
Hari demi hari terus berlalu, Seno menjalankan bisnisnya dan sudah mulai merealisasikan pembangunan villa indah di atas bukit sesuai dengan rencana yang dia atur sedemikian rupa, sedangkan tuan Kaiden juga tengah melakukan pembangunan tanpa di ketahui banyak orang termasuk Seno dan ibu tirinya tersebut, tetapi walau begitu kini tujuan utamanya Seno berfokus pada Olivia, gadis yang membuat dia harus mengejarnya dengan paksa dan sangat membuat dia penasaran sebab sikap dari Olivia yang terkesan berbeda dengan wanita lainnya, kali ini saja dimana Olivia tengah pergi ke pasar bersama dengan bibi Lil, tanpa gadis kecil itu ketahui justru dia di ikuti oleh Seno sejak pertama keluar dari kediaman tuan Kaiden hingga setibanya dia di pusat perbelanjaan.
"Nona biar saya yang mencari belanjaan ke dalam, nona bisa tunggu di sini saja sembari melihat-lihat buah, jika nona mau ambil saja bibi akan membayarnya nanti." Ucap bibi Lil kepada Olivia saat itu.
Dia mengangguk dan membiarkan bibi Lil pergi untuk mencari beberapa bahan makanan yang selalu di siapkan khusus untuk tuan Kaiden, dia berdiri di depan toko buah yang sangat segar dan membuat dia menginginkan buah-buahan itu, tetapi dia tahu meski bibi Lil sudah mengijinkannya tetapi tuan Kaiden belum tentu mau memberikan dia buah ini, apalagi semua yang harus dia lakukan wajib meminta izin dahulu kepadanya, membuat Olivia hanya bisa menatap buah-buahan segar itu dengan bibir yang terus dia **** sendiri dan menelan salivanya, terlebih ketika dia melihat ada orang lain yang menyeruput sebuah jus buah dan melewatinya begitu saja, terlihat sangat segar dan menggoda tenggorokannya, Seno yang melihat itu dia tahu apa yang harus dia lakukan, segera saja dia muncul dan mendekatinya Olivia sambil terus menawarkan jus kepadanya.
"Hei, kau mau jusnya ambil saja aku yang bayar." Ucap Seno membuat Olivia sangat senang tetapi walau begitu Olivia tidak bisa langsung menyetujuinya dan menerima tawaran dari pria tersebut, sebab dia sudah tahu dari tuan Kaiden bahwa Seno bukanlah pria yang baik, tetapi disisi lain dia juga sangat kehausan.
"Eehhh...kenapa kamu tiba-tiba muncul disini, tidak mungkin kebetulan bukan?" Tanya Olivia menyelidik dengan sorot mata yang sinis.
__ADS_1
"Ahaha...ayolah pasar ini tempat umum, mana mungkin aku mengikutimu lagi pula apa untungnya buatku, aku kemari untuk mencari asistenku dia membeli buah-buahan tetapi sudah lama tidak kembali." Balas Seno dengan di ini diiringi sedikit tawa sehingga membuat Olivia mempercayai apa yang dia katakan saat itu.
Karena dia pikir apa yang dikatakan oleh Seno benar, Olivia pun menyetujuinya untuk membeli jus buah yang ada disana, karena dia pikir tidak mungkin juga Seno akan memasukan racun atau apapun ke dalam minuman yang dia beli langsung dan melihat proses pembuatannya di depan matanya seperti ini.
"Eum...ya sudah aku mau jus jeruk itu, apa kau masih mau membelikannya untukku?" Balas gadis manis itu sambil menunjuk ke salah satu jeruk yang bertumpuk disana.
Seno mengangguk dan dia langsung memesankan jus jeruk tersebut kepada penjual disana, sampai beberapa menit kemudian, Seno mengajak gadis tersebut untuk duduk dia salah satu meja yang ada disana sambil terus menikmati jus jeruk tersebut, karena dia yang sangat haus, terus saja dia fokus menyedot jus tersebut tanpa henti dan tidak menatap sedikit pun ke arah Seno yang sedari tadi terus memperhatikan wajahnya tanpa henti. "Ternyata dia cantik juga jika diam begini, apalagi saat dia tersenyum, tidak aku sangka Kaiden bisa mendapatkan wanita muda yang cantik sepertinya dan sangat lucu, awas saja aku akan merebut mu dari Kaiden secepatnya." Batin Seno kala itu.
Membuat Olivia langsung menghentikan minumnya dan terus saja menatap aneh ke arah pria di hadapannya tersebut. "Hei, tuan Seno apa kamu mau cari mati ya? Kenapa beraninya mengajak aku pergi, jelas aku tidak bisa karena tuan Kaiden pasti melarangku, jangankan untuk pergi denganmu, bahkan selama ini saja aku bak burung dalam sangkar yang tidak pernah dia ijinkan untuk pergi keluar kecuali dengan bibi Lil atau dirinya." Balas Olivia mengatakan hal yang sebenarnya kepada Seno.
__ADS_1
Tetapi walau begitu Seno tidak diam saja apalagi putus asa, dia tetap mau mengajak Olivia untuk pergi dengan berbagai cara yang akan dia lakukan kepadanya, dengan atau tanpa ijin dari Kaiden. "Ohhh..begitu, tapi kan kau juga manusia, kau berhak pergi kemana saja yang kau mau dan dengan siapa saja, memangnya kau anak kecil yang masih diatur oleh kedua orangtuanya. Kaiden itu kan suamimu harusnya dia memperlakukan kamu layaknya seorang istri, bukan malah dikekang seperti ini." Balas Seno mulai mengompori Olivia sedikit demi sedikit yang membuat Olivia berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Seno ada benarnya.
"Eum, iya kau benar, sangat benar sekali tetapi dia memang suamiku, jadi aku tidak bisa pergi jika tanpa izin darinya, kecuali jika kau berani untuk meminta izin kepada tuan Kaiden secara langsung untuk membawa aku pergi, kalau dia mengijinkannya baru aku akan ikut padamu dengan senang hati." Balas Olivia yang malah menyuruh Seno untuk meminta izin kepada tuan Kaiden saat itu.
Padahal dia sengaja mengikuti Olivia sampai ke sini hanya untuk mendekatinya tanpa sepengetahuan tuan Kaiden, mana mungkin jika sekarang dia harus menghubungi Kaiden secara terang-terangan untuk meminta izin membawa istrinya jalan, tentu dia tidak akan mengijinkannya atau yang ada Seno yang akan terkena imbas besar dari amarahnya nanti.
Tetapi Seno punya ide cemerlang, dia mulai kembali tersenyum kecil dan mulai balik menyuruh Olivia lah untuk meminta izin kepada Kaiden.
"Ahah..aku mana mungkin bisa meminta izin dengannya bagaimana jika kau saja yang meminta izin? Bukankah dia akan mengabulkan semua keinginanmu, kau kan istrinya, dia juga pasti tidak akan marah jika denganmu." Ucap Seno masih saja tidak menyerah juga.
__ADS_1
"CK...kau salah besar tuan Seno, mau aku atau kau tetap saja jika dia tidak mengijinkannya maka kita akan kena marah, itulah kenapa aku tidak mau cari masalah degannya, sudahlah bibi Lil sudah tiba aku harus segera pergi, terimakasih untuk minumannya. Daaahh." Ucap Olivia sambil bangkit berdiri dan pergi menghampiri bibi Lil dengan cepat