Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Bertemu Keluarga Tuan Kaiden


__ADS_3

Tuan Kaiden yang melihat Olivia berjalan begitu pelan dan begitu kesulitan, dia pun dengan cepat meraih tangan Olivia dan membantunya untuk berjalan lebih cepat sampai masuk ke dalam mobil segera.


"Ayo aku bantu." Ucap tuan Kaiden saat itu.


Olivia merasa senang, karena dia tidak menduga manusia cuek dan kejam seperti tuan Kaiden, masih bisa membantu dia untuk berjalan dan cukup pengertian dengan apa yang dia rasakan saat kesulitan memakai sepatu hak tinggi itu. Bahkan tidak hanya itu saja tuan Kaiden juga membantu mengambilkan gaun milik Olivia yang terlihat cukup menyulitkan Olivia untuk duduk di dalam mobilnya saat itu, karena panjang gaunnya diatas lutut jadi saat dia duduk tentu saja gaunnya itu akan semakin terangkat, sehingga hal itu membuat dia merasa sangat tidak nyaman dan tidak bisa bergerak dengan leluasa.


Tapi tuan Kaiden yang memahami hal itu dengan cepat dia melepaskan jas yang dia kenakan saat itu lalu menaruhnya pada paha Olivia untuk menutupi bagian kakinya tersebut, sampai membuat Olivia terus menatap dengan lekat ke arah tuan Kaiden.


"Tuan, kenapa kau membantuku begini?" Tanya Olivia merasa kebingungan.


"Kau bisa bergerak dengan leluasa sekarang, pakaian saja jasku untuk menutupinya jika kau tidak nyaman." Balas tuan Kaiden membuat Olivia terus mengangguk dengan cepat.


"Eum... terimakasih banyak tuan." Balas Olivia kepadanya.


Selama diperjalanan tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka berdua hingga beberapa menit kemudian, akhirnya mereka tiba di sebuah restoran mewah yang sangat besar dan sudah di booking oleh Dep sebelumnya untuk mengadakan jamuan makan malam bagi keluarga Kandensus yang sudah sangat dikenal sebagai satu satunya keluarga berpengaruh di negara ini. Dep menyambut kedatangan tuan Kaiden dan Olivia, dia segera membukakan pintu untuk tuan Kaiden dan menunduk memberi hormat.


"Silahkan masuk tuan." Ucap Dep dengan beberapa pelayan di restoran tersebut yang mempersilahkannya untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


Saat itu tuan Kaiden terus berjalan ke depan sendiri dan gadis 19 tahun itu masih saja berjalan cukup jauh di belakangnya karena dia terus menunduk memperhatikan jalanan yang dia injak agar dirinya tidak terjatuh, tuan Kaiden yang menyadari bahwa Olivia tertinggal di belakang dia pun, mulai kebingungan karena saat melihat ke samping, ternyata sudah tidak ada Olivia disana.


"Ehh...tunggu, dimana gadis kecil itu Dep?" Tanya tuan Kaiden yang baru sadar kepada Dep, Dep sendiri tidak tahu dimana Olivia karena sebelumnya dia pikir Olivia sudah bersama dengan tuan Kaiden.


"Aishh...dia pasti tertinggal dibelakang, aahh kau tunggulah disini aku akan menyusulnya." Ucap tuan Kaiden sambil segera pergi untuk menghampiri Olivia saat itu.


Sayangnya disaat tuan Kaiden sampai dan dia berhasil menemukannya, gadis kecil itu tengah dibantu oleh Seno, adik tirinya yang kebetulan datang di waktu bersama dengan tuan Kaiden sebelumnya.


Saat itu Olivia kesulitan untuk berjalan dengan sepatu hak tinggi yang dia kenakan dan dia terlihat berjalan begitu pelan juga sangat berhati-hati, tetapi tiba-tiba saja Seno muncul dan langsung memegangi tangan Olivia untuk membantunya berjalan lebih cepat.


"Hei, kau Olivia bukan? Kenapa berjalan seperti itu? Ayo aku bantu, dimana suamimu itu, kenapa dia meninggalkanmu sendiri seperti ini?" Ucap Seno mulai bertanya kepada Olivia.


