
Matanya terus terbuka sangat lebar menatap lurus ke arah Olivia dengan tangan yang memegangi pipinya tersebut, sedangkan Olivia sendiri hanya menatap keheranan dengan wajah polos dan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Kenapa kau menatapku begitu, memangnya apa yang salah denganmu tuan?" Tanya gadis kecil itu terus merasa kebingungan sendiri.
Sedangkan tuan Kaiden sebenarnya saat itu dia tengah merasa kesulitan dan dia terus saja menggelengkan kepalanya dengan kuat untuk menyingkirkan semua bayangan kotor dalam kepalanya tersebut, sambil segera menyuruh Olivia untuk pergi dari dirinya dengan cepat. "Aishh...minggir kau, beraninya kau menciumku, lancang sekali kau ini!" Bentak tuan Kaiden yang langsung saja marah besar dengannya.
Olivia langsung menyingkir jauh dan segera saja dia kembali duduk di sofa yang ada di ruangan tuan Kaiden tetapi baru saja gadis kecil itu terduduk dan hendak menyandarkan tubuhnya ke belakang, justru tuan Kaide malah langsung menghampirinya sambil menarik tangan gadis tersebut dengan kencang.
"Eh..ehh..ehh..tuan lepaskan kau mau membawaku kemana, hei tuan aduh tanganku sakit jika kau menariknya dengan kuat seperti ini!" Teriak Olivia sekuat tenaga berusaha untuk melepaskan diri dari tuan Kaiden saat itu.
Namun sayangnya tuan Kaiden sama sekali tidak mendengar ucapan dari gadis yang terus berontak minta di lepaskan olehnya, dia terus menyeret Olivia dengan paksa bahkan sampai menggendong tubuh Olivia di depan dadanya karena merasa Olivia sulit sekali untuk dia bawa masuk ke dalam lift saat itu.
"Sudah diam kau! Jangan berisik dan jangan banyak bergerak, atau aku akan menjatuhkanmu ke lantai sekaligus, biar sekalian kau lumpuh jika tulang ekormu itu mengenai lantai dengan kuat, mau kau?" Ucap tuan Kaiden memberikan ancaman yang cukup menakutkan kepada Olivia.
Gadis itu pun terus saja menelan salivanya dengan susah payah dan dia hanya bisa terdiam tanpa bisa melakukan apapun lagi, dia diam mematung dengan tatapan tajam dan rasa kesal yang begitu menderu di hadapan tuan Kaiden saat itu.
__ADS_1
"Dasar manusia tanpa hati, bisa-bisanya dia berkata sekejam itu pada istrinya sendiri." Batin Olivia saat itu dengan merasa sangat kesal.
Hingga dia di masukkan ke dalam mobil dan tuan Kaiden membawanya pulang ke rumah saat itu, yang membuat gadis 19 tahun itu heran dia melihat tuan Kaiden mampu untuk menggendong dirinya bahkan bisa menyetir mobil sendiri dengan tangannya itu, padahal sebelumnya tuan Kaiden meminta agar dia mengurusi segala sesuatu untuk dirinya karena tangannya yang terasa sakit dan masih membutuhkan penyembuhan.
"Tuan apa kau sedari tadi berbohong kepadaku ya?" Ucap Olivia sambil mulai memberikan tatapan tajam kepadanya.
"Bohong apa?" Balas tuan Kaiden dengan mengerutkan kedua alisnya saat itu.
"Itu, buktinya tanganmu baik-baik saja, bahkan kau masih kuat untuk menggendong aku dan bisa menyetir mobil sendiri, tapi kenapa kau malah memaksa aku untuk merawatmu dan membantumu dalam melakukan semua aktivitas dirimu, kau hanya membohongi aku bukan?" Balas Olivia dengan wajah yang terlihat semakin kesal dan ditekuk sangat kuat olehnya.
Tuan Kaiden yang merasa semua kebohongannya telah terbongkar, dia pun hanya bisa memalingkan pandangan dan terus menjawab ucapan dari gadis tersebut dengan kebingungan sendiri.
