
"Bundaaa ...!! Keisha pulang!" teriak anak itu yang langsung berlari begitu saja memasuki rumah. Lalu seseorang yang tidak lain adalah ayahnya berjalan mengikuti dari belakang.
"Pelan-pelan sayang, awas nanti jatuh." Keyran menghela napas lalu tersenyum tipis. Meskipun sudah dibilang berulang kali, tetapi dia tetap tidak bisa mengubah kebiasaan putranya jika itu sudah menyangkut tentang bunda.
"Tumben baru pulang," ucap Nisa yang baru muncul langsung mendapatkan sambutan pelukan dari Keisha.
"Tadi Keisha main ke kantor ayah dulu, Bunda!" jawab anak itu dengan antusias.
"Hm? Betah sekali, Keisha tidak menyusahkan Valen, kan?"
"Tidak kok! Keisha kan anak baik!"
"Ehem!" Keyran sengaja batuk untuk mendapat perhatian dari istrinya. Dan Valen yang Nisa maksud barusan adalah asisten pribadinya Keyran.
"Haha, Keisha tadi di sekolah belajar apa? Apa Keisha merasa kesulitan?" tanya Nisa yang tetap mengabaikan suaminya.
"Keisha belajar menggunting dan menempel gambar dinosaurus. Keisha sudah bisa mengerjakannya sendiri, Keisha tidak dibantu ibu guru lagi seperti teman-teman Keisha yang lain."
"Wahh ... Keisha hebat! Nanti Bunda lihat ya gambarnya! Sini, Bunda cium dulu!" Nisa yang merasa gemas pun langsung memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi chubby putranya.
"Ehem!" Sekali lagi Keyran batuk.
"Geli ... Bunda!" Keisha tersenyum bahagia, dia sangat suka mendapatkan kasih sayang dari ibunya.
"Ehem!!" Sekali lagi Keyran batuk, namun kali ini lebih keras.
Nisa yang menyadari tingkah aneh suaminya langsung berhenti memberikan ciuman pada Keisha, lalu beralih menatap Keyran dengan sinis. "Kalau kau batuk minum obat sana."
Tiba-tiba Nisa mengubah ekspresi secepat kilat, kembali menatap putranya dengan senyuman. "Keisha ganti baju dulu ya, jangan lupa taruh sepatu di rak!"
"Baik, Bunda!" Keisha pun segera pergi menuju kamarnya dengan langkah riang.
Sedangkan Nisa, dia masih berdiri di tempat dan menatap malas suaminya. "Kau ini sebenarnya kenapa?"
"Aku juga mau ... seperti Keisha," jawab Keyran dengan wajah cemberut.
"Kau ingin kembali jadi anak TK lagi?"
"Bukan!" Keyran mulai kehilangan kesabarannya, dia langsung menarik tangan istrinya dan merangkul pinggangnya dengan erat. "Saat kau bersama putramu, kau langsung mengabaikan suamimu. Aku juga mau diperhatikan, dipuji hebat, dan ... dicium."
"Pffttt ... baiklah." Nisa terkekeh, lalu memberikan sebuah kecupan di pipi Keyran. "Suamiku hebat, terima kasih sudah bekerja keras. Kau pasti lelah, mau aku buatkan kopi atau teh?"
"Emm ... tidak keduanya! Tapi, ayo ke kamar!" Seketika Keyran membopong tubuh istrinya dan menaiki tangga.
"Hei-hei ... ini masih sore, cepat turunkan aku!" pinta Nisa sambil menepuk-nepuk bahu suaminya.
__ADS_1
"Pokoknya ayo ke kamar! Aku lelah, bantu aku mengganti baju!"
"Anakmu saja bisa ganti baju sendiri, masa kau kalah darinya?"
"Pokoknya bantu aku! Titik!"
***
Setelah Keisha selesai mengganti bajunya, dia berlarian ke sana kemari untuk menemukan temannya, yaitu Luciel. Tetapi, dia tidak menemukannya di mana pun dia mencari di dalam rumah yang besar itu.
Keisha yang lelah mencari pun berinisiatif untuk bertanya dengan menghampiri kamar ayah dan bunda nya.
"Bunda! Keisha mau masuk!" teriak anak itu sekencang mungkin.
"Masuklah, sayang!"
Keisha langsung membuka pintu dan masuk ke kamar. Dia melihat jika kini sang bunda sedang duduk di depan meja rias, sedangkan sang ayah sedang menyisir rambut bundanya.
"Ayah dan Bunda pacaran terus ..." Keluh Keisha seakan cemburu.
"Dari mana Keisha tahu kata pacaran?" tanya Nisa dengan mata membulat, dia sangat kaget karena ini untuk pertama kalinya Keisha mengucapkan kata seperti itu.
"Tentu saja Keisha tahu!"
"Apa yang anak kecil sepertimu tahu?" tanya Keyran bermaksud menggoda putranya.
"Pacaran itu saat laki-laki dan perempuan terus bersama dan hanya berdua!" Keisha langsung berlari dan memeluk Nisa. "Ayo Bunda pacaran saja dengan Keisha!"
"Bunda, Luciel di mana? Keisha sudah cari di mana-mana tapi tidak ketemu. Apa mami nya Luciel sudah ketemu, lalu Luciel pergi dan tidak mau berpamitan dengan Keisha?" tanya Keisha dengan tatapan polosnya yang sedih.
"Luciel masih di sini kok, dia sedang melihat ikan di kolam halaman belakang," jawab Nisa sembari mengusap kepala Keisha.
"Ah, Luciel di sana ya! Keisha akan ke sana sekarang!"
