Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 54. Cucuku Akhirnya Kamu Datang.


__ADS_3

Perjalanan jauh dengan empat kali singgah di warung, membuat kantong Snack Patih semakin banyak. Karna Patih sosok kuat jajan, walau tidak bertanggung jawab menghabiskannya.


Untunglah ada anak Pak Ayat, yang membantunya menghabiskan Snack nya yang tidak bisa habis, saking banyaknya.


Akhirnya sampai juga di kota yang dituju, dan sampai pulalah di rumah ibu paranormal itu.


Amira melihat ibu itu sosok sederhana, baik dan rendah hati dan sangat ramah.


Ibu Amira pun mulai istirahat sekitar setengah jam, baring dan duduk di lantai yang ada juga tikar plastiknya.


Tak lama wanita yang mungkin seumur ibu Amira, mulai duduk di balik sebuah meja di depannya sebatas dada tingginya, jika sedang duduk.


Ibu itu mulai memejamkan mata dan mengosongkan pikirannya.


Tak lama kemudian, ibu itu batuk dan terdengar suara seperti kakek yang sedang batuk. Dia meminta baju Kemeja yang biasa pria pakai sembahyang, dan selendang putih dia ikat di kepalanya, seperti sebuah topi surban.


Lengkap sudah lah penampilan wanita sebaya Amira, tapi berdandan pria.


Dia menatap Amira penuh kasih sayang, dan terpancar kesedihan di tatapan matanya.


Dia pun berkata, dengan suara yang berat mengandung kesedihan yang mendalam.


Dia mulai mengucapkan salam.


"Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Allahumma sholli Ala sayyidina Muhammad wa ala Alihi sayyidina Muhammad.


Bismillahi rahmanirrahim . "


Dia pun membaca Alfatiha, Amira tertegun Roh yang masuk ini membacakan ayat - ayat Al Qur'an. syahadat nabi dan memberi salam.


Akhirnya dia pun berkata kembali yang membuat Amira tambah bingung dan lumayan kaget.


"Cucu ku...Akhirnya kamu datang."


Amira tersentak juga di panggil Cucu, tapi Amira diam saja Karna dia adalah ratu kepo.

__ADS_1


"Cucuku...Lama nya Cucu saya jaga kamu, masih bayi sampai seperti ini. Apa kamu tahu Cucu ku. Di semua gunung ini, yang ada emasnya adalah milik Buyut mu ini Cucu. Dan kamulah Cucuku yang aku tunjuk menjadi pewarisku di sini."


"Waduh...jadi tambah bingung nih, biarlah aku dengar dulu dia berbicara, tapi Mengapa air mataku juga mengalir, sepertinya aku juga mengenal dia dengan baik, walau tak pernah ketemu. Apakah dia selama ini ada di dekatku ? hanya aku tak melihatnya, Karna dia dan aku berada di dunia yang berbeda. Entahlah perasaan ku, mengapa begitu menyayangi nya juga."


Amira hanya terdiam dalam kesunyian dalam pelukan wanita sebaya dirinya, tapi berpakaian Pria. Bahkan Istri Pak Ayat juga menangis dengan Mamanya yang juga hadir di tempat itu. Entahlah memang bernuansa haru menyelimuti semua hati yang ada di tempat itu.


Wanita berpakaian pria itupun berbicara kembali.


Cucu jika harta ku di atas gunung itu terbongkar Cucu, Perhatikan nasib orang kecil Cucu, jadilah orang yang kaya dan dermawan, seperti cita - cita mu Cucuku sejak kecil sampai sekarang, Aku memilihmu, karna kamu lah cucuku yang berhati baik hati dan jujur dan berhati bersih Cucuku.


Cucuku jangan tertipu daya dengan Si Kuning.


Amira sangat kaget, Beliau ini tahu tentang Si Kuning, Amira memasang telinganya baik - baik.


