
Olivia sendiri dibuat sangat kaget ketika pertama kali dia diajak menaiki kapal besar seperti itu yang sangat mewah dengan banyak petugas yang ada disana, dia juga diperlukan dengan sangat baik dan begitu di istimewa oleh tuan Kaiden sehingga dia benar-benar merasa sangat nyaman dan begitu senang, berdiri di bagian kapal paling depan dan merasakan hembusan angin laut ke wajahnya sambil menikmati indahnya pemandangan laut yang begitu luas.
"Wahhh...tuan kapalmu keren sekali, darimana kau bisa menemukan kapal sebagus ini, dan pelayanan yang sangat luar biasa ini?" Tanya Olivia penasaran dengannya.
"Ini kapal pribadi yang selalu aku gunakan saat ini pergi ke sana, pulau pribadiku yang sudah lama tidak pernah aku kunjungi." Ucap tuan Kaiden sambil menunjuk ke salah satu pulau kecil yang ada di hadapan mereka.
Olivia langsung terperangah lagi, dia tidak habis pikir jika akan ada manusia yang memiliki kapal pribadi serta pulau pribadi seperti ini, meskipun luas pulaunya terlihat kecil tetap saja itu adalah sebuah pulau di tengah pantai yang sangat indah dan begitu cantik, rasanya dia tidak pernah membayangkan bahwa akan ada sebuah pulau yang dimiliki secara pribadi oleh orang tertentu di dunia ini. "Tuan apa kau sekaya itu?" Tanya Olivia lagi yang masih sangat kaget mendengarnya.
Tuan Kaiden langsung menoleh ke arahnya dengan menaikkan kedua alisnya sangat tinggi dan tersenyum kepada Olivia sambil menjawab pertanyaan dia sebelumnya.
"Aku tidak kaya tapi sangat kaya, kau belum melihat semua milikku bukan, nanti kau akan lihat ada apa di pulau itu." Ucap tuan Kaiden sengaja membuat Olivia semakin kagum dan tidak habis pikir dengan segelintir kekayaan yang dia miliki saat ini.
__ADS_1
"Tuan sebenarnya kau ini siapa sih? Kenapa kau bisa sekaya itu sampai memiliki pulau pribadi dan kapal seperti ini, aku masih tidak hais pikir denganmu." Balas Olivia lagi dengan heran dan kebingungan sendiri.
Bisa dilihat dengan jelas dari raut wajahnya yang kebingungan dan tidak henti-hentinya terperangah melihat pulau indah yang semakin dekat dengannya karena kapal yang dia tumpangi melaju cukup cepat ke arah sana.
Tuan Kaiden tidak mau mengatakannya lagi, dia hanya diam saja sambil tersenyum lebar dan terus memandangi Olivia yang terus terkagum dengan keindahan pantai disana, terlebih lagi ada banyak lumba-lumba yang tiba-tiba saja muncul ke permukaan dan meloncat di samping kapal yang mereka tumpangi, Olivia semakin bersemangat dan terus berteriak sambil memeluk tangan tuan Kaiden dan menunjuk ke arah segerombolan lumba-lumba yang ada di sekitar sana.
"Tuan..lihat kesana, tuan cepat lihat ada banyak lumba-lumba disini, wahh lihat yang itu melompat paling tinggi, ayo cepat lihat ahaha benar-benar keren." Ucap Olivia yang terlihat begitu bersemangat terus berjingkrak ria sambil terus menunjuk ke arah lumba-lumba liar disana.
Hingga tidak lama ketika lumba-lumba tadi sudah semakin menjauh Olivia mulai tersadar sebab dia tidak mendengar jawaban apapun dari tuan Kaiden, sehingga dia menoleh ke samping untuk memastikannya dan dia malah melihat tuan Kaiden yang tengah menatap dia dengan lekat, membuatnya sangat kebingungan dan dia baru ingat bahwa saat itu tangannya masih memeluk tangan tuan Kaiden begitu erat dan dia begitu dekat dengannya. "Aahh...tuan maaf tadi aku..." Ucap Olivia merasa tidak enak dan langsung menghindar menjauhinya.
Namun tuan Kaiden langsung kembali menarik pundak Olivia dan terus merangkulnya dengan sebelah tangan yang memegangi bagian depan kapal.
__ADS_1
"Aahhh... anginnya sangat sejuk dan cuacanya sangat mendukung, kau termasuk orang beruntung yang bisa melihat lumba-lumba liar menghampiri kapal kita, itu artinya kau orang spesial." Ujar tuan Kaiden memotong ucapan Olivia yang tengah meminta maaf dengannya, hingga membuat Olivia terus terperangah menatapnya semakin kebingungan ditambah tangan tuan Kaiden yang terus merangkul pundaknya seperti itu.
Tatapan Olivia benar-benar sangat menggemaskan, membuat tuan Kaiden tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum dan langsung menggosok bagian atas kepala gadis kecil tersebut dengan pelan. "Sudah aku tahu kau sangat antusias, itu tidak masalah jadilah dirimu sendiri." Ucap tuan Kaiden sembari mengusapnya.
Olivia pun menjadi lebih percaya diri dan dia langsung tersenyum menanggapi ucapan dari tuan Kaiden, sekarang dia bisa bersikap dengan leluasa sekalipun di hadapan tuan Kaiden karena dia merasa, tuan Kaiden tidak akan marah atau membentak dia seperti yang biasa dilakukannya saat tengah berada di kantor atau di kediaman dia sebelumnya.
Mereka menikmati perjalanan itu dengan momen yang cukup romantis, bahkan saat tiba di pulau pribadi tersebut, tuan Kaiden terus menjaga Olivia dengan menggandeng tangannya dan membantu dia turun dari kapal tersebut, tidak hanya itu, lagi dan lagi Olivia dikagetkan dengan semua pasilitas yang ada di pulau tersebut, dimana sudah ada beberapa pelayan disana yang menyambut kedatangan mereka dengan hangat, mempersilahkan mereka pergi ke tengah hutan yang ada di pulau tersebut dengan menggunakan sebuah sepeda listri yang canggih, tuan Kaiden tentu duduk di depan dan mengemudikannya sedangkan Olivia duduk di belakang dan mulai merasa sedikit gugup karena dia begitu dekat dengan tuan Kaiden, gadis tersebut juga merasa ragu untuk berpegang dengannya, dia terus merasa bingung kemana kedua tangannya itu harus berpegangan, hingga tuan Kaiden yang paham dengan perasaan Olivia dia langsung menarik tangan gadis itu yang nampak ragu-ragu untuk memegangi pinggangnya.
"Kalau pegangan itu seperti ini, kau kan istriku, kenapa kau sangat canggung dengan suamimu sendiri, dasar kurcaci kecil." Ucap tuan Kaiden sembari menarik tangan Olivia dan sengaja menaruhnya di pinggang dirinya.
Membuat Olivia seakan memeluk dia saat itu, keduanya tersipu malu tanpa di ketahui satu sama lain, perjalanan kali ini menjadi perjalanan yang sangat mengasikan, walaupun tuan Kaiden harus meliburkan dirinya hanya demi membuat Olivia senang dan menikmati liburan singkat serta dadakan ini, tetapi bisa melihat gadis kecil itu tersenyum lepas dan sangat senang ketika melihat lumba-lumba sebelumnya, itu sudah bisa mengobati rasa sayangnya tuan Kaiden karena telah menyita waktu berharganya tersebut.
__ADS_1