
Tuan Kaiden sendiri yang sadar bahwa gadis tersebut tengah menahan malu dan merona terhadap dirinya, itu justru membuat dia semakin merasa senang untuk menggoda dia lebih banyak lagi dibandingkan sebelumnya, tuan Kaiden mulai berjalan mendekatinya lagi dan lagi, hingga naik ke atas ranjang dan tidur di samping istri kecilnya yang nakal dan begitu keras kepala tersebut.
Dia sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang biasa dia gunakan, sedangkan Olivia masih mengenakan pakaian yang tadi dia pakai di pantai sehingga tuan Kaiden mulai menyuruhnya untuk mengganti pakaian karena dia paham betul tidur dengan pakaian yang belum diganti seperti itu tidaklah nyaman dan dia juga tahu bahwa Olivia sebenarnya tidak tertidur sama sekali, sebab matanya yang tertutup itu kerap kali mengerjap-ngerjap, membuat dia ingin tertawa saat melihatnya.
"Dasar konyol, cepat kau bangun dan ganti pakaianmu itu, ayo cepat sana pergi, jangan berpura-pura tidur lagi!" Ucap tuan Kaiden yang pada akhirnya berhasil membuat Olivia bangkit lalu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, sekaligus mengganti pakaian juga.
Tapi saat dia sudah berada di dalam kamar mandi dan sudah membersihkan dirinya selama beberapa saat, dia mulai kelimpungan dan lupa bahwa dia tidak membawa pakaian ganti ke tempat tersebut, sehingga hanya bisa mengenakan sehelai handuk berwarna putih yang dia lilitkan di badannya.
"Astaga...kenapa aku bisa lupa, aahh sekarang bagaimana, pakaianku yang tadi sudah habis basah semua dan sudah aku masukkan ke dalam keranjang pakaian kotor, aduhh bagaimana sekarang." Gerutu gadis kecil tersebut kebingungan sendiri.
Setelah beberapa saat dia terus memilih diam untuk menunggu tuan Kaiden tidur supaya dia bisa pergi keluar dan mencari pakaian apapun asal bisa menutupi tubuhnya tersebut, namun sayangnya justru tuan Kaiden juga tengah menunggunya, sampai lama kelamaan karena mereka saling menunggu satu sama lain, tuan Kaiden pun merasa geram dan sedikit cemas sebab tidak terdengar suara apapun dari kamar mandi dan gadis kecilnya itu belum keluar juga dari sana. Dia bangkit dari tidurnya dan berteriak mulai menanyakan keadaan Olivia. "Hei... kurcaci apa kau masih hidup, kenapa kau mandi lama sekali?" Teriak tuan Kaiden sambil menghina Olivia dengan sebutan yang sama sejak pertama kali bertemu, membuat Olivia menahan geramnya di dalam kamar mandi.
"Kau pikir aku kenapa? Aku masih hidup, dasar pria menyebalkan!" Balas Olivia dengan kekesalan dalam hatinya.
"Ya sudah kalau kau sudah selesai cepat keluar, untuk apa kau terus berada di dalam kamar mandi selama itu, apa kau tidak dingin?" Balas tuan Kaiden kepadanya.
Olivia mulai merasakan apa yang dikatakan oleh tuan Kaiden, tubuhnya memang sangat terasa dingin dan dia juga mulai mengantuk sekali, sedangkan tuan Kaiden lama sekali untuk tidur, jadi dia pun memutuskan untuk meminta bantuan kepada tuan Kaiden dan mengatakan kesulitannya secara langsung. Karena memang saat ini tidak ada pilihan lain lagi bagi seorang Olivia supaya dia bisa keluar dari kamar mandi dan bisa beristirahat secepatnya. "Eum...tuan, apa kau masih bangun?" Ucap Olivia setelah mereka saling diam satu sama lain dalam waktu cukup lama.
__ADS_1
Tuan Kaiden yang saat itu tengah memeriksa beberapa email di ponselnya, merasa malas sekali untuk menyahuti ucapan dari Olivia sehingga dia hanya membalasnya sekilas saja. "Eummm..ada apa?" Balas tuan Kaiden saat itu.
"Begini...tuan sebenarnya aku tidak membawa pakaian ganti saat masuk ke kamar mandi, dan bukankah saat kita pergi kemari kau sudah menyiapkan pakaian ganti untukku? Bisa tidak kamu bawakannya untukku." Ujar Olivia mengatakan maksudnya.
Mendengar itu seketika tuan Kaiden menutup ponselnya dan dia langsung menatap ke arah pintu kamar mandi tersebut dengan sorot mata yang tajam dan dipenuhi kekesalan.
