
Leon dan Chelsea sama-sama terkejut karena mereka tidak menyangka jika Kaitlyn akan mengajak ke tempat rahasia, yaitu tempat di mana para petarung dikurung. Dan benar seperti apa yang Kaitlyn bilang tadi, tempat itu tidak jauh dari tempat pertarungan diadakan. Bahkan, suara Mr Rabbit yang menjadi pembawa acara masih bisa terdengar menggema dengan jelas.
Hanya tinggal berjalan memutar melewati jalan yang lain. Mereka bertiga kini sudah tiba di tempat rahasia tersebut. Tempat itu tak kalah besar dengan tempat sebelumnya. Di tempat ini ada 3 orang eksekutif yang berjaga, di antaranya memakai topeng kerbau, ular dan ayam.
"Tunggu! Ada perlu apa kalian kemari?" tanya pria bertopeng ayam.
Eksekutif yang satu ini dengan cepat mencegat jalannya Foxy supaya tak melangkah masuk lebih dalam lagi. Karena sebelumnya dia tak diberitahu instruksi jika akan ada kunjungan ke tempat pengurungan para petarung. Dia masih menahan diri karena tahu jika Foxy sedang menjalankan tugas penting dari atasan. Meskipun begitu, dia masih perlu alasan yang jelas.
"Mr Rooster, saya ditugaskan untuk memandu kedua tamu spesial ini. Tenang saja, saya akan tetap melakukan sesuai prosedur," jawab Foxy untuk menghilangkan kecurigaan salah satu eksekutif yang berjaga ini.
"Baiklah, tetap awasi mereka! Karena ini adalah tempat terlarang!" ucap Mr Rooster penuh penekanan.
"Baik~" jawab Foxy yang kemudian lanjut berjalan.
Kaitlyn memainkan peran sebagai Foxy dengan baik. Jika berdasarkan otoritas, para eksekutif adalah orang yang posisinya masih lebih tinggi dibandingkan dengannya. Jika dia melepaskan topengnya, dia tidak akan terbelenggu oleh otoritas para eksekutif. Akan tetapi, itu sama saja berarti dia menunjukkan identitas asli, sekaligus berarti gagal menjalankan tugasnya sebagai Foxy.
Berhasil melewati pengawasan eksekutif hanya sebuah langkah awal. Dia lalu melanjutkan memandu Chelsea dan Leon untuk melihat-lihat tempat untuk mengurung calon para petarung. Tempat itu tak berbeda jauh dari penjara. Para petarung yang belum tampil dimasukkan ke dalam penjara yang dibatasi oleh jeruji dan kawat besi. Alhasil, sebelah tangan pun juga tidak bisa bergerak bebas dan meraih keluar dari kurungan. Satu sel kurungan, hanya ditempati oleh satu petarung.
Satu hal yang menjadi ciri khas para petarung itu. Mereka semua tampak garang dan menyeramkan, serta tubuh berotot yang dipenuhi oleh tato maupun bekas luka. Dilihat sekilas saja, mereka semua memang tampak seperti orang-orang yang melakukan perbuatan kriminal.
"Ehmm ...." Chelsea sedikit merasa tak nyaman. Di setiap langkahnya, dia menerima tatapan tajam dari para petarung yang ditahan itu. Pikirnya, dia melakukan kesalahan apa? Kenapa dia harus menerima semua tatapan tidak mengenakkan ini?
Foxy tak berkata apa-apa hingga sampai di ujung dan kembali lagi. "Hanya begini saja Mr Rooster, kami undur diri."
"Ya, pergilah!" jawabnya dengan nada angkuh.
Begitu mereka bertiga berada di luar, Chelsea langsung menghela napas. Dia merasa sedikit lebih lega ketika tak melihat para petarung itu lagi.
"Foxy, sebenarnya orang-orang tadi didapat dari mana? Tempat ini lebih mirip penjara kelas internasional daripada ruang kurungan! Mereka semua menyeramkan dan terlihat seperti penjahat kelas kakap!"
"Heh, jadi yang kau tanyakan soal itu. Baiklah, karena kau begitu penasaran maka akan aku jelaskan." Tiba-tiba saja Foxy bergeser ke pinggir, mengintip dan memastikan sekali lagi jika para eksekutif yang berjaga tadi tidak mengikuti dirinya.
