
Topeng adalah suatu keharusan untuk melindungi privasi, itulah yang menjadi aturan dasar di Violent Zone. Namun, saat ini malah ada seorang eksekutif yang melepas topengnya dengan leluasa. Dan begitu topeng macan itu dilepas, tampaklah sebuah bekas luka yang besar di sebelah mata kanannya. Yang bahkan sampai membuat buta sebelah.
Leon dan Chelsea masih terdiam karena terkejut dengan bekas luka pada wajah Mr Tiger. Terlebih lagi, mereka berdua juga bingung soal alasan macam apa yang membuat eksekutif ini membuka topengnya di hadapan mereka.
"Mr Tiger, kenapa melepas topengmu di hadapan kami?" tanya Chelsea dengan ekspresi canggung. Dia masih merasa sedikit merinding saat melihat bekas luka di wajah Mr Tiger.
"Aku melakukan apa yang tadi kau inginkan. Tadi kau bilang ingin bukti apakah aku benar-benar mantan anak buah kakakmu atau bukan. Maka inilah buktinya, luka ini aku dapatkan 10 tahun yang lalu saat aku masih menjadi anak buah William Adinata," jelas Mr Tiger dengan raut wajahnya yang dingin.
Chelsea mengerutkan kening, lantas berkata, "Jika kau benar-benar mantan anak buah kakakku, ke mana saja kau selama ini? Aku demi membongkar kasus kematian kak Liam, mencari-cari semua kenalan kakak yang juga berhubungan dengan Violent Zone. Tapi pencarianku itu sama sekali tidak membuahkan hasil, yang aku tahu jika semua mantan anak buah kakak sudah dibantai habis."
"Heh, ke mana katamu? Tentu saja aku dan kawan-kawanku mencari tempat untuk bertahan hidup. Tapi yang kau katakan itu tidak sepenuhnya salah. Jika 10 tahun yang lalu, mantan anak buah Bos William masih tersisa beberapa orang. Tapi sekarang, hanya tersisa aku seorang," ucap Mr Tiger dengan wajah tertunduk. Seakan-akan dia merasa sedih atas kepergian rekan-rekannya yang dulu.
Bukannya turun merasa prihatin, Chelsea justru semakin menaruh kecurigaan pada Mr Tiger. "Hanya Anda yang tersisa? Bukankah ini sangat mencurigakan? Aku di sini untuk mencari kebenaran soal kematian kakakku, bukan untuk mendengar omong kosongmu."
Mr Tiger menyeringai dan tertawa sinis. "Haha ... sial, bertemu dengan orang sepertimu memang sulit ditangani. Sepertinya aku perlu menjelaskan segalanya baru kau akan percaya pada semua yang terjadi sekarang."
"Memang itulah alasan kenapa aku kemari. Karena aku ingin mendapatkan jawaban soal segalanya!" sungut Chelsea seakan tidak sabar. Dia benar-benar waspada, khawatir jika Mr Tiger juga salah satu orang yang Nisa siapkan di dalam skenario untuk memengaruhi pikirannya.
Mr Tiger menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Baiklah, akan aku ceritakan segalanya, lagi pula aku cuma disuruh oleh ketua supaya membuatmu paham. Soal Violent Zone yang aku ketahui, bisnis ini dibangun diam-diam 10 tahun yang lalu oleh William Adinata. Dulunya, Violent Zone tak langsung terkenal dan menjadi sebesar ini. Karena dulunya Violent Zone cuma sebatas pertarungan liar yang diadakan di bawah tanah."
"Aturannya juga tidak begitu mengekang seperti sekarang. Dulu para petarung yang mengikuti pertarungan kebanyakan adalah orang-orang yang memiliki masalah keuangan. Mereka datang dengan tujuan mendapatkan uang jika memenangkan pertarungan. Lama-kelamaan Violent Zone makin dikenal di kalangan luas. Dan Bos William Adinata, dia juga mendapatkan keuntungan dan kekuasaan lewat hal ini."
"Para penonton yang semula hanya berasal dari kalangan penggemar judi dan pertarungan, kian lama naik kelas menjadi orang-orang kaya, karena Bos William mengenalkan Violent Zone yang dia kelola kepada teman-temannya yang juga dari kalangan konglomerat. Hingga tibalah Violent Zone pada masa kejayaan yang pertama. Uang yang didapatkan dari keuntungan mampu untuk membeli sebuah kapal pesiar, meskipun kapal pesiar itu tidak bisa dikatakan mewah seperti kapal pesiar ini."
