
Tanpa banyak bicara lagi bibi Jil mulai mempersiapkan rencana rahasianya bersama sekretaris Dep, dimana dia pergi membuatkan makanan yang paling enak yang bisa dia buat untuk nantinya akan diberikan kepada tuan Kaiden sedangkan sekretaris Dep pergi membeli hadiah ke mall terdekat yang akan dia berikan kepada Olivia. Saat sampai di salah satu mall yang cukup terkenal dan besar di dekat sana, sekretaris Dep mulai kebingungan dia lupa belum menanyakan apa yang disukai oleh nyonya mudanya tersebut kepada bibi Jil.
"Astaga... Ahh aku benar-benar sudah pikun, apa yang bisa aku beli untuk gadis kecilnya tuan, aku kan sama sekali tidak tahu apapun tentangnya, aishh... Bagaimana sekarang?" gerutu sekretaris Dep kebingungan sendiri sembari menggaruk kepalanya tak beraturan.
Dia berjalan masuk ke dalam mall dan melihat-lihat ke toko pakaian, sudah berjalan memutari toko itu dan sudah diberikan tawaran serta rekomendasi oleh pelayan disana namun sayangnya sekretaris Dep tidak menemukan satu saja pakai di sana yang dia rasa cocok dan pantas bagi nona mudanya tersebut.
"Pak bagaimana dengan gaun ini, warnanya sangat elegan dan tidak terlalu rame dengan hiasan, mungkin pacar anda akan menyukainya." ucap salah satu pelayan disana memberikan rekomendasi lagi.
"Ehh, ini bukan untuk pacarku,"
"Oh untuk istrinya ya pak, kalau begitu bagaimana jika yang ini, kita bisa mencarikan semua jenis ukuran untuk model ini." balas pelayan wanita itu kembali menimpali.
"Hadeuhh.... bukan untuk istriku juga, tapi ini untuk istri bosku, jadi aku sama sekali tidak tahu bagaimana seleranya." balas sekretaris Dep merasa pasrah.
Pelayan itu pun hanya bisa tersenyum kecil dan dia malah ikut kebingungan karena sekretaris Dep sama sekali tidak bisa memilih satu pun pakaian yang ada disana, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari toko tersebut, dia merasa pelayanan disana sama sekali tidak bagus karena selalu mengira pakaian yang akan dia beli untuk pasangannya, padahal sudah jelas dia adalah manusia lajang yang cukup mudah tersinggung jika mengenai pasangan.
Kembali berjalan sambil menggerutu kesal seorang diri dan merapihkan jasnya hingga tidak sengaja dia melihat seorang perempuan yang tengah memilih-milih boneka beruang berwarna pink dan coklat, wanita itu terlihat sangat riang dan terus berusaha berjinjit untuk meraih boneka berukuran besar yang di simpan pada rak paling atas di toko boneka tersebut, entah kenapa sekretaris Dep merasa tertarik saja untuk melihatnya lebih dekat, hingga dia mulai mendapatkan pencerahan dari wanita tersebut.
"Aahhh...iya bagaimana jika aku beli boneka saja, wanita itu yang kelihatan cukup dewasa saja masih suka membeli boneka, nona muda kan baru 20 tahun dia pasti akan menyukainya, iya aku beli boneka saja." ucapnya mendapatkan ide cemerlang saat itu.
Dengan perasaan senang karena sudah mendapatkan sedikit pencerahan sekretaris Dep pergi ke toko boneka tersebut dia mencari boneka yang cocok dengan Olivia dan karakternya, namun lagi dan lagi sekretaris Dep sama sekali tidak bisa memutuskan karena saat dia masuk ke dalam terlalu banyak boneka dengan jenis berbeda-beda dan semuanya sama bagusnya di mata sekretaris Dep, sehingga dia sulit untuk memilih salah satunya, hingga tiba-tiba saja wanita yang tadi dia lihat dari kejauhan tengah berusaha payah mengambil boneka besar di rak paling atas datang menemuinya.
"Maaf mas bisa tolong ambilkan saya boneka yang disana tidak, raknya terlalu tinggi jadi agak sulit untuk saya." ucap perempuan dengan rambut panjang terurai dan membawa beberapa buku di dadanya.
Saat pertama kali melihat perempuan itu dari dekat sekretaris Dep langsung terpesona dengan kecantikannya, dia terperangah dan menatapnya sangat lekat tanpa mengeluarkan ucapan apapun, sehingga membuat perempuan itu kebingungan dan kembali bertanya padanya.
"Mas... halloo.. Mas apa kau bisa mendengarku?" tanya perempuan itu sedikit meninggikan nada suaranya sampai akhirnya sekretaris Dep tersadar.
