Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Kedatangan Seno


__ADS_3

Wajah Dep yang semulanya terlihat ceria dan tersenyum lebar kini langsung digantikan dengan ekspresi mengerutkan kening dan terus saja merasa kebingungan, dia mulai memeriksa tab di tangannya yang langsung saja dia mendapatkan banyak sekali tugas lewat email-nya dari tuan Kaiden saat itu.


"Astaga.. tuan apa yang kau lakukan, kenapa memberikan aku tugas yang baru, ini kan sudah hampir jam makan siang, aku juga mau istirahat tuan." Keluh Dep kepada tuan Kaiden, namun sama sekali tidak digubris sedikit pun.


"Kerjakan atau gajimu mau aku potong lagi, hah?" Ancam tuan Kaiden yang langsung saja membuat Dep terdiam dan hanya bisa menuruti semua perintah dari tuan besarnya tersebut, dia hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu lalu langsung pergi dari sana secepatnya.


Sedangkan Olivia sendiri hanya bisa menatap dengan keheranan dan sejujurnya saat itu dia juga masih merasa sedikit cemas, takut jika dirinya hanya di tinggalkan berdua di dalam ruang kantor tersebut bersama dengan tuan Kaiden.


"Ya ampun pada bawahannya saja dia bisa sekejam itu, sampai tidak memberikan waktu untuk istirahat, apalagi padaku, aaahh aku sepertinya harus lebih berhati-hati lagi ke depannya, jangan sampai manusia menakutkan itu tahu jika aku masih mencoba untuk melarikan diri darinya." Batin gadis kecil itu dalam hatinya.


Hingga tidak lama saat tuan Kaiden tengah membereskan meja kerjanya dan bersiap-siap untuk pergi ke luar dan menikmati makan siangnya, justru Olivia yang duduk di sofa malah terlihat menguap beberapa kali dengan matanya yang sudah setengah terpejam, dia terlihat cukup kelelahan padahal sama sekali tidak mengerjakan pekerjaan apapun selama tinggal di kantor dengannya, tetapi melihat wajah gadis kecil itu yang mengantuk dan terlihat tidak bisa menahan matanya sendiri, justru malah membuat tuan Kaiden tertawa kecil dan merasa terhibur dengannya.


"Dasar bocah kerdil, bisa-bisanya dia malah mengantuk sampai seperti itu, padahal tidak melakukan pekerjaan apapun." Gerutu tuan Kaiden cukup pelan.


Dia langsung mendekati Olivia dan duduk di sampingnya sambil segera saja menahan kepala Olivia yang hampir jatuh ke depan saat itu.

__ADS_1


Tuan Kaiden memegangi dagunya pelan dan dengan hati-hati dia langsung menyangdarkan kepala gadis kecil itu ke samping pundaknya, dengan sengaja membiarkan Olivia terus tertidur dengan lelap dan tenang di sampingnya.


Wajahnya mulai berseri dan terus saja memandangi wajah cantik milik Olivia dari samping tanpa henti, dia merasa tenang dan begitu nyaman ketika gadis yang baru 19 tahun itu tidur di sampingnya seperti ini.


"Kenapa aku merasa sangat tenang saat gadis kecil ini tidur di pundakku?" Gerutu tuan Kaiden yang merasa heran dengan perasaannya sendiri.


Namun dengan cepat dia menyangkal hal itu dan menggelengkan kepalanya cukup kuat hingga menepuk kedua pipinya cukup keras untuk membuat dirinya kembali sadar dan berhenti terpukau dengan kecantikan gadis di sampingnya tersebut yang masih saja tidur dengan begitu lelapnya.


"Aahh .. tidak-tidak, aku tidak boleh seperti ini, mana mungkin aku bisa menjadi lemah kepada wanita hanya karena gadis kecil ini, ingat niatku menikahinya adalah untuk membalaskan dendam pada Seno, termasuk membantu membersihkan nama gadis ini, iya itu kesepakatannya, tidak lebih dengan apapun lagi!" Tambah tuan Kaiden terus menyangkal semua perasaan yang sempat muncul sekilas dalam dirinya.