"Cucu kamu adalah kunci, dan pewarisku, jangan sampai dia menjerumuskan kamu ke sifat Mus*Rik, yang sangat di benci yang Maha Kuasa. Tak usah pedulikan dia. Bawa saja sambulugana ini yang terdiri dari daun siri dan daun raja yang berjumlah tujuh rupa ini, antar naik dan kita berdua yang akan membuka harta Buyut Cucu. Aku akan menunggumu di atas dan bawa di batu di belakang tenda warga di atas, aku akan menuntun mu agar melihat tempatnya Cucu."


Diapun mulai mengambil kain kuning, dan mengambil lagi kain putih, sebesar sapu tangan dan mulai membungkus daun dan buah yang banyak juga di tanam di kebun masyarakat. Dan mengikatnya.


Amira pun mengambilnya, setelah bungkusan itu di berikan pada Amira.


Amira merasa seperti dalam dunia kerajaan.


"Cucu ku jika aku keluar nanti dari tubuh ini, coba kamu panggil Putri emas, dia adalah Putri Emas utusan yang Maha Kuasa, tugasnya adalah sebagai Putri kunci emas bukan hanya di sini, tapi di seluruh dunia, minta permisi lah kepadanya.


Amira semakin bingung, tapi Amira hanya diam saja dan mengangguk.


Untuk beberapa saat mata ibu itu terpejam lagi. Dan akhirnya sadar kembali dan mulai membuka kain putih di kepalanya, dan baju sembahyang Pria itu.


Akupun berkata, Maaf Bu tadi saya di suruh kakek Buyut panggil Putri emas.


Ibu itu mengangguk dan kembali memejamkan matanya.


Tak lama ada suara yang sangat lembut dan anggun menyapa.


Dia sama Roh Buyut Amira, mengucapkan salam kemudian syahadat kemudian membaca Alfatiha. Raja Doa yang selalu Ayahku ajarkan kepada kami, untuk membacanya jika ingin melakukan apa saja.


Diapun menatap Amira.

__ADS_1


"Ooohh...kamu sudah datang juga yah..."


Sambil manggut - manggut dan tersenyum cantik dan anggun.


Akupun kepo berkata.


"Kakek Buyutku tadi sudah berbicara denganku, Dan Beliau menyuruhku memanggil kita Tuan Putri katanya kita Putri Emas utusan Yang Maha Kuasa di dunia ini."


"Iya memang benar saya putri pembuka kunci emas, Semua jin penjaga emas adalah dayang - dayang ku. Apa yang kamu ingin sampaikan.?"


Masih dengan suara yang lemah lembut.


"Saya mau bertanya Apakah saya boleh mengolah emas di atas gunung Peyi - peyi."


"Iya bisa, karna memang kamu adalah pewarisnya, dan di daerah ini adalah harta Buyut mu dan dia sudah memilih kamu sebagai pewarisnya. Ooh ya jangan tertipu daya dengan Si Kuning, nanti akan saya marahi dia, kamu tahu dia itu hanyalah pelayan ku."


Akupun berkata.


"Iya Putri."


"Apa masih ada yang mau di tanyakan lagi."


"Tak ada lagi Putri, Trima kasih telah datang menemui saya."


"Iya makasih kembali."


Mata ibu yang sebaya denganku pun, tertutup kembali.


Tak lama diapun normal kembali menjadi seorang Ibu Rumah tangga yang ramah dan baik hati.


Amira pun terlibat percakapan biasa dengan Ibu itu, dan Istri Pak Ayat, menceritakan ulang apa yang tadi terjadi.


Suasana akrab terjalin kembali, seperti reuni keluarga.


Ternyata Ibu itu dan Istri Pak Ayat ada hubungan keluarga denganku. Karna buyut ku adalah tiga bersaudara dari Arab Saudi dan salah satu saudaranya menyebarkan agama Islam di daerah ini. Dan Ibu itu, dan Istri Pak Ayat ada garis keturunan denganku. Pantas saja Pak Ayat dan Istrinya langsung akrab denganku.


Sepertinya Aku pun ada di daerah ini memang sudah garis takdir ku kemari. Semua nya adalah rahasia Sang Pencipta, kita manusia biasa hanyalah menjalani takdir saja. Semoga saja akan indah pada waktunya. Amin 🤲

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2