Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Menemukan Ide Bagus


__ADS_3

Mereka pun mulai berpikir keras bersama, sekretaris Dep nampak begitu tertekan dan kebingungan, karena dia sendiri tidak pernah memiliki kekasih ataupun dekat dengan seorang wanita, jadi tentu saja dia turut kebingungan memikirkan hal apa yang ada disukai oleh seorang wanita dan bisa membuatnya senang hingga melupakan kesedihan yang mendalam seperti itu, terlebih lagi sekretaris Dep tahu bahwa nona Olivia sedikit berbeda dengan gadis pada umumnya, yang mungkin para wanita akan senang dan bahagia jika di ajak berbelanja dan membeli barang-barang mewah yang mereka inginkan atau pergi ke salon dan merias wajah mereka secantik cantiknya.


Tuan Kaiden yang sudah kesal karena dia merasa sekretaris Dep terlalu lama mencari solusi dia pun kembali menanyakannya lagi dengan nada bicara yang cukup tinggi dan mengagetkan sekretaris Dep.


"Heh, kau ini berpikir atau tidak sih, kenapa lama sekali?" Ucap tuan Kaiden membuat sekretaris Dep terperanjat dan segera mengatakan ide yang tiba-tiba saja muncul di kepalanya saat itu.


"Aha...aku ada ide yang sangat bagus tuan, bagaimana jika kita buat kejutan untuk jalan-jalan dan bermain di pantai sepuasnya? Itu kan yang dia inginkan sejak pertama kali ingin ikut denganmu kemari?" Balas sekretaris Dep membuka tuan Kaiden merasa sedikit tidak percaya dengan ide yang disampaikan oleh sekretaris Dep saat itu.


"Apa kau yakin itu akan berhasil membuat dia senang?" Balas tuan Kaiden terlihat sangat ragu untuk melakukan hal tersebut.


Sekretaris Dep pun berusaha untuk meyakinkannya dan kembali menjelaskan lagi alasan mengapa dia memilih ide tersebut sebagai ide yang sangat bagus dan cocok bagi perempuan seperti Olivia ini.


"Aishh ..tuan kau ini bagaimana sih, lihatlah baik-baik, nona Olivia kan masih 19 tahun, dia terlalu muda untuk pergi berbelanja layaknya wanita dewasa apalagi pergi ke salon, wajahnya saja tidak pernah memakai riasan bukan? Dan satu lagi bermain adalah yang sangat dia sukai, aku rasa gadis yang sangat ceria, dia bisa melupakan semua masalah dan kesedihannya ketika asik bermain di pantai denganmu, hanya saja mungkin kau harus sedikit membujuknya agar dia mau bermain di pantai besok, dan kita mungkin tidak bisa kembali ke kantor lebih awal." Ucap sekretaris Dep menjelaskannya.

__ADS_1


Tuan Kaiden memikirkan apa yang dikatakan oleh sekretaris Dep barusan dan dia pun mulai memahami maksud dan tujuan yang di sampaikan oleh sekretarisnya tersebut, dia pikir apa yang di katakan oleh sekretaris Dep ada benarnya juga, tapi disisi lain dia sudah menginap di tempat itu malam ini, dimana seharusnya sore tadi dia pulang dan kembali bekerja di kantor, besok juga akan ada meeting penting dengan staf perusahaan yang akan membahas mengenai perkembangan proyek tersebut, tapi dia harus menghibur Olivia dahulu sebelum mereka kembali ke kota, hal itu membuat dia bingung dan bimbang.


"Tapi Dep bukankah besok ada meeting penting, kita harus kembali besok pagi, bagaimana bisa bermain dahulu?" Tanya tuan Kaiden mengatakan kegundahannya.


Sekretaris Dep langsung tersenyum lebar dia kemudian membisikkan sesuatu kepada tuan Kaiden yang pada akhirnya membuat tuan Kaiden ikut tersenyum lebar, mereka sudah mendapatkan solusi yang tepat untuk esok pagi dan membuat kejutan kecil bagi gadis tersebut, tuan Kaiden pun bisa merasa tenang dan sedikit lega saat ini, dia langsung menarik selimut yang ada disana lalu tidur dengan cepat di ranjang sekretaris Dep, membuat sekretarisnya itu tertegun heran melihat tingkahnya dan dengan cepat menyuruh tuan Kaiden untuk pergi dari kasurnya tersebut.


"Eehh...tuan kenapa kau malah tidur di kasurku, sana pergi ke kamarmu, aku mau istirahat, aishh.." gerutu sekretaris Dep merasa kesal dan terus berusaha untuk menyingkirkan tuan Kaiden dari ranjangnya tersebut.


