Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Ikut Dengan Tuan Kaiden


__ADS_3

Hingga keesokan paginya Olivia benar-benar sangat bahagia, dia membuat sarapan untuk tuan Kaiden dengan begitu gembira dan penuh semangat, membuat makanan yang banyak dan terus saja menyambut kedatangan tuan Kaiden dengan wajahnya yang berseri-seri, tidak pernah sekalipun senyuma itu menghilang dari wajah Olivia, saking bahagianya dia saat ini.


"Selamat pagi tuan, ayo cepat duduk aku sudah menyiapkan banyak sekali sarapan untukmu." Ucap Olivia sambil menarik untuk duduk tuan Kaiden saat itu.


Hingga tuan Kaiden segera duduk di sana dan segera saja Olivia mengambilkan nasi serta lauk pauk yang di inginkan oleh tuan Kaiden saat itu, dia juga menuangkan air untuknya tanpa perlu di minta atau disuruh lagi oleh tuan Kaiden sebelumnya, sehingga hal tersebut sedikit membuat tuan Kaiden heran dan kebingungan dibuatnya.


"Wah... Ada apa dengan bocah kurcaci ini, tiba-tiba saja menjadi sangat baik dan mau melayani aku seperti ini, hei apa kepalamu itu tidak terbentur saat kau tidur tadi?" Ucap tuan Kaiden dengan kedua alisnya yang ditekuk cukup dalam sambil menatap sekilas kepada Olivia yang hanya tersenyum kecil kepadanya.


"Eheheh...tidak ada tuan, hari ini aku sangat senang dan mau pergi berjoging ke luar, tidak papa kan?" Balas Olivia sekaligus meminta izin kepada tuan Kaiden saat itu.


"Joging? Dengan siapa kau mau joging dan mau kemana?" Tanya tuan Kaiden yang lagi saja menanyakan semua hal detail dengannya.


"Aku mau joging sendiri di sekitar rumahmu lagi pula joging itu baik untuk kesehatan, kalau saja bibi Lil masih muda aku mau mengajaknya pergi bersama sayangnya dia bilang dia sudah cukup tua untuk joging denganku, makanya aku pergi sendiri saja." Balas Olivia mengatakannya saat itu.


"Baiklah tapi kau harus hati-hati dan sebaiknya tidak pergi sendiri aku tidak bisa mengijinkan kau, jika tetap pergi sendiri, kau joging di dalam wilayah rumahku saja jangan keluar kalau mau olahraga sendiri." Balas tuan Kaiden menjelaskan.

__ADS_1


Olivia langsung saja cemberut dengan kesal sambil menjatuhkan sendok yang dia gunakan saat makan kala itu, membuat nafsu makannya seketika hilang hanya karena tuan Kaiden yang tidak memberikan dia izin dengan cara lembut seperti ini.


"CK...kau ini sangat menyebalkan sekali, aku kan sudah bilang bibi Lil tidak muda lagi untuk joging denganku, mana mungkin aku akan memaksanya, kalau kau mau kau saja yang ikut denganku, bagaimana?" Balas Olivia saking kesalnya dengan tuan Kaiden saat itu, tapi tentu saja tuan Kaiden dengan cepat menggelengkan kepalanya dan terus saja menolaknya dengan cepat, sebab dia sangat sibuk sekali sekarang ini.


"Eummm tidak bisa, untuk apa aku menemani kau joging seperti itu, hanya menghabiskan waktu saja, waktuku itu sangat berharga sekali berbeda denganmu, jadi jangan sembarangan bicara kau ini, atau lebih baik kau ikut saja denganku, hari ini aku akan meninjau proyek di pesisir pantai, kau bisa bermain disana selama aku bekerja, bagaimana kau pasti akan menyukainya, daripada joging sendiri dan aku tidak memberikanmu izin?" Balas tuan Kaiden mengajak Olivia untuk ikut dengannya saja.