"Belum genap setengah tahun Violent Zone beroperasi di kapal pesiar, musibah itu terjadi. Ini semua bermula karena kami telah menyinggung orang yang salah," jawab Mr Tiger yang raut wajahnya makin terlihat sendu. Meskipun sudah lama, kenangan buruk 10 tahun lalu begitu membekas pada dirinya, baik itu secara fisik maupun mental.
"Orang yang salah? Siapa itu? Apakah itu seorang gadis?" tanya Chelsea penasaran. Dia seketika menebak jika Nisa-lah yang merupakan alasan di balik ini semua.
"Bukan, yang kami singgung adalah seorang pemuda yang belum genap berusia 20 tahun. Kami sama sekali tidak tahu kenapa dia bisa mempunyai masalah dengan Bos William. Tetapi, Bos William tahu jika dia memiliki potensi dalam berkelahi. Bos William mengerahkan banyak orang untuk menangkapnya, lalu pada akhirnya membawanya ke kapal dan memaksanya untuk ikut di dalam turnamen besar Violent Zone."
"...." Leon masih tak berkata-kata, diam-diam mengepalkan kedua tangannya seerat mungkin. Karena dia tahu, seseorang yang sedang Mr Tiger ceritakan adalah Dika, seseorang yang sudah dia anggap sebagai kakak dan saat ini mengepalai Divisi 2.
Menurutku, setelah memperhatikan cara bicara Mr Tiger ini. Sepertinya dia masih belum tahu jika seseorang yang pernah dia singgung dan tangkap adalah kak Dika. Mr Tiger cuma memiliki posisi sebagai eksekutif di satu bisnis, jika saja dia tahu kalau orang yang telah dia singgung adalah Kepala Divisi 2, mungkin saja dia akan langsung terkena ayan.
Tapi sudahlah, aku akan terus memperhatikan. Aku hanya akan bicara jika saatnya memang sudah tepat.
Mr Tiger melanjutkan bicaranya. "Di luar dugaan kami, pemuda itu begitu tangguh dan berhasil bertahan setelah melewati beberapa minggu pertarungan. Bahkan dia memenuhi kualifikasi untuk turut serta dalam turnamen hidup dan mati, yang mana pertarungan itu akan jauh lebih kejam dan tidak manusiawi. Turnamen hidup dan mati ini adalah sesuatu hal yang besar, tetapi ... kami lengah dan melakukan kesalahan."
"Tanggal diadakan turnamen itu bocor, dan pada saat malam puncak yang bertepatan saat malam tahun baru. Kapal pesiar kami mendapatkan serangan diam-diam dari pihak yang tidak dikenal. Tetapi, kami terlambat menyadari kedatangan mereka. Para tamu VIP sudah hadir dan acara turnamen sudah terlanjur dimulai."
"Hingga kami menyadari sebuah kejanggalan, yaitu saat pemuda yang tangguh itu menghilang dari selnya. Cuma dia satu-satunya yang tidak tampil di atas arena pertarungan. Lalu ... tiba-tiba saja terdengar bunyi ledakan yang beruntun dan asalnya dari segala arah. Para tamu VIP langsung panik, semuanya berlarian tidak jelas. Ingin melarikan diri juga tidak bisa, karena sekoci darurat yang telah kami siapkan juga banyak yang telah dirusakkan."
"Saat itu aku bertugas sebagai tim pengawal, tetapi nasibku juga sial. Banyak dari tim pengawal yang tumbang karena diserang. Jumlah mereka tidak banyak, tapi mereka berhasil membuat kami kewalahan. Dan saat itu, tanpa sengaja aku berpapasan dengan seorang gadis yang telah menyeret Bos William yang sudah tak sadarkan diri. Aku sekuat tenaga melawannya, tapi saat berhadapan, ternyata aku kalah."
"Tunggu sebentar! Siapa gadis itu?! Apa kau mengenalnya?!" potong Chelsea kala Mr Tiger masih hanyut dalam cerita masa lalunya.