"Hmm ... sepertinya di sini aman, kalau begitu sekalian aku jelaskan di sini saja." Dia berhenti mengintip dan kembali menatap Chelsea dan Leon dengan tatapan serius.
"Yang harus kalian tahu adalah semua orang yang berada di atas kapal ini bukanlah orang yang sembarangan. Hal itu berlaku juga bagi para tamu VIP dan para petarung. Aku akan jelaskan tentang para tamu VIP dulu. Meskipun aku tidak bisa menjelaskan identitas para VIP siapa saja, tapi aku bisa katakan apa saja kualifikasi untuk menjadi tamu VIP di Violent Zone."
"VIP di sini bukan hanya sembarang orang yang mempunyai banyak uang. Status VIP akan kami tawarkan pada jajaran pebisnis lokal yang menguasai pasar. Tentu saja tawaran ini tidak asal diberikan, kuncinya adalah tamu-tamu ini harus berhubungan dengan Grizz Glory Casino lebih dulu. Intinya, para VIP lokal juga merupakan pelanggan setia kasino."
"Tetapi, para tamu VIP yang berasal dari luar negeri akan mendapatkan perlakuan yang sedikit berbeda, alias lebih spesial. Karena faktor daerah asal mereka yang berbeda, maka kegilaan mereka juga berbeda dan cenderung lebih parah. Misalnya hari ini saja, karena siang tadi aku mengajak kalian berkeliling kapal, aku sudah menerima laporan keluhan yang menanyakan soal topeng kalian yang berwarna emas. Singkatnya, mereka adalah orang-orang kaya yang sedih jika dinomorduakan. Mereka adalah VIP yang sesungguhnya, karena target Violent Zone adalah menjerat orang-orang seperti mereka!"
__ADS_1
"Itu saja penjelasan untuk tamu VIP. Dan untuk para petarung yang berperan besar dalam pertunjukan, mereka juga orang-orang spesial yang telah memiliki catatan kriminal. Ngomong-ngomong ... apa kalian berdua pernah dengar atau melihat berita soal narapidana yang mencoba kabur dari penjara?"
"Ya," jawab Chelsea dan Leon serempak. Mereka berdua benar-benar menyimak penjelasan dari Kaitlyn dengan serius.
"Baguslah kalau kalian sudah tahu, setidaknya kalian mengerti jika cara kabur narapidana itu bermacam-macam. Dalam persoalan ini, kami memanfaatkan salah satu cara, yaitu cara pelarian dengan kapal penyelundup. Kami membohongi para narapidana itu, dan pada akhirnya menggiring mereka semua kemari untuk mengikuti pertarungan yang kejam. Jadi tidak heran kalau mereka terlihat menyeramkan, sebab pada dasarnya mereka itu memang penjahat."
"Tapi bagaimana caranya membuat sekelompok orang yang liar ini jadi patuh? Tidak mungkin mereka sukarela mengikuti pertarungan hidup dan mati ini begitu saja?" tanya Chelsea.
"Itu mudah saja, kita janjikan pada mereka sesuatu yang manis. Jika ada yang menang dan bertahan hidup sampai akhir, maka kami menjanjikan kebebasan, identitas baru serta sejumlah uang yang setara dengan harga mereka. Harga mereka yang aku maksud adalah harga taruhan yang sudah pihak Violent Zone tentukan."
"Kejahatan seperti perdagangan manusia, pembunuhan berantai, pemerkosa anak di bawah umur, membunuh pacar sendiri yang sedang mengandung, semakin bejat kejahatan yang mereka lakukan maka nilai taruhan yang kami berikan akan semakin tinggi. Menariknya, kami pasang harga miliaran pun para tamu VIP itu tetap mau. Ini adalah kombinasi sempurna antara taruhan dan pertunjukan!"
"Kau bilang yang berhasil bertahan hidup sampai akhir akan diberi hadiah kebebasan. Dan setelah mereka bebas, apa kalian benar-benar lepas tangan padanya begitu saja? Tak mengawasinya lagi untuk mencegah jika dia menyebarkan informasi tentang Violent Zone ini di dunia luar sana?" tanya Leon.
