
Lanjut ke cerita Amira dan sepupu nya, Cahya yang sedang berjalan ke lapangan dekat rumahnya, untuk menonton perlombaan balap karung, volly, sepak takrow, jalan sambil simpan sendok di mulut gagangnya, dan di isi kelereng bagian depannya, diusahakan jangan jatuh, lomba makan kerupuk dan lomba lari 50 meter, bolak balik.
Pesertanya dari segala umur, bisa masuk
Anak - anak, remaja, bahkan emak - emak tak mau kalah. Bahkan besok katanya ada lomba sepak bola, sambil joget yang di ikuti emak - emak. Juga lomba mimik muka mana yang paling lucu. Waah besok pasti seru dan lucu.
Dan acara terakhir katanya lomba panjat pinang, padahal bukan acara kemerdekaan, tapi begitulah di jaman ku, jika berlebih keuangan. semua bendahara mesjid yang ikut terlibat perlombaan, patungan beli hadiah nya. yang akan di gantung paling atas.
Sponsor di jamanku, bisa siapa saja yang mau menyumbang agar banyak acara bisa di adakan. Hampir semua warga senang hiburan, bahkan di malam hari, ada lagi acara di panggung.
Akupun berjalan dengan adik sepupu Cahya, Hampir semua memperhatikan aku, baik wanita apalagi pria, wajarlah aku tetangga baru. Mereka pasti penasaran dimana aku tinggal.
Akupun terus melangkah, tiba - tiba ada yang memanggilku, aku sangat kaget, melihatnya Karna dia Rizaldy.
Dia mendekat dan berkata.
"Amira aku ingin bicara padamu."
Mulutku terkunci, Cahya faham melihat pria yang tampan itu, sepertinya mengenal Kakaknya Amira.
"Ooh ya Kak Amira, aku duduk di sana yah, nonton ibu - ibu main volley."
Akupun mengangguk dan mengikuti langkah Rizaldy ke dekat gerbang keluar sekolah swasta itu.
Rizaldy pun langsung berhenti di depan gedung sekolah, yang jalan ramai di depannya.
"Mengapa kamu tega menduakan aku Amira ?
Apakah kamu tahu, aku begitu mencintai kamu, ? dan aku juga sudah kasih tahu Andin, kalau aku ijin dulu pergi balap motor. Tapi aku kecelakaan gigiku patah, jadi aku malu bertemu denganmu, tapi aku ijin kok sama Andin, untuk kasih tahu kamu.
Mengapa kamu malah berselingkuh dengan Fattan, ? bahkan kamu bingung pilih antara aku dan Fattan."
Mata Amira sedikit membulat, tapi segera menunduk dan hanya bisa melongo dan sangat kesal dalam hati, sama Andin,
"Aku sungguh jadi Wayang bodohnya. Malah Andin bilang kalau Rizaldy yang bingung pilih aku atau kedua pacarnya yang lain. Andiiin...sungguh kamu teman yang menyebalkan, dan aku hanya kamu anggap kambing congek mu, kamu sungguh pandai mengadu domba kami, untung saja aku belum mencintai Fattan dan Rizaldy, saat ini kamu juga ternyata memfitnah ku juga."
Akupun berkata.
__ADS_1
"Aldy...malah Andin bilang ke aku. kalau pacar kamu ada dua saja, tak bisa kamu urus jadi memilih memutuskan aku."
Akupun tersenyum dalam hati.
"Mampus kamu Andin, pasti Rizaldy mengamuk sama kamu, wkwkwkwk, tak apa memberikan mu pelajaran sedikit. jangan mengatur hidup orang lain. sesuai keinginan kamu, itu egois namanya."
Amira berkata dalam hati dan tertawa lucu,
"Saat ini waktunya Andin, merasakan pepatah senjata makan tuan, wkwkwkwk."
Tangan ku sudah di genggam Aldy, aku ketakutan, jangan sampai ada yang lihat, aku melepaskan tangannya nya dengan halus.
Rizaldy menatap Amira dengan penuh rasa bersalah.
"Amira..akhirnya kamu tahu khan, ini salah Andin, awas saja kalau aku ketemu dia. Aku mohon sayang...Maafkan aku yah, kita jalan lagi yah, aku janji aku tak akan percaya Andin lagi."
Amira yang kelihatan polos saja dari luar, tapi aslinya cerdas dan bandel. Amira berkata dalam hati.
"Belum tahu Andin, aku ini siapa, Wkwkwkwk dia akan pusing saat ini menghadapi Aldy. kalau aku tak mau lagi padanya, aku khan ada gebetan baru tetangga aku, saat ini aku yang akan jadi dalang, bukan lagi wayangmu Andin."
