Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan
Memilih Gaun


__ADS_3

"Laporkan bagaimana, kau sudah menikah denganku, apa masalahnya? Bahkan jika aku memegang seluruh bagian tubuhmu tidak akan ada yang melarangku, kau istriku sekarang dan semua yang ada padamu adalah milikku." Balas tuan Kaiden dengan begitu puas sebab membuat Olivia mengeluh kembali dengan dirinya sendiri yang telah melupakan semua itu.


"Huuuhh.... Kau menyebalkan!" Balas Olivia tidak bisa berkata-kata lagi dengannya.


Dia benar-benar menyesali keputusan yang pernah dia ambil sebelumnya, karena dia tidak berontak sama sekali disaat tuan Kaiden menikahi dirinya, setidaknya meski dia tidak akan bisa kabur, dia harus merepotkan tuan Kaiden untuk mengerjai pria menyebalkan itu, bukan malah mempermudah semua rencananya.


Tapi apalah daya, semuanya sudah terjadi Olivia sama sekali tidak bisa melakukan apapun dan dia tidak bisa kembali lagi pada awal keadaan dirinya.


Sedangkan tuan Kaiden hanya terus saja menahan tawa seorang diri saat mendengar deru nafas Olivia yang sangat berat karena mengeluh tentang nasibnya tersebut, hingga dia segera menurunkan Olivia dan menyuruhnya untuk berdiri di atas sebuah sofa tunggu yang ada di dalam toko pakaian mewah tersebut.


Saat Olivia hendak turun dari kursi itu tuan Kaiden langsung menghentikannya dan menyuruh Olivia untuk tetap berdiri disana sebelum dia memintanya untuk berhenti.


"Ehh.. kenapa aku tidak boleh turun, aku tidak mungkin terus berdiri disini bukan?" Ucap Olivia mulai protes dan merasa tidak senang.


"Diam disini dan tunggu sampai pelayan membawakan pakaian yang cocok untukmu, apa kau mengerti?" Ucap tuan Kaiden dengan tatapan datar menusuk kepada gadis kecil tersebut. Yang berhasil membuat Olivia langsung mengangguk menuruti ucapannya.

__ADS_1


"Hmm.. baiklah aku akan diam disini sesuai dengan apa yang kau perintahkan." Balas Olivia sambil menunduk dengan lesu dan memasang wajahnya yang begitu menyedihkan.


Bukannya membuat iba, justru itu membuat tuan Kaiden menahan tawa terus menerus sebab pipi Olivia yang cuby dan bibir yang dia kerutkan membuat wajahnya terlihat begitu lucu, sehingga tuan Kaiden tidak bisa tahan lagi dan segera pergi dari sana untuk tertawa di belakang Olivia, supaya dia bisa tetap menjaga image dirinya di hadapan gadis kecil tersebut. "Ahaha... Konyol benar-benar sangat konyol, wajahnya sudah seperti babi saja," gerutu Tuan Kaiden di balik salah satu tempat pakaian yang ada disana.


Hingga salah satu pelayan menghampiri tuan Kaiden dan menyapanya dengan ramah, mulai membantu tuan Kaiden untuk memilihkan beberapa gaun dan pakaian lainnya untuk Olivia, pelayan itu membawa banyak sekali gaun yang dibantu oleh dua orang pelayan lainnya, mencocokkan satu per satu gaun itu pada tubuh Olivia yang berdiri di atas sofa, karena tubuh Olivia pendek itulah kenapa tuan Kaiden memintanya untuk berdiri diatas sofa tersebut, agar memudahkan dirinya melihat pakaian mana yang cocok untuk Olivia gunakan nantinya.


Sampai tiga puluh pasang gaun sudah di cocoknya pada Olivia dan membuat kaki Olivia merasa sangat pegal tetapi belum ada juga satu gaun pun yang berhasil di coba terlebih dahulu oleh Olivia, karena tuan Kaiden selalu merasa semua gaun memiliki kekurangan, mulai dari terlalu pendek, terlalu seksi dan terlalu norak, dia selalu mengulang kalimat itu berkali-kali, membuat Olivia sangat jengkel mendengarnya.


