
Karena pikir positif yang diberikan oleh sekretaris Dep padanya, kini tuan Kaiden sudah bisa tenang dan tidak memikirkan masalah perubahan sikap Olivia lagi, hingga saat jam makan siang tiba, Olivia datang ke kantornya sambil membawakan bekal makanan yang cukup banyak, padahal saat itu tuan Kaiden berniat untuk makan siang di luar bersama dengan sekretaris Dep dan beberapa staf perusahaan sekaligus merayakan keberhasilan mereka dalam memperbaiki salah satu projek yang tidak belum selesai sebelumnya.
Tuan Kaiden cukup kaget saat tiba-tiba gadis kecil itu masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu dan langsung berlari kecil menghampirinya sambil tersenyum menyapa dia di depan sekretaris Dep dan dia orang staf lainnya yang kebetulan tengah berada di ruangan tersebut.
"Tuannn, apa kau senang aku kemari, aku datang membawakan bekal makan siang untukmu, ini." ucap Olivia dengan wajah cerianya yang sangat menggemaskan.
Dia juga mengenakan pakaian yang sangat rapih, serta menata rambutnya yang di kepang ke samping, itu menambah kecantikannya yang terpancar sangat terang, bahkan tidak hanya tuan Kaiden yang terpesona dengan kecantikannya tetapi semua orang yang ada disana menatap kagum pada Olivia, membuat tuan Kaiden sedikit tidak senang melihatnya.
"Aishh... Jaga pandangan kalian, sana keluar!" tegas tuan Kaiden mengusir sekretaris Dep beserta kedua staf tadi.
Mereka pun segera meminta maaf dan pergi dari sana secepatnya, Olivia hanya tersenyum kecil melihat tingkah tuan Kaiden dan segera mendekati meja sambil merapihkan bekal makanan yang dia bawa.
"Tuan ayo cepat kemari dan cobalah masakanku, sudah lama kau tidak makan masakanku bukan?" ujar Olivia sambil terus merapihkan.
__ADS_1
Tuan Kaiden mendekatinya dan langsung menghentikan tangan Olivia.
"Hei, ada urusan apa kau datang kemari tiba-tiba sampai membuatkan bekal makanan untukku, apa kau salah makan kemarin atau bagaimana hah?" ujar tuan Kaiden yang tetap saja merasa sangat heran serta kebingungan.
Olivia hanya tersenyum kecil dan dia terus menarik tangan tuan Kaiden sembari menyuruhnya duduk dan menikmati makan siang bersamanya, dia belum siap untuk mengatakan niat utamanya, jadi yang dia lakukan saat ini hanya bisa memanjakan tuan Kaiden terlebih dahulu agar memperbesar kemungkinan keinginan nya di kabulkan oleh tuan Kaiden.
"Tuan sudahlah kau ini terlalu banyak berpikir, apa salahnya jika aku membuatkan makanan untukmu, aku kan istrimu kau juga sudah melakukan banyak kebaikan untukku, aku hanya ingin membalas kebaikanmu saja, yaaa salah satunya dengan membuatkan makan siang untukmu. Ayo cepat dimakan." ujarnya membuat alasan yang berhasil membuat tuan Kaiden terharu mendengarnya.
Bodohnya tuan Kaiden mempercayai semua yang keluar dari mulut istri kecilnya, dia mulai menikmati makanan itu bersama Olivia dengan wajah yang bahagia dan penuh kesenangan, untuk pertama kalinya tuan Kaiden bisa menjadi seceria itu dan tidak berhenti memasang senyum lebah dan mata cerah di wajahnya.
"Wanita benar-benar fitnah dunia yang kejam." ujar salah satu rekan kerja sekretaris Dep yang ternyata ikut mengintip tuan Kaiden di sampingnya.
"Benar. Ehhh.... Aishh kau sangat lancang sekali mengintip tuanmu, sana-sana cepat pergi, dasar anak buah tidak tahu diri." ucap sekretaris Dep yang baru menyadari bahwa anak buahnya malah ikut mengintip mengikuti perbuatannya.
__ADS_1
Dia segera menarik rekannya itu pergi, sebelum tuan Kaiden akan mengetahui kelakuan mereka berdua dan bisa membuat gajinya diambang potongan.
Setelah makan siangnya selesai barulah tuan Kaiden menanyakan alasan Olivia melakukan semua hal baik kepadanya dengan sangat serius sebab tuan Kaiden mengerti bahwa tidak mungkin seorang Olivia yang tidak menyukai dia sedikit pun dan selalu menghindarinya tiba-tiba bersikap sebaik ini dengannya secara tiba-tiba, bahkan kebaikan yang dia lakukan pada Olivia selama ini semata-mata hanya bentuk kerjasama satu sama lain yang ingin membantu dan saling menguntungkan jadi itu tidak dia berikan secara cuma-cuma. Jadi tentu saja tuan Kaiden tidak terlalu percaya saat Olivia mengatakan semua ini bentuk terimakasih darinya atas perlakuan baik yang dia berikan untuk istri kecilnya itu, walaupun tuan Kaiden sempat terharu mendengar jawab Olivia tadi, namun dia tidak sebodoh itu untuk dibohongi oleh seorang Olivia.
"Hei bocah, katakan saja apa yang sebenarnya kau inginkan dariku? Jangan membuat aku salah paham karena kau memperlakukan aku dengan baik seperti ini." ucap tuan Kaiden membuat Olivia mulai berani angkat bicara dengannya.
"Ehehe... Ternyata kau cukup peka juga, tapi baguslah dengan begitu aku tidak perlu menutupinya lagi,"
"Aishh... Sudah ku duga sejak awal anak ini memang tidak tulus berbuat baik denganku, sial aku sudah terbawa arusnya, menyebalkan." batin tuan Kaiden saat itu.
"Sudah cepat katakan, jangan membuang waktu berhargaku lagi!"
"Ehehe.. Begini tuan sebenarnya ada satu permintaan yang aku mau darimu, tapi kau tenang saja permintaan ini sama sekali tidak akan merugikanmu apalagi merepotkan dirimu, ini hanya sedikit menguras uangmu saja." Jawab Olivia kepadanya.
__ADS_1
Tuan Kaiden menghembuskan nafas dengan kesal dan berusaha menahan kekesalan dalam dirinya sebab Olivia yang terus berbelit-belit dengannya.