
"Nama saya ... Mayra!" ucapnya dengan lugas. Chelsea memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Mayra sebagai bentuk penyamaran.
Wanita cantik itu pun tersenyum. "Tolong berikan ponsel milikmu!"
"Baik," jawab Mayra seraya menyerahkan ponselnya.
Wanita itu pun langsung memeriksa QR code di ponsel tersebut apakah valid atau tidak. Data-data yang tercantum di sana sebagian besar adalah informasi mengenai data diri pribadi.
Meskipun begitu Chelsea sama sekali tidak terlihat khawatir, karena sejak lama dia sudah memalsukan identitasnya. Dia yakin jika kali ini pun dia tidak akan ketahuan. Bahkan secara penampilan pun Chelsea dan Mayra adalah sosok yang jauh berbeda.
"Data dirimu sudah sesuai." Wanita itu lalu mengembalikan ponsel pada Mayra.
"Baiklah, sebelumnya daku akan memperkenalkan diri dulu. Diriku bernama Kaitlyn, diriku ditugaskan untuk menyeleksi para calon bartender yang melamar di night club ini. Tes nya sederhana, buatkan diriku segelas cocktail racikan terbaikmu sendiri! Dirimu bisa mulai sekarang!"
Mayra mengangguk dan segera menuju ke bar counter. Dia sama sekali tidak gugup karena sudah mempersiapkan diri, dia paham betul apa yang harus dia lakukan. Dengan ketangkasan dan kelincahan, dia memperlihatkan beberapa atraksi tertentu seperti melempar botol dan alat-alat selayaknya bartender profesional.
Kaitlyn hanya tersenyum dan terus memperhatikan bagaimana proses pembuatan cocktail. Hingga Mayra mempersembahkan segelas cocktail berwarna merah pekat yang dihias dengan begitu cantik.
Kaitlyn meminum seteguk dan berkata, "Hmm ... lumayan. Apa nama yang dikau berikan untuk cocktail ini?"
"Balas dendam!" jawabnya dengan sorot mata penuh keyakinan.
"Balas dendam?" tanya Kaitlyn penasaran.
"Benar, saya menamainya begitu karena rasa dari cocktail tersebut sangat spesial. Ada rasa segar seperti perasaan puas ketika balas dendam terpenuhi!"
Sejenak Kaitlyn termenung, sejurus kemudian tiba-tiba meneguk cocktail tersebut hingga habis tak bersisa. "Sudah aku putuskan! Dikau diterima!"
"T-terima kasih ..." Mayra tersenyum canggung karena melihat tingkah Kaitlyn yang tidak biasa.
Tanpa peringatan apa pun Kaitlyn mengangkat sebelah kakinya ke atas meja bar dan menahan dagu Mayra. "Aku suka dirimu! Tapi ...."
"A-apa yang ...?" Mayra tersentak, dia gugup karena Kaitlyn mengacak-acak dandanan penyamarannya. Mulai dari melepaskan kacamata dan membuangnya begitu saja, melepaskan kepangan rambutnya sampai tergerai, hingga membuka 2 buah kancing bajunya yang paling atas.
"Nah, berterima kasihlah padaku karena daku membangkitkan pesona tersembunyimu! Dirimu jauh lebih cantik jika berpenampilan seperti ini! DG CLUB sangat mementingkan estetika, ubah tampilanmu seperti ini jika dikau ingin bekerja di sini!"
"B-baiklah, saya mengerti," jawab Mayra yang perlahan berusaha mundur untuk menjaga jarak dengan Kaitlyn.
Huft ... mengagetkan saja, kukira dia lesbian karena tadi bilang suka padaku. Untungnya dia cuma mau memperbaiki penampilanku. Dan jujur saja cara bicaranya sedikit aneh. Dia hebat juga bisa menjaga keseimbangan dengan pose seperti ini meskipun pakai high heels.
"Oh ya, daku sarankan dikau memakai lensa kontak berwarna biru! Itu akan sangat cocok pada mata indahmu!"
__ADS_1
Mayra hanya mengangguk, tentu saja dia akan menuruti semua permintaan Kaitlyn demi mendapatkan pekerjaan yang dia incar.