Sedangkan Olivia hanya berdecak kesal sendiri dan merasa emosi di dalam hatinya, sebab dia telah dibohongi oleh tuan Kaiden cukup lama dan telah membuat dia merasa kesulitan sejak malam tadi hingga di kantor sebelumnya, bahkan dia sudah di kerjai oleh tuan Kaiden dengan membuat dia harus mengoleskan selai pada roti berkali-kali dan menyuapinya terus menerus, membuat dia emosi tiada henti.
Sedangkan sekarang disaat dia sudah memergoki tuan Kaiden dan mengetahui tentang kebohongannya, dia sama sekali tidak dapat membalas perbuatan yang sudah tuan Kaiden lakukan kepadanya, gadis itu hanya bisa mendengus kesal seorang diri dan merasa emosi sambil mengucek ujung pakaiannya berkali-kali tiada henti hingga dia merobek pakaiannya itu sendiri.
__ADS_1
"Eughh...dasar manusia sialan, beraninya dia membohongi aku dan menipuku sejauh ini, benar-benar manusia menjengkelkan!" Gerutuku Olivia terus saja merasa kesal.
Hingga tanpa dia sadari dia terlalu kuat mengucek pakainya sendiri sampai sobek cukup besar dan sobekannya itu sampai ke bagian atas pakaiannya yang bisa memperlihatkan tubuhnya tersebut, langsung saja dia berteriak sangat kencang untuk menutupi tubuhnya tersebut. "Wrek!" Suara pakai Olivia yang sobek saat itu.
"Aaahhh ..astaga...apa yang harus aku lakukan, aahh sial kenapa harus sobek sebesar ini sih." Gerutu gadis itu merasa panik sendiri dan dia terus menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi tubuhnya tersebut.
Sedangkan tuan Kaiden langsung menghentikan mobilnya karena kaget mendengar teriakan dari Olivia secara tiba-tiba seperti itu, dia juga langsung menoleh ke samping namun dengan cepat Olivia langsung berteriak membentaknya, menyuruh tuan Kaiden agar tidak melihat dia saat itu.
"Aahh..tuan jangan lihat kemari, sana palingkan wajahmu itu!" Bentak Olivia sambil terus berusaha untuk menjaga auratnya sendiri.
Tuan Kaiden sudah telanjur melihatnya meskipun itu hanya sekilas saja, dia juga sangat kaget dan dengan cepat memalingkan pandangan ke arah yang berlawanan, hingga dia mulai melepaskan jas yang dia kenakan saat itu, dan membuat gadis kecil itu malah semakin panik tidak menentu dibuatnya.
"Ee...ee..eeh tuan kau mau apa membuka jasmu, cepat pakai kembali, hei pakai jasmu itu!" Teriak Olivia dengan wajah yang sangat panik sekali dibuatnya.
Tapi tuan Kaiden sama sekali tidak mendengar teriakkan dari Olivia, dia terus saja melepaskan jasnya tersebut dan langsung berbalik menatap ke arah Olivia sambil memakaikan jasnya itu dengan perlahan.
__ADS_1
"Diam, aku hanya akan membantumu mengenakan jasnya saja, lagi pula apa kau lupa aku sudah pernah melihat semuanya dengan jelas, aku juga suamimu untuk apa kau malu dan berteriak sekencang itu, sudah masukkan tanganmu dan pakai saja jas ini dengan baik, aku tidak akan terima jika pria lain menatap sedikit pun tubuh istriku." Ucap tuan Kaiden dengan wajah yang datar dan terus membantu Olivia memakai jasnya tersebut.
Olivia sendiri terus saja menatap terpanah dengan wajah tuan Kaiden yang dilihat dari dekat dan begitu tampan, apalagi mengingat semua kebaikan yang dilakukan oleh tuan Kaiden saat ini, membuat dia merasa kagum dan jantungnya terasa seperti berhenti berdetak dan terus merasa tidak menentukan saat itu.