"Tidak mau aku mau tidur disini saja sudah cepat kau tidur juga, lagian ranjangnya besar masih muat untuk berdua." Balas tuan Kaiden sambil terus saja memejamkan matanya dan sama sekali tidak perduli dengan ocehan dari sekretaris Dep saat itu.


Hingga ke esokan paginya Olivia merasa aneh karena tangannya yang meraba-raba kesamping tidak menemukan apapun, padahal yang dia tahu sebelumnya ada tuan Kaiden di sampingnya, saat dia membuka mata dan tidak melihat siapapun di sampingnya langsung saja gadis kecil itu memanggil nama tuan Kaiden dan mencarinya.


"Ehh, kenapa dia pergi? Tuan...tuan Kaiden apa kau di kamar mandi?" Teriak Olivia sambil berjalan mendekati kamar mandi disana dan membuka pintunya yang ternyata tidak ada siapapun disana.

__ADS_1


Dia terus menggaruk belakang kepalanya dan merasa sangat heran sehingga dia memutuskan untuk mandi dahulu dan membersihkan dirinya sebelum mencari keberadaan tuan Kaiden, karena dia takut dia di tinggalkan di tempat tersebut seorang diri.


"Aaahh aku harus segera mencarinya keluar, jangan sampai dia meninggalkan aku di tempat ini seorang diri." Gerutu Olivia dengan wajah pauknya yang terlihat sangat menggemaskan itu.


Ia berlari kecil menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya secepat yang dia bisa, tanpa dia tahu saat itu tuan Kaiden baru saja kembali dari kamar sekretaris Dep dan dia mencari pakaian santai untuk mengganti pakaian dia sebelumnya.


Saat Olivia baru selesai mandi dia keluar hanya dengan mengenakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya, karena dia lupa tidak mengambil pakaian ganti terlebih dahulu sebelum dia masuk ke dalam kamar mandi, tanpa dia sadari saat dia keluar dan mencari pakaiannya di lemari sebenarnya saat itu sudah ada tuan Kaiden yang duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya dan kini malah menatap ke arah Olivia yang sibuk kesulitan hendak meraih pakai yang di gantung pada lemar tersebut dan terlalu tinggi untuk dia gapai kala itu. "Aahh...kenapa gantungan pakaiannya tinggi sekali sih, lebih bagus jika tuan Kaiden ada disini, dia bisa membantuku mengambilnya, aishh..." Gerutu Olivia yang membuat tuan Kaiden tersipu malu di belakangnya saat itu.


Tidak banyak basa basi lagi tuan Kaiden segera bangkit berdiri dan dia membantu gadis kecilnya itu untuk mengambilkan setelah pakai di lemari tersebut dari belakang Olivia, membuat gadis tersebut kaget dan langsung berbalik dengan refleks, dia terperangah menatap ke arah tuan Kaiden yang tiba-tiba saja muncul ketika baru saja dia menyebut namanya. "Hah? Tuan sejak kapan kau ada di belakangku?" Tanya gadis itu masih dengan tatapan mata yang sangat lebar.


"Sedari tadi aku ada disini kau saja yang tidak menyadari keberadaanku, ini pakai pakaianmu sebelum aku yang akan memakaikannya padamu." Ucap tuan Kaiden yang menyadarkan Olivia bahwa dia belum mengenakan pakaian saat itu.


Perlahan gadis itu mulai bergeser ke samping dan menjauhi tuan Kaiden sambil memeluk pakaian ganti sekaligus menahan handuk yang dia kenakan tersebut, dia juga terus saja menahan rasa malu dalam dirinya meskipun pipinya menunjukkan bahwa dia sangat merona saat itu. Tuan Kaiden juga terus tersenyum kecil dan menahan tawa melihat tingkah Olivia yang sangat lucu bagi dirinya.

__ADS_1


Gadis itu segera masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya dengan cepat, sambil terus bersandar di baliknya dan memegangi dadanya, merasakan detak jantung dirinya sendiri yang begitu kencang dan sulit untuk dia kendalikan.


"Aahhh apa yang aku lakukan, kenapa aku harus segugup ini saat berhadapan dengannya, tidak-tidak ini tidak mungkin, aku tidak boleh merasakan apapun pada pria menyebalkan dan sangat kejam seperti dia." Gerutu Olivia berusaha untuk mengesampingkan perasaannya tersebut.


__ADS_2