Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 124. Aku Dan Aisyah Menjadi Mak Comblang


__ADS_3

Waktu terus bergulir, hari berganti hari, Minggu pun berganti Minggu, dan bulan pun berganti tahun, bahkan tahun pun berganti tahun.


Kami sudah memiliki mobil Pick Up, Suami dan aku keliling pasar menjual rempah - rempah dan sembako.


Sepertinya dunia usaha tak cocok bagi kami, berdagang membuat kami hanya minus, bahkan adikku Yudi, berhenti bekerja dengan Paman ku.


Paman ku Sosok di siplin yang sangat tinggi, otomatis sosoknya egois. Paman sangat sayang dengan hartanya, dan terkadang cepat menerima kabar yang unsur Hoax, dan fitnah pada kami keponakannya.


Sedangkan kami sosok yang berani mengambil keputusan, jika sudah membuat kami tak nyaman lagi.


Yudi mencoba melakukan peruntungan bisnis melanjutkan usaha ku, yang sudah gulung tikar lagi.


Aku punya bos tempat ambil barang, sekaligus sahabat ku juga, di tanah perantauan.


Orangnya sangat religius, Suami dan Istri, Sosok akhlaknya sangat mengesankan bagiku.


Baik hati, rendah hati, ramah dan sangat maksimal dalam membantu ku, hanya aku menyerah Karna sudah minus, dan berutang padanya.


Aku mengenalkan Yudi kepada Temanku yang juga Bosku itu, dia sangat kagum pada Yudi, dan kagum juga melihat sosok Yudi yang sangat tampan.


Adikku Yudi memang sangat tampan, muka blasteran Arab, berkulit putih, berpostur tubuh tinggi menambah plus ketampanan dia.


Dia juga adik yang Ramah, baik hati dan rendah hati.


Aku kagum dengan sosok teman ku itu, yang juga Bosku. Aku mencoba mencari ponakan dia yang bagus akhlaknya, untuk aku jodohkan dengan adikku Yudi.


Aku juga telah memberitahu Yudi, sepertinya dia sudah pasrah, dengan hubungan pacarannya dengan seorang dokter yang cantik juga kaya raya.


Bagi Yudi dia dan pacarnya itu bagai Bumi dan Langit baginya.


Walau pacarnya itu sangat mencintainya.


Aku pun menemukan satu ponakan temanku itu, dari Suaminya yang juga sepupu satu kali teman ku itu, jadi orang tua mereka bersaudara.


Kata temanku yang bernama Aisyah, orang tua ponakan nya itu bukanlah orang kaya, tapi orang tuanya sangat baik hati dan religius.


Akhirnya aku dan Aisyah menjadi Mak Comblang Yudi .


Aisyah yang di dukung full Suaminya, Karna.Suami Aisyah bersaudara kandung dengan Mama Aini, Nama ponakan Hendrawan, Suami Aisyah.


Suami Istri itupun mengatur rencana membawa ponakan nya itu untuk datang ke kota ini, Karna dia berada di luar kota perantauan kami, sedikit jauhlah dari tanah kelahiranku.


Teman ku itu tak permasalahkan Mahar, dia juga sudah sangat menyukai Yudi menjadi keluarganya.


Singkat cerita seminggu kemudian ponakan nya itu pun datang.


Temanku membawanya bertamu ke rumahku.


Aku sangat menyukai teman ku itu, walau kaya dia selalu rendah hati.

__ADS_1


Yudi hanya bisa pasrah dan jadilah kami jodohkan.


Mama ku masih ragu Karna dia juga ingin menikahkan Yudi, dengan keluarga Ayah yang lebih mapan juga, Tapi entahlah aku sudah terlanjur kekeh juga mau jodohkan Yudi, dan Ponakan temanku.


Di pikiranku saat itu, aku hanya ingin Yudi berada di lingkungan orang yang menghargai dia, menghormati dia Karna Yudi memiliki sifat perasa dan sensitif.


Keluarga temanku itu, aku tahu banyak keluarganya karna aku sangat kepo dari dulu, tanyakan tentang keluarga Aisyah jadinya aku tahu banyak. Kalau sosok keluarga Aisyah hampir semua sosok sederhana dan religius.