"Tuan tidak bisakah aku mencoba untuk menggunakannya dahulu, kau baru akan tahu pakaian itu cocok dengan tubuhku atau tidak jika aku memakainya sungguhan, bukan hanya di tempel begini." Ucap Olivia protes kepada tuan Kaiden.


Olivia tidak pernah menduga jika dia akan diminta untuk mencoba memakai semua pakaian yang begitu banyak, dia hanya mengusulkan untuk mencoba salah satunya saja, tetapi tuan Kaiden malah menyuruh dia untuk mencoba seluruhnya, tentu Olivia langsung membelalakkan matanya sangat lebar dan mulai perotes kembali pada tuan Kaiden, karena sangat tidak terima dengan hal itu.


"Ehh... Tidak tidak, tuan maksudku itu salah satu saja, kenapa kau malah memintaku untuk mencoba semuanya, ini terlalu banyak apa kau gila?" Balas Olivia sangat kesal hingga dia keceplosan untuk bicara kasar kepada tuan Kaiden.


Mendengar dirinya disebut gila oleh gadis itu, langsung saja tuan Kaiden yang sebelumnya tengah duduk, langsung bangkit berdiri dengan tegak dan terus saja merasa sangat kesal sampai dia menggenggam ponsel di tangannya sangat kencang hingga terlihat urat di tangannya terjiplak begitu jelas sekali.

__ADS_1


Olivia juga mulai merasa takut dan dia kesulitan menelan salivanya sendiri saat menyadari bahwa dia telah keceplosan mengatai tuan Kaiden gila dengan begitu lantang dihadapan banyak orang.


"OLIVIA!" Teriak tuan Kaiden yang menyebut namanya sangat kencang.


"Aahh...tu..tu..tuan maksudku tidak begitu, aku tadi hanya..." Ucap Olivia belum selesai tetapi sudah di pangkas oleh ucapan tuan Kaiden yang langsung menghentikannya dan langsung saja menyuruh Olivia untuk segera mencoba pakainya tersebut saat itu juga, sambil menambahkan lagi gaun yang lebih banyak pada pelayan yang ada disana.


"Pelayan, ambilkan lebih banyak gaun dan pakaian apapun untuk dia coba sekarang juga, dan kau, cepat masuk ke dalam dan ganti pakaianmu itu!" Ucap tuan Kaiden menunjuk sangat lurus dan memberikan tatapan sangat tajam menusuk dengan kedua alis yang ditekuk sangat kuat, membuat beberapa pelayan disana merinding melihat emosi tuan Kaiden saat itu.


Mereka langsung saja menarik tangan Olivia dan membawanya masuk ke dalam ruang ganti yang ada di toko itu secepatnya, karena tidak sanggup melihat amarah dari tuan Kaiden yang bisa saja semakin memuncak dan lebih parah dibandingkan saat ini.


"Ehh...tuan tunggu, tuan aku tidak mau mencoba semuanya tuan..." Teriak gadis itu mencoba untuk membujuk tuan Kaiden, tapi sayangnya gadis yang baru saja mau beranjak dewasa itu sudah terlambat untuk membujuk dan meminta maaf pada tuan Kaiden karena tuan Kaiden sudah memutuskan lebih dulu.


Olivia terus saja memasang wajah yang hampir menangis karena dia tidak akan sanggup untuk mencoba semua gaun yang begitu banyak, dengan model yang sangat merepotkan dirinya ditambah masih harus di pasangkan dengan sepatu hak tinggi yang sama sekali belum pernah dia lihat bentuknya tersebut.


Dua pelayan disana terus menarik Olivia masuk ke dalam ruang ganti dan mulai membantunya untuk berganti pakaian, mencoba gaun pertama yang terlihat begitu anggun namun terlalu terbuka bagi dirinya, sebuah gaun mermaid yang mencetak tubuh cantik Olivia yang bak model tersebut, dengan belahan paha yang cukup tinggi serta bagian perutnya yang dibuat transparan hingga membuat perutnya terekspos, itu membuat Olivia terus saja memegangi perutnya untuk menutupi bagian yang memalukan untuk dirinya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2