
Acara tahunan peringatan hari jadi perusahaan HW Group, untuk sementara sampai sekarang berjalan dengan cukup baik. Tak ada kendala yang terjadi dan para tamu juga tampak menikmati acara. Bahkan tak sedikit juga ada tamu yang memuji Natasha lantaran telah berhasil membuat pesta yang berkelas dan tak membosankan.
Acara demi acara telah berlangsung dengan baik sesuai susunan, mulai dari pembukaan hingga bagian utama. Para tamu dan terlebih lagi para reporter perwakilan dari berbagai kantor berita, mereka sudah tidak sabar dengan pengumuman seperti apa yang akan diberitahukan ke publik oleh keluarga Kartawijaya malam ini.
Dan tibalah saatnya untuk sesi pemotretan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali sesi pemotretan maka semua anggota keluarga Kartawijaya akan berfoto bersama. Meskipun hubungan Natasha dengan Nisa tidak akur, dan hubungan Keyran dengan Daniel tak pernah baik. Mereka semua akan berpose dan tersenyum ramah di depan para awak media.
Semua anggota keluarga Kartawijaya yang akan berfoto sudah bersiap di ruangan khusus, ditemani oleh tim fashion khusus yang bertugas dan bertanggung jawab atas busana yang mereka pakai. Namun, di sesi pemotretan yang sebentar lagi akan dimulai ini. Tiba-tiba terjadi sebuah masalah, tentu saja tidak lain karena menghilangnya Luciel.
"Hiks ... hiks ... Keisha tidak tahu, Bunda ... Luciel hilang gara-gara Keisha ..." ucap Keisha yang menangis sesenggukan.
"Sshhh ... jangan menangis, ini bukan salah Keisha ..." ucap Nisa sambil mengusap air mata di pipi putranya.
"Keisha, terakhir kali Keisha melihat Luciel di mana?" tanya Tuan Muchtar.
"T-tadi ... Keisha ajak Luciel main ke kolam di taman untuk melihat ikan. Makanan ikannya habis, jadi Keisha tinggal sebentar untuk ambil makanan ikan yang baru ... tapi saat Keisha kembali, Luciel sudah tidak ada ... Kakek tidak marah pada Keisha, kan?"
"Tidak kok, Kakek tidak menyalahkan Keisha. Kakek sudah menyuruh pengawal untuk mencarinya."
"Hiks ... hiks ...." Keisha masih menangis. Meskipun semua orang bilang jika ini bukan salahnya, dia tetap merasa bersalah karena menyebabkan Luciel menghilang.
"Cup, cup ... sudah, Luciel pasti cepat ketemu." Nisa yang tidak tahan dengan putranya yang masih menangis langsung menggendongnya. Berharap agar tangisan Keisha cepat mereda.
"Haiss ... akan memakan waktu lama hanya untuk mencari seorang bocah," celetuk Daniel yang sudah bosan menunggu.
"Diam kau! Istrimu sendiri sebagai penanggung jawab acara juga belum ada di sini!" balas Keyran dengan nada ketus.
"Cih!" Daniel berdecih kesal dan memalingkan wajahnya.
"Maaf membuat semuanya menunggu," ucap Natasha yang tiba-tiba muncul. Sontak saja semuanya kaget lantaran Luciel yang mereka cari-cari ternyata datang bersama Natasha.
"Luciel!!" teriak Keisha yang seketika tangisannya berhenti. Dia turun dari gendongan bunda nya dan berlari begitu saja ke arah Luciel. Bahkan dia juga memeluk saudaranya itu dengan erat.
"Keisha ...?" tanya Luciel yang kebingungan dengan sikap Keisha.
"Luciel, maafkan Keisha, ya? Keisha janji lain kali tidak akan pernah meninggalkan Luciel lagi!"
"Iya, Keisha. Luciel tidak apa-apa kok, untung saja Luciel bertemu dengan tante Natasha yang mau menolong."
"Hm?!" Seketika Keisha melepaskan pelukannya, dan tiba-tiba menarik Luciel untuk menjauh dari Natasha. Bahkan dia juga menatap Natasha dengan tatapan garang, meskipun sebenarnya dia tetap terlihat menggemaskan.
"Tante Natasha jangan dekat-dekat sama Luciel! Luciel adalah saudara Keisha!"
"Huh, terserah kau saja, dasar bocah!" jawab Natasha acuh tak acuh, dia langsung beralih untuk mendekat dan berdiri di samping suaminya.