__ADS_1
"Ohhh, apa bagaimana?"
"Bisa ambilkan saya boneka disana?" balas wanita itu lagi.
Dengan cepat sekretaris Dep mengangguk dan dia mengikuti wanita itu hingga membantunya mengambilkan boneka yang sangat besar tersebut, wanita itu nampak senang dan terus saja berterimakasih kepada sekretaris Dep. "Ahhh terimakasih banyak ya mas, kalau bukan karena kamu pasti aku tidak bisa mengambilnya, pelayan disini sangat lama sekali mencari tangga dan mereka sibuk dengan pengunjung lain, sampai permintaan saya tertunda, makasih ya mas." ucap wanita itu dengan sopan dan terus tersenyum senang.
"Astaga... Senyumannya manis sekali, dia sangat cantik." batin sekretaris Dep saat itu.
"Oh iya kamu sedang mencari boneka juga ya, pasti untuk pasangan mu kan, boneka mana yang kamu beli?" tanya wanita sangat ramah.
"Itu dia aku bingung sekali, terlalu banyak boneka disini dan aku tidak tahu yang mana kira-kira yang akan disukai oleh nona muda." balas sekretaris Dep dengan wajah kebingungan.
Wanita itu tersenyum dan tiba-tiba saja dia menawarkan diri untuk membantu sekretaris Dep mencarikan rekomendasi untuknya.
"Eumm bagaimana jika aku yang pilihkan, bukankah sesama wanita sering kali memiliki selera yang sama?" balas wanita itu membuat sekretaris Dep sangat senang.
"Tentu saja tidak, pakaian warna apa yang sering dia pakai? Dan pasanganmu itu orang seperti apa, biasanya selera seseorang tidak jauh dari karakternya." ujar Wanita itu semakin membuat sekretaris Dep jatuh cinta pada pandangan pertama terhadapnya juga dengan kecerdasannya yang sudah terlihat jelas.
"Sebenernya dia bukan pasanganku tapi istri dari bosku, nona muda orangnya sangat lemah lembut dan manis, dia lucu dan polos, warna pakaian putih dan nude dan pink yang sering dia pakai, kira kira hanya itu yang aku tahu." balas sekretaris Dep menjelaskan apa yang dia ketahui tentang Olivia.
Walaupun sekretaris Dep hanya menjelaskan sedikit tapi hebatnya gadis itu langsung mengerti dan mengangguk penuh keyakinan dia segera berjalan ke jajaran rak boneka di dekat sana dan nampak memilih-milih boneka yang menurutnya akan cocok dengan tipe wanita seperti yang di jelaskan oleh sekretaris Dep padanya.
"Eummmm begitu ya, kalau gitu, bagaimana jika yang ini, warnanya cream tidak terlalu mencolok dan bahannya sangat lembut bulu pada boneka beruangnya juga lembut, pasti sangat nyaman untuk di peluk, tidak akan mudah kotor juga, bagaimana menurutmu?" ucapnya memberikan rekomendasi pertama.
"Bagus juga sih, tapi aku tidak tahu apa nona muda suka dengan bentuknya,"
"Memangnya ada apa dengan bentuknya? Benoka beruang kan yang paling banyak di gemari oleh para wanita, aku saja membeli boneka beruang, dia lucu dan manis sama dengan karakter nona mudamu yang kamu katakan tadi." balas wanita itu menjelaskan.
__ADS_1
Semua penjelasan darinya malah membuat sekretaris Dep semakin kagum dengan perempuan itu, hingga akhirnya dia pun mengangguk setuju untuk membeli boneka tersebut, karena setelah dia pikirkan lagi apa yang dikatakan oleh perempuan itu memang ada benarnya, apalagi nona Olivia sangat muda, gadis sepertinya pasti menyukai hal hal lucu seperti itu. Sekretaris Dep pun membelinya, tapi saat dia tengah membayar di kasir perempuan tadi malah menghilang tiba-tiba, padahal sekretaris Dep belum sempat mengucapkan terimakasih atas bantuannya apalagi berkenalan dan menanyakan nama kepadanya.
"Ehhh kenapa perempuan tadi? Aishhh aahh aku belum sempat menanyakan Namanya dan berterima kasih padanya, aku benar-benar tidak beruntung." Gerutu sekretaris Dep yang baru saja selesai membayar boneka tersebut.
Dia terlihat tertunduk lesu dan sedikit sedih, karena disaat dia merasa sudah menemukan wanita yang sesuai dengan kriterianya, tapi dia malah kehilangan wanita itu secepat kilat, hanya membuatnya kecewa saja, sekretaris Dep pulang dengan bungkusan kado berisi boneka yang sangat besar dia bahkan harus dibantu oleh dua penjaga untuk mengangkatnya dan membawanya ke kamar Olivia.