"Maaf Aldy, sudah terlambat, aku sudah terlanjur jalan dengan pria lain."
"Amira apa saja kamu minta, asalkan jangan memutuskan aku Amira, Walau kamu suruh aku teriak di tengah lapangan itu, walau harus buka baju dan melambaikan bajuku, dan mengatakan aku, sangat mencintai kamu Amira, pasti akan aku lakukan agar kamu percaya aku, tapi aku mohon jangan putus denganku, aku sungguh baru menemukan wanita yang betul - betul aku cintai yakni kamu, Amira sayang."
Amira depresi dan langsung ilfeel, bukannya kasihan melihat pemuda yang tampan ini, yang banyak di idolakan kaum hawa, karna Rizaldy selain tampan, juga manis serta keren dan cool dalam penampilan juga kaya, jago lagi balapnya, harus mengejar wanita yang tak mencintainya.
"Kasian Aldy. Author yah..coba dia mau sama aku saja, aku pasti langsung ajak ke KUA."
Eeh ternyata My Readers sudah ada di sana menonton lagi dengan Author. Amira hanya bisa geleng kepala.
"Kapan mereka berhenti kepo dengan hidupku. selalu saja datang tak di undang pergi pun tak pamit."
Percakapan di dunia halu pun, terjadi kembali. Amira hanya bisa tepok jidat dalam dunia halu, melihat Author dan My readers nya pada kumpul mencari bahan ghibah lagi.
Author pun seperti biasa menjadi penceramah yang baik untuk geng ghibah nya.
"Sabar yah, nanti aku doakan dapat jodoh seganteng dan sekeren Rizaldy itu."
__ADS_1
"Aaaaahhh...Author baik banget. makasih doanya yah."
My Readers yang lain pun tak terima, sebelum pada ribut semua perebutkan Aldy, Author pun berkata.
"Sudah...sudah...Mari kita dengar lagi percakapan mereka sebelum Amira mengusir kita."
Akhirnya terdiam lah semua nya, dan fokus kembali menguping.
Lanjut ke cerita Rizaldy.
Terdengar Aldy berkata dengan kelopak mata yang sudah berkaca - kaca.
"Amira sayang...aku mohon berikan aku kesempatan kedua, aku sangat mencintai kamu."
Amira kasian juga dengan Aldy. tapi hatinya saat ini telah di miliki orang lain. Walau tak tahu juga akhirnya, setidaknya berjuang dulu, jika gagal baru cari Aldy lagi, kalau dia masih mau sih, wajahnya sangat tampan dan manis untuk menjadikan dia pacar cadangan aku.
Amira yang baik hati pun tersadar, jika dia tak boleh melakukan perilaku sombong itu, karna
pribadinya sungguh sangat menyayangi semua orang, walau sudah jahat padanya, tetap dia hargai.
"Aaaahhh....pikiran jahat apa ini Ya Allah, Maafkan hambamu ini Ya Allah...Amin 🤲"
Amira pun berkata.
"Maaf Aldy...Aku sungguh tak bisa, jika kita jodoh pasti kita akan bersatu juga nanti, aku mau jalani dulu yang ada ini, maaf yah."
Amira tak mau lagi melihat wajah Aldy, dia sungguh kasian padanya, tapi apa dayanya, hatinya saat ini telah di miliki tetangganya itu.
Amira langsung berlari pergi, meninggalkan Aldy, pemuda tampan itu, yang langsung menangis, dan segera menghampiri motornya, memasang helmnya, dan melanjutkan tangisannya. Penolakan dari orang yang begitu kita cintai sungguh sangat menyakitkan.
"Andin...ini semua karna ulah kamu, awas saja kamu !! aku akan membuat perhitungan dengan kamu, gara - gara kamu aku
kehilangan gadis yang begitu aku cintai."
Air mata Rizaldy terus mengalir membasahi pipinya, sungguh rasa patah hati yang begitu menyedihkan dalam hidupnya yang tak pernah di tolak oleh seorang Wanita , bahkan banyak sekali Wanita yang mengejarnya baik dalam kota maupun luar kota tempatnya balapan motor.
Terkadang hidup ada karma, Rizaldy juga banyak menolak wanita yang mengejarnya, saat ini dia harus membalas Karma itu, semoga dia akan mendapatkan wanita pengganti yang lebih baik dari Amira.
__ADS_1
Author dan My Readers nya pun langsung bubar barisan, dan menghilang dalam dunia halu.
Bersambung.