
Lanjut ke cerita Amira, yang bertanya pada Suaminya.
Angga pun berkata.
"Belum datang sayang...!"
Amira langsung bangun dan berjalan ke belakang untuk ke kamar mandi, untuk mencuci wajahnya.
Setelah cuci muka, pergi ke kamarnya mengganti pakaiannya. dengan baju kaos ketat warna pink dan jeans biru ketat sebatas lututnya. memakai bedak tipis dan lipstik pink. menyisir rambutnya yang panjang dan memasang penjepit bunga, di samping rambutnya. Sungguh gadis yang sangat cantik dan manis.
Amira pun keluar, Suaminya pun sangat gemas kepadanya. Tapi Angga selalu Pandai menyembunyikan pujiannya. Cukup memuji Istrinya dalam hati. Belum di puji saja istrinya sudah narsis duluan.
"Sayang...aku cantik sekali khan sayang....Pasti Pak Brigadir, nanti tak menyesal singgah karna melihat wajahku yang cantik.
Suaminya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Bagaimana aku mau memujinya, belum di puji sudah memuji dirinya sendiri secara berlebihan.
Amira mendekati suaminya, menjepit kedua sisi wajah suaminya. bibirnya manyun ke depan.
Mengetahui Istrinya nanti menciumnya lagi, Angga segera bangun dari duduknya.
"Aku sangat mengantuk mau tidur dulu, kamu hadapi masalah yang kamu buat sendiri.!!"
Buru - buru menghindar dan segera kabur masuk ke kamar, Amira mendengus kesal.
"Huuuuhh...dasar pria tidak peka, dia tak pernah merasa beruntung memiliki gadis secantik aku, Ooohhh....Amira nasibmu begitu malang, padahal sangat banyak yang menyukaimu, pria itu sungguh tak romantis."
Angga yang sudah hafal mati ratapan Istrinya, hanya tersenyum sendiri.
"Coba dalam kamar, mau di cium seribu kali pun, aku kasih..Dia hanya berani saja jika diluar kamar. Dia hanya suka jika kita menolaknya, karna dia penyuka tantangan. Dan dia tahu aku tak suka pamer kemesraan, karna bagiku itu tidak sopan saja."
Tak berselang lama, Sosok Pria setengah baya, berpostur tinggi masuk ke dalam rumahnya.
Pria itu menatap dengan wajah ceria.
"Apakah dia anak gadis yang menelpon ku tadi, sungguh anak yang sangat cantik dan manis. Jika aku bawa ke Jakarta dan daftarkan dia jadi model, atau artis pasti anak ini akan terkenal. Sayang sudah bersuami."
Begitulah kata hati Pak Brigadir.
Amira segera berdiri dan menghampiri, Bapak yang terlihat masih sangat tampan itu, di usianya yang tak muda lagi.
Amira menjabat tangannya.
"Bapak Brigadir Yah..."
Menyalami tangan gadis cantik itu.
"Ini Ponakan Haji Rudi yah."
Amira tertawa bahagia, melihat Pak Brigadir sangat ramah.
"Iya benar, Saya Amira Pak Komandan."
Amira pun berbalik dan berjalan mengambil sebuah bingkisan diatas mejanya. Dan menyerahkan bingkisan itu pada pak Brigadir Jenderal.
__ADS_1
"Ooh iya Makasih Yah..."
Menjabat tangan anak manis itu lagi.
Amira pun sangat senang, jiwanya yang tomboy dan manja, rasanya ingin memeluk Pak Brigadir Jenderal itu, karna sangat ramah dan baik hati.
"Iya Pak Komandan, saya makasih juga..jangan lapor Pamanku yah, kalau kita yang jemput bingkisan nya. Pamanku sangatlah pemarah Pak Komandan."
Pak Komandan terpingkal, melihat kocak dan menggemaskannya anak cantik itu. Rasanya mau mencubit kedua pipinya saking gemasnya.
