Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Membelikan Es Krim


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan dari gadis muda itu, seketika tuan Charles langsung terdiam dengan cepat dan langsung saja dia menelan salivanya dengan susah payah, dia sama sekali tidak bisa membalas apapun kepada Olivia yang ada di sampingnya, karena merasa bahwa apa yang dikatakan oleh gadis di sampingnya tersebut memanglah sebuah kenyataan yang tidak dapat dia sanggah sama sekali.


Wajahnya mulai menjadi gugup dan terlihat memalingkan pandangan untuk sesaat ke arah lain dengan cepat, dan barulah dia berani untuk membalas ucapan dari Olivia.


"Hah.. haha... Kau ini benar-benar, siapa juga yang memaksamu untuk menikah denganku, aku kan sudah bilang kepadamu sejak awal, ini hanyalah syarat yang kau setujui sendiri, bukankah kau sendiri yang sudah menyetujuinya, kenapa menyalahkan aku?" Balas tuan Kaiden kepada Olivia.


"Tapi kau tidak mengatakan bahwa ternyata syarat itu adalah menjadi istrimu dengan cara seperti ini!" Balas Olivia lagi dengan memberikan tatapan yang lebih menyeramkan.


"Astaga... Kau berani menatapku begitu, akan aku congkel matamu!" Bentak tuan Kaiden yang mulai membuat Olivia merinding ketakutan, dia pun langsung saja memalingkan pandangannya ke depan sebab merasa takut dengan ancaman yang baru saja diberikan oleh tuan Kaiden kepada dirinya.


"CK... siapa yang sebelumnya mengatakan tidak keberatan dengan pernikahan ini, sebagai bentuk tanggung jawabku atas perbuatan yang sudah terjadi diantara kita, sekarang otaknya sudah bisa berubah secepat ini, dasar wanita. inilah kenapa aku tidak suka dengan wanita, mereka semua sama merepotkannya!" Gerutu tuan Kaiden begitu pelan.


Setelah perdebatan yang cukup panjang dan menegangkan itu, akhirnya mereka berdua berhenti saling membentak satu sama lain, hingga mobil tersebut melesat dengan cepat dikemudikan oleh tuan Kaiden menuju sebuah mall terbesar yang ada di pusat kota, dia memarkirkan mobilnya dan dengan cepat membawa Olivia untuk masuk ke dalam mall tersebut. Membawanya ke pusat perbelanjaan terbesar dan masuk ke dalam toko pakaian terkenal dengan merk besar yang terkenal dengan fashion juga harganya yang sangat mahal.


Olivia sendiri yang baru pertama kali masuk ke dalam mall besar seperti itu, dia merasa sangat kagum ketika pertama kali melihat bangunan dan semua barang yang ada di dalam gedung tersebut, matanya tidak bisa berhenti memandangi semua bagian di tempat itu yang sangat luar biasa, toko kosmetik yang sangat lengkap, ada permainan yang begitu banyak, tempat nonton yang keren juga banyak anak muda berlaku lalang serta banyak sekali toko perhiasan yang super mewah.


"Wahh.....tuan kenapa kau membawa aku kemari, apa kita akan jalan-jalan disini?" Tanya Olivia yang sekaligus langsung terlihat senang.

__ADS_1


Padahal sebelumnya dia terlihat kesal, tidak memiliki ekspresi dan selalu menatap tajam kepada tuan Kaiden, tapi kali ini untuk pertama kalinya tuan Kaiden mendapatkan sebuah tatapan yang begitu cerah dan sebuah senyum kecil di wajah gadis mudah tersebut.


Tanpa sadar dia justru malah menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan dari gadis tersebut, karena dia terhipnotis dengan tatapannya tanpa dia sadari.


Langsung saja Olivia begitu senang sambil berjingkrak gembira penuh dengan kebahagiaan di matanya, sebab ini adalah pengalaman pertama yang dia rasakan dan merupakan hal yang selalu dia impikan sejak dia kecil.


"Aahh ..benarkah, terimakasih tuan kau ternyata baik sekali, kalau tau begini sejak tadi aku tidak akan merasa kesal kepadaku, aku senang sekali, ayo kita pergi ke sana, aku mau membeli makanan dan es krim seperti mereka, ayo tuan." Ucap Olivia sambil terus saja menarik tangan tuan Kaiden dengan paksa.


