum kecil saat itu.

__ADS_1


Mendengar ucapan terimakasih untuk pertama kalinya dari seorang Olivia membuat tuan Kaiden merasa kaget sekaligus kagum, dia bahkan sampai terperangah menatap sangat lekat kepada Olivia, sampai saat mobil jemputan dari sekretaris Dep tiba tuan Kaiden masih tetap saja berdiri mematung menatap lurus ke arah Olivia.


"Tu...tuan, apa kau baik-baik saja? Tuan Kaiden kenapa kau terus diam, tuan sekretaris Dep sudah tiba." Ujar Olivia sembari terus saja mengayunkan kedua tangannya ke depan wajah tuan Kaiden. Tapi tetap saja semua itu tidak menyadarkan tuan Kaiden sedikit pun.


__ADS_2