
Hingga ketika waktunya telah tiba dan Dep sudah berada di dalam ruangan tuan Kaiden sambil menenteng satu paper bag di tangannya yang berisi pakaian ganti untuk Olivia nantinya. "Tuan saya sudah mempersiapkan semuanya, kita harus segera berangkat sekarang juga sebelum jalanan akan mulai macet ketika menuju sore hari." Ucap Dep sambil membungkuk dan bicara tegas di hadapan tuannya tersebut.
Tuan Kaiden hanya mengedipkan mata dengan perlahan dan segera bangkit dari kursi kebesarannya sambil menarik jas miliknya dan segera saja dia mengenakan jas itu dengan cepat, berjalan menghampiri Olivia yang masih tertidur dengan lelap di sofa ruang kerjanya, sebenarnya saat itu tuan Kaiden sama sekali tidak tega untuk membangunkan gadis kecil tersebut tetapi dia rasa dia memang harus membangunkannya, karena tidak bisa menunggu waktu dan menyia-nyiakan waktu berharganya lagi. "Hei..bangun ayo kita berangkat, kurcaci kecil ayo cepat bangun." Ucap tuan Kaiden sambil terus saja menyentuh jidat Olivia dengan jari telunjuknya bak seperti orang yang merasa jijik atau sangat enggan untuk menyentuh gadis kecil tersebut.
Sedangkan Olivia sendiri hanya menggeliat sedikit sambil terus saja menepuk tangan tuan Kaiden secara tiba-tiba membuat pria dewasa itu kaget mendapatkan perlakuan refleks seperti itu dari Olivia.
"Eumm tidak mau aahh aku masih sangat mengantuk." Ucapnya sambil terus saja menutup matanya dan terus melanjutkan lagi tidurnya tersebut.
Hal tersebut tentu saja membuat tuan Kaiden merasa sangat kesal dan mulai mengusap kasar wajahnya tersebut karena gemas dengan tingkah gadis kecil tersebut.
"Astaga... aarrkkk, dasar kurcaci menyebalkan ini, Dep bawa semua barangku ke mobil, biar aku yang akan membawanya ke mobil jika dia tidak mau bangun juga." Ucap tuan Kaiden sambil menggulung lengan jasnya dan terus menggendong Olivia dengan paksa sampai membuat gadis 19 tahun itu langsung terbangun dan nampak panik karena tiba-tiba saja dia merasakan tubuhnya melayang dan sudah berada dalam pangkuan tuan Kaiden saat itu. "Aaahhh... Kenapa aku melayang? Eehh tuan turunkan aku, hei turunkan aku tuan Kaiden!" Teriak gadis kecil itu sambil terus saja berontak berusaha untuk melepaskan dirinya dari tuan Kaiden saat itu juga.
__ADS_1
Tuan Kaiden sama sekali tidak mau menghiraukannya, dia tetap saja berjalan dengan tegak dan menatap ke depan dengan lurus, tidak mendengarkan semua ocehan dari gadis kecil tersebut, sampai Olivia pun mencubit dada milik tuan Kaiden tersebut yang membuat langkah pria 28 tahun tersebut langsung terhenti seketika dan Olivia langsung saja mendapatkan tatapan maut yang sangat tajam dari tuan Kaiden.
"Kau... Beraninya kau melakukan itu padaku, apa kau mau menguji kesabaranku?" Bentak tuan Kaiden dengan rahangnya yang dia keratkan.
Gadis kecil itu mulai merasa gugup dan sedikit takut, dia pun menelan salivanya sendiri dengan susah payah dan terus saja memalingkan pandangan ke arah lain untuk menghindari tatapan yang sangat menyulitkan untuk dirinya saat itu.
"AA...AA..ahh tidak kok, lagian itu juga salahmu sendiri, siapa suruh kau malah tidak mendengar aku dan menggendong aku seenaknya, jadi ya....rasakan saja itu." Balas Olivia dengan wajah polosnya tersebut.