"Keisha, jangan salah paham dulu! Sebenarnya ..." Luciel mendekat pada Keisha dan membisikkan sesuatu di telinganya.
__ADS_1
Luciel berbisik dan menceritakan jika Keisha telah salah paham kepada Natasha. Bahkan dia juga menceritakan soal dirinya yang memanjat pohon dan terluka lalu diobati oleh Natasha. Dan di akhir, Luciel juga meminta Keisha berjanji untuk tidak menceritakan kepada siapa pun soal apa yang dia bisikkan barusan.
"Begitu yaa, emm ... baiklah! Keisha berjanji!"
"Wahh ... kalian asyik sekali, ayo jangan lama-lama! Sudah saatnya kita foto keluarga!"
"Baik Bunda!" jawab Keisha yang setelahnya langsung berlari mendekati kakeknya. Dia ingin sekali berfoto dan berpose di sebelahnya kakeknya.
"Baik, Mami angkat!" Luciel tersenyum dan hendak mengikuti Keisha. Akan tetapi, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Nisa. "Hm? Ada apa Mami angkat?"
"Luciel ... sebenarnya apa yang sudah terjadi? Saat berangkat ke sini, baju yang Luciel pakai adalah baju yang mirip dengan Keisha, mami dan ayah angkat. Tapi sekarang bagaimana bisa Luciel memakai baju yang sama dengan tante Natasha?"
"Ehmm ... maafkan Luciel Mami angkat, Luciel tadi tidak hati-hati. Baju Luciel robek, dan baju ini adalah pemberian dari tante Natasha."
"Ohh, begitu ya. Baiklah, ayo segera ke sana! Mari kita berfoto!"
Ckck, ini tidak bisa dibiarkan. Anak ini mulai belajar menyembunyikan sesuatu dariku. Aku sadar jika kecerdasan Luciel di atas rata-rata, dengan bimbingan yang tepat maka dia akan jadi sangat berguna. Dan aku ingin dia ada di bawah kendaliku sepenuhnya! Kesalahan besar dimulai dari hal-hal kecil semacam ini. Aku tidak boleh membiarkan dia dekat-dekat dengan Natasha.
Setelah semua orang kini telah lengkap. Mereka pun keluar dari ruangan dan bersiap untuk berfoto. Sesi foto diawali dengan berfoto seluruh keluarga besar. Mereka pun mulai memosisikan diri sesuai arahan dari sang fotografer.
Tuan Muchtar dan Nyonya Ratna berada di tengah, Keisha dan Luciel berdiri di bagian depan tengah. Sedangkan di sisi kiri dan kanan, diisi oleh Daniel beserta Keyran bersama dengan pasangan mereka masing-masing. Sedangkan bayi kembar yang akan dikenalkan kepada publik, masing-masing satu di antara mereka digendong oleh ayah dan bunda nya.
CKREK!
Sebuah foto gambaran dari keluarga yang bahagia dan harmonis telah diambil. Namun, saat ingin memotret lagi, tiba-tiba ada seseorang yang bertingkah mencurigakan dari balik sang fotografer.
"Dia ..." gumam Nisa dengan alis yang saling mengait. Dia mulai berfirasat buruk.
"Ada apa?" tanya Keyran dengan nada pelan.
"Maaf, aku ingin memastikan sesuatu!" Seketika Nisa keluar dari barisan, meletakkan Noah kembali ke dalam baby stroller. Dia bergegas untuk menghampiri pelayan itu.
"Apakah terjadi sesuatu yang buruk?" tanya Nisa dengan nada lirih.
"Gawat ketua! Cepat lihat ini!" Pelayan itu pun menunjukkan ponselnya. Dan benar saja, mata Nisa langsung membulat saat membaca apa yang tercantum di layar ponsel itu.
"Sial, kenapa ini bisa terjadi?!"
"Ada apa Nisa?!" tanya Keyran yang juga mulai merasa curiga jika sesuatu yang buruk sedang terjadi. Dia paham betul jika istrinya itu tak mungkin mengumpat di depan anak-anak.
"Aku tidak punya waktu menjelaskannya sekarang! Pokoknya cepat buka ponselmu! Lihat apa yang menjadi trending topik sekarang!"
"Baiklah." Keyran lalu meletakkan Nora ke dalam baby stroller, dan dengan cepat merogoh saku untuk mengambil ponselnya. Persis seperti apa yang Nisa bilang, terjadi sesuatu yang buruk. Bahkan Tuan Muchtar yang diam-diam mengintip ponsel Keyran juga dibuat terkejut.
