Hot Mother and Nine Gangsters

Hot Mother and Nine Gangsters
Wajah Asli Divisi 3


__ADS_3


"Sudahlah, lagi pula percuma saja mengeluh, dia tidak akan mengubah titik lokasi pertemuan." Chelsea meletakkan ponsel itu kembali. Dia segera beranjak dari ranjang dan bersiap-siap seperti biasa.


Sebelum berangkat menuju titik lokasi pertemuan, Chelsea menyempatkan diri untuk berkunjung sebentar ke rumah Leon. Sesuai janjinya, dia ingin memastikan bahwa keadaan Liana baik-baik saja. Sekaligus ingin mengunjungi ruang latihan. Dia mencoba menggunakan pistol hening pemberian dari Ivan, menembakkannya ke arah papan target, hanya untuk jaga-jaga saja dan memastikan jika seandainya dirinya ditipu atau tidak.


Sisi baiknya pistol hening itu benar-benar bekerja dengan baik. Chelsea sedikit senang karena pistol ini benar-benar akan berguna baginya. Bahkan Liana yang masih berada di rumah tidak menyadari jika terjadi tembakan. Setelah Chelsea berbincang sebentar dengan Liana, dia lalu pamit undur diri untuk segera berangkat bertugas.


KLAP!


Chelsea menutup pintu mobil begitu turun, akhirnya dia tiba di depan sebuah pet shop yang ada di pusat kota. Chelsea melihat sekeliling, tidak ada tanda-tanda keberadaan Ivan. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi menyeberang ke sisi jalan, duduk di sebuah bangku yang berada di depan toko hewan peliharaan tersebut.


"Huft ... sepertinya aku harus menunggu lagi," gumam Chelsea yang kemudian menyandarkan tubuhnya dengan rileks.


Dia beranggapan jika Ivan akan tiba lebih lama lagi. Sebenarnya dia malas, mungkin saja dia akan dibuat menunggu sampai berjam-jam seperti kemarin. Akan tetapi, dia tak punya pilihan lain. Dia tak tahu kapan pastinya Ivan akan tiba, daripada terlambat dan membuat kinerjanya buruk, jadi dia memutuskan jika menunggu lebih baik.


Tak lama kemudian ada sebuah mobil Lamborghini berwarna ungu menyala. Perhatian orang-orang yang di sekitar sana tak terkecuali Chelsea seketika tertuju pada mobil mewah itu.


"Mungkinkah dia Ivan? Dia suka sekali terlihat mencolok," gumam Chelsea yang seketika berdiri. Dia harus dalam posisi siap menyambut jika itu benar-benar Ivan.


Sesuai dengan yang Chelsea duga, saat pengemudi mobil Lamborghini turun benar adanya jika dia adalah Ivan. Dia berjalan menyeberang jalan tanpa memperhatikan tatapan dari sekeliling saat banyak orang yang terkesima dengan mobil mewahnya.


"Salam, Kepala Divisi," ucap Chelsea sambil membungkuk memberikan penghormatan.


"Ayo cepat masuk!" ajak Ivan yang kemudian memasuki pet shop tersebut.


"Baik!" jawab Chelsea yang kemudian bergegas mengikuti. Dia tidak menyangka jika Ivan benar-benar masuk ke toko hewan peliharaan itu. Dia kira akan sama seperti kemarin, lokasi pertemuan hanya sebagai tempat lokasi untuk memarkirkan mobil.


Setelah mereka berdua ada di dalam toko hewan tersebut, ada seorang pegawai laki-laki yang langsung menghampiri Ivan. Mereka berbicara banyak, tampaknya memang sudah saling mengenal sejak lama.


Di satu sisi, Chelsea hanya berdiri dan memastikan kondisi sekitar. Diam-diam dia juga menaruh perhatian pada beberapa hewan yang ada di dalam kandang. Perhatiannya tertuju pada sebuah kucing putih yang berbulu lebat.


"...."