Walau aku memiliki akhlak yang jauh dari kata Sholeha, tapi aku sangat menyukai manusia Sholeha, dan selalu iri pada mereka karna sangat susah bagiku seperti itu, dan aku hanya bisa ngiler melihat mereka, aku sungguh sangat iri, namun sungguh aku adalah pribadi yang kadang tobat, dan kadang kumat lagi.


Akupun jatuh cinta pada Suamiku, karna sosoknya yang religius padahal hanya pelayan toko, di antara banyak nya yang mapan yang mau dengan ku, aku sungguh sosok yang tak menyukai orang, yang terlihat sombong apalagi bangga dengan hartanya.


Itulah yang membuat Mama ku kesal, bahkan membuat Ayah ku sedih.


Aku sungguh tergila - gila dengan pribadi yang baik.


Okey deeh 🥰🥰 My Readers lanjut ke cerita Yudi.


Singkat cerita satu bulan kemudian, acara pelamaran, dan langsung menikahi Aini pun telah berlangsung antara Yudi dan Aini.


Setelah menikah, mereka tinggal bersamaku di rumah kontrakan ku, yang bukan gubuk lagi, tapi rumah warga yang sudah permanen walau masih sederhana juga.


Istri adikku Aini, sosok manja dan gampang tersinggung, tapi jiwa lemah lembutnya tetap menghiasi pribadinya.


Aku sangat hobby memarahinya, dan temanku sangat mendukungku, dan orang tuanya. Bagi mereka Istri memang harus nurut Suami.


Kadang ada banyak drama, untunglah sosok Yudi sangat hormati kakaknya, dia tahu aku kakaknya sosok gampang meledak, melawan ku tak akan pernah membuat nya menang, hanya akan ada terjangan pukulan dariku.


Aini hanya dua bersaudara, Aini adalah sosok yang suka mengurung diri dalam kamar, dan memiliki orang tua yang tak pernah memarahi nya.


Aini yang sedikit bawel terkadang membantah juga, tapi apakah bisa mengalahkan ku dalam segi adu komunikasi, aku adalah lawan yang sangat tangguh.


Jika Aini salah aku tak segan menegurnya.


Aini anak manja tak bisa mengurus Suaminya, sedangkan Yudi kunci motornya saja selalu lupa di mana dia simpan.


Yudi juga sosok yang suka di layani, buatkan kopi, menyiapkan nya sarapan. Yudi terbiasa di manja Mama, dan terbiasa makan di luar dan pakaiannya pun di loundry.


Sedangkan Aini adalah anak yang juga terbiasa di ratu kan oleh orang tuanya, walau hidup sederhana, tapi Orang Tuanya sangat sayang pada nya.


Kerjasama yang kompak antara aku, Yudi, Aisyah juga Suaminya serta orang tua Aini berjalan sukses, sungguh kolaborasi yang kompak, akhirnya bisa membentuk Aini menjadi Istri yang Insya Allah Sholeha untuk adikku.


Untuk adikku aku selalu ingin yang terbaik, walau aku pun sosok yang jauh dari kata Sholeha, malah terbalik Suamiku yang Sholeh.


Bahkan adikku Surya pun, aku yang menyuruh Ayahku melamar anak Pak Rahman, Tuan Takur itu.


Aku tahu adikku itu butuh wanita yang dewasa dan mandiri. Karna sosok.Surya yang keras kepala, dan jiwa bekerja nya sangat tinggi. Adikku itu selain bandel dia adalah sosok pekerja keras.


Bahkan adikku bungsuku Pratama pun aku ijinkan kawin dengan janda itu, Karna dia butuh sosok dewasa dan mau menderita.

__ADS_1


Karna Pratama anak yang bandel, manja, egois, moody an dan semau gue, dia sungguh memiliki sifat mafia, walau mafia kelas modern.


Aku bersyukur memiliki adik yang penurut Karna dari kecil, Ayah selalu memberikan kebebasan untukku mengatur adikku.


Sedangkan Mama adalah sosok ibu yang selalu membela dan memanjakan adikku.


