
Tuan Kaiden merasa dirinya telah berhasil untuk mengelabui Seno saat itu dan dia begitu senang ketika melihat wajah Seno yang begitu kesal saat dia memperkenalkan Olivia, dia terus tersenyum sangat lebar dan memeluk pinggang Olivia semakin erat, bahkan dengan sengaja tuan Kaiden mencium pipi Olivia di hadapan Seno, untuk membuat Seno lebih mempercayai bahwa mereka memang sudah menjadi pasangan suami istri yang sah.
"Much... Kamu sangat menggemaskan ketika gugup sayang, jangan terlalu serius dia hanya adik tiriku, dia orang yang baik dan hanya ingin mengenalmu, mungkin lebih cepat dari jamuan makan malam yang kita adakan." Ucap tuan Kaiden tepat setelah mencium pipi Olivia sekilas saat itu.
Hal tersebut tidak hanya mengagetkan Seno, tetapi juga mengagetkan Olivia, gadis itu langsung menatap penuh keheranan kepada tuan Kaiden dengan kedua bola matanya yang terbuka sangat lebar, sebab dia tidak menduga jika tuan Kaiden akan mencium pipinya seperti itu di hadapan orang lain. "Hah? Apa yang dia lakukan, apa dia sedang ber akting saat ini?" Batin Olivia saat itu.
Meskipun Olivia tahu bahwa semua itu pasti hanya sebatas akting saja, tetapi hatinya tetap saja tidak bisa diajak bekerjasama, sebab dia terus saja merasa sangat gugup dan cemas tidak karuan, bahkan ketika Seno mulai mengulurkan tangan untuk berkenalan lebih resmi dengannya, itu membuat Olivia merasa semakin gugup.
"Aahh...kakak kelihatannya kalian begitu romantis dan sangat dekat, aku senang jika kau akhirnya bisa memiliki pasangan hidup, ayah juga pasti akan merasa senang atas kabar gembira ini, selamat ya kakak ipar." Ucap Seno sambil mengulurkan tangannya ke depan Olivia, dengan memasang wajah yang cukup sinis namun sedikit tersenyum saat itu.
Baru saja Olivia mau menerima salaman dari Seno, tapi dengan cepat tuan Kaiden mendahuluinya dan justru malah tuan Kaiden yang bersalaman dengan Seno saat itu.
"Ahaha..iya terimakasih Seno, kami memang sangat bahagia, Olivia adalah satu-satunya wanita yang aku cintai kau tahu bukan selama ini aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun, hanya dia yang berhasil merebut hatiku." Balas tuan Kaiden dengan cepat.
__ADS_1
Seno hanya mengangguk pelan dan terlihat sudah tidak tahan menyaksikan kedekatan dan kebahagiaan yang terpancar di wajah tuan Kaiden yang dia benci selama ini, sehingga dengan cepat dia pun berpamitan pergi dari sana.
"Aahh....iya kak, kalau begitu aku pamit, semoga hari kalian menyenangkan selalu." Balas Seno sambil langsung berbalik dan pergi dari sana.
"Jangan lupa dengan jamuan makan malamnya malam ini, aku akan menunggumu." Ucap tuan Kaiden kepada Seno dengan wajahnya yang begitu senang karena sudah bisa membalas Seno dengan tepat sasaran, bahkan lebih cepat dibandingkan dengan apa yang sudah dia rencanakan sebelumnya.
"Haha...bagus sekali, dia datang lebih cepat dibandingkan perkiraanku, pasti saat ini dia tengah mengamuk dengan kesal, dan terus saja merasa takut dengan semua harta kekayaan ayah yang bisa jatuh lebih cepat denganku, haha...rasakan itu, siapa suruh kau mencoba bermain api denganku." Batin tuan Kaiden yang merasa menang telak dari Seno.