"Pffttt ... dipikirkan saja itu merepotkan," Kaitlyn terkekeh. "Aku memang bilang jika kami menjanjikan kebebasan, tapi aku tak pernah bilang jika kami menepati janji kami. Mereka semua itu adalah sampah masyarakat yang menginginkan kehidupan baru. Di luar sana mereka sudah terasingkan, mati di tengah laut seperti ini juga tidak akan ada yang peduli."
"Jadi kau menipu mereka lagi!"
"Bukan aku yang menipu mereka, tetapi aturan tempat ini memang seperti itu. Para petarung itu, sejak mereka naik ke atas kapal ini, mereka sudah kehilangan hak atas nyawa mereka sendiri. Jika di akhir nanti sudah ada pemenang dan para tamu VIP pulang, maka sang dewa akan membunuhnya."
"Dewa? Maksudmu eksekutif?" tanya Leon lagi.
"Benar, para eksekutif adalah dewa di kapal ini. Sebenarnya bukan dewa juga, mereka saja yang terlalu berbangga diri dan menyebut diri sendiri sebagai dewa. Hanya karena mereka memegang tanggung jawab penuh atas jalannya Violent Zone, yang artinya memegang kendali atas siapa saja petarung yang akan mati. Jadi, jika sewaktu-waktu muncul pembangkang atau pemberontak, maka para eksekutif akan bertindak sebagai algojo untuk membereskan mereka."
"Tunggu sebentar, merebut topeng mereka? Apakah mungkin untuk tidak ketahuan? Atau ... apakah maksudmu para eksekutif saling tidak mengenal satu sama lain?" tanya Chelsea seakan tidak percaya.
"Iya, dari informasi yang aku dapatkan memang begitu. Meskipun mereka semua adalah orang yang Kepala Divisi atur, tapi mereka tidak saling mengenal. Terkadang, aku melihat mereka bertengkar." Tiba-tiba saja Foxy menatap Leon dan Chelsea dengan tatapan tajam.
"Kalian berdua jangan coba-coba menyerang salah satu eksekutif! Aku tidak khawatir pada kalian, tapi itu bisa menyeretku ke dalam masalah! Tetaplah pakai topeng emas kalian sampai kalian turun dari kapal!" ucap Foxy penuh penekanan.
"Iya-iya ... kami tahu. Kami juga tidak bodoh, lagi pula tidak ada untungnya bagi kami menyamar sebagai eksekutif," jawab Chelsea dengan nada malas.
"...." Di satu sisi Leon hanya diam. Dia berpikir, jika nanti situasi mendesak tiba, dia mempertimbangkan rencana untuk merebut salah satu topeng milik eksekutif.
TAP TAP TAP ...
Terdengar suara langkah kaki mendekat, perhatian ketiga orang itu seketika tertuju kepada seseorang yang baru saja datang. Dia tidak lain adalah salah seorang eksekutif yang memakai topeng macan.
"Sepertinya tugasmu sudah selesai," ucap pria bertopeng macan itu.
"Ya, Anda tiba tepat waktu Mr Tiger," jawab Foxy yang kemudian beralih berdiri di sisi Mr Tiger.
__ADS_1
Leon dan Chelsea seketika dalam posisi siaga, mereka berdua sama-sama merasakan jika ada sesuatu yang salah sedang terjadi.
"Haha, tidak usah terlalu waspada begitu. Aku berbeda dari eksekutif yang lain, aku sudah menerima tugas dari ketua untuk menyambut kalian," ucap Mr Tiger dengan suaranya yang terdengar serak.
"Menyambut kami? Lalu kenapa tadi menyebut jika tugas Foxy telah selesai?" tanya Chelsea yang masih belum menurunkan kewaspadaannya.
"Memang tugasku untuk memandu kalian sudah selesai. Memandu, dalam artian menunjukkan pada kalian seperti apa Violent Zone yang sekarang. Tapi, sesuatu yang kalian inginkan tidak akan bisa kalian dapatkan jika hanya mencari tahunya di Violent Zone yang sekarang. Karena itulah ketua mengatur seseorang dari masa lalu untuk menyambut kalian," jelas Foxy.