Baru pertama kali ini aku menginjakkan kaki di toko hewan peliharaan. Sejak dulu aku tak pernah punya keinginan untuk memelihara hewan. Ayah selalu menyuruhku untuk belajar, setiap ada waktu luang maka aku disuruh belajar. Sejak dulu aku tidak pernah punya waktu untuk memikirkan hal seperti ini. Dan sekarang aku sadar, betapa menyediakannya diriku saat itu.


"Mayra!" panggil Ivan.


"Ya?" Seketika Chelsea mendekat, ingin mendengarkan apa yang akan Ivan perintahkan padanya.


"Aku membeli beberapa pakan anjing, nanti angkut semuanya di dalam mobilmu, ya! Kalau sudah selesai katakan padaku, aku masih mau berbincang dulu!" pinta Ivan.


"Baik, akan saya laksanakan!"


"Mari saya antarkan," ucap salah satu pegawai toko yang hendak menunjukkan di mana letak pakan anjing kepada Chelsea.


"Terima kasih," jawab Chelsea dengan nada ramah.


Huh, sebenarnya kenapa harus diangkut pakai mobilku? Apa tidak rela mobil mewahmu digunakan untuk mengangkut pakan anjing? Ada-ada saja perintah aneh setiap hari.


Meskipun merasa kesal, Chelsea tetap melakukan tugasnya dengan baik. Karena banyaknya pakan anjing yang Ivan beli, seorang pegawai toko akhirnya juga membantu Chelsea untuk mengangkut karung berisi pakan tersebut. Di satu sisi Chelsea juga berhati-hati, dia tidak mau jika pegawai toko tersebut sampai melihat ada peralatan aneh yang dia simpan di dalam mobilnya.


Tugas untuk mengangkut pakan anjing telah selesai. Chelsea segera kembali masuk ke dalam pet shop untuk mengabari Ivan seperti yang dia sampaikan tadi.


"Oh, kau sudah selesai." Ivan lalu beralih menatap ke seorang pegawai yang sejak tadi berbicara dengannya. "Terima kasih untuk hari ini, aku pergi dulu ya!"


Ivan melambaikan tangannya pada pegawai itu, lalu bergegas keluar dari toko. Memang seperti yang dibilang jika Ivan merupakan Family yang paling ramah, dia selalu menebar senyum dan berbicara ramah pada orang asing yang tak tahu identitasnya.


"Ayo, setelah ini bawa mobilmu sendiri dan ikuti aku!" pinta Ivan begitu berada di luar toko.


"Baik," jawab Chelsea.


Mereka berdua menaiki mobil masing-masing. Chelsea mengikuti mobil Ivan yang melaju dengan kecepatan normal. Dia sedikit merasa aneh lantaran Ivan menuntunnya untuk mengarah ke bagian wilayah selatan kota. Sementara wilayah selatan adalah wilayah yang terkenal sebagai pusat industri. Banyak sekali pabrik-pabrik yang dibangun di wilayah itu.


Setelah memakan waktu yang cukup lama untuk menempuh perjalanan jauh, mobil yang dikendarai Ivan tiba-tiba berbelok ke tepi jalan. Tepatnya berhenti di sebuah rumah besar yang tampaknya sudah berusia cukup lama, bahkan catnya pun tampak mulai pudar.


Gerbang rumah itu secara otomatis terbuka sendiri, Chelsea pikir itu sudah pasti ulah Ivan yang memang mengaturnya demikian. Dan setelah kedua mobil itu masuk, secara otomatis gerbang itu juga tertutup. Keduanya berhenti di halaman, dan begitu turun dari mobil Ivan langsung menghampiri Chelsea.

__ADS_1


"Ayo, aku tunjukkan sesuatu padamu!"


"Baik," jawab Chelsea sambil mengangguk.


Ivan berjalan ke sisi lain dari halaman itu. Dan di pojok halaman sana terdapat sebuah rumah anjing yang ukurannya cukup besar.


"Bond!" teriak Ivan.


GUK GUK GUK!


Tiba-tiba seekor anjing berjenis rottweiler berlari kencang keluar dari rumah itu. Anjing itu sama sekali tidak diikat ataupun dirantai. Dia menghampiri tuannya dan menggonggong seakan menunjukkan perasaan senang telah bertemu dengannya.