Di satu sisi Kaitlyn menurunkan kakinya ke posisi semula. Lalu menepuk bahu Mayra sambil berkata, "Dikau bisa mulai bekerja malam ini! Malam ini juga daku akan mengurus surat kontrak yang harus dirimu tandatangani! Dikau bisa pulang untuk bersiap-siap, kasihan anakmu menunggu."
"Baik, saya sangat berterima kasih atas penilaian Nona Kaitlyn."
Untunglah dia juga pengertian setelah membaca data diriku jika aku seorang ibu tunggal. Mungkin ke depannya nanti jika ada hal mendesak, semoga saja aku bisa meminta kelonggaran.
Mayra pun segera meninggalkan ruangan tersebut untuk bergegas pulang. Kaitlyn juga keluar dari ruangan itu, kemudian melirik ke arah penjaga dan berkata, "Daku sudah dapat orang yang cocok. Jika nanti datang yang lain, suruh saja mereka pergi! Paham?"
"Baik Nona," jawab sang penjaga.
"Apa-apaan ini?! Aku sudah datang jauh-jauh ke sini tapi kau bahkan tidak berniat mengujiku!" protes seorang laki-laki pendaftar lain. Tentu saja dia tidak terima lantaran sudah menunggu lama di luar.
"Ck, seret dia pergi!" ucap Kaitlyn dengan tatapan tidak suka.
Penjaga itu pun langsung menyeret laki-laki itu untuk keluar.
"Sialan kalian! Aku tidak terima! Akan aku sebarkan jika kalian berbuat seenaknya!"
"Daku berubah pikiran, bunuh saja dia!" Kaitlyn acuh tak acuh yang segera kembali ke dalam ruangan.
"Baik!"
"Tidak! Lepaskan aku! Tolong!!"
Sama halnya seperti Chelsea, kali ini dia bertindak terlalu buru-buru. Dia tak tahu dan belum memastikan dengan benar tempat macam apa yang coba dia masuki. Entah dia sanggup bertahan atau tidak.
Malam dengan cepat datang. Kali ini Chelsea menampilkan sosok Mayra yang lebih modis seperti permintaan dari Kaitlyn. Kali ini pun Kaitlyn menyerahkan surat kontrak dan seragam secara pribadi.
Saat membaca surat kontrak tersebut dengan saksama, Mayra mengerutkan kening karena merasa ada yang berbeda. "Ini ... kontrak diperbaharui setiap bulan?"
"Benar, DG CLUB punya aturan sendiri, tidak seperti yang lain masa kontrak dihitung per tahun. Kinerja setiap pegawai menjadi syarat utama, jika kinerjamu dalam satu bulan buruk maka dirimu akan dipecat bulan itu juga! Tapi, daku percaya jika dikau akan bekerja dengan baik~" jawab Kaitlyn sambil tersenyum miring.
"T-terima kasih karena begitu mempercayai saya." Mayra tersenyum canggung dan kembali melanjutkan membaca kontrak.
Gajinya lumayan besar bagi seorang bartender. Di sini juga tertulis akan dapat perlindungan mutlak, jadi seandainya ada tamu yang meminta layanan yang aneh-aneh maka aku bisa menolak. Larangan di sini hanya satu, tidak boleh berkeliaran di area khusus VIP.
Mayra langsung menandatangani kontrak itu karena merasa tidak ada yang salah. Setelah urusan kontrak selesai, Kaitlyn pun memandu Mayra ke bar counter mana yang harus dia tempati.
Seukuran night club besar seperti DG CLUB memiliki banyak bar counter. Dan bar counter yang ditempati Mayra adalah salah satu yang berada di lantai dansa utama.
"Selamat bekerja Mayra~" ucap Kaitlyn seraya melambaikan tangannya.
__ADS_1
Mayra hanya membalas dengan senyuman, dan tak berselang lama dia mendapatkan pelanggan pertamanya.