Chelsea menatap bingung. "Seseorang dari masa lalu?"
"Benar, aku adalah seseorang yang sudah ada sejak awal Violent Zone dibuat," sahut Mr Tiger.
"A-apa?!" Chelsea terkesiap, dia amat sangat terkejut saat mendengar jawaban dari Mr Tiger barusan. Dia tahu betul apa maksudnya dia mengatakan itu semua. Itu menegaskan jika Mr Tiger dulunya adalah anak buah dari pendiri Violent Zone yang pertama, yaitu William Adinata. Dan selama ini Chelsea pikir kalau semua mantan anak buah kakaknya sudah dibantai habis. Dia sulit mempercayai jika masih ada yang tersisa di antara mereka.
"Tunggu sebentar! Aku tidak akan percaya begitu saja! Bisa saja kau adalah seseorang yang diatur ketua untuk mencuci otakku! Aku tidak akan tertipu! Jika kau benar, maka buktikan dulu jika kau adalah mantan anak buah kakakku!" gertak Chelsea seraya menuding ke arah Mr Tiger.
Kaitlyn menghela napas di balik topengnya. "Haiss ... ternyata ketua benar, memang semua ini sulit jika hanya dijelaskan lewat kata-kata. Mr Tiger, dia meminta bukti dari Anda, silakan saja bawa dia ke ruangan Anda."
"Baik!" jawab Mr Tiger yang langsung memegang tangan Chelsea tanpa permisi. Leon yang menyadari hal itu dengan cepat membalas, mencengkeram kuat tangan Mr Tiger yang menyentuh kekasihnya.
"Jika ingin membawanya, bawa aku juga!" pinta Leon seakan memaksa.
"Ahh ... sepertinya aku telah memprovokasi Tuan yang entah siapa ini. Tetapi, sesuatu yang aku tunjukkan bersifat sangat pribadi. Ini berkaitan erat dengan keluarga Nona ini. Aku tidak keberatan, namun entah Nona akan keberatan atau tidak?" tanya Mr Tiger yang kemudian menarik tangannya kembali.
"Ajak dia sekalian tidak apa-apa! Dia juga berhak tahu, karena sekarang dia adalah bagian dari keluargaku!" ungkap Chelsea dengan lugas. Dia benar-benar mempercayai Leon dengan sepenuh hatinya.
"...." Leon terdiam, merasa senang sekaligus berbunga-bunga karena Chelsea baru saja menyebut jika dia adalah bagian dari keluarganya.
"Baiklah kalau itu keputusanmu. Mari, ikuti aku!"
Leon dan Chelsea kini berpisah dari Kaitlyn, mereka beralih mengikuti Mr Tiger yang sosoknya masih belum jelas. Mereka diajak untuk pergi ke kabin khusus milik Mr Tiger. Tempatnya tak begitu jauh, karena kabin itu terletak di dekat area bar yang ada di dek yang sama.
Benar saja, Chelsea dan Leon sama-sama dibuat ternganga begitu memasuki kabin khusus milik eksekutif itu. Terdapat sebuah hiasan kepala macan asli yang tertempel di dinding, karpet dari kulit macan yang mempercantik lantai, sebuah patung kerajinan berbentuk macan di sudut ruangan, serta hiasan-hiasan lain yang juga bermotif macan.
"Duduklah!" pinta Mr Tiger.
Chelsea dan Leon segera duduk di sebuah sofa panjang yang juga bermotif kulit macan. Mereka berdua memiliki pikiran yang sama, kalau selera orang ini dalam menyukai sesuatu sudah berlebihan.
KLIK!
Mr Tiger mengunci pintu ruangannya rapat-rapat. Setelahnya dia duduk di kursi lain, duduk berhadapan dengan Leon dan Chelsea. Namun, tanpa basa-basi Mr Tiger melakukan sesuatu yang tidak terduga. Dia melepaskan topengnya begitu saja.
__ADS_1
"Eh?!" Chelsea dan Leon sama-sama terkejut begitu melihat seperti apa wajah Mr Tiger yang sebenarnya.