Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 79. Silahkan Saja Bu.


__ADS_3

Flashback Amira bekerja di pamannya.


Bekerja dengan Paman ku, sangat melelahkan. Belum menghadapi pelanggan yang rewel bahkan yang marah barangnya rusak. Nama nya di muat di expedisi, yang barang bertindisan dengan barang lain. Juga proses menggali barang oleh buruh kasar pelabuhan jika sedang membongkar barang satu persatu ke alamat yang dituju.


Mereka berotot besar, dan tentunya memiliki bahasa kasar, padahal hati mereka hello Kitty.


Bagi Amira buruh kasar pelabuhan adalah anak - anaknya yang siap Amira omeli, dan sayangi jika melakukan hal yang baik.


Seperti Sore ini, Amira yang berumur 23 tahun lebih, tak lama 24 tahun, sedang mengomel. Bagi buruh kasar pelabuhan, Amira bagai adik kecil mereka yang bandel.


"Kalian semua sekarang tetapkan mana yang mau menjadi karyawan tetap di sini, kalau tak mau langsung pulang saja, dan jangan kemari lagi. Jika muatan mobil ku berat, kalian selingkuh di mobil expedisi yang lain. Tak bisa begitu, saya yang di omeli pelanggan bukan kalian. Awas kalian..!! jika memilih lagi mobil yang muatan ringan, jangan bongkar lagi di expedisi ini. Aku akan melempar kalian batu, dan menendang terbang kalian ke laut."


Bukan nya takut dengan amarahku yang meledak - ledak, mereka malah cengengesan,


mereka bahkan menutup mulut menyembunyikan tawa mereka.


"Yah wajarlah Amira, tubuhmu yang langsing bak model itu, mana mampu menendang mereka, bahkan sampai terbang. wkwkwkk.Aurhor nimbrung nih "


Amira menarik nafas panjang dan mulai mengomel lagi, Suaminya hanya senyum saja, sudah hafal istrinya, sebentar lagi akan melunak dan menjadi perayu yang unggul.


"Pokoknya aku tak mau tahu, berat dan ringan kalian harus bongkar. Aku tak mau kehilangan kalian, Karna kalian sudah lama di sini, aku sangat sayang kalian, tapi aku yang di marahi, bukan kalian. Dan kalian sudah baik sekali sama aku. Jika tak ada buruh yang mau bongkar nanti Pamanku ambil buruh karyawan tetap dari propensi lain. Dan tinggal di sini. Kalian akan kehilangan pekerjaan sedangkan expedisi Pamanku yang paling terbesar di propensi ini."


Suami ku tersenyum juga buruh kasar lain, mereka sudah hapal mati kelakuan bos nya yang galak manja ini, Salah satu buruh kasar berteriak.


"Ayo berangkat bongkar !!."


Mereka pun mulai berjalan naik ke mobil truk sepuluh roda import Pamanku.


Amira pun mengejar dan memberikan uang lima puluh ribu.


"Belikan es cendol dan rokok yah..!!"


Teriak Amira, memberikan uang ke tangan salah satu buruh kasar pelabuhan, yang di sambut senyuman lebar semua buruh pelabuhan yang ada tujuh orang itu.


"Makasih Bos cantik..."


Amira pun tersenyum lebar dan melambaikan tangan.


Selama Amira bekerja tak ada Supir yang berhenti dan tak ada buruh pelabuhan yang selingkuh dari nya, jika ada mobil Amira, pasti mereka duluan membongkarnya. Mereka pulang pun. Pisang goreng sudah terhidang jika bos cantiknya itu, datang rajinnya menggoreng pisang. wkwkkwk.


Selain cantik Amira juga sangat baik hati. Juga sangat cerdas dalam adu argument. Contoh hari ini dia kedatangan pelanggan yang sangat sombong, Amira yang rendah hati sangat anti orang sombong.

__ADS_1


Suaminya tentu tahu sifat istrinya langsung menarik tangan Amira masuk ke dalam rumah.


"Sayang...kamu di sini saja yah, aku saja yang layani yah. Nanti kamu kasar sama orang tak baik lho nama baik expedisi ini."


Itulah Suamiku manusia paling sabar waktu itu, sekarang jangan coba - coba kasar padanya, dia akan jauh lebih kasar berpuluh kali lipat darimu.


Lanjut ke cerita pelanggan yang marah.


Amira Ratu kepo, pasti ngupinglah.


Terdengar suara wanita sombong lagi marah.


"Kamu tahu aku siapa, aku adalah Dosen di fakultas hukum, aku adalah pengacara dan aku banyak teman media, besok expedisi ini akan aku masukkan ke koran, pelayanan kalian sangat buruk sekali !!"


"Maafkan kami Bu. kami akan mencoba mencari di mana titik kesalahannya."


"Enak saja kamu, mencari titik kesalahan, ini jelas - jelas kesalahan expedisi kamu yang tak becus, waktu mobil kamu muat barang.ku. Apakah kamu tahu, ? Ini kloset Impor barang mahal, aku tak mau tahu, barang ini harus di ganti."