Saat itu Olivia tengah tertidur dengan lelap, dia baru saja habis menangis karena kesal dengan kelakuan tuan Kaiden hingga dia ketiduran, tapi tiba-tiba suara ketukan pintu dari luar terdengar sangat kencang dan berkali-kali, membuat gadis kecil itu terpaksa bangkit dari ranjangnya dengan kesal dan terus menggerutu, dia pikir itu adalah tuan Kaiden yang hendak membujuknya. "Aishh.. Iya iya tunggu sebentar, ada apa lagi sih tu....ehh sekretaris Dep ada apa?" ujarnya nampak kaget ketika melihat ternyata yang menemuinya adalah sekretaris Dep dengan dua orang penjaga yang membawa sebuah box berukuran besar hampir setinggi dirinya.
"Penjaga bawa masuk kadonya ke dalam." perintah sekretaris Dep pada penjaga itu yang langsung membuat Olivia kebingungan dan terus bertanya-tanya.
"Eh..eh..eh.. Sekretaris Dep itu kado siapa, kenapa kau menyuruh mereka membawanya ke kamarku?"
"Itu untukmu nona, tuan Kaiden sendiri yang memberikannya untukmu sebagai bentuk permintaan maaf atas kejadian di mobil sebelumnya." balas sekretaris Dep membohonginya dan sengaja memakai nama tuan Kaiden.
Olivia langsung mengerutkan kedua alisnya hingga hampir menyatu, dia sangat heran dan sama sekali tidak mengerti dengan semua ini, pasalnya yang Olivia tahu tuan Kaiden nampak sangat kesal dan merajuk lebih dulu kepadanya, tapi malah dia yang kini memberikan hadiah sebesar ini sebagai permintaan maaf. "Apa ini benar darinya?" tanya Olivia lagi yang masih sangat ragu.
"Tentu saja nona, ini sungguh dari tuan Kaiden dia sebenarnya menyukaimu hanya gengsi dalam dirinya terlalu tinggi, mohon nona memahaminya sedikit dan memaklumi beliau." ujar sekretaris Dep sambil membungkuk dan segera pergi dari sana
Di ikuti dengan kedua penjaga tadi yang sudah selesai menaruh kado besarnya tepat di samping ranjang Olivia, setelah sekretaris Dep pergi, dengan cepat Olivia berlari masuk ke dalam untuk memeriksa isi kado yang berukuran setinggi dirinya itu, dia terperangah sambil menggelengkan kepalanya pelan, merasa penasaran dan takjub karena belum pernah mendapatkan kado sebesar itu sebelumnya.
"Wah ...astaga... Apa isi kado ini? Kenapa tuan Kaiden tiba-tiba menjadi pengertian seperti ini, pake membelikan kado lagi, apa ini termasuk kado ulang tahunku juga ya? Ahaha senang sekali, tapi bagaimana membukanya?" gerutu gadis itu sambil terus berjalan mengelilingi kado besar tersebut.
Berusaha mencari celah pertama untuk membukanya, hingga akhirnya Olivia sudah tidak sabar lagi, dia membuka kado itu dari atas ranjangnya dengan sekuat tenaga, saat mengangkat penutupnya Olivia semakin terperangah kaget sambil menutupi mulutnya yang terbuka lebar serta sorot matanya yang terbelalak. "Wooahhhh... Hebat, besar sekali, ahahah ini sungguh boneka beruang? Darimana tuan Kaiden tau kalo aku suka boneka beruang, aaahhhh senang sekali." ucap gadis itu sambil terus berjingkrak kegirangan.
Sekretaris Dep yang sebenarnya sejak tadi mengintip dari sela sela kunci pintu kamar dia pun tersenyum lebar karena dia pikir telah berhasil membuat kejutan yang disukai oleh nona mudanya, tinggal menunggu laporan dari bibi Jil yang menyelesaikan tugas dari dirinya. "Haha... Pilihan gadis itu hebat juga, tidak salah aku mempercayainya." batin sekretaris Dep merasa lega.
Olivia terus mengangkat boneka yang besar dan lembut itu, dia memeluknya sangat erat dan begitu senang setiap kali memeluknya, bonekanya hampir sebesar manusia bahkan jika dibandingkan dengan dirinya, jelas lebih besar tubuh boneka itu, Olivia seperti memiliki teman baru dan sesuatu yang bisa dia peluk dengan erat serta penuh kelembutan.
__ADS_1
"Aaahhh...aku harus berterimakasih kepada tuan Kaiden, boneka ini pasti sangat mahal, aku senang sekali hehe..." ucapnya sangat bersemangat.