Hot Mother and Nine Gangsters

Hot Mother and Nine Gangsters
Identitas Baru


__ADS_3


KEMATIAN MENGEJUTKAN DIREKTUR ONE INC ENTERTAINMENT》》》


Hal tersebut seolah-olah menjadi berita utama di semua media massa. Dua hari setelah kejadian insiden kebakaran, polisi mendatangi kediaman dan memberikan hasil identifikasi para korban kebakaran. Baik keluarga Adinata maupun Kartawijaya sama-sama terkejut, lantaran DNA Chelsea tak ada yang cocok dengan DNA milik para korban tersebut.


Kedua belah pihak keluarga akhirnya menerima bahwa Chelsea dan Samuel telah tiada. Mereka juga melakukan upacara pemakaman sebagai bentuk penghormatan dan penyempurnaan arwah yang telah meninggal.


Keluarga Kartawijaya juga memberikan sejumlah besar uang santunan terhadap keluarga para korban. Bagi Tuan Muchtar hal ini sungguh sebuah kejadian yang sangat disayangkan. Kerugian materi yang dia alami tak sebanding dengan harapan terbesarnya yang kini telah lenyap. Yaitu cucu pertama yang sangat dia idamkan kini telah tiada.


Di sisi lain Natasha masih terhanyut di dalam kesedihan, sepanjang hari dia mengurung diri di dalam kamar bayi yang dirancang khusus untuk Samuel. Dia sesekali juga menangis, meratapi kepergian bayinya sambil memandangi sebuah keranjang bayi yang telah kosong di sana. Ruangan bayi yang dipenuhi oleh mainan yang serba lucu itu, kini seakan-akan berubah menjadi ruang penyesalan.


Seminggu setelah kejadian kebakaran polisi kembali mengunjungi kediaman. Mereka memberikan keterangan atas hasil penelitian dari bukti-bukti material yang sebelumnya telah dikumpulkan. Hasilnya terbukti bahwa kebakaran memang disebabkan karena korsleting listrik. Polisi juga menetapkan bahwa kasus kebakaran secara hukum telah resmi ditutup.


***


Di suatu tempat tersembunyi. Seseorang tengah menatap ponselnya sambil tersenyum miring, kemudian bergumam, "Akhirnya mereka mengumumkan kematianku. Sekarang saatnya bagiku membuat identitas baru! Aku akan pergi dari neraka ini!"


...6 TAHUN KEMUDIAN...


...•••••...


"Mami ...!!" Seorang bocah laki-laki tersenyum riang menghampiri wanita yang kini sedang mengemasi barang-barang di kamar.


"Hm? Ada apa sayang?" tanya wanita itu dengan senyum lembut.


"Kenapa Mami menata banyak baju?"


"Ah, mami lupa belum bilang padamu." Wanita itu pun berbalik dan membelai wajah bocah itu. "Luciel, hari kepindahan kita dimajukan jadi hari ini."


"Pindah lagi ... tapi kita mau pindah ke mana? Luciel lelah terus berpindah, Luciel juga tidak suka berpisah dengan teman-teman yang ada di sini ..." keluhnya dengan tampang cemberut, tetapi dia tampak menggemaskan karena pipinya yang chubby.


Wanita itu terdiam sesaat. Dia tidak punya pilihan lain lagi selain terus berpindah, karena saat ini dia sedang hidup dengan identitasnya yang memang sengaja disembunyikan.


"Mami janji kali ini adalah yang terakhir, karena kita akan pergi ke negara asal mami! Kita akan ke Indonesia!"


"Sungguh?!" tanya bocah itu dengan tatapan berbinar.


"Iya, sayang. Ayo cepat kemasi barangmu, jangan bawa mainan terlalu banyak!"


"Baik, Luciel mengerti!" Anak laki-laki tersebut mengangguk dengan cepat dan bergegas pergi ke kamarnya untuk berkemas.


Sedangkan di satu sisi wanita itu masih terpaku, melihat putranya pergi hingga bayangannya tak terlihat lagi. "...."


Aku berterima kasih padamu ayah, berkat semua yang kau ajarkan padaku selama ini, akhirnya aku bisa bertahan hidup sejak 6 tahun lalu dan membesarkan anak seorang diri. Tapi tetap saja aku masih belum bisa terlepas dari bayang-bayangmu. Aku lelah terus menghindar dan berpindah-pindah.


Orang bilang tempat yang paling aman adalah justru tempat yang paling berbahaya. Aku putuskan untuk kembali ke tempat asalku, bukan sebagai Chelsea, tapi sebagai orang lain!