Dalam pekerjaan ini Chelsea melakukannya dengan sepenuh hati, dia merasa jika semuanya berjalan lancar seperti yang dia harapkan. Identitasnya yang dipalsukan dengan sempurna, serta lingkungan pekerjaan yang jauh dari pengamatan orang-orang yang dulu pernah mengenalnya sebagai Chelsea. Hari pertamanya bekerja di DG CLUB terbilang berjalan dengan lancar.
Hari-hari berjalan dengan cepat, tanpa terasa sudah seminggu Chelsea bekerja di night club itu. Tentu saja dia juga disibukkan oleh hal lain, dia diam-diam mengatur segala berkas-berkas palsu agar Luciel bisa memenuhi syarat untuk bersekolah.
Tetapi hari ini ada yang berbeda dari biasanya. Seorang penjaga mendatangi bar counter Mayra dan berkata, "Sepertinya kau senggang."
"Tidak juga, aku sedang bekerja," jawab Mayra dengan nada cuek nya.
"Heh," penjaga itu menyeringai dan menyodorkan secarik kertas ke meja bar. "Nona Kaitlyn meminta kau membuat minuman yang tertulis di kertas ini, lalu setelah itu kau antarkan juga ke ruang VIP nomor 9!"
"Aku bisa meracik minuman ini, tapi jika mengantarkannya tidak bisa. Ada aturan tertulis di kontrak jika aku dilarang memasuki area VIP! Memangnya ke mana pramusaji yang bertugas mengantarkan?" tanya Mayra dengan tatapan sinis.
"Kita kekurangan pramusaji, dan Nona Kaitlyn sudah membuat pengecualian untukmu. Aku tidak bermaksud menjebakmu, cepat buat dan antarkan saja! Jangan membuat tamu VIP menunggu lama!"
"Huft ... baiklah." Mayra menghela napas, terpaksa menuruti kemauan dari penjaga tersebut.
Setelah selesai meracik cocktail yang totalnya ada 5 buah gelas, Mayra lalu mengantarkannya ke ruang VIP nomor 9. Dia sedikit terkejut karena Kaitlyn telah menunggunya di depan pintu.
Kaitlyn yang menyadari kedatangan Mayra langsung merebut nampan dari tangannya. "Terima kasih, kau bisa pergi!" ucapnya yang dengan cepat segera masuk ke dalam, bahkan saking cepatnya Mayra sampai tidak sempat mengintip apa yang sebenarnya ada di dalam.
Mayra menghela napas. "Hahh ... VIP memang istimewa, bahkan Nona Kaitlyn sendiri harus melayani mereka."
"Hahaha! Kau benar! Bisnis memang sedang berjalan lancar!"
Mayra yang semula ingin pergi tiba-tiba langkahnya terhenti karena mendengar suara tawa yang keras dari ruangan VIP tersebut. Dia kemudian berbalik dan mendekat ke pintu, bermaksud mendengar pembicaraan lebih lanjut.
"Para konglomerat yang uangnya segunung itu terus berdatangan demi hiburan!"
"Apa yang aku bilang! Violent Zone itu sungguh aset yang berharga!"
"Tentu saja, ini semua karenamu Bos! Berkat bantuanmu kita bisa membunuh William Adinata si bajing*n itu!"
"K-kakak ...." Sontak saja tubuh Chelsea bergetar. Dia syok begitu mendengar apa yang para VIP bicarakan.
Jadi ... Kak Liam benar-benar dibunuh! Dan dalang dari pembunuhan itu sekarang ada di dalam sini!
"Sedang apa kau?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul di belakang Chelsea.
"S-saya ..." Chelsea tergagap, pikirannya seolah-olah tidak bisa berfungsi dengan benar. Tentu saja karena dia masih syok dengan apa yang barusan dia dengar.
Tanpa peringatan apa pun pria berjas rapi itu langsung mencengkeram erat Chelsea, membekap mulutnya dan segera menyeretnya untuk menjauh.
__ADS_1
"Huumppp!!" Chelsea meronta sekuat tenaga, tetapi pria itu langsung mengambil tindakan dengan memukul tengkuk Chelsea hingga membuatnya pingsan.
"Dasar kucing pencuri! Akan aku tunjukkan apa akibatnya berani menyusup ke club milikku!"