
Seno hanya menatap punggung Olivia yang semakin menjauh dari sana dan dia terus saja bertekad kuat untuk terus mengejar Olivia, berbeda dengan tuan Kaiden yang secara diam-diam memperhatikan Olivia dari jauh dan dia tahu bahwa Seno sudah kembali menemui Olivia lagi, hanya saja dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan saat di pasar tersebut, sebab anak buah yang dia kirimkan hanya memberikan sebuah foto saja dimana Olivia duduk di satu meja yang sama dengan Seno dan mereka terlihat begitu dekat, apalagi wajah Olivia terlihat tengah tersebut saat itu.
Tangannya mulai mengepal dengan kuat dan langsung saja melemparkan ponselnya ke meja dengan kencang, tuan Kaiden sangat kesal dan begitu tidak senang ketika melihat foto tersebut. "Sialan apa lagi yang dia lakukan pada gadis bodoh itu, aahhh aku tidak bisa tinggal diam saja, Seno pasti akan semakin jauh." Batin tuan Kaiden saat itu.
Sepulang kerja, tuan Kaiden langsung berteriak memanggil nama Olivia dengan sangat kencang, padahal saat itu Olivia tengah mandi di kamarnya, tetapi tuan Kaiden terus saja mengetuk pintu kamarnya dengan sangat kencang membuat Olivia terpaksa harus menyudahi mandinya terlebih dahulu dan dia segera saja membuka pintu untuk menghentikan teriakkan dari tuan Kaiden yang sangat membuat telinganya sakit.
"Bukk..buk..buk.. Olivia, hei...buka pintunya...buk...buk...buk, gadis konyol buka cepat atau aku akan mendobrak pintu ini, apa kau dengar hah?" Teriaknya lagi dan lagi begitu kencang sambil terus menepuk pintu kamar Olivia dengan kuat.
"Aishh...iya iya tunggu sebentar tuan." Balas Olivia dari dalam dengan terburu-buru mengenakan handuk dan segera saja keluar dari kamar mandi hingga membuka pintu kamarnya tersebut. "Ada apa tuan, kau terus mengetuk pintuku sekencang itu, apa kau tidak sayang jika nanti pintunya akan rusak?" Bentak Olivia yang begitu berani bicara seperti itu dengannya.
Tuan Kaiden sendiri justru malah menatap pada penampilan Olivia yang hanya mengenakan handuk berwarna putih dengan tinggi diatas lutut juga hanya dia lilitkan di tubuhnya saja, dengan rambut basahnya yang meneteskan air ke bagian tubuhnya yang terbuka, membuat tuan Kaiden mulai menelan salivanya susah payah untuk menahan nafsu birahi dalam dirinya, dia segera saja memalingkan pandangannya ke samping dan terus memarahi Olivia karena keluar membuka pintu dengan penampilan seperti itu.
"Aishh..heh apa kau gila ya? Beraninya kau membuka pintu hanya dengan mengenakan handuk seperti itu saja. Cepat kembali masuk dan pakaian pakaianmu dahulu, sana cepat pergi." Ucap tuan Kaiden sambil terus saja berusaha untuk mendorong Olivia masuk kembali ke dalam kamarnya, tetapi tangannya itu justru salah tempat ketika berniat mendorong bahu Olivia, dia justru malah memegangi salah satu busa empuk milik Olivia yang membuat wajah gadis itu merah merona dan di penuhi dengan emosi di dalamnya. "Ehh..kenapa bahunya seempuk ini, apa dia menjadi gendut ya?" Batin tuan Kaiden terus saja meremasnya dan merabanya terus menerus.
__ADS_1
Karena dia merasa heran dengan benda yang dia pegang saat itu.
"Tuan lihat kemari, cepat lihat dimana tanganmu mendarat!" Ucap Olivia dengan menahan emosi dalam dirinya dan kedua tangan yang sudah dia kepalkan sangat kuat.
Tuan Kaiden yang merasa heran dia pun menurutinya dan betapa kagetnya dia saat melihat tangannya justru malah memegangi bagian sensitif milik gadis tersebut, langsung saja dia menarik tangannya itu dengan cepat dan terus saja mendorong tubuh Olivia untuk segera masuk ke dalam kamarnya dan mengganti pakaian terlebih dahulu.
