Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 107. Jangan Kacaukan Hidupku Lagi.


__ADS_3

Keesokan harinya aktivitasku berjalan seperti biasanya.


Tak terasa waktu terus bergulir, akhirnya malam pun mulai hadir menghiasi langit dengan bintang nya yang tak lupa hadir untuk menghiasi malam agar lebih indah, dan terang pertanda malam ini tak ada hujan.


Malam.terus merangkak naik, biasanya aku tahan begadang. tapi malam itu aku sangat mengantuk tapi suara hatiku melarang aku untuk tidur.


Jam sebelas malam aku sudah tak tahan, tapi hati berkata jangan dulu. Aku bahkan tiga kali membasuh muka dengan air di kamar mandi, seperti ada yang aku tunggu.


Akhirnya jam dua belas malam aku ingin melihat WA nak Imram. Aku sudah terbiasa jika masuk ke WA pasti aku berapa kali selalu sempatkan waktuku membuka chat ku. yang tak pernah lagi nak Imram buka.


Betapa sedihnya aku setiap melihat chat ku tak pernah di bukanya.


Aku tahu aku sudah sangat merendahkan diri dan harga diriku pada anak baik itu, dan aku tahu anak itu sudah sangat jaga jarak denganku, bahkan sangat Ilfeel dengan ku.


Aku tahu saat ini rasa pedulinya sudah tak ada lagi yang tersisa, kalau pun ada hanyalah rasa kasihan saja. dan keterpaksaan. Kasian anak baik itu, harus memiliki rasa kesal padaku. Walau pun aku sama sekali tak ada niat sedikitpun membuat nya kecewa.


Aku selalu bisa menghibur diriku, dan menganggap ini hukuman untukku. walau kesedihan yang sangat besar yang selalu mampu membuat air mataku sangat deras mengalir, Karna rasa di campakkan ini sungguh sangat menyakitkan.


Aku tak ada rasa cinta bodoh padanya, tapi aku telah khilaf membiarkan hatiku menyayangi dia seperti Arul, yang bagai Abang, kadang jadi Ayah, kadang adik yang sangat aku manja, dan menjadi sahabat terbaikku juga.


Akupun kembali menatap WA nak Imram, tiba - tiba ada tanda status yang masuk, di WA nak Imram.


Terus terang setiap melihat statusnya aku sangat ketakutan, aku trauma dengan kesedihan yang selalu dia berikan padaku.


Aku memberanikan diri membuka statusnya, dengan jantung yang berdetak kencang seperti biasanya. Aku sudah lelah menangis dan anak itu selalu bisa membuat ku menangis.

__ADS_1


Melihat wajah anak itu, memiliki sepasang mata yang sangat mirip Arul dan rambutnya.


Selalu berhasil membuat aku menangis penuh penyesalan, dan mengingat kenangan sewaktu anak itu masih peduli padaku, tapi kini seolah tak mengenal aku lagi. Sungguh sangat mampu membuatku selalu bisa berderai air mata.


Aku pun membuka statusnya, melihat seorang anak kecil remaja yang duduk di jendela, yang memiliki kesedihan yang luar biasa. Sungguh membuatku sudah berderai air mata. Apalagi kata - kata dalam bait lagu itu, sangat menyakiti hatiku.


Aku bahkan menangis tersedu - sedu, sambil membaca setiap bait kata - katanya, yang berkata.


"JANGAN KACAUKAN HIDUPKU LAGI, AKU HANYA INGIN MENYIMPAN MU DALAM MEMORIKU SAJA AKU TAK MAU JADI TEMAN MU APALAGI KEKASIHMU, AKU MOHON JANGAN KACAUKAN HIDUPKU LAGI AKU SUDAH SANGAT TENANG."


Aku sangat sedih melihat anak baik ku ternyata sangat menderita karna aku, padahal dia adalah anak yang satu - satunya yang percaya padaku, di saat aku benar - benar merasa sebatang kara.


Ya Allah mengapa aku begitu kejam bagi anak baik itu...Ampunilah aku Ya Allah, engkau Maha Mengetahui hatiku tak mungkin ingin menyakiti dirinya, aku hanya sangat menyayanginya seperti Arul dan Ayah. Maafkan aku Ya Allah bantulah aku untuk tidak menganggu hidupnya lagi.


"SARAN BODOH, JADILAH DIRIMU SENDIRI, JIKA KAMU PENCURI TETAPLAH JADI PENCURI, JIKA KAMU PENJUDI TETAPLAH JADI PENJUDI."


Akupun semakin menangis tersedu - sedu, sangat menyedihkan menjadi orang yang sangat tulus seperti ini, aku tersakiti tapi aku membuat pikiran selalu positif kalau aku memang salah, dan aku wajar menerima hukuman yang menyakitkan ini.


Akupun mengingat kata - kata ku padanya yang suka mengatakan jadilah dirimu sendiri nak.


Aku berkata seperti itu. agar dia tidak memaksakan diri mengikuti kemauan orang lain asalkan dia bahagia.


Walau aku tahu imbasnya adalah menyakiti diriku sendiri jika anak itu membenciku. Dan aku rela tersakiti yang penting anak baik itu selalu bahagia, walau ada seorang teman baik yang bodoh ini yang mengharapkan hal yang tak akan mungkin terulang kembali, dan akan terus menangis penyesalan untuknya.


Aku terus menangis, Karna tak ada niat sedikitpun membuat nya sangat menderita Karna telah mengenalku. Walau aku tahu bertemu anak baik ini adalah sudah takdir yang harus aku jalani dengan anak baik itu,

__ADS_1


yang sudah di gariskan Yang Maha Kuasa untuk menyelesaikan perjalanan hidup kami berdua.


Untuk pertama kali nya ada chat yang masuk dari nak Imram, tapi aku sudah di puncak kesedihan, aku takut membacanya, rasanya tak sanggup lagi mendengar kata - kata sindiran menusuk darinya lagi.


Akupun memberanikan diri, di sela tangisan ku, membaca chatnya.


Aku sangat sedih membacanya, padahal kata - katanya sangat sopan dan lembut, tapi aku tahu itu bukan rasa peduli, tapi hanya rasa kasian saja.


Aku pun terus menangis, aku tak menyangka anak baik itu, selalu berhasil menumpahkan air mataku, bahkan sudah empat bulan ini jika aku mengingatnya aku selalu menangisi nya.


Akupun membaca chatnya.


"NANTI BESOK YAH, SAYA BACA SEMUA PESAN TANTE YAH.


TIDUR MIKI


MAAF JUGA TANTE."


Anak itu mungkin berpikir aku akan tenang dengan kata - katanya.


Sudah jam empat subuh mata masih terus menangis, Pengorbananku untuk meminta maaf sudah tak ada lagi jalan. melupakan anak baik itu sungguh sangat berat karna di hatiku seperti melupakan anak baik itu sama halnya aku harus melupakan Ayah dan Arul, sedangkan mereka terlalu banyak kenangan indah bersama mereka.


Melupakan nak Imram yang aku anggap kedua kesayangan aku itu. sungguh sangat menyedihkan, dan sungguh akan sangat menyakitkan bagiku. Kehilangan sahabat sejati untuk ketiga kalinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2