Dan terus saja membawanya pada sebuah stan es krim yang ada disana, dimana banyak sekali orang yang masuk ke dalam sten es krim tersebut, dia harus ikut mengantri untuk mendapatkan es krim di toko tersebut, karena es krim disana rupanya sangat diminati oleh semua kalangan dan banyak sekali pengunjung yang masuk ke sana.


Tuan Kaiden sangat tidak tahan ketika melihat wajah Olivia yang memegangi tangannya dan terus saja memberikan tatapan menyedihkan kepadanya, membuat dia terlihat sebagai pria yang jahat jika dia menolak keinginannya tersebut, di tambah ada banyak sekali orang di sekitar sana yang menatap ke arahnya, membuat dia tidak bisa bersikap kasar ataupun menjauhkan diri dari Olivia, sehingga dengan penuh keterpaksaan dia pun harus menuruti keinginan Olivia saat itu.


Padahal dia sangat membenci hal itu, tetapi demi Olivia dia mau melakukannya.


"Aishh..oke oke, aku akan memberikanmu es krim itu, lagian kau ini orang dusun dari mana sih, tapi awas saja jika kau tidak menurutku setelah aku membelikannya!" Ucap tuan Kaiden memperingati Olivia terlebih dahulu dengan ucapannya.


"Eumm, aku janji denganmu tuan, aku bukan orang yang tidak menepati janji kok, ayo cepat tuan nanti barisannya akan di rebut orang." Ucap Olivia sambil terus mendorong tubuh tuan Kaiden menuju barisan orang yang juga tengah menunggu giliran untuk mendapatkan es krim terkenal tersebut.

__ADS_1


Tuan Kaiden pun hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu dan dia tetap harus melakukan hal itu meski sangat membencinya.


Sedangkan Olivia sendiri menunggu di samping sambil tersenyum senang dan sudah sangat tidak sabar untuk menunggu es krim yang terus saja membuat lidahnya tergiur setiap kali melihat orang-orang mendapatkan es krim di tangan mereka dan menjilatinya di hadapan dia sendiri saat itu.


"Ayo tuan, semangat sebentar lagi giliranmu, ingat aku ingin es krim stroberi dan coklat, kau tidak boleh melupakannya!" Ucap Olivia sambil terus saja tersenyum senang dan memberikan semangat penuh kepada tuan Kaiden saat itu.


"Aahh...aku sangat malas sekali melihat kelakuan gadis itu, jangan sampai Dep mengetahui hal ini, jika dia tahu aku pasti sudah diledekin olehnya, menyebalkan sekali!" Gerutu tuan Kaiden sambil terus saja memijat keningnya terasa sangat pusing dalam menghadapi Olivia yang selalu membuatnya darah tinggi.


Saat ini tuan Kaiden hanya bisa berusaha untuk menahan emosi di dalam dirinya dan masih saja harus mengantri dengan beberapa orang yang juga ingin membeli es krim di tempat tersebut dengannya.


Bahkan dia sampai di ledeki oleh seorang anak kecil yang ikut mengantri dengannya saat itu dan tepat berada di belakang tubuhnya.


"Om, kau sudah tua tapi masih memakan es krim apa kau tidak malu?" Ucap seorang anak kecil yang memakai seragam sekolah menengah pertama.


Langsung saja tuan Kaiden membelalak matanya dengan sangat lebar dan tidak terima mendapatkan ucapan seperti itu dari seorang anak perempuan yang mengantri di belakangnya, membuat tuan Kaiden langsung berbalik dan berkacak pinggang di depan anak perempuan tersebut.


"Aishh... Diam kau bocah, memangnya orang dewasa tidak boleh makan es krim!" Bentak tuan Kaiden yang langsung saja memberikan tatapan kejam kepada anak perempuan itu yang membuat anak itu langsung saja merasa takut dan dia hampir menangis, sampai membuat tuan Kaiden mulai merasa kelimpungan dan segera saja berusaha membujuk anak perempuan itu agar tidak menangis di hadapannya seperti itu, karena dia tidak ingin terjadi kesalah pahaman nantinya.

__ADS_1


__ADS_2