
Gadis berusia 19 tahun itu terus saja menatap dengan wajah cantiknya terperangah tanpa henti untuk beberapa saat kepada tuan Kaiden yang membantu dia memakaikan jas miliknya, jas itu memang kebesaran untuk tubuh Olivia yang kecil karena tubuh tuan Kaiden tinggi dan kekar jadi tentu saja jas itu bisa menutupi tubuh Olivia dengan rapat dan sangat aman dia kenakan untuk menutupi pakaiannya yang robek sangat besar.
"Hei kenapa kau terus menatapku begitu, apa kau terpesona dengan ketampananku?" Ucap tuan Kaiden yang langsung saja menyadarkan Olivia.
Gadis itu terus saja memalingkan pandangan ke depan sambil mengedipkan matanya berkali-kali untuk menyadarkan dirinya saat itu.
"Aahhh...ti..tidak kok, siapa juga yang menatapmu, gr banget sih." Balas Olivia beralasan dan menyangkalnya dengan cepat.
Padahal saat itu sangat jelas sekali matanya memang menatap sangat lekat, memperhatikan wajah tuan Kaiden yang terlihat begitu serius dalam membantunya.
Namun karena ego dan gengsinya yang begitu tinggi tentu hal itu membuat seorang wanita seperti Olivia tidak akan mau mengakui apa yang baru saja dia lakukan barusan.
Sedangkan tuan Kaiden sendiri juga tidak mempermasalahkan hal itu lagi, dia kembali duduk di posisinya lagi dan mulai kembali melanjutkan mobilnya dengan perlahan, menuju kediamannya yang sangat mewah dan begitu besar bak istana tersebut.
Hingga sesampainya di depan rumah tuan Kaiden melarang Olivia untuk turun sendiri saat itu dan menyuruh Olivia untuk diam menunggunya.
__ADS_1
"Tunggu dulu, ada banyak pelayan dan penjaga diluar sana, tidak mungkin kau berani keluar dengan pakaian seperti itu kan?" Balas tuan Kaide yang membuat Olivia langsung terdiam dan dia menarik kembali tangannya yang saat itu baru saja mau mendorong pintu mobilnya.
Tuan Kaiden kemudian turun lebih dulu dan dia langsung disambut oleh banyak sekali penjaga pria juga pelayan yang berjajar rapih di depan pintu, dia langsung memanggil bibi Lil dan memerintahkan semua penjaga untuk kembali ke posisinya masing-masing, karena dia tidak mau ada satu penjaga atau pelayan pria yang berada di depan pintunya tersebut, apalagi jika sampai ada pria yang melihat Olivia dengan penampilan seperti itu, jadi tentu saja tuan Kaiden tidak akan senang dengan hal tersebut.
"Bi..bawa semua penjaga pria untuk kembali ke tempat mereka masing-masing, jangan sampai ada satu orang pun yang ada di dalam rumah ataupun melihat istriku." Ucap tuan Kaiden memerintah kepada bibi Lil.
"Baik tuan." Balas bibi Lil hingga segera saja melaksanakan tugas dari tuan Kaiden secepatnya, dia segera saja pergi membubarkan semua penjaga yang ada disana begitu juga dengan pelayan yang lainnya.
Sementara tuan Kaiden sendiri segera berjalan kembali menuju mobilnya dan dia terus saja membuka pintu mobil lalu mulai menyuruh Olivia untuk mendekat ke arahnya.
"Kemari, ayo cepat keluar penjaganya sudah bubar." Ucap tuan Kaiden yang langsung dianggukkan oleh Olivia dengan segera.
"Kenapa kau diam saja, ayo cepat jalan." Tambah tuan Kaiden sambil berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumahnya saat itu.
Olivia pun segera mengikutinya dan dia segera masuk ke dalam kamar dengan cepat, dia terus saja duduk di samping ranjangnya itu dengan memegangi dadanya dan terus merasakan detak jantungnya sedari tadi yang berdetak sangat kencang juga sulit untuk dia kendalikan sedari tadi. "Astaga.. ada apa ini, kenapa jantungku terasa berdetak lebih kencang seperti ini?" Gerutu Olivia sambil segera saja dia menggelengkan kepalanya sambil berusaha untuk menghapuskan semua perasaan aneh dalam dirinya.
__ADS_1
"Aaahhh .. tidak-tidak, aku tidak mungkin memiliki perasaan lebih kepada orang seperti dia, tidak mungkin, ini pasti karena aku kaget saja melihat dia yang tiba-tiba menjadi baik." Tambah Olivia sambil terus saja pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
...****************...
Hingga malamnya, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, waktu dimana jamuan makan malam yang diadakan oleh tuan Kaiden selama ini, termasuk rencana besar yang sudah dia persiapan dengan sangat baik bersama dengan orang kepercayaannya Dep.
Olivia terus saja memilih gaun yang paling sederhana diantara banyaknya gaun yang terdapat dalam lemarinya tersebut.
Lalu segera datang menemui tuan Kaiden yang ternyata sudah duduk di sofa menunggunya, tapi saat dia berhadapan dengan tuan Kaiden justru tuan Kaiden malah menyuruhnya untuk kembali mengganti pakaian, sebab dia pikir pakaian yang dikenakan oleh Olivia saat itu terlalu jelek dan sama sekali tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. "Tuan, ayo aku sudah siap." Ucap gadis kecil itu menghampiri tuan Kaide.
"Hah? Pakaian macam apa yang kau kenakan, apa kau mau pergi ke kantor, atau bagaimana? Kenapa memakai pakaian yang sangat formal dan begitu jelek seperti ini?" Ucap tuan Kaiden yang terus saja meledeknya dengan kedua alis yang dia kerutkan saat itu, sambil menatap Olivia dengan tatapan sangat sinis.
"Jelek! Kau bilang pakaian ini jelek? Tuan bukalah matamu itu, pakai ini sangat bagus bahkan aku baru saja melepaskan merk di belakangnya beberapa saat yang lalu, pakaian ini juga memiliki harga cukup mahal, bagaimana mungkin kau mengatakannya jelek, lagian sebelumnya kau sendiri yang membelikannya untukku, kenapa sekarang malah menghinanya." Bentak Olivia yang merasa sangat tidak terima dengan ucapan yang dikatakan oleh tuan Kaiden kepadanya saat itu.
Sedangkan tuan Kaiden sendiri tidak bisa menerima perotesan dari Olivia, dia terus saja menarik tangan Olivia dengan cepat, sambil mendorong tubuh Olivia dengan paksa untuk pergi kembali ke dalam kamarnya saat itu juga.
__ADS_1
"Aishh.. sudahlah ayo cepat kau kembali ke kamarmu lagi, jangan banyak perotes dan banyak bicara lagi, waktunya sudah mendesak, cepat masuk dan pilihlah pakaian yang lebih bagus dan lebih membuatmu cantik, yang ini sangat jelek. Aku tidak suka!" Ucap tuan Kaiden terus mendorong Olivia terus mendorongnya sangat kuat.
Hingga Olivia terus saja masuk ke dalam kamarnya sampai hampir tersungkur ke lantai saat itu. "Hei...hei..iya iya, aishh...aahh..dasar pria kasar, manusia menjengkelkan, aaarkkkkk!" Teriak Olivia terus saja menggerutu kesal dan terlihat sangat emosi dibuatnya.