Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Hampir Jatuh


__ADS_3

Gadis 19 tahun itu membelalakkan matanya dengan sangat lebar saat berdiri di depan cermin dan menatap tubuhnya dengan gaun seksi seperti itu dan sangat tidak nyaman untuk dia kenakan di tubuhnya.


"Ya ampun mbak bisa tidak saya buka lagi baju ini, rasanya ini sangat tidak pantas untuk dikenakan seorang wanita, apalagi jika di depan umum, saya malu mbak." Ucap Olivia pada kedua pelayan yang menemaninya saat itu.


"Tidak papa nona, jaman sekarang ini gaun yang terbuka sudah sangat umum dan wajar, lagi pula tubuh nona ini sangat bagus dan bersih tanpa noda, cocok sekali dengan gaun ini, tuan besar mungkin saja akan menyukainya, kenapa tidak nona perlihatkan dahulu kepadanya?" Balas salah satu pelayan yang ada disana saat itu.


Olivia sebenarnya sangat gugup dan dia tidak ingin memperlihatkan tubuhnya dengan pakaian yang begitu kekurangan bahan seperti ini, namun sayang sekali kedua pelayan itu malah terus saja menyuruhnya untuk memperlihatkan dahulu penampilannya tersebut kepada tuan Kaiden yang sudah menunggunya di luar.


Sehingga dia pun segera saja berjalan keluar dengan perlahan dan di bantu oleh kedua pelayan yang memegangi tangannya agar Olivia bisa berjalan dengan hati-hati mengenakan sepatu hak tinggi yang selaras dengan gaun yang dia kenakan saat itu.


"Tuan bagaimana menurutmu dengan gaun ini?" Ucap Olivia kepada tuan Kaiden yang membuat tuan Kaiden langsung mengangkat kepalanya.


Padahal saat itu dia tengah memeriksa ponselnya tapi langsung saja tuan Kaiden menatap ke arah Olivia dengan wajah yang sangat kesal dan dia segera memalingkan pandangan ke samping dengan cepat.


"Astaga... Apa yang kau pakai itu, cepat ganti kau mau menggoda semua pria dengan memakai pakaian yang begitu minim seperti itu! Ganti sekarang juga!" Bentak tuan Kaiden yang justru malah marah besar dengannya.


Membuat Olivia cemberut kesal dan segera kembali masuk ke ruang ganti untuk segera mencoba pakai yang lainnya, sudah sepuluh pasang gaun yang di coba oleh Olivia tetapi tidak ada satu pun yang cocok bagi tuan Kaiden, setiap kali Olivia keluar dari ruang ganti dan menunjukkan pakaian yang dia coba, selalu saja ada yang kurang atau bahkan di tolak oleh tuan Kaiden dengan sangat kasar atau bahkan dibentak sangat keras.

__ADS_1


Mulai dari pakaian yang terlalu ketat, warnanya yang jelek, terlalu banyak hiasan ataupun dengan pakaian yang terlalu mencolok, semuanya selalu saja mengganggu pandangan tuan Kaiden, sampai gadis kecil itu mulai kehilangan kesabaran, dan dia sudah sangat lelah untuk terus mengganti pakaian disana dan kakinya sudah begitu pegal untuk memakai high heels yang selalu menjepit kakinya tersebut.


Langsung saja Olivia memakai pakaian terakhir yang dia pastikan bahwa dia tidak akan memiliki gaun yang lain lagi.


"Mbak sudahlah tidak usah mencari gaun yang lain lagi, aku tahu kalian juga pasti sangat lelah, tuan Kaiden itu mungkin hanya mempermainkan aku saja, sudah cukup. Aku tidak akan menjadi lemah untuk menghadapi pria kejam sepertinya, aku akan pakai gaun ini saja." Balas gadis tersebut dengan menggerutu kesal dan segera keluar dari ruang ganti tersebut seorang diri.


Dia juga tidak memakai alas kaki sama sekali karena berjalan dengan terburu-buru untuk menemui tuan Kaiden saat itu.