"Aku tidak mengenalinya. Tetapi dia sangat kejam, dia bukan cuma meninggalkan bekas luka yang membuat sebelah mataku ini buta permanen. Bahkan dia masih menusukku sekalipun aku sudah ambruk. Sebelum pingsan, samar-samar aku bisa melihat sebuah tanda di bahunya. Ada sebuah tato simbol yin-yang di sana. Itu adalah ciri-ciri yang paling membekas di ingatanku. Karena rasa sakit itu, aku berpikir aku akan segera mati. Dengan segala tenaga yang aku punya, aku mengeluarkan ponselku dan berhasil memotret sebuah gambar. Berharap di masa depan nanti akan ada yang balas dendam setelah menemukan ponselku."
__ADS_1
"Gambar?! Di mana sekarang gambar itu?! Tolong perlihatkan gambar itu padaku!" pinta Chelsea dengan penuh harap. Jika dia bisa melihat gambar itu, maka dia bisa mengetahui dengan jelas apakah Nisa yang memang telah membunuh kakaknya.
"Tidak bisa, 10 tahun yang lalu jenis ponsel belum secanggih sekarang. Ponsel itu adalah model lama yang sudah ketinggalan zaman. Tetapi aku tidak bodoh, sebelum aku membuang ponsel itu untuk menghapus jejakku, aku sudah mencetak foto itu lebih dulu," jelas Mr Tiger dengan nada angkuh. Dia sombong hanya karena merasa sedikit pintar.
"Kalau begitu perlihatkan padaku foto yang sudah dicetak itu!" teriak Chelsea yang hampir kehilangan kesabaran.
Mr Tiger lalu membuang tatapan mata ke samping. "Ehmm ... maaf, sayangnya foto itu sudah tidak berada di tanganku lagi."
"Apa? Bagaimana bisa kau menghilangkan benda sepenting itu?!" bentak Chelsea penuh kemarahan.
"Hei, kenapa kau memarahiku? Itu sepenuhnya hakku memberikan foto itu pada siapa. Lagi pula aku memberikan foto itu kepada salah seorang VIP, aku memberikannya begitu saja karena merasa tidak enak. Soalnya ... gadis yang ada di foto itu ternyata adalah istrinya, aku mana punya nyali untuk menyimpan foto istri orang? Terlebih lagi ... di foto itu, dia tampak cuma memakai atasan singlet," jawab Mr Tiger yang mencari pembelaan.
"Istri? Apakah VIP yang kau maksud adalah Keyran Kartawijaya?!" tanya Chelsea dengan tatapan tajam.
Mr Tiger tersentak. "Eh?! Bagaimana kau bisa tahu? Apa kau seorang cenayang? Atau peramal?"
"Sial, jadi itu benar .... Ternyata memang Nisa Sania Siwidharma yang menjadi dalang di balik semua ini! Ck, pantas saja wanita iblis itu belum mendapatkan karma dunia yang pantas, ternyata Keyran melindunginya! Awas saja kau, aku pasti akan membalaskan dendam kepadamu!" ucap Chelsea dengan tubuh yang sedikit gemetar, tampak jelas jika dia begitu marah.
"Chel ...." Leon hendak bicara, tetapi dia mengatupkan mulutnya kembali. Tadinya dia ingin menjelaskan jika Nisa bukanlah pembunuh sebenarnya, dan tiba-tiba saja Leon mengurungkan niatnya karena perasaan ragu yang tidak jelas.
"Hei, aku sarankan jangan menyebut nama Nisa Sania Siwidharma sambil memaki lagi. Dia itu adalah seorang yang terhormat, dia dilindungi oleh Mr Oni secara langsung," ucap Mr Tiger dengan suara pelan.
"Siapa lagi Mr Oni?" tanya Chelsea dengan nada ketus. Dia masih belum bisa membuang rasa kekesalannya.
"Mr Oni adalah bos baru kami," jawab Mr Tiger.
Chelsea terdiam sejenak, mulai merasa tertarik untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi. "Bos baru? Coba lanjutkan ceritamu tadi! Aku mau memahami semuanya dengan tuntas!"
"Lalu ...?" tanya Chelsea yang masih ingin menyimak lagi.