"Haha, bagus. Kau menjaga rumah selama aku tidak ada!" ucap Ivan seraya mengelus anjingnya itu.


GUK! GRRRGGG!


Anjing bernama Bond itu seketika berubah garang sambil menatap tajam pada Chelsea. Di sisi lain Chelsea langsung waspada, dia pikir Ivan mungkin akan menyuruhnya untuk beradu dengan anjing itu.


"Tenang ... dia teman!" ucap Ivan lagi pada Bond. Dan sontak saja Bond berhenti bersikap garang, dia mendekati Chelsea dan menggosok-gosokkan kepalanya di kaki Chelsea.


"Emm ... sepertinya dia anjing yang pintar," ucap Chelsea sedikit canggung.


"Ya, Bond memang anjing yang terlatih. Kuberitahu kau, Bond sudah pernah membunuh orang loh!" seru Ivan penuh kebanggaan.


"Haha, dia hebat ..." jawab Chelsea dengan senyum canggung.


Yahh ... aku tidak perlu heran lagi, pencapaian seperti ini memang sudah wajar dibanggakan jika di kalangan gangster. Berbeda halnya jika pemilik anjing ini adalah orang biasa, pasti sudah kena hukuman yang berat jika sampai membunuh orang.


"Emm ... apakah Pak Kepala Divisi hanya tinggal bersama dengan anj .. maksud saya Bond di rumah sebesar ini?" tanya Chelsea yang berusaha mengubah topik pembicaraan.


"Iya, hanya aku dan Bond yang tinggal di rumah besar ini. Rumah ini dulunya adalah milik keluarga kaya, mereka bangkrut dan akhirnya rumah ini disita oleh bank. Lalu beredar rumor yang mengatakan kalau rumah ini berhantu dan banyak orang yang percaya, akibatnya pihak bank terpaksa menurunkan harga agar laku di pelelangan. Jadi aku membelinya dengan harga yang murah!"


"Haha, bukankah mereka lucu, Bond? Dasar orang-orang kuno dan keterbelakangan, mana ada hantu di rumah ini?" Ivan terkekeh dan terlihat begitu asyik berbicara dengan anjingnya.


"...." Chelsea membisu, kemudian memperhatikan rumah besar itu baik-baik. Memang benar adanya kalau rumah itu terkesan suram jika dilihat sekilas.


Tentu saja kau tidak percaya hantu. Entah berapa banyak nyawa yang telah melayang di tanganmu. Mungkin kau baru akan percaya jika arwah-arwah mereka menuntut dendam padamu. Bahkan jujur saja, aku yang juga melakukan tindakan-tindakan kotor itu terkadang masih bermimpi buruk di malam hari.


Ivan lalu berjalan, memimpin jalan di depan anjingnya dan pengawal wanitanya. Ada satu hal yang tidak disangka Chelsea, sesekali Bond bertingkah lucu dan berguling, seakan ingin menunjukkan pada Chelsea bahwa dirinya pintar dan mengharapkan pujian darinya.


Ruangan yang pertama kali Ivan tunjukkan adalah garasi mobilnya. Di garasi yang luas itu, berjejer puluhan mobil mewah yang berwarna-warni. Chelsea yang melihat itu semua kembali berpikir, seboros apakah Ivan ini sebenarnya.


"Mobil Anda banyak sekali," ucap Chelsea sambil terus berjalan mengikuti Ivan.


"Ya, dan asal kau tahu, semua mobil ini aku dapatkan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun!"


"Sungguh?" tanya Chelsea seakan tidak percaya.


"Tentu saja. Beberapa ada yang aku dapatkan dari menang taruhan dengan rekan-rekanku. Dan beberapa ada juga yang merupakan hasil rampasan dari musuh. Seperti mobil yang aku pakai kemarin, mobil itu adalah milik bos dari bandar narkoba yang beberapa pekan lalu bisnisnya aku hancurkan. Kemarin itu kita dikepung karena kecerobohanku, aku tidak menyadari jika masih tertinggal sebuah chip pelacak di mobil. Sebenarnya mereka itu kemarin berniat balas dendam. Yaa ... kau tahu sendirilah, memang seperti ini hidup di dunia underground."