Chelsea yang kini penampilannya telah berubah 180 derajat berencana untuk kembali ke Indonesia menggunakan jasa penerbangan gelap atau black flight. Bukan pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini, dia sudah sering melakukannya sejak 6 tahun lalu bersama Samuel yang kini telah berubah nama menjadi Luciel.

__ADS_1


Dia tak sendiri dalam pesawat yang ia tumpangi saat ini. Pejabat yang korup, bos yang hutangnya menumpuk, pegawai bar yang jadi buronan, ibu rumah tangga yang gila judi, bersama dengan orang-orang yang punya alasan khusus seperti halnya Chelsea. Mereka semua menjadi imigran ilegal demi mengubur dan meninggalkan masa lalunya.


Penerbangan gelap kali ini lebih ramai dibanding biasanya. Tentu saja berkat kepercayaan mereka kepada agen penyedia jasa black flight ini. Agen tersebut mampu meyakinkan jika rute yang akan dilalui tidak akan terdeteksi oleh radar mana pun.


"Mami, apakah Indonesia itu jauh?" tanya Luciel.


"Tidak terlalu, kali ini kita hanya akan terbang selama 4 jam."


"Ohh ..." Bocah itu mengangguk, sejurus kemudian dia kembali berkata, "Mami bilang Indonesia adalah negara asal Mami, apa kita nanti akan bertemu dengan keluarga Mami?"


Chelsea membisu, lalu dia tersenyum pahit sambil mengusap kepala putranya. "Keluarga mami satu-satunya adalah Luciel. Dan Luciel adalah orang yang paling mami sayangi."


"Luciel juga sayang Mami!" ucapnya seraya memeluk Chelsea.


Sejak lama Chelsea tak pernah mengungkit masalah apa pun mengenai keluarga pada Luciel. Bahkan saat anak polos itu bertanya di mana ayahnya, Chelsea dengan lugas menjawab bahwa ayah adalah sosok paling tidak berguna dan pria dewasa lainnya pun semuanya orang-orang jahat.


4 jam telah berlalu. Akhirnya Chelsea bisa bernapas lega karena pesawat yang ia tumpangi berhasil mendarat dengan selamat tanpa ketahuan oleh pihak yang berwenang. Sebelum memutuskan untuk kembali, dia telah membuat perencanaan yang matang.


Agen perumahan yang dia percaya juga menjemputnya seperti yang telah dijanjikan. Agen itu pun mengantar Chelsea untuk pergi ke sebuah rumah yang telah Chelsea pesan. Rumah itu masih terletak di pusat perkotaan, tetapi letaknya cukup rumit dan sulit dijangkau jika menggunakan kendaraan roda 4. Harus melewati banyak belokan serta gang untuk mencapai rumah yang berukuran sedang tersebut.


"Kita sampai," ucap sang agen.


"Persis seperti di foto!" Chelsea lalu menyerahkan sebuah amplop berisi uang sebagai bentuk pembayaran tunai dari rumah tersebut. Dan sang agen pun menyerahkan kunci rumah.


"Terima kasih, senang berbisnis dengan Anda!" Agen itu langsung bergegas pergi.


"Mami, inikah rumah baru kita?" tanya Luciel sambil menarik baju Chelsea.


"Lebih bagus dari yang sebelumnya! Ayo cepat masuk, Mami! Luciel sudah mengantuk ...."


"Baiklah," jawabnya dengan senyuman.


Mereka berdua pun segera membawa koper dan memasuki rumah yang tampak sederhana tersebut. Isi dari rumah itu pun juga tidak mengecewakan, bahkan Luciel juga merasa jauh lebih nyaman. Setelah mereka membereskan barang bawaan. Seperti biasa Chelsea menemani Luciel untuk tidur.


Luciel yang tertidur pulas tampak begitu menggemaskan, membuat Chelsea tak tahan untuk mencium pipinya. "Mami janji akan memberikanmu kehidupan yang lebih baik, di mana kau bisa bebas jadi seperti apa pun yang kau inginkan. Mimpi indah, sayang ...."


Chelsea meninggalkan kamar Luciel dan beralih ke ruang tamu. Dia membuka laptopnya dan melakukan rutinitasnya seperti biasa, yaitu menjelajahi internet dan mencari tahu apa saja hal-hal penting yang terjadi di dunia hari ini.


"Huft ... sisa uangku tidak banyak, aku harus mencari pekerjaan baru yang bisa diandalkan!" gumamnya dengan kedua alis yang saling mengait.


Chelsea mulai berpikir keras sembari mencari informasi lebih banyak di internet. Tidak dapat dipungkiri jika 6 tahun terakhir dia jalani dengan sulit. Tidak seperti sebelumnya dia memiliki status nona besar yang berkuasa. Kali ini dia memutuskan untuk mengambil langkah yang ekstrim.