Meski sebenarnya Olivia hanya ingin joging dan berjalan-jalan sendiri untuk menyegarkan pikirannya tetapi dibandingkan harus dia di rumah tanpa melakukan apapun karena tidak bisa keluar sendirian, dia pun lebih memilih untuk ikut dengan tuan Kaiden saja.


"Hmm...ya sudah deh, aku mau ikut denganmu saja tapi aku harus ganti pakaian dulu, kau tunggu disini janganeninggalkan aku!" Ucap Olivia memeringati tuan Kaiden dengan menatapnya sinis.


Beberapa menit kemudian setelah mereka sudah berada di dalam mobil dan pergi menuju perusahaan, Olivia duduk di samping tuan Kaiden dan dia terus saja bertanya mengenai pantai mana yang akan mereka kunjungi dan semua hal yang ada disana saat itu. "Tuan aku sangat penasaran sendiri, dimana pantai yang kau maksudkan itu, apa tempatnya sangat jauh? Kenapa kau membawa banyak sekali barang di belakang bagasi mobil mu?" Tanya gadis itu dengan wajah penasarannya.


"Lumayan jauh, makanya aku harus mempersiapkan semua hal yang sekiranya akan aku butuhkan nantinya, dan kau sebaiknya tidak banyak bicara lagi, aku harus fokus menyetir." Ujar tuan Kaiden yang langsung membuat Olivia terdiam.


Tetapi diamnya itu hanyalah selang beberapa saat saja, setelah itu dia kembali bicara lagi dan menanyakan banyak hal kepada tuan Kaiden yang membuat pria 28 tahun itu lelah untuk menjawab semua pertanyaan dari istri kecilnya tersebut.

__ADS_1


"Eumm tuan aku mau bertanya sekali ini saja, apakah di pantai nanti akan ada penjual ikan bakar?" Pertanyaan yang terdengar sangat aneh bagi tuan Kaiden.


"Hah, tentu saja ada namanya juga di pantai semua makanan laut pasti ada yang menjualnya disana," balas tuan Kaiden sedikit emosi di buatnya.


"Apa kau akan mengijinkan aku untuk membelinya?" Tanya dia lagi yang mengharuskan tuan Kaiden menghirup nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan kesal.


"Iya, aku akan mengijinkan mu, kau mau beli apapun aku akan berikan tapi kau jangan banyak bicara lagi oke?" Balas tuan Kaiden kepadanya.


"Ehehe...iya iya aku tidak akan bertanya lagi, tapi tuan apa aku boleh berenang disana?" Balas Olivia yang masih saja bicara dan banyak bertanya tentang hal-hal yang sangat tidak penting bagi tuan Kaiden, dia sudah tidak mau menjawabnya lagi, tetapi gadis kecil itu justru malah terus bicara sendiri lebih sering dibandingkan saat dia masih menjawab ucapannya.


"Eumm tuan, aku juga mau menyewa ban yang mau kugunakan untuk bermain air, aku mau membuat istana pasir dan ingin naik kapal, seumur hidup aku belum pernah melihat pantai secara langsung, walaupun aku tinggal di kampung tapi disana tidak ada pantai, aaahh aku sangat tidak sabar untuk sampai disana, apa sekarang kita masih jauh?" Ucapnya lagi mengoceh tidak karuan dan kembali bertanya kepada tuan Kaiden lagi dan lagi tiada hentinya.


"Aishh....kita ini kan mau ke perusahaan dulu, aku bilang nanti setelah jam makan siang baru kita pergi kesana, kau mau ke pantai jam segini sampai disana akan tengah hari, kulitmu bisa terbakar jika ke pantai siang hari." Balas tuan Kaiden menjelaskannya lagi dengan menahan kesabaran di dalam dirinya saat itu.


Olivia hanya mengangguk mengerti dan terus saja memberikan senyuman kecil kepada tuan Kaiden karena dia takut mendapatkan semprotan amarah dari suaminya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2