
Kedua bola mata Chelsea membulat begitu menyadari jika gadis kasir itu mencuri kesempatan untuk diam-diam menyentuh tangan Leon. Tanpa sadar ada sesuatu yang bergejolak dari dalam diri Chelsea, dan itu tidak lain adalah api cemburu. Dia tak tahan untuk mendekat dan menggeser tubuh Leon hingga tangan sang kasir itu terlepas dari tangan Leon.
"Tunggu dulu! Aku mau tambah sesuatu!" ucap Chelsea sambil melotot pada sang kasir.
"Ah, silakan Kak jika mau tambah ..." jawab gadis kasir itu dengan senyum canggung.
"Memangnya kau mau tambah apa?" tanya Leon.
"Pokoknya ada! Dan kau juga harus mentraktirku, kita ini kan rekan dekat!" ucap Chelsea penuh penekanan, seolah-olah ingin memberitahu pada gadis kasir itu betapa dekatnya hubungannya dengan Leon, dia juga bermaksud memperingatkan kasir itu untuk berhenti bertindak macam-macam terhadap Leon.
Chelsea dengan asal mengambil sebatang cokelat yang letaknya tak jauh dari sana. Dan gadis kasir itu pun kembali menghitung ulang total barang yang akan dibayar oleh Leon.
"Totalnya jadi empat puluh delapan ribu, Kak. Emm ... pulsa nya sekalian, Kak? Di sini juga jual pulsa!" ucap gadis itu dengan senyum ramah. Sepertinya dia masih belum mengerti maksud dari tindakan Chelsea terhadapnya barusan.
"Tidak perlu, terima kasih atas tawaran-"
"Boleh!" ucap Leon yang tiba-tiba memotong kalimat penolakan Chelsea.
"Silakan tulis nomornya di sini, Kak!" pinta gadis kasir itu dengan senyum berseri seraya menyodorkan sebuah pulpen.
Di satu sisi Leon pun menuliskan nomornya pada sebuah buku nomor yang juga disodorkan oleh gadis itu.
"Totalnya jadi seratus lima puluh ribu, Kak," lanjut si gadis kasir begitu selesai melakukan transaksi.
"Ya," Leon mengeluarkan uang kertas lagi untuk melengkapi kekurangan dari uang yang diberikan sebelumnya. Dan begitu selesai membayar, Chelsea tiba-tiba menarik tangan Leon dan segera menyeretnya keluar dari toko itu.
"Terima kasih Kakak-Kakak sudah belanja di sini! Lain kali kembali lagi, ya! Di toko kami sedang ada promo dan diskon besar-besaran!"
"Tidak akan kembali lagi!" teriak Chelsea.
"Terlalu berharap, padahal tempat ini akan segera digusur!" lanjut Chelsea dengan suara lebih pelan.
"Kenapa kau buru-buru sekali mau pergi dari toko tadi?" tanya Leon begitu mereka berdua sudah agak jauh dari toko tersebut.
"Humph, kau bodoh! Apa kau tidak sadar jika gadis centil tadi mau menggodamu?! Bahkan dia juga menawarimu untuk membeli pulsa! Tapi kau justru menerima tawarannya! Harusnya kau tolak saja! Sekarang dia jadi dapat nomor teleponmu! Jika kau memang butuh pulsa maka beli saja di tempat lain!" jawab Chelsea spontan yang emosinya masih meledak-ledak.
"Memangnya apa masalahnya dengan itu?" tanya Leon lagi.
"Dia mau menggodamu, Leon! Aku tidak suka ada wanita lain yang menggodamu!"
"Oh, jadi jika bukan wanita lain tidak apa-apa? Jangan-jangan kau cemburu?"
"A-aku apa ...?!" Seketika Chelsea berhenti melangkah. Kedua pipinya merona, bahkan dia juga merasa jika jantungnya berdebar lebih cepat.
"S-siapa yang cemburu?! Aku cuma tidak suka kau didekati oleh sembarang orang! A-aku begini juga demi kebaikanmu! Jadi jangan salah paham! A-aku sama sekali tidak cemburu!" bantah Chelsea yang kini salah tingkah, dia terus menunduk dan menyembunyikan wajahnya yang memerah.
DRRTT DRRTT
DRRTT DRRTT
Tiba-tiba terdengar suara nada dering ponsel yang tidak asing. Leon langsung merogoh saku jasnya dan mengambil ponselnya. Dia sedikit merasa ragu saat ingin mengangkat panggilan telepon dari nomor yang tak dikenal itu.
"Angkat saja ... aku tebak kalau itu dari gadis kasir tadi. Lihat sendiri, kan? Baru sebentar saja dia langsung meneleponmu!" celetuk Chelsea penuh kekesalan.
"Oh ya? Aku ingin tahu apa yang ingin dia katakan." Leon yang merasa penasaran pun akhirnya mengangkat panggilan telepon itu.