"Lalu ... bagaimana jika masih ada sisa dari musuh kemarin? Apakah ada kemungkinan jika mereka akan menyerang Anda lagi dengan seluruh anggota yang tersisa?" tanya Chelsea yang bermaksud mempersiapkan diri. Jika memang ada kemungkinan, maka hari ini dia akan bersiap untuk melakukan pertarungan berdarah lagi.


"Soal itu kau tenang saja. Aku sudah meminta bantuan pada Divisi 1, mereka akan mengurusnya sampai tak bersisa. Jadi malam ini kau bisa santai, kau tidak perlu melindungiku lagi."


"Ah, baiklah kalau begitu."


Ivan terus melanjutkan mengajak Chelsea berkeliling rumah. Dan sepanjang mereka berkeliling, Chelsea menyadari jika rumah ini memang tak terawat. Ada debu dan sarang laba-laba di segala sudut, barang perabotan rumah pun juga tidak tertata rapi.


Hingga mereka tiba di sebuah ruangan khusus. Yang mana terdapat banyak layar monitor komputer. Ivan langsung duduk di sebuah kursi yang berada di depan layar monitor utama.


"Nah, ini adalah singgasanaku! Dan inilah ruangan kerjaku!" ucap Ivan dengan seringai iblisnya.


"...." Chelsea diam seribu bahasa. Dia terus berpikir sebenarnya ruangan apa ini. Ini seperti ruangan bagi kantor staff IT, namun lebih lengkap dan hanya dikhususkan bagi satu orang. Pikirnya, apakah Ivan ini adalah hacker atau semacamnya.


"Kenapa kau diam?" tanya Ivan yang seketika menyadarkan Chelsea dari lamunan.


"Eh!? Saya cuma kagum dengan ruangan Anda ini. Baru pertama kali saya melihat ruangan seperti ini."

__ADS_1


"Ohh, itu wajar. Dan mungkin seperti yang kau pikirkan, aku ini adalah hacker utama di organisasi!"


"Hacker utama? Lalu ... ada di manakah yang lain?" tanya Chelsea penasaran.


"Kemarilah jika kau ingin tahu!" ucap Ivan sambil melambaikan tangannya. Dan Chelsea yang benar-benar penasaran pun segera mendekat.


Di satu sisi Ivan mulai menunjukkan sedikit keahliannya. Dia menyalakan semua layar monitor yang terhubung dengan layar utama, dan benar saja, dia memperlihatkan rekaman puluhan orang yang juga sedang menghadap ke arah komputer.


"Mereka semua adalah anak buahku! Mereka punya keahlian yang sama sepertiku, tapi tidak semahir aku! Aku tak perlu terus menerus menemui mereka! Aku cukup mengawasi dari sini dan melihat apakah mereka bekerja atau bermalas-malasan!"


"J-jadi seperti inilah Divisi 3? Lalu ... apakah Anda satu-satunya Family yang bertanggung jawab atas Divisi ini?" tanya Chelsea yang begitu terkejut dengan apa yang barusan dia saksikan.


"Iya, hanya aku. Aku merasa terhormat saat ketua menunjukku sebagai Kepala Divisi! Akulah yang mengurus sistem cyber organisasi ini!"


"...." Lagi-lagi Chelsea terdiam. Sekali lagi dia dibuat terkejut dengan fakta tersembunyi organisasi ini.


Di sisi lain tiba-tiba saja Ivan berdiri, dia menuju ke arah sebuah sofa yang berada tidak jauh dari sana. Dia berbaring dengan nyaman dan menutup mata. "Aku mau tidur, tugasmu adalah bersih-bersih rumahku! Dan jangan lupa untuk memberi makan Bond!"


"Oh iya, ambil satu karung pakan anjing di mobilmu untuk Bond! Dan sisanya biarkan saja tetap di sana! Kau bebas melakukan apa yang kau mau setelah tugasmu bersih-bersih selesai! Tapi, nanti jam 10 malam aku akan membutuhkanmu! Jadi persiapkan dirimu!"


GUK!