"Maafkan aku, Key! Ini sangat mendesak, jadi aku mohon padamu agar mengizinkan aku pergi menangani masalah ini sekarang!"
"Tapi, Nisa ... masalah ini sangat ..."
__ADS_1
"Aku tahu jika ini masalah genting! Sekarang beredar berita jika David Damian adalah seorang pecandu narkoba dan orang yang menyimpang! David Damian memiliki kontrak dengan perusahaan HW Group! Dan akulah yang jadi perantaranya! Aku mohon izinkan aku pergi sekarang sebelum masalah bertambah buruk! Ini juga demi kepentingan perusahaan!"
"Baiklah, kalau begitu berhati-hatilah ..." ucap Keyran dengan nada khawatir.
"Terima kasih!" Nisa langsung berlari secepat mungkin dan pergi dari sana bersama dengan pelayan itu.
"Heh, di mana martabatmu, Kak? Padahal kau itu CEO perusahaan kita, tapi kau justru membiarkan istrimu yang menangani masalah ini," celetuk Daniel dengan nada menyindir.
"Daniel, jangan ..." sahut Nyonya Ratna, dia bermaksud mencegah adanya pertikaian di antara kedua anaknya.
"Tutup mulutmu jika kau tak tahu apa-apa! Aku yang paling paham soal istriku, aku tahu jika dia bisa menangani masalah ini. Setidaknya istriku itu wanita yang berguna dan luar biasa!" balas Keyran dengan tatapan tajam yang seketika membuat Daniel terdiam.
"Ayah, Bunda mau ke mana?" tanya Keisha.
"Mami angkat akan baik-baik saja, kan?" tanya Luciel yang juga ikut merasa khawatir.
"Tidak apa-apa, ini urusan orang dewasa. Jangan terlalu khawatir, oke? Besok pagi Bunda sudah akan kembali!"
Sialan, susah sekali jika istriku seorang ketua gangster. Aku harus menutupi ini dari keluarga dan anak-anak. Aku harap masalah ini cepat selesai, dan tidak perlu untuk aku turun tangan.
***
Nisa pergi seorang diri dengan meminjam mobil mewah milik Keyran. Dia meninggalkan anak buahnya agar tetap mengabarinya jika sesuatu terjadi di kediaman utama. Dan di dalam mobil itu, dia mencoba untuk menelepon seseorang.
"Ayolah David! Cepat jawab!" gumam Nisa yang mulai frustrasi.
"Halo, Bos!" jawab David di telepon.
"Akhirnya tersambung! Cepat katakan sekarang kau ada di mana?! Aku akan menjemputmu sekarang juga!"
"Aku sudah kirimkan lokasinya padamu, Bos! Cepat buka pesanmu!"
"Oke!"
Panggilan telepon berakhir, dan Nisa langsung melaju dengan kencang begitu melihat lokasi yang telah David kirimkan. Dan di tengah-tengah situasi genting ini, dia lalu menghubungi seseorang lagi. Orang yang coba dia hubungi kali ini adalah Kepala Divisi 3.
"Halo sayang~"
"Ck! Jangan bercanda di saat seperti ini! Cepat cari tahu siapa yang pertama kali menciptakan kekacauan ini! Aku mohon padamu, Ivan!" teriak Nisa penuh amarah.
"Iya-iya ... aku juga sudah lihat kok. Akhirnya si penipu fans itu ketahuan juga. Ketua pilih kasih sekali, langsung bergerak cepat jika itu soal David."
"Hei, cepat lakukan saja! Nama baik David itu sama saja dengan uang buatku! Kau juga penting bagiku, Ivan sayang, Ivan si bangs*t! Jadi jangan iri dan dengki! Cepat kerjakan apa yang aku suruh!"
"Oke, sayangku~"
Panggilan telepon berakhir, Nisa kembali fokus ke jalan yang dia lalui. Dia melaju seperti pembalap gila di jalan raya.
__ADS_1
"Bajing*n mana yang berani mengusik orangku?! Dia berani mengusik David tepat di acara perayaan perusahaan! Di kediaman utama sekarang pasti sudah ramai reporter yang meminta penjelasan pada Keyran! Sialan, aku akan mencabut jarimu satu per satu saat ketemu nanti! Akan aku buat kau menyesal karena telah mengusik keluargaku!"