__ADS_1
"Halo, apakah ini benar Kakak yang membeli kopi tadi?" Terdengar suara seorang gadis yang sengaja dibuat-buat menggemaskan.
"Cih, sok sekali," gumam Chelsea dengan wajah masam.
"Ya, benar. Ada urusan apa kau menghubungiku?" tanya Leon yang masih tampak biasa saja.
"Anu Kak ... cokelat yang Kakak beli tadi ketinggalan, aku menemukannya di depan pintu, sepertinya terjatuh."
"Eh?" Seketika Leon mengecek kantong plastik yang tadinya terdapat 2 buah botol minuman kopi dingin dan sebatang cokelat. Namun, kini hanya tersisa 2 botol dan ternyata kantong plastik yang dia pakai sudah berlubang.
"Cokelat milikmu terjatuh, mau diambil?" tanya Leon pada Chelsea.
"Ck, toko macam apa itu?! Bisa-bisanya memberikan kantong plastik yang sudah bolong!" keluh Chelsea dengan suara keras, dia memang sengaja karena bermaksud agar suaranya bisa terdengar oleh gadis kasir itu.
"Maaf, Kak! Jika Kakak mau, saya bisa antar cokelat ini sebentar ke lokasi Kakak, sekarang Kakak ada di mana?"
Chelsea makin kesal, dia langsung merebut ponsel Leon dan berteriak, "Tidak usah! Aku tidak sudi bertemu dan melihat wajahmu lagi! Ambil dan jual kembali cokelat itu!"
TUT TUT ...
Saking kesalnya Chelsea sampai menutup panggilan telepon itu lebih dulu. Namun saat ingin mengembalikan ponsel itu pada Leon, tiba-tiba saja ...
DING!
Muncul sebuah notifikasi pesan di layar ponsel itu. Chelsea langsung mengecek isi pesannya begitu menyadari jika berasal dari nomor yang sama dengan yang menelepon tadi.
°°°
Kak, maaf atas ketidaknyamanan belanja di toko kami. Saat Kakak kembali belanja di sini lain kali, aku janji akan mengembalikan cokelat yang sudah kakak beli.
°°°
"Sial! Hapus, hapus saja!" gerutu Chelsea yang sudah muak.
"Hm? Memangnya apa itu? Apa itu pesan penting?" tanya Leon penasaran.
"Tidak! Tidak penting sama sekali! Gadis tadi masih nekat sekali ingin menggodamu! Ckck, kecil-kecil sudah begini, lebih baik jauhi saja! Ini, aku kembalikan! Awas ya, jika dia menghubungi lagi maka jangan ditanggapi!" ancam Chelsea seraya menyerahkan ponsel itu pada Leon.
"Persetan dengan cokelat! Ayo lanjut kerja!" teriak Chelsea yang kemudian berjalan mendahului Leon.
"Pfftt ...." Leon tertawa kecil.
Lucu sekali, aku tidak menyangka jika wanita sepertinya bisa bertingkah menggemaskan begini. Mayra bodoh, cemburu tapi tidak mau mengaku. Hehe, sepertinya aku harus memanfaatkan gadis tadi untuk membuatnya mengaku kalau dia memang cemburu.
***
Malam hari tiba. Kini Chelsea dan Leon selesai menjalani tugas hari pertama mereka di Distrik Timur 12 yang bisa dibilang tidak berjalan lancar. Terlebih lagi bagi Chelsea, setelah kejadian di toko yang melibatkan seorang gadis yang terlihat baru berumur belasan tahun. Rasa cemburu Chelsea yang tidak jelas berdampak pada kerja samanya dengan Leon menjadi kurang dalam menjalankan tugas.
Meskipun sudah malam dan lelah dengan sebuah yang terjadi hari ini, Chelsea tidak langsung beristirahat. Dia tidak lupa pada rencananya, di tangan malam seperti ini dia menyalakan laptop miliknya untuk melihat perkembangan berita terkini di media massa.
Dan benar saja, berita-berita yang kini sedang beredar dan menjadi perbincangan hangat adalah berita yang terbalik dengan apa yang Chelsea inginkan.
KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAVID DAMIAN TIDAK SAMPAI PENGADILAN!
"Apa-apaan ini?!" Chelsea terkesiap, dia tak percaya dengan apa yang barusan dia baca. Akhirnya dia menelusuri dan membaca berita lebih jauh lagi untuk mengetahui penjelasan seperti apa yang terdapat di dalam artikel berita itu.
"Sial, sepertinya aku terlalu meremehkan musuh! Di sini dijelaskan jika kasus tidak dilanjutkan hingga ke meja hijau, dan David Damian hanya diwajibkan menjalani rehabilitasi rawat jalan!"
__ADS_1
"Alasan lain juga mengatakan kalau David mengonsumsi obat-obatan terlarang belum ada 3 minggu. Hasil penyelidikan mengatakan jika David termasuk ke dalam golongan biasa dan tidak memiliki indikasi sebagai pengedar. Sialan, ini sangat jauh dari fakta yang sebenarnya!"