Amira sungguh tak tahan lagi, melihat Suaminya di tunjuk - tunjuk, mana suaminya makin menunduk dengan sopan, membuat Amira makin marah.


Amira maju dan membanting kan telapak tangannya di meja.


Suaminya langsung berbalik melorotkan matanya, menyuruh Amira jangan mencampuri.


"Plakk...!!!


"Hai Bu...!!!..Apakah kita Pengacara..?


Apakah kita Dosen...?


Oooh....Pantas saja bibir kita monyong, mulut kita terlalu bawel.!!"


Suami Amira langsung pucat, dan mengusap wajahnya.


Mendapat hinaan dari Singa lain, Singa betina sombong ini pastinya akan sangat marah, apalagi di hina bibir monyong.


"hai...jaga kata - kata mu yah, aku bisa menuntut kamu, telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan, dan merusak nama baik saya."


Singa betina sombong itu, semakin marah, mata melotot, tangan nya menunjuk dengan sangat emosi tingkat tinggi, seolah ingin mencakar dan mengoyak tubuh Amira. Tapi tunggu dulu Amira sangat lah cerdas. apalagi adu argument, Amira adalah ahlinya.


Amira berkata dengan nada melunak, tapi dengan nada mengejek.

__ADS_1


"Hai Bu...Ini rumah saya, dan kita juga adalah pengacara, dan kita datang ke rumah saya juga tidak sopan, menghina nama baik expedisi saya, ooh ya Bu, barang kita itu, ada di dalam dos, tersegel. Jadi bisa saja bukan kesalahan expedisi saya, dan bisa jadi dari tokonya, jadi yang tuntut ibu bukan ibu tapi saya, aku jadi curiga, kita kayaknya beli ijazah yah, bukan nya belajar dengan baik, pantas saja kelakuan anda seperti itu."


Singa betina sombong itu tak terima dong, dia makin marah.


"Jaga mulut kamu, barang ini saya sudah periksa di tokonya, barangnya bagus, setelah diantar di expedisi kamu, kenapa lecet. Berarti ini kesalahan expedisi kamu, dan kamu sudah menghina ijazah saya, tunggu kamu besok aku akan menuntut mu, juga Expedisi mu..!!!"


"Silahkan saja, Bu...aku akan menunggu dengan cantik di sini.."Ooh ya Bu. aku jadi penasaran, berapa sih harganya kloset Impor itu."


Suami Amira dan Suami ibu pemarah itu, hanya bisa menonton, dua singa kesayangan mereka lagi cekcok mulut.


"Kamu tahu ini harganya dua juta delapan ratus ribu rupiah."


Kata wanita itu dengan nada bangga.


Amira mencibir, kebetulan laci mejanya yang terdapat di hadapan ibu itu, yang cukup jauh berdiri di dekat pintu, lacinya penuh uang, satu mobil sepuluh roda impor pamannya saja, tagihannya pada waktu itu, tahun 2003. Sekitar lima belas juta lebih, biasa dalam satu hari sekitar tujuh bahkan sepuluh mobil yang masuk, jadi jangan heran semua bank ada ATM Amira.


Sampai pegawai bank pusing, berapa kali Amira ke bank menyetor uang, dan kepo dengan pekerjaan Amira. Waktu itu bank sangat sibuk menjemput uang, jadi Amira selalu kesana kemari masukkan uangnya di bank.


Amira malas antri, jadi semua bank ada rekeningnya. Mana bank kurang antrian, di situlah Amira masuk.


Lanjut ke cerita Amira dengan wanita pemarah itu.


Amira berkata dengan nada mengejek.


"Aduuuh kok murah sekali yah. padahal aku pikir milyaran lho harganya, ternyata hanya dua juta delapan ratus ribu rupiah, aduuuh...ibu..!! gaji saya saja, jauh lebih banyak dari uang itu. Baiklah aku ganti yah...uangnya, dan cepatlah pulang, karna aku sudah muak lihat muka ibu yang comel."


Amira pun mulai mengambil uang di laci,


menghitungnya dengan tersenyum lebar. Suaminya hanya bisa meratap dalam hati.


"Aduuuh...sayang...amblas lagi gaji kita sayang...!!"


Bagi Amira, uang hanya kertas biasa, harga diri jauh lebih penting.


"Sayang...ambil uangnya berikan pada ibu pemarah itu."


Dengan langkah gontai suamiku datang mendekat, dan mengambil uangnya. Menatap ku dengan mata yang sangat sendu. Aku hanya menatap Suamiku dengan jengah.


Ibu bawel itu masih tak terima.


"Masalah ini tak selesai sampai disini, aku akan. menuntut kamu ..!!"

__ADS_1


Amira hanya mengibaskan punggung tangannya, tanda mengusir dengan wajah yang merendahkan ibu pemarah itu. Amira sungguh puas merendahkan ibu Sombong itu, walau gaji hampir amblas semua, Karna mana biaya hidup Amira yang royal dan penolong.


Bersambung


__ADS_2