
Setelah belajar membuat cemilan yang cukup banyak Olivia yang kelelahan dia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya di kamarnya, dia segera tertidur dengan cepat sedang disisi lain tuan Kaiden yang baru saja pulang ke rumahnya dia langsung memanggil bibi Lil dan menanyakan mengenai apa saja yang dilakukan oleh gadis tersebut selama dirinya tidak ada di rumah hari ini.
Meski sebenarnya tuan Kaiden sudah memasang banyak kamera di setiap sudut rumah dan dia bisa memeriksanya sendiri dari cctv tetapi dia tetap ingin menanyakannya secara langsung kepada bibi Lil saat itu.
"Bi, apa saja yang dia lakukan selama tidak ada aku di rumah?" Tanya tuan Kaiden saat itu. Dengan wajahnya yang sangat serius menatap tajam kepada bibi Lil.
"Ini tuan, nona Olivia hanya belajar membuat cemilan dan puding coklat saja bersama saya, dia juga meminta izin untuk memakai telepon rumah tapi saya sudah melarangnya sesuai dengan aturan yang tuan berikan, lalu dia meminjam ponsel saya dan mencoba untuk menghubungi temannya namun sepertinya temannya tersebut sama sekali tidak menganggap panggilan telepon dari nona Olivia sehingga dia murung dan sangat sedih." Balas bibi Lil mengatakan semuanya dengan sangat jelas.
Lalu tuan Kaiden mengangguk dan langsung memberikan isyarat tangan kepada bibi Lil untuk pergi karena dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan saat ini, namun sebelum bibi Lil benar-benar pergi dari sana tuan Kaiden memberikan peringatan terlebih dahulu kepada bibi Lil agar dia jangan memberikan lagi ponselnya kepada Olivia.
"Eh tunggu bi, jangan pernah berikan dia ponsel atau membiarkan dia menghubungi siapapun diluar dari saya sendiri, jika dia ingin menghubungi orang lain maka dia harus berhadapan dengan saya secara langsung, ingat itu!" Ucap tuan Kaiden dengan tatapan tajam sekali, membuat bibi Lil merinding mendengarnya.
__ADS_1
Langsung saja bibi Lil mengangguk dengan cepat dan dia pergi dari sana segera, karena melihat wajah tuan Kaiden yang terlihat begitu serius sekali saat itu.
Sebenarnya saat ini tuan Kaiden memang tengah dihadapkan dengan beberapa permasalahan besar di kantornya, semenjak sang ayah tuan Kandensus yang memutuskan kerja sama dengan perusahaan yang dia kelola maka dirinya harus menggunakan biaya penuh dari uangnya sendiri untuk menutupi beberapa kekurangan dana dia perusahaan miliknya tersebut.
Meski dia sudah berhasil mengambil alih atas perusahaan pusat di negara ini, tetapi ayahnya tuan Kandensus masih memimpin di perusahaan luar negeri yang tingkatannya setara dengan perusahaan pusat di bawah naungan tuan Kaiden, kini dia harus menjual beberapa aset besar miliknya, dan bertarung melawan ayahnya sendiri, di tambah Seno yang selalu mengompori ayahnya itu agar berkontribusi dengan perusahaan di bawah naungan dirinya dibandingkan dengan perusahaan milik tuan Kaiden, jadi karena permasalahan itulah tuan Kaiden harus bekerja lebih ekstra di bandingkan sebelumnya.
Dibantu dengan Dep juga rekan kerjanya yang lain, bahwa dirinya harus membuat proposal yang lebih bagus dan lebih menarik, memberikan produk teknologi terbaru yang dapat dia pasarkan dalam waktu dekat ini, untuk memenangkan pasar tahun ini juga melawan adik tirinya juga ayahnya sendiri yang sangat bertolak belakang dengan dirinya.