Tuan Kaiden pada akhirnya hanya bisa menghembuskan nafas dengan kesal dan terus saja dia menurunkan Olivia lalu berjalan lebih dulu meninggalkan gadis kecil tersebut dengan wajahnya yang masih merah padam, terlihat jelas bahwa saat ini tuan Kaiden sangat emosi di buatnya, tetapi Olivia yang tidak tahu apapun dan masih saja tidak mengerti dengan keadaan saat ini, dia segera berlari mengejar tuan Kaiden sambil berteriak memanggil namanya cukup kencang.
"Ehh, tuan buka pintunya kenapa kau menguncinya, apa kau tidak mengijinkan aku untuk masuk ke mobilmu?" Tanya Olivia kepadanya sambil terus mulai mengetuk kaca mobil tuan Kaiden sangat keras berkali-kali.
__ADS_1
"Tok....tok...tok...tuan ayo turunkan kacanya aku mau bicara denganmu, tuan Kaiden jangan berpura-pura tuli, aku tahu kau mengerti maksudku, tuan Kaiden!" Teriak Olivia mulai merasa kesal dengan kelakuan tuan Kaiden tersebut.
Sampai tidak lama, akhirnya tuan Kaiden pun menurunkan kaca mobilnya hingga Olivia langsung membentak dia cukup kencang dan perotes tanpa hentikan kepadanya.
"Tuan kau ini apa-apaan sih, ayo cepat buka pintunya, kenapa kau mengunci pintu mobilmu, kau kan sudah janji akan membawaku ke pantai itu, kau tidak boleh mengingkari janjimu, kecuali jika kau seorang pecundang yang tidak bisa menepati ucapannya sendiri kepada seorang perempuan, apalagi aku ini istrimu sekarang, kau jangan lupa dengan hal itu." Ujar Olivia mengingatkan tuan Kaiden dan dengan sengaja berbicara seperti itu untuk menyulut emosinya, agar dia bisa masuk ke dalam dengan cepat, namun sayangnya kali ini rencana Olivia itu tidak dapat berhasil dengan mudah, karena tuan Kaiden masih saja terlihat keras kepala dan memberikan tatapan dingin sekilas dengannya.
"CK.... Kau pikir aku akan perduli, lagi pula tidak masalah bagiku jika hanya kau yang menganggap aku pria pecundang, sana minggir kau, Dep ayo jalankan mobilnya." Ucap tuan Kaiden yang dengan teganya mau meninggalkan gadis kecil tersebut saat itu.
Dep yang kebingungan karena dia tidak tega dengan Olivia dan dia juga tahu bahwa tuan Kaiden hanyalah sedang marah sesaat kepada istrinya, dia pun tidak langsung menuruti perintah dari tuan Kaiden tetapi mencoba untuk mengajaknya bicara lagi saat itu.
"Dep kenapa kau tidak melajukan mobilnya juga? Ayo cepat jalan, apa kau tidak mendengarkan aku?" Bentak tuan Kaiden sangat kencang saat itu.
__ADS_1
"Bukan begitu tuan, tetapi nona Olivia bagaimana? Tidak mungkin kita meninggalkan dia disini sendirian, dia bisa saja kabur jika anda membebaskannya seperti ini, terlebih lagi, bukan kah nona Olivia memang selalu berniat untuk kabur dari anda tuan?" Balas Dep sengaja mengingatkan tuannya tersebut.
Tuan Kaiden pun mulai berpikir dan dia kembali menatap Olivia yang mulai membalikkan badannya dan hendak berjalan pergi dari sana, karena sudah mendengar ucapan dari Dep, kini justru malah tuan Kaiden sendiri yang merasa cemas dan takut akan di tinggal kabur oleh gadis tersebut, sehingga dengan cepat tuan Kaiden turun dari mobilnya dan berlari mengejar Olivia yang saat itu terlihat hendak menghentikan taxi di pinggir jalan, dengan langkahnya yang lebar dan cepat, tuan Kaiden langsung menarik tangan Olivia dan terus membawanya masuk ke dalam mobil dengan cepat, lalu mengunci pintunya segera, membuat gadis itu sangat kaget dan mulai kesal dengan tingkah tuan Kaiden yang terkenal begitu plin plan pada dirinya.