"Ganti!" Ucap tuan Kaiden yang bahkan belum melihat gaun yang dikenakan oleh Olivia saat itu, mendengar dirinya sudah ditolak sebelum tuan Kaiden melihatnya dengan benar, Olivia menjadi semakin kesal.


"Aishh... benar-benar manusia menyebalkan, bahkan dia belum menatap ke arahku, tapi sudah menyuruhku untuk menggantinya, aku tidak akan mendengarkan ucapannya lagi!" Gerutu gadis kecil yang sudah sangat kesal tersebut.


"Tuan tolong lihat dengan baik, aku tidak ingin mengganti pakaian lagi, atau mencoba gaun yang lainnya!" Ucap gadis itu kepada tuan Kaiden.


Mendengar suara Olivia yang begitu dekat tuan Kaiden langsung mengangkat kepalanya sekaligus, dia begitu kaget saat melihat wajah Olivia yang sudah berada di hadapan dirinya secara tiba-tiba saja saat itu.


"Astaga... Aishh...kau sengaja ya, mau mengagetkan aku kesini?" Bentak dia kepadaku.

__ADS_1


"Tentu, aku memang sengaja mengagetkan dirimu, kenapa? Kamu tidak terima, aku lelah tuan, aku tidak mau mencoba pakaian yang sangat aneh itu, semuanya jelas tidak cocok denganku, tapi kau terus memaksa aku untuk mengganti dan mengganti tanpa henti, apa kau pikir itu tidak melelahkan?" Balas Olivia dengan lantang dan begitu berani untuk bicara sekencang itu kepada tuan Kaiden.


Sampai tidak lama ada seseorang wanita yang membawa banyak pakaian di belakang Olivia dan tidak sengaja menyenggol tubuh Olivia dengan tumpukkan pakaian yang dia bawa saat itu, hingga membuat gadis manis yang cantik itu kehilangan keseimbangan dan dia hampir saja jatuh ke lantai saat itu.


Untunglah tuan Kaiden dengan cepat menarik tangan Olivia dan memeluknya dengan erat sehingga dia berhasil menahan tubuh Olivia saat itu.


"Aaahhh.....te..te.. terimakasih banyak tuan." Balas Olivia saat itu.


Tuan Kaiden begitu marah besar, dia langsung memarahi wanita yang diketahui pelayan baru di toko tersebut, dia bahkan membentaknya dengan sangat kencang sekali.


"Hei apa kau tidak punya mata ya? Bagaimana jika sampai dia terjatuh dan kepalanya mengenai meja ini, apa kau bisa bertanggung jawab padanya, hah?" Bentak tua Kaiden memarahi pelayan wanita itu sangat kencang.


"Maa..maafkan saya tuan, saya sungguh tidak sengaja, saya tidak bermaksud seperti itu, tolong maafkan saya tuan, nona." Ucap pelayan itu yang terus saja membungkuk meminta maaf terus menerus.


"Tidak bisa, kau pikir dengan meminta maaf bisa menyelesaikan semuanya hah? Dimana manager toko ini, aku mau kau di pecat dan toko ini di tutup sekaligus!" Ucapnya membuat semua pelayan disana terbelalak sangat kaget mendengarnya.


Olivia yang menyaksikan kejadian itu dia terus saja menatap terperangah karena merasa sangat kaget dan tidak menyangka bahwa tuan Kaiden akan marah besar seperti itu, sampai berteriak memanggil sang manager toko disana, bahkan mengancam pelayan itu untuk di pecat, hingga managernya datang dan permasalahan menjadi semakin kisruh.

__ADS_1


Manager itu sendiri juga terlihat ketakutan dengan tuan Kaiden, dia memanggil tuan Kaiden dengan sebutan tuan besar dan pelayan yang tadi menyenggolnya juga kembali mendapatkan semprotan amarah dari sang manager, tapi tetap saja tuan Kaiden meminta agar toko itu di tutup karena hampir mencelakai wanitanya.


__ADS_2