"Aahh...astaga...AA..aahh, aku tidak sengaja, sudah cepat kau masuk dan pakaian pakaian terlebih dahulu, aku mau bicara denganmu nanti." Ucap tuan Kaiden dengan penuh kegugupan dan terus saja dia pergi dari sana secepatnya.
Bahkan saking gugupnya dia justru malah salah jalan dan berjalan menuju ke ruang kerjanya, hingga dia pun segera berbalik kembali melewati kamar gadis tersebut dan terus saja menuruni tangga begitu saja, membuat Olivia kebingungan dan hanya bisa mengerutkan kedua alisnya sambil menggaruk belakang kepalanya pelan, kemudian dia segera menutup pintunya lagi dan dengan cepat memakai pakaian yang paling mudah dia jangkau karena sudah sangat penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh tuan Kaiden dengannya. "Aishh apa lagi sih yang mau dia bicarakan denganku, ada-ada saja dasar manusia menjengkelkan itu, arrkk bisa bisanya dia malah memegangi miliku dengan cara seperti tadi, apa dia benar-benar tidak punya mata ya?" Gerutu Olivia tanpa henti dan terus saja merasa sangat kesal sendiri.
Dia turun begitu saja ke lantai bawah dan mencari tuan Kaiden yang rupanya terlihat tengah duduk tegak di depan tv dengan pakaiannya yang juga sudah berganti, gadis kecil itu segera menghampiri dia dan duduk di sampingnya sambil bertanya tentang hal yang ingin tuan Kaiden bicarakan dengan dia sebelumnya, tetapi sebelum tuan Kaiden menjawab pertanyaan dari Olivia justru saat itu tuan Kaiden malah gagal fokus melihat pakaian Olivia yang terlihat longgar sehingga dia merasa curiga dan menyuruh Olivia untuk berbalik dengan cepat.
"Tuan ada apa sih, kau sampai mengetuk pintu kamarku sekecang tadi, sekarang katakan saja apa yang mau kau bicarakan denganku." Ucapnya begitu saja.
__ADS_1
Tuan Kaiden malah terus mendekati dirinya dan menatap dengan jeli ke seluruh tubuhnya membuat gadis itu merasa sangat tidak nyaman dan terus saja menjauh dari tuan Kaiden.
"Eehh, tuan apa yang mau kau lakukan, hei...tuan?" Ucap Olivia dengan wajah yang kebingungan dan sedikit panik tidak karuan.
"Diam, dan cepat berbalik." Ucap tuan Kaiden memerintah begitu saja.
Olivia terus menarik kedua alisnya saking herannya dengan apa yang tuan Kaiden suruh kepada dia saat ini. "Berbalik, untuk apa?" Tanya nya semakin kebingungan sendiri.
"Sudah cepat berbalik saja apa susahnya, kau ini banyak tanya." Balasnya terus saja memaksa Olivia dengan kuat.
Hingga gadis 19 tahun itupun terpaksa menuruti kemauannya, dia berbalik dan tuan Kaiden terus saja menghembuskan nafas dengan kasar sambil langsung memegangi resleting di belakang punggung Olivia yang masih terbuka saat itu.
"Eehh, tuan berhenti apa yang mau kau lakukan?" Tanya Olivia yang kaget saat merasakan tangan tuan Kaiden menyentuh bagian tubuh belakangnya saat itu.
__ADS_1
"Diam, aku hanya ingin menaikkan resleting di pakaianmu, jagan berpikiran aneh-aneh, kau ini sangat ceroboh sekali, kau kan seorang wanita, harusnya kau bisa menjaga tubuhmu sendiri dan jangan mengenakan pakaian asal-asalan seperti ini sampai lupa tidak menarik resleting di belakangnya, aku tidak suka dan tidak akan terima jika sampai ada laki-laki lain yang melihat punggungmu, apa kau mengerti hah?" Ucap tuan Kaiden memperingati Olivia sekaligus memberikan nasihat kepadanya.