"Apa lagi? Tentu saja mereka kabur dengan speed boat yang mereka bawa sendiri. Sedangkan kapal pesiar yang terbakar, hanya memiliki satu akhir, yaitu tenggelam. Banyak dari pihak tamu VIP maupun tim pengawal yang tewas. Dan yang selamat hanya yang memiliki keberuntungan dan yang bisa bertahan di atas puing-puing kapal. Dan esok harinya, semua anak buah yang tersisa, kami mendapatkan kabar bahwa Bos William telah tewas karena dibunuh."
"Kau benar, kakakku ditemukan meninggal dalam keadaan mengenaskan. Di tubuhnya ada luka tempat dan juga banyak bekas luka oleh benda tumpul. Sepertinya kakakku disiksa sampai mati oleh mereka bersembilan," ucap Chelsea dengan kepala tertunduk.
Sial, ternyata seperti ini kebenarannya. 9 pelaku yang membunuh kakakku, mereka adalah 9 Family jelmaan iblis itu! Dan ini artinya, orang yang sempat bermasalah dengan kakak adalah salah satu Family, pantas saja Nisa dan gerombolannya turun tangan. Meskipun dia ingin membalas dendam, kenapa dia harus melakukan pembantaian secara besar-besaran seperti itu? Dan kenapa pula mereka harus membunuh kakakku?
"Kematian Bos William juga merupakan duka mendalam bagi kami. Bos kami dan bisnis kami hancur. Karena kami tahu jika Bos William adalah tuan muda keluarga Adinata, kami yang tersisa sempat melakukan tawar menawar dengan keluarga Adinata, tetapi keluarga Adinata justru ingin sepenuhnya menyingkirkan kami. Bahkan yang membuat kami kecewa, bisa-biasanya melepaskan dendam begitu saja dan berbohong kalau Bos William tewas karena kecelakaan! Ini benar-benar tidak adil bagi kami!" celetuk Mr Tiger dengan raut wajah kesal.
"Tidak adil katamu? Kau saja yang tidak paham bagaimana situasi keluarga Adinata kami lebih dulu! Kami juga menerima pukulan besar saat kak Liam tewas. Ayahku memutuskan untuk menutupi kasus ini supaya keberadaan Violent Zone tidak tercium oleh polisi. Dan lagi, karena kakakku adalah pemilik utama, kami juga telah memberikan kompensasi dalam jumlah yang besar pada kalian. Tapi sekarang, kalian bukannya menggunakan dana kompensasi itu dengan baik dan malah menyelewengkan dana itu. Bahkan sekarang juga meremehkan keluarga Adinata kami! Terlebih lagi kau, sekarang kau berpihak pada orang yang telah membunuh kakakku, dasar penghianat!" balas Chelsea yang juga merasa kesal.
Mr Tiger menyeringai sinis. "Heh, pengkhianat katamu? Kalian keluarga Adinata yang justru membuang kami! Kau pikir memberikan dana kompensasi itu cukup? Asal kau tahu, bagi kami dana kompensasi itu tidak diperlukan! Yang kami butuhkan adalah modal! Modal untuk membangun bisnis Violent Zone kembali!"
"Membangun Violent Zone kembali? Kalian belum kapok juga, ya~" ucap Chelsea dengan nada menyindir.
"Kau tidak akan mengerti jika tidak berada di posisi kami," sanggah Mr Tiger dengan senyum meremehkan. "Aku dan rekan-rekanku, kami semua adalah sampah masyarakat yang tidak diterima di dunia luar sana. Ingin memulai kehidupan yang normal juga tidak cocok dengan kami. Dan lagi ... sebagian besar dari kami hidup sebatang kara, jadi yang namanya kompensasi itu tidak terlalu berguna bagi kami. Yang kami butuhkan adalah modal, karena kami ingin bisnis ini dimulai kembali, supaya uang akan terus berputar dan berlipat ganda."
"Masa itu adalah masa-masa kami terpuruk. Hingga tibalah Mr Oni yang mau bekerja sama dengan kami. Dia bersedia memberikan kami modal yang berlimpah, kapal pesiar yang baru, serta senjata yang memadai. Akan tetapi, dia juga punya syarat, supaya dia yang menentukan aturan dan sistem dalam Violent Zone yang baru ini. Tentu saja kami semua menerimanya. Kapan lagi kesempatan sebaik ini akan tiba?"
"Jika bos baru kalian adalah Mr Oni. Kenapa bisnis ini masih dinamai Violent Zone? Nama ini adalah nama saat masih ada kakakku. Apakah Mr Oni itu bukan orang yang kreatif?" tanya Chelsea lagi.
