
Sedangkan di sisi lain bibi Jil yang baru saja selesai membuat sebuah kue coklat kesukaan tuan Kaiden akhirnya memberanikan diri untuk pergi menemui tuan besar yang sudah dia rawat sejak kecil itu, dengan memberikan diri bibi Jil mengetuk pintu ruang kerjanya tuan Kaiden beberapa kali sampai terdengar sahutan dari dalam untuk mempersilahkan dia masuk, bibi Jil memberikan kue itu pada tuan Kaiden menaruhnya di atas meja membuat tuan Kaiden kebingungan dengannya.
"Tuan ini kue untuk anda,"
"Ehh bi untuk apa membuatkan aku kue, aku kan tidak minta?" tanya Kaiden dengan wajah keheranan sambil berjalan mendekati bibi Jil.
"Tuan ini dibutakan khusus oleh nona muda untuk anda, dia bilang sebagai bentuk permintaan maaf karena sudah membuat anda kesal sebelumnya, bibi hanya mengantarkannya saja." balas bibi Jil membuat alibi yang sama dengan apa yang dilakukan sekretaris Dep pada Olivia sebelumnya.
Mendengar hal itu tuan Kaiden nampak kaget, dia merasa heran tidak karuan dan terus saja duduk di sofa ruang kerjanya itu sambil memutar mutar kue coklatnya. "Bi apa ini sungguh buatan bocah itu? Memangnya dia bisa membuat kue? Setahuku dia hanya bisa memasak makanan simpel saja." balas tuan Kaiden yang nampak ragu.
Sebenernya saat itu bibi Jil sendiri juga sangat gugup dan takut, bagaimana tidak jika sampai tuan Kaiden mengetahui kebenarannya maka habislah dia, tuan Kaiden sangat benci dengan kebohongan dan begitu sulit untuk dibujuk, wajah bibi Jil saat itu sudah semakin gugup da cemas namun untunglah sekretaris Dep datang tepat waktu ke ruangan itu dan membantu bibi Jil berbicara kepada tuan Kaiden.
"Ehh ada bibi Jil disini, sedang apa bi?" tanya sekretaris Dep yang baru saja muncul dan langsung bertanya untuk mengalihkan pertanyaan tuan Kaiden.
__ADS_1
Dia berpura-pura tidak tahu apapun dan bertanya mengenai kue yang ada di atas meja dan tengah di perhatikan oleh tuan Kaiden, Bob Jil juga menjawabnya seakan mereka tidak pernah membuat rencana apapun.
"Ahh.. Ini nona Olivia meminta saya mengantarkan kue ini untuk tuan Kaiden,"
"Wahh... Benarkah? Romantis sekali, ternyata nona muda bisa perhatian juga ya, hei tuan kenapa kau tidak mencobanya? Bukankah kau sangat suka kue coklat?" ujar sekretaris Dep sengaja mengompori agar Kaiden segera memakan kue itu.
Tuan Kaiden hanya menaikkan sejenak sebelah alisnya lalu dia mengambil pisau yang disediakan oleh bibi Jil kemudian memotong kue coklat itu dan mencobanya.
Melihat tuan Kaiden yang mencoba kue itu hanya diam serta menampakkan raut wajah yang aneh, membuat sekretaris Dep juga bibi Jil merasa cemas, mereka saling tatap saat itu seakan memberikan kode satu sama lain lewat kedipan mata dan bibir yang di monyongkan. "Semoga saja tidak ketahuan," batin sekretaris Dep saat itu.
"Bagaimana? Apa rasanya enak, sini aku juga mau merasakannya." ucap sekretaris Dep sengaja mengesampingkan pembicaraan agar tuan Kaiden tidak banyak berpikir lagi.
Saat sekretaris Dep hendak mengambil potongan kue yang lain dengan cepat tuan Kaiden menangkis tangannya cukup kuat dan memberikan tatapan menusuk pada sekretaris Dep begitu saja. "Ehhhh....tuan kenapa?" tanya sekretaris Dep kebingungan.
__ADS_1
"Beraninya kau mau mengambil makanan milikku, apalagi ini makanan yang dibuatkan khusus oleh istriku untukku, minggir jangan berharap kau bisa mencicipinya walau sedikit saja!" tegas tuan Kaiden sambil menyipitkan matanya pada sekretaris Dep.
Bibi Jil menahan tawa melihat tingkah tuan Kaiden yang memiliki sisi kanak-kanak cukup menggemaskan di matanya, karena sudah melihat rencananya aman dan selamat, bibi Jil pun berpamitan pergi dari sana sedangkan sekretaris Dep masih saja senang menggoda tuan Kaiden dan mencoba mengambil kue tersebut walau tuan Kaiden sudah melarangnya dan mencoba untuk menahan dirinya.
"Tuan ayolah aku hanya akan makan sedikit, kau sangat penasaran sekali bagaimana rasanya," ucap sekretaris Dep nampak memohon dan sudah lelah di berikan tatapan setajam itu serta selalu di perhatikan oleh tuan Kaiden hanya karena takut kue nya akan di habiskan oleh sekretaris Dep jika dia tahu bagaimana rasanya.
"Aishh.... Sekali aku bilang tidak ya tidak! Kau minta orang lain buatkan saja atau beli di toko manapun, bukankah ada banyak toko kue di kota ini, apa susahnya?" balas tuan Kaiden yang jelas terlihat begitu menyukai kue tersebut.
"Huuhh.... Ya sudahlah kau memang manusia pelit." balas sekretaris Dep memilih untuk pasrah.
Tuan Kaiden bahkan mulai tersenyum kecil dan nampak lebih ceria di bandingkan sebelumnya yang banyak murung juga menghabiskan sebagian besar waktunya hanya di dalam ruang kerjanya tersebut ataupun di kantor. Urusan pekerjaan benar-benar sudah cukup membuat tuan Kaiden pusing, tapi dengan mendapatkan perhatian seperti itu dari orang yang dia suka secara diam-diam tentu saja itu adalah sebuah keberuntungan dan pengembali mood baginya.
"Nampaknya tuan Kaiden sangat senang, haha baguslah itu artinya rencanaku dan bibi Jil telah berhasil, mereka pasti akan cepat berbaik kan." batin sekretaris Dep merasa lega untuk saat ini.
__ADS_1