
Tuan Kaiden langsung menatap dengan kedua matanya yang terbuka sangat lebar termasuk dengan Dep yang juga menatap lewat kaca spion depan, kepada Olivia karena dia juga ikut kaget mendengar Olivia yang terus cegukan tanpa henti sedari tadi.
"Ini minum dulu, aishh kenapa sih kau ini hanya aku bentak segitu saja kau sudah cegukan seperti ini, bagaimana kalau aku sampai menerkam mu, bisa bagaimana kau nanti?" Ucap tuan Kaiden sambil memberikan sebotol air mineral kepada gadis kecil tersebut yang sudah dia buka sebelumnya.
Dia memberikannya dengan wajah yang kesal tapi tetap mencemaskan Olivia karena setelah meminumnya gadis 19 tahun tersebut masih tidak bisa berhenti cegukan dan malah semakin sering.
Bahkan disaat Olivia hendak meneguk minumannya itu, hampir saja dia memuntahkan minumannya ke depan tapi untung saja tuan Kaiden dengan cepat mengambil air dari tangan Olivia dan menutup mulut gadis kecil tersebut dengan tisyu di tangannya, sehingga air tersebut mengenai tisyu di tangannya dan tidak sampai mengenai mobil.
"Aishh...kau ini, minum saja tidak becus, aaahh tanganku habis kau buat basah seperti ini, menjijikan." Ucap tuan Kaiden yang terus menggerutu dengan kesal sambil terus mulai membersihkan tangannya tersebut sedikit demi sedikit menggunakan tisyu yang ada disana, untunglah tuan Kaiden juga tidak marah terlalu keras karena mungkin dia juga merasa sedikit cemas dan kasihan ketika melihat Olivia yang terus saja cegukan semakin cepat dan begitu keras, membuat dia terganggu dengan suaranya tersebut.
"Euk....euk...kau ini aku sudah euk begini pun, euk masih saja kau euk bentak." Balas gadis kecil tersebut merasa sangat kesal namun diantidak bisa marah dengan seluasnya seperti biasa sebab cegukan itu menghalangi dia untuk bicara dengan cepat.
Itu benar-benar sangat menjengkelkan bagi dirinya juga.
__ADS_1
Sampai akhirnya sekretaris Dep pun dengan cepat menengahi mereka berdua agar tidak terus bertengkar seperti itu lagi dan malah membuat mereka terlihat seperti kucing dengan tikus yang tidak bisa akur setiap kali berdekatan.
"Eehh ... sudah-sudah, kenapa kalian ini selalu saja bertengkar setiap saat dan setiap waktu, aku pusing mendengarnya, aishh dasar kalian ini, tuan kau coba kagetkan dia agar cegukannya bisa berhenti, ayo cepat apa lagi yang kau tunggu, kasihan Olivia jika sampai dia tidak bisa berhenti cegukan." Ucap Sekretaris Dep yang dengan beraninya memerintah kepada tuan Kaiden secara refleks karena dia di liputi dengan emosi saat itu.
Tuan Kaiden juga sudah menatap tajam kepada sekretaris Dep, tetapi disaat dia mulai bicara dan berniat untuk memperingati sekretarisnya itu tetapi justru malah langsung saja sekretaris Dep kembali memotong ucapannya tersebut sebelum sempat selesai.
"Aish... Beraninya kau memerintah aku dengan suara tinggi seperti itu, apa kau sudah...." Ucap tuan Kaiden yang tidak sampai selesai.
Pada akhirnya tuan Kaiden pun hanya bisa menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan, dia hanya bisa menahan nafsu yang begitu menggebu di dalam dirinya kepada sekretaris Dep hanya karena melihat Olivia benar-benar tidak bisa berhenti cegukan di sampingnya saat itu, jadi dia pun mulai mencoba mengontrol emosinya tersebut sedikit demi sedikit, meski dengan kedua tangan yang dia kepalkan dengan sangat kuat dan wajahnya yang terlihat merah padam.
Tetapi tuan Kaiden mencoba untuk tetap mengatasi emosi dalam dirinya tersebut, dia mulai menundukkan kepala sampai tiba-tiba saja mengangkat kepalanya tersebut dan langsung menghadap ke arah Olivia dengan kedua matanya yang dia julingkan saat itu, berusaha untuk mengeratkan Olivia dengan suaranya yang besar, tetapi sayangnya semua itu sama sekali tidak memberikan efek apapun kepada gadis tersebut.
Karena bukannya kaget Olivia justru malah tertawa dengan sangat lepas, karena melihat wajah tuan Kaiden yang begitu konyol dengan kedua bola matanya yang menyatu dan berdekatan hingga ke ujung mata bersamaan saat itu.
__ADS_1
"HWAA ......HWAAA ....." Ucap tuan Kaiden mengagetkan Olivia yang sama sekali tidak memberikan dampak apapun.
Yang ada Olivia hanya menatap kebingungan dengan kedua alis yang dia naikkan saat itu, begitu juga dengan sekretaris Dep yang langsung berusaha mengigit bibirnya sendiri untuk menahan tawa sebab kelakuan tuan Kaiden yang begitu berbeda ketika mengagetkan orang lain seperti itu, dia merasa tuan Kaiden sangat lucu daripada menyeramkan. "Fffttt, hahaha...tuan kau ini sedang apa? Kau mau mengeratkan aku atau membuat lelucon?" Balas gadis kecil itu diiringi dengan tawanya yang sangat menggelegar begitu keras sekali.
Dep terus saja menatap ke depan dengan lurus dan terus berusaha fokus untuk menyetir, dia sudah tidak berani mengintip lagi karena takut tidak akan bisa menahan rasa ingin tertawa di dalam dirinya, dia juga terus saja melipat bibirnya dengan kuat, semampu yang dia bisa agar tidak sampai di ketahui oleh tuan Kaiden bahwa dirinya juga sedang menertawakan bosnya tersebut.
Sementara tuan Kaiden sendiri justru malah terlihat cemberut dan dia segera saja mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat sambil terus memperbaiki posisi duduknya, karena dia juga merasa sangat malu bercampur marah kepada kedua orang yang sudah membuat dia harus bersikap seperti itu, hingga tiba-tiba saja Olivia mulai tersadar bahwa cegukannya itu sudah hilang semenjak dia tertawa melihat kelakuan dari tuan Kaiden sebelumnya. "Ehh... tunggu, cegukanku sudah hilang, ahahah tuan apa yang kamu lakukan benar-benar manjur, kau hebat sekali bisa menyembuhkan cegukanku tanpa aku sadari sendiri, ahahah...aku bisa bebas sekarang." Ucap gadis kecil tersebut tertawa merasa senang sekali.
Tuan Kaiden yang tadinya merasa malu dan emosi, kini semenjak mendapatkan pujian dari gadis di sampingnya, dia pun mulai terlihat menampakkan senyum yang kecil dan terus merapihkan pakaiannya dengan cepat dan mulai merasa bangga hingga terus saja memuji dirinya sendiri dengan penuh kepercayaan diri.
"Ekhm....aku ini kan memang selalu bisa melakukan apapun, hah, jika hanya menghentikan cegukan saja, bahkan anak kecil juga bisa melakukannya." Balas tuan Kaiden yang menyepelekan.
Padahal sebelumnya dia sendiri juga merasa kesulitan dan bingung sendiri. Tetapi walau mendapatkan jawaban seperti itu, Olivia dan sekretaris Dep hanya bisa menanggapinya dengan senyuman kecil saja, karena mereka memang sudah tahu, bagaimana kelakuan dari tuan Kaiden yang selalu membanggakan dirinya sendiri.
__ADS_1