__ADS_1
"Ini bukan masalah soal kreatif atau tidak. Tetapi nama Violent Zone sudah memiliki popularitas yang tinggi, orang-orang juga lebih akrab dengan nama ini. Lagi pula keluarga Adinata kalian juga sudah memutuskan untuk tidak menjadi pengelola bisnis ini lagi. Jadi sah-sah saja bos baru kami mengambil alih segala sesuatu dari bisnis ini."
"Lalu? Bagaimana kaitannya Nisa Sania Siwidharma dengan Mr Oni yang kau bilang tadi?" tanya Chelsea penasaran. Dia begitu ingin mengetahui segalanya yang berhubungan dengan Nisa.
"Gadis jelmaan iblis itu ... datang lagi ke hadapan kami. Dia mengancam akan membunuh kami semua dan membakar kapal pesiar lagi jika kami masih berani menyinggung temannya. Dia datang seorang diri ke markas kami yang saat itu berada di dekat pelabuhan, bahkan saat itu dia masih memakai seragam sekolah. Kami saat itu begitu gelap mata dan haus akan balas dendam, jadi kami yang tersisa maju bersama-sama untuk menyerangnya, membalas dendam demi Bos William."
"Namun, belum sempat gadis itu bergerak dan membela diri. Tiba-tiba Mr Oni datang dan menyerang kami semua. Dia menekankan pada kami jika gadis itu merupakan sosok yang harus kami hormati. Saat itu kami semua baru sadar jika sudah masuk ke dalam jebakan. Memberi penghormatan pada seseorang yang sebelumnya telah membunuh bos kami, hal itu sangat melukai harga diri kami. Akan tetapi, kami begitu lemah untuk mampu menumbangkan Mr Oni."
"Pada akhirnya kami membuat perjanjian dengan gadis bernama Nisa Sania Siwidharma itu. Kami tidak diperbolehkan memberi informasi secuil apa pun mengenai kematian William Adinata pada orang lain. Jika kami melanggar, maka Mr Oni akan turun tangan dan membunuh kami semua. Gadis itu juga bilang, dia akan selalu mengawasi kami lewat perantara Mr Oni."
"Kami semua setuju, karena saat itu kami berpikir masih bisa meminjam tangan orang lain untuk balas dendam. Yaitu lewat tangan keluarga para VIP, karena tamu VIP yang tewas saat malam tahun baru itu kebanyakan adalah konglomerat asal Tiongkok. Mereka terkenal akan balas dendamnya, jadi kami diam-diam memberikan informasi kepada mereka soal siapa dalang yang membakar kapal. Mereka bilang pada kami jika mereka telah mengirim pembunuh bayaran untuk memburu 9 orang itu. Tetapi, nyatanya gadis itu masih hidup sampai sekarang dan justru menjadi istri dari calon pewaris konglomerat ternama di negara ini."
"Haiss ... dia seperti memiliki banyak nyawa. Entah apa yang menjadi latar belakangnya. Ini sama saja dengan kami yang menjual diri pada musuh sendiri. Violent Zone yang dipimpin oleh Mr Oni terus berkembang, dan dibuat jajaran eksekutif para 12 Shio. Jumlah itu sesuai dengan aku dan teman-temanku, dan pada akhirnya ... hanya aku yang masih bertahan."
"Teman-temanku tewas melawan Mr Oni karena mereka merasa terhina. Orang yang dulunya menghancurkan bisnis kami dan membunuh bos kami, sekarang kami justru jadi bagian dari mereka. Meskipun saat itu aku sempat memberikan perlawanan kecil juga, entah kenapa Mr Oni membiarkan aku hidup. Dan lama-kelamaan aku sadar, Mr Oni ingin memberikan siksaan mental padaku dan membuatku bunuh diri!"
"Siksaan mental?" tanya Chelsea penasaran.
"Iya, siksaan mental! Aku diberikan ruangan menjijikkan yang dipenuhi oleh ciri khas macan seperti ini! Bahkan aku juga sama sekali tidak mengenal 12 Shio yang lain. Setiap hari aku berpikir apakah akan ada hari esok untukku. Asal kalian tahu, di sini aku kekurangan wanita, dan yang lebih buruk dari itu, sudah 3 tahun aku tidak menginjak daratan. Yang bisa aku lakukan untuk selalu berpikir positif, hanya selalu mengingat jika aku ini kaya!"