"Hah? Apa kau bilang, kau sekarang sudah berani untuk menyuruhku ya, kau pikir aku asistenmu?" Balas tuan Kaiden yang tidak habis pikir dengan permintaan dari Olivia.
"Habisnya kalau tidak padamu lantas ke siapa lagi aku harus meminta tolong, tidak mungkin aku meminta bantuan dari sekretaris mu kan." Balas Olivia lagi saat itu.
Mengetuknya pelan dan menyuruh Olivia untuk membuka sedikit pintunya agar dia bisa memberikan pakaian ganti itu kepadanya. "Tok..tok...tok... Buka pintunya." Ucap tuan Kaiden dengan nada bicara yang datar.
Olivia pun menuruti ucapan tuan Kaiden, dia mulai membuka kunci kamar mandi tersebut dan mendorong pintunya dengan pelan, hingga terlihat tangan tuan Kaiden yang memberikan pakaian ke sela pintu tersebut, dia segera merampasnya dengan kasar hingga langsung menutup kembali pintunya beberapa detik setelah tangan tuan Kaiden keluar, membuat seorang tuan Kaiden kaget karena hampir saja tangannya akan terjepit oleh pintu kamar mandi yang di tutup sangat kencang dan begitu cepat oleh Olivia.
"Brak!" Suara pintu tersebut yang terdengar sangat nyaring.
"Astaga... Aishh kau gila ya beraninya melakukan itu padaku, bagaimana jika tanganku terjepit, dasar kurcaci tanpa otak!" Bentak tuan Kaiden menggerutu dengan kesal dan merasa emosi dengannya.
__ADS_1
Meski tuan Kaiden sudah menggerutu kesal tetapi Olivia sama sekali tidak perduli dengan hal itu dia justru malah sibuk memperdulikan kemeja putih yang berukuran besar di tangannya dan menatap dengan penuh kekesalan. "Ehh tuan tunggu, kenapa kau memberikan aku kemeja ini, kemeja siapa yang berukuran sebesar ini, mana muat untukku, yang benar saja, tuan apa kau mendengarkan aku, dimana pakai ku?" Ucapnya terus berteriak di balik pintu kamar mandi sambil menggedor-gedor pintunya beberapa kali, membuat tuan Kaiden harus menghela nafas beberapa kali.
"Huuhh...sudah kau pakai kemeja itu saja untuk malam ini, pakaianmu lupa tidak di kemarikan oleh Dep, sepertinya masih ada di bagasi mobil, jadi kau pakai kemejaku saja besok pagi baru aku minta Dep membawakannya kemari." Ucap tuan Kaiden yang membuat Olivia tidak terima dan semakin kesal dibuatnya.
"Ihhkkk... menyebalkan sekali, tapi kemeja ini sangat..." Ucap Olivia berniat mau perotes lagi tetapi sudah langsung di potong oleh tuan Kaiden.
"Pakaian atau aku akan mengambilnya lagi!" Ancam tuan Kaiden sangat membuat takut gadis kecil tersebut, yang kemudian bisa membuatnya langsung diam dan menurut.
Tuan Kaiden kembali ke ranjang dan mulai melanjutkan memainkan ponselnya lagi termasuk memeriksa beberapa email yang masuk, tidak lupa dia juga menghubungi sekretariat Dep untuk memerintahkannya membawakan pakaian Olivia besok pagi ke kamarnya tersebut l, hingga tidak lama Olivia keluar sambil terus berusaha untuk melipat bagian tangan kemeja tersebut yang sangat kebesaran bagi dirinya.
"Eughh..kenapa harus sepanjang ini sih, sulit sekali untukku melipatnya!" Gerutu Olivia yang dibuat kesal karena tidak bisa melipat lengan kemejanya sendiri.
Kedua tangannya benar-benar tertutupi oleh keme tersebut dan dia bak seperti seorang boneka kecil yang mengenakan pakaian kebesaran, bagian badannya mencapai pahanya sedangkan tangannya sudah tidak terlihat lagi.
Dia berjalan sambil terus berusaha membenarkan kemeja itu hingga membuat tuan Kaiden menatap ke arahnya dan langsung menutup mulut dengan sebelah tangan karena menahan tawa melihat kelakuan konyol gadis tersebut.
"Aishh, dengan kemejaku saja kau masih bisa bertengkar, dasar konyol, kemari biar aku bantu kau melipat lengan kemejanya." Ujar tuan Kaiden sambil tertawa kecil.
__ADS_1