Untungnya ditengah Olivia yang kebingungan tuan Kaiden langsung berteriak memanggilnya dan berjalan dengan langkah besar menghampiri Olivia.


"OLIVIA, menjauh darinya!" Teriak tuan Kaiden dan langsung menarik tangan Olivia untuk menjauh dari Seno.


Dia bahkan tidak senang melihat Seno yang memegangi tangan Olivia disaat dia sudah datang disana dan sudah meminta agar Olivia menjauh dari adiknya tersebut.

__ADS_1


"Lepaskan tanganmu dari istriku!" Ucap tuan Kaiden dengan wajahnya yang terlihat begitu serius.


"Ahh.. baiklah, aku hanya mencoba untuk membantunya dan menjaga dia agar tidak sampai terjatuh di lantai." Ucap Seno sambil melepaskan tangan Olivia yang dia genggam dengan kuat sebelumnya.


Olivia hanya bisa diam menunduk dan dia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa untuk membuat tuan Kaiden berhenti memberikan tatapan tajam kepada adiknya sendiri seperti itu. "Aduhh..kenapa jadi begini, aahh inilah alasannya kenapa aku tidak mau memakai sepatu hak tinggi, semua ini karena sepatu sialan ini." Batin Olivia yang malah menyalahkan sepatunya sendiri.


Mereka pun memutuskan untuk segera pergi ke tempat makan yang sudah disediakan oleh tuan Kaiden sebelumnya, dimana disana sudah disiapkan banyak jamuan makan malam yang begitu mewah dan ada Dep yang sudah berjaga lebih dulu disana.


Mereka duduk berhadapan, dan sayangnya saat itu Seno kebetulan sekali duduk di hadapan Olivia sedangkan tuan Kaiden duduk di samping istrinya dan kedua orangtuanya yang baru saja tiba duduk di samping Seno, ibu tirinya itu berhadapan langsung dengan tuan Kaiden yang membuat tuan Kaiden sangat muak untuk melihatnya kala itu.


"Benar-benar sangat menyebalkan harus berhadapan dengan penyihir gila ini." Batin tuan Kaiden yang sangat muak untuk melihatnya.


Tapi disisi lain Olivia justru mulai merasa semakin gugup dia tidak tahu harus bersikap bagaimana dihadapan kedua orangtuanya tuan Kaiden, hingga tuan Kaiden mulai menggenggam tangannya dan memperkenalkan Olivia kepada kedua orangtuanya tersebut secara lantang dan penuh percaya diri.


"Ayah, kenalkan ini adalah Olivia, dia istriku dan berita tentang rumor saat itu, semuanya hanyalah rumor belakang dan ada orang yang dengan sengaja ingin memfitnah diriku, aku tahu mungkin itu balasan atas kesalahanku yang seharunya mempublikasikan pernikahan aku lebih awal, sehingga hal seperti ini tidak akan terjadi." Ucap tuan Kaiden memperkaya Olivia sekaligus menjelaskan semuanya.


Ayahnya tuan Kandensus hanya mengangguk mengerti maksud dari putra kesayangannya tersebut, sehingga beliau langsung saja mempersilahkan tuan Kaiden dan Olivia untuk kembali duduk.

__ADS_1


"Sudah-sudah ayah sudah tahu sejak awal, bahkan kau tidak akan menjadi pria brengsek yang begitu ceroboh seperti rumor yang tersebar, dan ini istrimu sangat cantik, dia memiliki wajah yang mirip dengan almarhum ibumu, apa itu alasan kau memilihnya?" Tanya sang ayah kepada tuan Kaiden yang membuat Olivia merasa kaget ketika mendengar bahwa wajahnya mirip dengan almarhum ibunya tuan Kaiden.


Olivia langsung menatap ke arah tuan Kaiden dengan kedua alis yang dia naikkan saat itu, begitu pula dengan tuan Kaiden yang mulai merasa terdesak dan dia sedikit gugup karena mendapatkan tatapan seperti itu dari Olivia.


__ADS_2