Keisha hendak pergi dan berlari, tetapi Nisa menahan tangannya. "Tunggu dulu!"
"Ada apa, Bunda?"
"Keisha, sebenarnya Luciel sedang menyendiri karena marah pada Bunda. Maukah Keisha membujuknya agar tidak marah lagi?" pinta Nisa dengan senyum lembut.
"Memangnya Luciel kenapa sampai marah pada Bunda?"
"Emm ... Bunda bilang padanya jika mulai sekarang Bunda akan menjadi mami angkat nya Luciel, Luciel tidak setuju lalu marah. Keisha mau kan membujuknya?"
"Keisha tidak mau!" teriak Keisha spontan.
"Mengapa Keisha tidak mau? Bukankah Keisha suka jika Luciel terus di sini?" tanya Nisa sedikit kebingungan.
__ADS_1
"Keisha tidak mau berbagi Bunda! Nanti sayangnya Bunda ke Keisha akan berkurang! Bunda juga tidak akan membacakan cerita lagi untuk Keisha! Nanti mainan Keisha pasti Bunda berikan ke Luciel semua! Keisha tidak mau ... pokoknya Bunda cuma boleh jadi miliknya Keisha!"
"Bunda sebenarnya milik Ayah tuh," sahut Keyran yang seketika membuat Keisha semakin menjadi-jadi.
"Huaaa ... Keisha mau Bunda!!" rengek Keisha yang kini tidak mau lepas dari sang bunda.
"Jangan buat semakin runyam, Key!" ucap Nisa dengan tatapan sinis.
"Iya-iya, aku diam." Seketika Keyran membisu dan memalingkan wajahnya.
Nisa lalu beralih mengusap air mata di pipi Keisha. Dengan senyum lembut dia pun berkata, "Jadi Keisha tidak setuju Bunda jadi mami angkat nya Luciel, karena takut kasih sayang Bunda ke Keisha akan berkurang?"
"Iya ..." jawab Keisha sambil menganggukkan kepala.
"Apa Keisha merasa kasih sayang Bunda berkurang sejak ada adik bayi kembar?" tanya Nisa lagi.
"Tidak ..." jawab Keisha sambil menggeleng.
"Nah, Luciel menjadi anak angkat bukan berarti kasih sayang bunda akan terbagi dan yang Keisha dapat akan berkurang. Bunda akan bersikap adil, Bunda akan terus menyayangi Keisha dan membacakan cerita sebelum tidur. Tidak akan ada yang berubah meskipun bertambah satu saudara lagi."
"Sungguh?" tanya Keisha dengan tatapan berbinar.
"Iya, sayang. Lagi pula Luciel hanya sendirian di rumah saat Keisha sekolah. Jika seperti ini terus sampai mami nya Luciel ketemu, tidakkah Keisha merasa kasihan pada Luciel yang kesepian?"
"Keisha juga tidak suka kesepian ...Tapi Bunda, bagaimana jika nanti mami nya Luciel sudah ketemu? Apakah Keisha tidak akan berteman lagi dengan Luciel?"
"Emm ... coba Keisha bertanya sendiri pada Luciel. Tapi percayalah pada Bunda jika posisi Keisha di hati Luciel juga sangat penting! Dengan menjadi saudara, maka hubungan Keisha dan Luciel akan semakin erat!"
"Apakah Keisha dan Luciel bisa jadi sahabat kepompong?!" tanya Keisha yang semakin antusias.
"Haha, pasti bisa! Persahabatan kalian akan bertahan sampai nanti saat kalian jadi kupu-kupu atau sudah dewasa! Sebentar lagi sudah waktunya makan malam. Jadi, Keisha mau kan membujuk Luciel?"
"Iya, Keisha mau!" Keisha mengangguk penuh semangat dan langsung berlari keluar dari kamar demi segara bertemu dengan Luciel.
Pasangan suami istri itu kini kembali berdua saja. Tetapi Keyran justru tersenyum miring saat menatap istrinya. "Selamat, kau berhasil mencuci otak putramu!"
"Haha, suamiku bercanda. Mana ada aku mencuci otak?"
"Huh, aku tidak sangka kau benar-benar mengadopsi anak itu. Padahal jika kau memang ingin anak tinggal bilang saja padaku, kita bisa buat anak lagi!"
"Apa kau bilang? Buat anak lagi? Jangan kira kau bisa membodohiku, anakmu yang paling kecil baru berumur 3 bulan! Kau saja yang mau menang banyak! Dasar pria licik!" ucap Nisa seraya memberikan cubitan kecil di pinggang suaminya.
"Heh, memangnya kau juga bukan? Kau juga sama saja dasar wanita licik! Kau menipuku, setelah menikah kau baru jujur kalau kau itu adalah ketua gangster! Awas saja jika kau berani mengabaikan tugasmu di rumah, dan malah mementingkan para anak buahmu yang bajing*n itu! Kubuat kau hamil lagi baru tahu rasa!" ucap Keyran penuh penekanan.
"Ahahaha, jangan ungkit itu sekarang ..." ucap Nisa dengan senyum canggung.
"Ck, aku justru curiga kalau kau punya tujuan terselubung karena mengadopsi anak itu! Untungnya aku mencintaimu dan tidak bisa hidup tanpamu, jika tidak maka sudah aku lempar kau ke penjara!"
__ADS_1
Nisa tiba-tiba bangkit, merangkul Keyran serta memberikan kecupan di pipinya. "Darling, aku sekarang juga berada di dalam penjara. Penjara cintamu!"
"Humph, kau baru memanggilku darling saat kau ingat jika aku suamimu!"