Wajahnya terlihat begitu serius, diam-diam dia sudah merencanakan banyak sekali cara dan tengah menjalankannya satu per satu dari sekarang, mulai mempersiapkan untuk acar pesta pernikahannya dengan Olivia dan mengundang banyak orang termasuk memberitakan semua itu di media sosial, sengaja untuk mengguncang Seno, agar dia dapat menyerang perusahaan Seno lebih cepat daripada apa yang musuhnya duga lebih dulu. "Lihat saja Seno aku akan membalas semua trik kotormu padaku sebelumnya!" Batin tuan Kaiden yang menyimpan dendam sangat besar saat itu.
Dia segera bangkit berdiri dan berniat pergi ke kamarnya saat itu, tapi disaat dia melewati kamar tuan Olivia yang pintunya sedikit terbuka, langkahnya langsung terhenti dan dia terus saja menatap ke samping, melihat Olivia yang tengah berbaring tertidur di ranjangnya dari sela-sela pintu kamar yang terbuka.
__ADS_1
Tuan Kaiden mendekat dan berniat untuk menutup pintu tersebut, namun disaat dia berniat menutup pintu itu, dirinya justru malah melihat Olivia yang tidur tanpa selimut sehingga tubuhnya terlihat kedinginan saat itu, tuan Kaiden menghembuskan nafas cukup panjang dan dia masuk ke dalam berniat untuk membantu Olivia menyelimuti tubuhnya, karena tuan Kaiden tahu Olivia kedinginan dengan mengenakan pakaian pendek tapi tidur tanpa selimut seperti itu.
"Aishh... Dia benar-benar masih bocah, yang benar saja AC sedingin ini dan dia tidur tanpa selimut." Gerutu tuan Kaiden yang langsung membenarkan AC nya lalu dia segera menyelimuti tubuh Olivia dengan perlahan.
Sambil terus menatap wajah cantik Olivia yang terhalang sebagian rambutnya, tuan Kaiden membenarkan rambut Olivia yang menutupi sebagian wajahnya dan dia justru malah berbaring di samping Olivia begitu saja. "Apa kau mencoba untuk kabur dengan menghubungi orang lain di luar sana?" Gerutu tuan Kaiden sambil terus bicara pelan menatap ke arah gadis cantik yang masih tidur terlelap seperti itu.
Lama kelamaan tuan Kaiden yang juga sudah lelah dengan pekerjaannya dia juga tertidur tanpa dia sadari, dan tangannya mulai memeluk tubuh gadis tersebut dengan erat, Olivia juga sama sekali menyadari hal itu dia terlihat begitu nyaman saja dalam pelukan tuan Kaiden, hingga waktu terus berlalu, dan keesokan paginya Olivia bangun dengan tubuh yang lebih bugar dibandingkan sebelumnya.
Dia bangkit dari tempat tidurnya lalu segera membersihkan diri seperti biasanya, dia juga mulai menyajikan makanan untuk tuan Kaiden, karena mulai dari hari ini dia harus memasak dan menyajikan makanan untuk sarapan tuan Kaiden, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh tuan Kaiden kemarin, gadis itu masih saja tidak menyadari bahwa semalam tuan Kaiden tidur di kamarnya, di ranjang yang sama dan memeluk dirinya dengan erat, tapi tuan Kaiden juga bangun lebih dulu dan saat sadar dia juga segera pergi dari sana sebelum Olivia akan menyadarinya.
Pagi ini tuan Kaiden juga harus menahan dirinya agar tetap terlihat biasa saja, supaya rahasianya terjaga dengan baik, dia segera duduk di depan meja makan dan Olivia terus saja menyajikan makanan dan menuangkan air untuknya.
__ADS_1
Dia mengambilkan lauk yang ingin tuan Kaiden makan dan segera saja dia berniat pergi dari sana, karena dia sudah tahu bahwa dirinya tidak akan bisa sarapan di waktu dan tempat yang sama dengan tuan Kaiden, apalagi setelah perkataan yang menyebalkan dari tuan Kaiden sebelumnya.