Dia tidak bisa bekerja di lingkungan seperti orang-orang normal jika ingin tetap merahasiakan identitasnya. Jalan yang dia pilih kali ini hanya tersisa dua, yakni antara dunia gelap dan remang.


"Ini dia! Mungkin aku bisa mencobanya!" ucap Chelsea dengan antusias ketika telah berhasil menemukan sesuatu.


DG CLUB, yang aku tahu ini adalah sebuah club malam yang paling populer dan sudah ada sejak lama! Club ini ternyata sedang membuka lowongan pekerjaan untuk bartender, dan aku punya keahlian di bidang ini! Batas waktunya hanya sampai malam ini, aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini, gajinya pasti juga tidak sedikit!


"Baiklah, kalau begitu mari kita daftar sekarang!"

__ADS_1


Chelsea segera mendaftarkan dirinya secara online. Dia tidak menyangka jika dia akan langsung mendapatkan undangan untuk datang langsung ke club esok harinya. Undangan itu berisi sebuah QR code dan beberapa instruksi lain yang harus dilakukan jika benar-benar ingin mendaftar.


"Hem, menarik. Aku tidak sabar untuk besok!"


***


Hari berganti, di hari yang baru ini Chelsea menyiapkan sarapan istimewa untuk putranya Luciel. Tetapi Luciel tampak murung saat menyantap makanan itu.


"Ada apa, sayang? Kau tidak suka?" tanya Chelsea.


"Suka ...."


Chelsea menghela napas lalu tersenyum tipis. "Baiklah, sekarang katakan pada mami! Apa yang membuat Luciel murung."


"Apa hari ini mami akan pergi meninggalkan Luciel sendiri?" tanyanya dengan tatapan tidak rela.


"Maafkan mami karena tidak bisa menemani Luciel, seperti biasa mami harus mencari pekerjaan baru setelah pindah. Orang dewasa harus bekerja. Luciel mau mengerti, kan?"


"..." Luciel hanya mengangguk.


"Apa Luciel mau membuat janji dengan mami?"


"Janji?"


"Iya, jika Luciel berjanji akan menurut tetap di rumah hari ini. Maka mami janji akan mengatur agar Luciel bisa sekolah!"


"Sungguh?!" Luciel menatap dengan mata berbinar.


"Sungguh! Jika mami dapat perkerjaan maka bisa menyekolahkan Luciel! Dan Luciel juga akan mendapatkan banyak teman baru di sekolah nanti!"


"Baiklah, Luciel janji akan menurut! Terima kasih, Mami!"


Setelah berhasil membuat Luciel kembali senang, akhirnya Chelsea bisa meninggalkan rumah dengan tenang. Dia pergi ke DG CLUB lebih awal dari waktu yang ditentukan. Dan tentu saja demi menjaga rahasia identitasnya, kali ini Chelsea mengepang rambut dan memakai kacamata agar terlihat seperti orang culun.


Dia masuk ke dalam club tanpa ragu, diam-diam memperhatikan apa saja yang ada di ruangan utama club tersebut. Karena masih siang, club itu saat ini terbilang masih sepi pengunjung. Kebanyakan hanya ada petugas kebersihan yang sedang mengerjakan tugas mereka.


"Club yang bagus, dapat dibandingkan dengan luar negeri," gumamnya.


Chelsea lalu mengambil ponselnya, dia lalu melakukan instruksi yang semalam dia dapat. Kemudian dia mendekati seorang penjaga berpakaian rapi yang sedang bertugas tak jauh dari sana.


"Permisi, instruksi bilang aku harus menunjukkan QR code ini pada salah satu penjaga club!"


Penjaga itu sejenak terdiam dan memperhatikan Chelsea dari atas sampai bawah. "Orang sepertimu juga ingin jadi bartender. Baiklah, ayo ikut aku!" ucapnya dengan nada meremehkan.


Penjaga itu menuntun Chelsea ke sebuah ruangan lain dari DG CLUB. Di ruangan itu terdapat sebuah bar counter lengkap dengan semua jenis minuman beralkohol. Di sana telah duduk seorang wanita cantik dengan pakaian yang sexy, seolah-olah memang sedang menunggu kedatangan seseorang.


"H-halo ..." sapa Chelsea pada wanita itu dengan sedikit gugup.


"Oh~ Dirimu pendaftar pertama yang datang. Bolehkah diriku mengetahui namamu?" tanya wanita cantik itu.

__ADS_1


"Nama saya ... Mayra!"


__ADS_2