Sedangkan disisi lain apa yang dipikirkan oleh tuan Kaiden memang benar terjadi, Seno sungguh pulang dalam keadaan marah dan dipenuhi dengan emosi menggebu dalam dirinya, dia mengamuk dan menghancurkan semua benda yang ada di hadapannya begitu brutal, berteriak tidak jelas dan sangat kencang, dia terus saja mendengus kesal sambil berkacak pinggang setelah berhasil menghancurkan semua barang-barang mahal miliknya sendiri saat itu.
Dia terlihat sudah memiliki rencana baru lagi untuk menghancurkan kebahagiaan tuan Kaiden, karena sebenarnya bukan hanya masalah kekuasaan dan harta semata yang di perebutkan oleh dua saudara tiri tersebut, tetapi Seno memang sangat tidak menyukai Kaiden sejak mereka bersama dan harus menerima status saudara tiri tersebut.
Selama ini tuan Kaiden memang lebih banyak mendapat pujian dari rekan bisnis dan semua keluarga juga semua orang yang ada di sekelilingnya, tetapi Seno memang lebih diasingkan, karena dia dianggap sebagai anak dari bawaan ibunya dia masih saja sering dianggap orang asing bagi sebagian orang yang dekat dengan tuan Kandensus, dan selalu kalah dari Kaiden, sebab dirinya di anggap tidak layak untuk memimpin perusahaan pusat, sebab tidak memiliki pendidikan bisnis yang tinggi seperti tuan Kaiden, dia juga selalu mendapatkan proyek kecil di bawah tuan Kaiden bahkan hanya di tempatkan di salah satu perusahaan cabang.
__ADS_1
Sehingga hal tersebutlah yang menjadikan Seno tumbuh dengan rasa dendam yang begitu besar dan selalu membenci tuan Kandensus termasuk putranya tuan Kaiden, terlebih lagi desakan dari ibunya yang terus menuntut dia untuk bisa mengalahkan Kaiden dan merebut semua kekayaan yang di miliki oleh tuan Kandensus, agar mereka bisa hidup lebih kayah dengan atau tanpa adanya keluarga Kandensus lagi.
Disisi lain tuan Kaiden terlihat begitu senang setelah dia merasa bahwa dirinya berhasil untuk membuat Seno kalah dan kesal seperti sebelumnya, berbeda dengan Olivia yang saat ini mulai menatap tajam dan terus saja mengerutkan kedua alisnya sangat kuat kepada tuan Kaiden yang masih asik tertawa pelan sendiri.
"Tuan apa kau gila, sedari tadi terus tertawa sendiri seperti itu?" Tanya Olivia kepadanya dengan wajah yang masih menyimpan kekesalan.
Langsung saja tuan Kaiden tersadar dengan cepat dan dia segera memperbaiki posisi duduknya dengan segera, lalu menghadap lurus ke arah Olivia.
"Aahh....ada apa kau menatapku seperti ini?" Ucap tuan Kaiden kembali memasang wajahnya yang datar seperti biasanya.
"Ada apa, ada apa. Aku membencimu! Seenaknya saja kau menciumku seperti itu di hadapan adikmu sendiri, apa yang kau maksudkan dengan melakukan hal seperti itu, aku kan sudah bilang kau harus menjaga jarak dariku, jangan melewati batas, kenapa kau tidak mendengarkan itu!" Bentak Olivia terus terpancing emosi dan bicara lantang kepada tuan Kaiden saat itu.
"Hei, kau tidak bisa perotes seperti ini padaku, lagi pula semuanya sudah terjadi bagaimana aku bisa mengulangnya ataupun mengembalikan semua itu, tidak mungkin kau akan..." Ucap tuan Kaiden yang belum selesai tetapi Olivia sudah langsung berjalan ke sampingnya dan mencium pipi tuan Kaiden begitu saja.
__ADS_1
"Muach. Ini baru setimpal!" Balas Olivia yang membuat tuan Kaiden seketika diam mematung dan tidak bisa berkata-kata apapun lagi.