"Ohh ..." ucap Chelsea dengan nada canggung. Lantas menoleh ke arah Leon, mereka berdua baru tahu jika ruangan yang norak ini ternyata bukan murni keinginan Mr Tiger.
Mr Tiger mengela napas panjang dan berkata, "Semua yang aku ceritakan tadi adalah semua yang harus kau tahu. Intinya, Violet Zone yang sekarang dengan yang dulu mempunyai aturan yang berbeda. Itulah mengapa ketua mengatur semua ini, supaya kau percaya, dia memerintah Foxy untuk menjelaskan soal aturan yang baru. Lalu menyuruhku untuk menjelaskan soal aturan Violent Zone yang lama."
"Hei, kalau memang benar ketua yang menyuruhmu. Apa kau tahu siapa itu ketua?" tanya Leon yang pada akhirnya bicara.
"Ketua? Tentu saja Ketua adalah Kepala Divisi 1!" jawab Mr Tiger dengan lugas, namun membuat Chelsea dan Leon menghela napas.
"Haha, aku turut prihatin padamu. Meskipun sekian lama kau bergabung, ternyata kau belum tahu rupa ketua yang sebenarnya. Ketua yang sebenarnya itu perempuan, dia adalah Nisa Sania Siwidharma yang tadi keburukannya kau ceritakan!" ucap Chelsea dengan tatapan meremehkan.
Mr Tiger terkesiap. "Eh?! Apa kau serius?! Jika yang kau katakan benar ... Lantas kenapa ketua malah ingin aku menceritakan kebusukan dirinya sendiri?"
"Aku serius, lagi pula tidak ada alasan bagiku untuk berbohong padamu. Dan terima kasih atas semua informasi yang kau berikan, sekarang aku yakin jika kau tidak berbohong karena nyatanya kau juga adalah boneka yang Nisa atur untukku!"
"Memangnya kau ada konflik macam apa dengan ketua?!"
"Astaga, ternyata kau bertahan hidup dengan kebodohan yang kau miliki ini. Konflik antara aku dengannya itu sudah dari tadi kau ceritakan! Itu adalah soal kematian kakakku! Aku datang kemari untuk membalas dendam padanya!" bentak Chelsea.
"Hiyyy ... kalau begitu balas dendam di tempat lain saja sana! Jangan di atas kapal ini! Kau orang sinting! Jangan seret aku, ketua bisa saja menenggelamkan kapal ini untuk membereskanmu! Lagi pula kau pasti akan kalah! Jadi ikhlaskan saja kematian kakakmu!" teriak Mr Tiger yang sudah merasa merinding. Dia benar-benar takut saat memikirkan akan mengalami tragedi di dalam kapal lagi.
"Ikhlas katamu?! Bagaimana aku bisa ikhlas?! Kakakku mati dengan tidak adil! Dia cuma menyekap salah satu Family saja! Tapi dia disiksa sampai mati oleh 9 iblis itu! Pokoknya tekadku sudah bulat! Aku tidak akan berhenti sampai membunuh Nisa dengan tanganku sendiri! Aku yakin jika wanita iblis itu yang membunuh kakakku!" ungkap Chelsea penuh kemarahan, bahkan urat lehernya sampai terlihat.
"...." Leon membisu, dia merasa tidak habis pikir jika Chelsea masih memiliki tekad yang begitu kuat, walaupun sudah mendengar penjelasan tentang perbuatan kotor kakaknya. Pikirnya, mungkin inilah saatnya dia menggunakan cara terakhir yang sudah disiapkan.
"Mr Tiger, aku rasa penjelasanmu masih belum selesai. Kau belum menjelaskan segalanya soal Violent Zone yang dulu kepada kami," ucap Leon yang seketika mengagetkan Chelsea.
"Memangnya kau siapa? Kau bukan seseorang yang selamat dari musibah kapal itu! Yang sudah aku jelaskan sudah semuanya!" protes Mr Tiger.
"Kalau begitu ...." Leon tiba-tiba mengeluarkan sebuah benda dari sakunya. "Bagaimana kau menjelaskan ini?"
__ADS_1
"I-ini ...." Sontak saja Mr Tiger berkeringat dingin.