"Baik, Kepala Divisi ..." jawab Chelsea dengan nada pasrah sembari melirik ke arah Bond yang justru terlihat bersemangat.


Chelsea lantas keluar dari ruangan kerja Ivan. Dia melakukan pekerjaan bersih-bersih seperti yang diperintahkan. Dan akhirnya Chelsea menyadari satu hal lagi, dia ditugaskan di Divisi 3 sebenarnya tidak lain untuk bertugas sebagai asisten rumah tangga.


***


Jam 10 malam akhirnya tiba. Seperti yang telah Ivan katakan sebelumnya jika saat ini dia membutuhkan Chelsea. Dia meminta Chelsea mengendarai mobilnya sendiri, dan kali ini Ivan juga menumpang. Dia tidak membawa Bond dalam aksinya karena Bond bertugas untuk menjaga rumah.


"Saya harus mengatar Anda ke mana?" tanya Chelsea.


"Pelabuhan Barat. Aku ingin melakukan transaksi," jawab Ivan.


"Baik," jawab Chelsea tanpa berkata apa pun lagi. Batinnya bertanya-tanya sebenarnya transaksi macam apa yang akan dilakukan oleh Ivan dengan melibatkan beberapa karung pakan anjing. Dia lebih memilih diam dan memendam semuanya, lagi pula begitu tiba di sana nanti dia akan tahu sendiri.


Setelah menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke Pelabuhan Barat. Ivan menyuruh Chelsea agar memberhentikan mobil di depan sebuah gudang tua. Ini merupakan kali kedua Chelsea datang ke pelabuhan ini semenjak acara perekrutan.


Begitu Chelsea dan Ivan turun dari mobil, sudah ada beberapa orang berpakaian hitam yang menyambut mereka. Mereka juga merupakan anggota tetap Divisi 3.


"Barangnya ada di dalam!" ucap Ivan pada sekelompok anak buahnya.


"Baik, Boss!"


Mereka pun mengambil semua pakan anjing dari mobil Chelsea, lalu mengangkut semuanya untuk dibawa ke dalam gudang tua.


GUK GUK GUK


GUK GUK GUK


Terdengar suara anjing yang berisik dari dalam bangunan tua itu. Chelsea yang mendengarnya bahkan tak bisa mengira-ngira ada berapa banyak jumlah anjing di dalam sana.


"Hemm ... sepertinya masih lama," gumam Ivan sambil melihat jam di layar ponselnya.


"Apa kau mau melihat-lihat?" tanya Ivan tiba-tiba.


"E-eh?! Saya mau!" jawab Chelsea spontan, dia begitu penasaran dengan apa yang akan dilihatnya.


"Oke, ayo masuk!"


Ivan mengajak Chelsea untuk masuk ke dalam gudang tua itu. Dan benar saja, terdapat banyak sekali anjing yang dikurung. Hewan-hewan itu tampak seperti tidak terawat, kotor, tidak bisa diatur, mirip seperti anjing liar.


"Emm ... apa Pak Kepala Divisi mau menjual semua anjing-anjing ini?" tanya Chelsea yang memberanikan diri.


"Iya, kau benar. Aku mengumpulkan anjing dalam jumlah yang besar dan menjualnya secara ilegal. Dan kali ini aku akan melakukan transaksi dengan organisasi rahasia di Benua Eropa! Mereka itu sekelompok ilmuwan gila, mereka butuh banyak subjek percobaan untuk mengembangkan project eksperimen! Jadi aku menawarkan anjing-anjing ini pada mereka!" jawab Ivan dengan enteng.


"A-apa?!" Chelsea terkesiap. Dia tidak habis pikir jika Ivan terlibat dalam hal semacam ini. Dia juga membayangkan bagaimana nasib anjing-anjing ini nantinya. Menjadikan subjek percobaan eksperimen sama saja dengan perbuatan yang menyiksa hewan.

__ADS_1


"Haha, tidak usah terkejut! Menyiksa hewan, pembunuhan, jual beli data, pornografi, obat-obatan, senjata, apa pun yang pelanggan inginkan maka akan aku sediakan!"


"Inilah bisnisku! Dark web!"


__ADS_2