Ooh ya My Readers 🥰 lanjut ke cerita adikku Yudi yah 🥰 ❤️


Singkat cerita belum satu tahun, Usaha Yudi ikut meredup dan hanya minus juga.


Yudi pun kembali ke kota adikku, mencoba peruntungan menjual pisang, dan hasil kebun lainnya.


Tapi tak sampai satu tahun meredup lagi, sedangkan Suamiku sudah mendaftar menjadi karyawan tambang.


Yudi akhirnya bertemu dengan bos nya yang baik hati, yang memiliki sifat seperti sahabatku Aisyah Tante Aini, Istri adikku Yudi, yang juga Bosku.


Yudi memiliki pengalaman menjadi manajer di paman.


Alhamdulillah Yudi sangat nyaman bekerja di sana, Sosok Bosnya itu sangat baik hati, dan dermawan. Namanya Ibu Aliyah.


Ibu Aliyah sosok wanita Sholeha bagi ku, juga baik hati, rendah hati dan dermawan, Yudi suka bercerita tentang bosnya yang baik hati itu.


Bagi Yudi bosnya itu seperti Kakak baginya. Yudi sangat menghormatinya.


Syukurlah adikku di kelilingi orang - orang baik. Bahkan Pratama adik bungsuku yang punya sifat semau gue itu pun, mau di terima bekerja oleh Ibu Aliyah.


Hanya orang baik hati, dan rendah hati yang bisa tahan dengan kelakuan si bungsu. Sudah manja, egois, sensitif, semau gue lagi. Dia lah adikku yang pernah dapat tinju dariku, di kepala, dan wajahnya bahkan aku banting di tembok, bahkan aku usir tengah malam padahal hujan keras.


Hanya adikku itu yang juga meledak kalau marah, tapi tidaklah pendendam. Walau aku selalu meminta maaf padanya jika amarahku sudah mereda, dalam satu Minggu, atau satu bulan.


Adikku Pratama selalu berkata.


"Tak Apa Kak, Aku wajar di pukul, aku memang salah, aku juga minta maaf."


Pratama adalah sosok.manja dan egois, jadi jangan harap dapat permohonan maaf duluan darinya.


Jadinya aku selalu meminta maaf duluan padanya.


Beda Surya dan Yudi mereka selalu duluan meminta maaf.


Syukur Alhamdulillah semoga Ibu Aliyah selalu di beri kemurahan rejeki Dari Yang Maha Kuasa. Amin 🤲 🤲 Dan juga kemurahan hati memaafkan kesalahan adik - adikku yang jauh dari kata sempurna, tapi Insya Allah mau di perbaiki, dan mau menjadi orang baik dan lebih baik lagi. Insya Allah Amin 🤲 🤲


Ayah pernah berkata pada Pamanku, Jika anaknya bekerja padanya, usahanya Insya Allah akan bertambah lancar, karna anak - anaknya selalu dia penuhi dengan Doa - doa terbaiknya setelah menikah dengan Mama ku, bahkan selalu mendoakan anaknya sebelum lahir, bahkan setelah lahir pun, sampai dewasa Ayahku selalu mendoakan anaknya membawa keberuntungan baik pada orang lain, maupun dirinya sendiri. Insya Allah Amin 🤲🤲 Semoga Allah Mengabulkan Doa - doa terbaik Ayah untuk kami, dan penolong kami. Amin 🤲🤲🤲


Ayah ku pun pernah berkata, Jika anak - anaknya akan selalu di lindungi Yang Maha Kuasa, dan anak - anaknya akan selalu bertemu dengan orang baik dengan Ijin Allah SWT. Karna Ayah selalu mendoakan kami di setiap shalat nya, bahkan di luar shalatnya.


Ayah juga sangat senang memberikan kami nasehat - nasehatnya yang bijak, menjadi orang yang memiliki kepribadian yang baik itu akan beruntung hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Insya Allah Amin 🤲🤲


Juga selalu mengingat kan kami agar walau di luar shalat tetap berdoa, dan jangan memelihara dendam, Iri dan dengki dan pelihara lah sifat sabar, dan pikiran positif. Itulah nasehat - nasehat bijak Ayahku ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2