Sampai pada akhirnya suara ketukan pintu dari luar membangunkan Olivia dan membuat tuan Kaiden marah dibuatnya. "Eumm....aaahh, aku pasti ketiduran, eehh tuan, sejak kapan kamu ada disini?" Tanya gadis itu sekaligus dengan wajahnya yang kebingungan dan masih mengucek satu matanya.


Saat tuan Kaiden mau menjawab pertanyaan dari Olivia ketukan pintu dari luar justru malah semakin kencang membuat dia semakin kesal dan langsung saja menyuruh orang di luar untuk masuk ke dalam, agar tidak terus mengetuk pintunya seperti itu.


"Tok...tok...tok...tok..." Suara ketukan pintu yang sangat nyaring dan terjadi berkali-kali.

__ADS_1


"Aishh..siapa sih, berisik sekali, masuk!" Ucap tuan Kaiden yang langsung bangkit berdiri dan segera merapihkan jas yang dia kenakan saat itu.


Saat tuan Kaiden baru saja hendak duduk di kursi kebesarannya, rupanya yang datang saat itu adalah Seno, dia datang bersama dengan asisten pribadinya dan langsung menghadap ke depan tuan Kaiden saat itu, tidak lupa dia juga menatap sekilas kepada Olivia yang berdiri di depan meja saat itu.


Wajah tuan Kaiden langsung berubah menjadi sangat serius ketika dia melihat musuh bebuyutannya sendiri yang datang menemui dia hari ini, dia langsung saja memalingkan pandangan dan sangat tidak senang ketika melihat wajah Seno.


"Untuk apa kau datang kemari, aku tidak mengundangmu." Ucap tuan Kaiden dengan wajah datar dan nada bicara yang terdengar sangat ketus.


"Hei..hei...tenang saja, kenapa kau begitu serius setiap kali bertemu denganku, kakak aku kesini hanya ingin bertanya untuk memastikan undangan yang Dep berikan padaku dan ibu, apa kau benar sudah menikah di belakang kami semua?" Tanya Seno sambil memperlihatkan surat undangan jamuan makan malam yang sudah dibuat oleh Dep sebelumnya, sesuai dengan perintah dari tuan Kaiden.


Tuan Kaiden menatap ke arah Seno dengan wajah yang begitu serius dan tatapan mata yang sangat tajam, dia sudah menduganya jika Seno pasti datang untuk hal ini, karena dia pasti merasa penasaran dengan sosok wanita yang sudah dia nikahi.


Dengan penuh percaya diri tuan Kaiden langsung bangkit berdiri dan berjalan mendekati Olivia saat itu, dia berniat untuk langsung memperkenalkan Olivia saat itu juga kepada Seno, agar dia bisa lebih cepat menyaksikan wajah kesal dari pria yang sudah menjebak dia sebelumnya. "Oh...jadi kau datang kemari hanya untuk menanyakan hal itu, haha..kau benar adik, aku memang sudah menikah secara diam-diam di belakang kalian semua, karena aku tidak ingin seseorang mengganggu istriku sebelum kita resmi menikah. Kenalkan ini istri tercintaku, Olivia Wilde, bagaimana dia cantik bukan?" Ucap tuan Kaiden memperkenalkan Olivia sambil memeluk pinggangnya di hadapan Seno saat itu.


Langsung saja raut wajah Seno berubah sangat cepat, dia yang sebelumnya terlihat begitu cerah, justru seketika menjadi datar, wajahnya terus saja terlihat sangat kesal dan menatap sangat tajam kepada Olivia untuk beberapa detik pertama ketika tuan Kaiden memperkenalkan istrinya kepada dia.

__ADS_1


"CK... Bagaimana bisa dia mendapatkan istri secantik ini, dan sepertinya bukan wanita ini yang aku beli dari tempat bordir itu." Batin Seno memikirkannya.


__ADS_2