
Dengan berjalan pelan dan mata yang terbuka lebar, Olivia terus melewati beberapa pakaian yang berhamburan di lantai dan nampak sangat berantakan sedangkan tuan Kaiden sendiri terlihat duduk tertunduk lesu di depan koper tersebut, hal itu membuat Olivia merasa takut dan sedikit cemas sehingga dia mulai mendekati tuan Kaiden dan berjongkok di sampingnya, berusaha untuk menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi dengan dia saat itu.
"Astaga, tuan apa yang sudah terjadi, kenapa semua pakaian bisa berantakan seperti ini, dan kenapa pula kau terus menunduk seperti itu, apa ada orang jahat yang masuk ke kamar ini saat aku masih di ruang ganti?" Tanya Olivia kepadanya dan terus saja memegangi sebelah pundak tuan Kaiden dengan wajah paniknya tersebut. Sedangkan tuan Kaiden sendiri sudah tidak bisa diam lagi.
Dia pada akhirnya memberanikan diri untuk mengakui semuanya kepada Olivia, sebab dia tetap tidak bisa menutup koper tersebut, meski sudah melakukan berbagai cara untuk menarik resleting tersebut.
"Kau lihat ini adalah koper sialan setiap kali aku berusaha untuk memasukkan semua pakaian ini, maka semuanya kembali terbuka lagi dan lagi, hingga aku kesal dan terus saja ku banting semua pakaian itu ke segala arah, bahkan kopernya tetap saja terbuka saat aku sudah menginjaknya dengan kaki." Balas tuan Kaiden menjelaskannya dengan sangat serius dan raut wajahnya yang begitu konyol.
Hal itu membuat Olivia yang mendengarkannya menjadi merasa kebingungan sekaligus heran, dia terus menahan tawa saat sudah tahu ternyata tuan Kaiden malah bertarung dengan kopernya sendiri.
"Ffftttahahah...tuan memangnya bagaimana cara kau memasukkan semua pakaian ini hingga kopermu tidak bisa di tutup?" Tanya gadis kecil tersebut diiringi dengan tawanya yang begitu menggelegar.
Tuan Kaiden mengerutkan alisnya dengan kuat, dia merasa tidak senang sebab paham bahwa Olivia menertawakan dia saat itu, dan dia terus saja menyuruh Olivia untuk berhenti meledeki dia seperti itu. "Aishh..diam kau! Kenapa kau malah terus menertawakan aku begitu, kau sama sekali tidak tahu kan bagaimana sulitnya aku menutup koper keras kepala ini, kalau kau tidak percaya denganku, coba saja kau tutup sendiri, ayo cepat, kenapa kau malah terus menertawakan aku?" Bentak tuan Kaiden dengan kedua matanya yang terbuka sangat lebar.
__ADS_1
Dia terlihat sangat kesal kepada Olivia sebab gadis 19 tahun itu tidak bisa berhenti tertawa dan terus berusaha untuk diam setiap kali tuan Kaiden memberikan tatapan tajam ke arahnya, namun setiap kali dia mengingat bagaimana raut wajah tuan Kaiden yang menceritakan betapa sulitnya dia menutup koper itu, membuat Olivia semakin tidak bisa menahan tawanya sendiri.
Mereka berdua pun mengumpulkan lagi semua pakaian yang berhamburan karena di lempar sembarangan oleh tuan Kaiden sebelumnya, Olivia melipat semua pakaian yang dia ambil dengan rapih satu per satu, barulah dia menaruhnya ke dalam koper dengan rapih berbeda dengan tuan Kaiden yang malah langsung memasukkan semua pakaian miliknya dengan sembarangan dan tidak teratur ke dalam koper hitam miliknya, sehingga dia selesai lebih dulu dibandingkan Olivia saat itu.
"Hei kau merapihkan pakaian saja kenapa lama sekali, lihat aku bahkan sudah selesai tinggal menutupnya sekarang." Ujar tuan Kaiden kepada Olivia dan meledeknya lamban.
"Iya sebentar ini kan harus di...." Ucap Olivia yang langsung terperangah melihat koper milik tuan Kaiden yang begitu berantakan sebab semua isinya tidak teratur, pakaian yang ada di dalam sana juga nampak sangat kusut dan benar-benar kacau, membuat Olivia kaget sampai menggelengkan kepala dan menepuk keningnya sendiri dengan pelan.
"Aduhhh..tuan jadi sedari tadi kau memasukkan semua pakaian ke dalam koper dengan kondisi seperti ini?" Tanya Olivia kepadanya.
Dia terus saja menutup koper hitam miliknya dan mulai berusaha menekan koper itu sambil berusaha menarik resletingnya. Alhasil sama persis dengan apa yang dia rasakan sebelumnya, dimana tuan Kaiden tetap saja kesulitan untuk menarik resleting tersebut, jangankan menarik resletingnya bahkan untuk menutupnya itu membutuhkan tenaga yang sangat ekstra bagi seorang tuan Kaiden, hingga membutuhkan dirinya menaiki koper itu sendiri.
"Lihat ini benarkan apa yang aku katakan, kalau koper ini memang sudah tidak layak pakai, kau percaya denganku sekarang bukan?" Tambah tuan Kaiden berasa dia sudah membuktikan kebenarannya kepada Olivia.
__ADS_1
Sedangkan Olivia hanya bisa semakin menunduk lesu dan dia mulai menatap kembali wajah tuan Kaiden tanpa ekspresi sama sekali, dia meminta agar tuan Kaiden menghampiri dia saat itu juga. "Astaga..dia benar-benar tidak punya otak." Gerutu Olivia sangat pelan saat itu.
"Tuan kemarilah ada yang mau aku tunjukkan juga denganmu, ayo cepat kemari." Ujar Olivia berusaha untuk menahan rasa ingin emosi dalam dirinya.
Tuan Kaiden menaikkan sebelah alisnya tapi dia tetap berjalan menghampiri Olivia, sampai dia duduk di samping Olivia dan gadis itu mulai menarik koper berwarna abu-abu tuan miliknya, sengaja mendekatkan koper itu di depan tuan Kaiden dan terus saja kembali memasukkan semua pakaian yang telah dia lipat dengan rapih ke dalam koper tersebut.
"Ada apa kau menyuruhku kemari dan malah mendekatkan kopermu juga di depanku?" Tanya tuan Kaiden merasa heran dan kebingungan sendiri.
"Sudah diam saja, ini sebentar lagi aku akan selesai." Balasnya sambil tetap fokus melipat beberapa pakaian lagi miliknya.
Tuan Kaiden hanya bisa pasrah menunggunya sembari melihat-lihat pakaian milik Olivia yang sudah di lipat dan di tumpuk rapih ke dalam koper, saat tuan Kaiden tengah memainkan pakai itu, Olivia langsung menepuk tangan tuan Kaiden dan menyuruhnya untuk diam karena itu bisa membuat semua pakaian yang dia tumpuk menjadi berantakan lagi. "Aish...diam, kenapa kau terus memainkan pakaiku, aku kan sudah membereskannya!" Bentak Olivia kepada tuan Kaiden saat itu.
Membuat tuan Kaiden sedikit kaget karena dia baru pertama kalinya mendapatkan perlakuan seperti itu dari orang lain terlebih ini dari seorang perempuan kecil yang usianya berada jauh lebih muda dibandingkan dirinya.
__ADS_1
"CK.. aku kan hanya memeganginya sedikit, dasar pelit. Lagian semua pakaian ini aku juga yang membelikannya untukku, kenapa kau begitu padaku." Balas tuan Kaiden lagi dengannya.