"David Damian itu seorang petinggi gangster! Dia aktor lama yang berhubungan dengan DG CLUB! Dari sini saja bisa dicurigai kalau dialah yang menjerumuskan para artis baru itu untuk memakai obat-obatan terlarang! Ini tidak adil, hukumannya terlalu ringan!"
Rasa keingintahuan Chelsea tak berhenti sampai di situ, dia beralih mencari artikel lain. Dan dia akhirnya menemukan artikel berita yang membuat soal video David Damian yang memberikan klarifikasi soal kasusnya yang terjerat obat-obatan terlarang.
°°°
"Terima kasih atas pengertian dan dukungan dari para penggemar. Dan saya minta maaf karena sudah membuat kehebohan yang buruk baru-baru ini."
"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya telah mengecewakan banyak penggemar terkait perbuatan salah yang saya lakukan. Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi saya, dan semoga ke depannya saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi," ucap David dalam video klarifikasinya.
"Saya juga memohon doanya ya, supaya Dav semakin sukses. Kejadian ini adalah teguran dari Tuhan untuk kita, semoga Dav jadi lebih hati-hati lagi dalam memilih teman," ucap seorang wanita paruh baya yang mengaku sebagai ibunya David Damian. Tentu saja wanita ini juga orang suruhan dari ketua untuk mengaku di hadapan publik sebagai ibunya David.
"Dan satu hal lagi yang mau saya tegaskan, anak saya bukanlah seseorang yang menyimpang! Hanya karena sama sekali tidak pernah ada skandal tentang dirinya, tolong jangan menuduh anak saya yang tidak-tidak. Saya juga selalu menasihatinya untuk mulai mencari wanita, tetapi dia tidak mau dan masih ingin berbakti pada saya," pungkas wanita itu.
°°°
"Apa-apaan?! Apa-apaan ini semua ...!?" Chelsea terperangah tak percaya dengan video yang baru saja dia tonton.
"Aku baru tahu kalau David Damian punya ibu! Sial, dia selalu tertutup soal keluarganya! Aku lengah pada bagian ini!" keluh Chelsea yang menyalahkan diri sendiri. Tanpa dia tahu dia telah termakan kebohongan soal wanita bayaran itu adalah ibu dari David.
"Sial, aku tidak terima! Aku telah bersusah payah mencari bukti satu per satu! Yang sebenarnya David itu seorang pecandu dan tukang main wanita! Aku tidak terima jika semua usahaku hancur hanya karena satu video klarifikasi ini!"
"Aku ingin melihat tanggapan orang-orang! Iya, mereka pasti punya otak untuk tetap menuntut keadilan! Mereka yang memakai otak pasti sadar jika David Damian mendapat perlakuan spesial karena dia seorang publik figur!"
Chelsea masih ingin melihat ada atau tidaknya harapan dari komentar para orang-orang. Dia masih berusaha menghibur diri sendiri atas kekalahannya kali ini.
°°°
[barbiesyalala123] : Semangat ya David! Aku selalu percaya kamu kok! Kamu idolaku❤
[stargirl_78] : Semangat terus David! Kamu selamanya tetap di hatiku❤ jadi tidak sabar menunggu kamu aktif lagi
[beautyidol03] : ohh David😭 cepatlah kembali😭😭
[cappuccinoalpukat] : Siapa yang gak sabar David main drama series lagi? Ayo cung☝️☝️
[misterblack] : pantas David ganteng, ibunya juga cantik
°°°
"Dasar orang-orang gila!" teriak Chelsea yang mulai frustrasi.
"Dasar fans buta tidak punya otak! Kalian semua ditipu! Kenapa kalian masih membela David! Apa hanya karena tampangnya yang di atas rata-rata itu! Dasar naif, menilai orang hanya berdasarkan penampilan! Jika penampilannya bagus maka akan kalian bela!"
"Sial, sial, sial! Yang aku mau adalah David jadi redup dan kariernya hancur! Bukan malah membuat panggung untuknya agar dia makin bersinar! Sialnya dia malah mendapat banyak simpati dari orang-orang!"
"Ck, sialan! Aku gagal!" Chelsea yang kini sudah begitu muak langsung menutup laptop miliknya dengan kasar. Dia juga memegang kepalanya yang kini terasa amat pening.
"Tidak bisa ... tidak bisa begini! Aku tidak bisa membiarkan pembunuh kakakku tetap menikmati hidup!"
"Sial, apa langkah yang aku ambil sudah salah sejak awal? Apa seharusnya aku tidak menargetkan dia? Akhhh ... aku tidak tahu harus bagaimana!"
Chelsea terus menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalannya kali ini. Dia juga terus berpikir di mana salahnya dan dari mana dia harus memperbaiki semua rencananya.
"Kak Liam ... aku harus bagaimana? Balas dendam untuk kakak ternyata sangat sulit dan rumit ...."
__ADS_1