Pak Brigadir menaikkan jempolnya.
"Okey deeh...!! di jamin rahasia aman.!!"
Amira sangat senang dan menaikkan jempolnya juga. Dengan senyumnya yang merekah, dengan raut wajah yang sangat bahagia.
Pak Brigadir pun melambaikan tangannya.
"Salam sama Pamanmu yah..."
Amira pun berkata dengan riang.
"Siap Pak Komandan."
Pak Brigadir pun keluar diantar Amira, dan masuk kedalam mobilnya, dan melambaikan tangan pada Amira, di sambut lambaian tangan Amira. Baru mengenalnya, Amira sungguh sangat bahagia.
"Pasti bapak terhormat itu sangat baik hati."
Amira pun masuk kedalam rumahnya kembali.
Namanya Ady dan Beni.
"Amira sini dong, bantu ambil kan kunci alat, dan bantu pegang motor ini."
Amira mengomel, tetapi tetap juga kesana menuruti permintaan Ady dan Beni.
"Nah begitu dong, supaya kamu ada guna juga disini."
Begitulah Amira karna ramahnya, semua orang tak ada yang segan padanya.
Amira mengambil kunci yang di suruh kan, dan kembali membantu memegang motor.
"Apakah kalian tidak takut kena marah pamanku, ? jika menyuruhku, awas lho kalian di pecat nanti, susah lho pekerjaan sekarang."
Beni dan Ady ngakak.
"Hahahaha..hahaha...Beni belum tahu dia, jelaskan Beni pada ponakannya ini."
Kata Ady dengan nada yang sombongnya, tapi kelihatan sangat lucu.
"Amira bukan kami yang di pecat, tapi paman mu lah yang takut kami pecat jadi bos. Coba kamu dengarkan yah, penjelaskan ku.
Pertama kami ganteng, kalau itu mah, sudah bukan rahasia lagi."
Amira menatap jengah.
__ADS_1
"Ganteng apanya, kalian jauh dari standar kegantengan."
Kata Amira sewot.
Ady pun berkata dengan nada bijaknya tapi membunuh karakter.
Amira sekarang ada istilah, Cinta di tolak dukun yang bertindak. Jadi wanita akan langsung klepek - klepek.
Amira pun berkata dengan polosnya.
"Berarti istri kalian korban pelet dong."
Beni pun kesal dan berkata.
"Enak saja, kita ini cuma hitam saja, tapi masih terlihat sangat manis seperti gula."
Amira menatap jengah.
Belum selesai gosip mereka, tiba - tiba suara Paman memecah perdebatan kami.
"Amira...masuk ke rumah mu, jangan menganggu pegawai paman bekerja.!!!"
Beni dan Ady langsung ngakak.
"Lihat khan buktinya, Paman mu itu sangat takut kehilangan kami, malah ponakannya yang di usir. Kami ini Professor motor, sangat sulit mencari mekanik sehebat kami.!!"
Amira memanyung kan bibirnya, dan mencubit lengan Ady.
Ady pun teriak.
"Aduuuh...sakit..Bos Amira mencubit ku.!!"
Amira pun langsung kabur, Melihat Pamannya sudah mau berjalan keluar dari ruangannya.
"Awas kalian.!!"
Ady menjulurkan lidahnya.
Walau Amira sudah punya Suami, anak itu sangat menggemaskan, mereka sangat suka mengganggunya.
Anak yang sangat cantik, bawel, manja, polos dan baik hati. Itulah deskripsi pribadi Amira yang Bos, tapi terlihat seperti bocah kecil yang manja.
Supir bahkan Buruh pelabuhan, sangat tak segan padanya, bahkan tak segan menyuruh Amira. Mengambilkan air minum, menggoreng kan pisang, membuatkan air panas.
Walau mengomel manja, Amira tetap melakukannya. karna hatinya sangat baik hati, penyayang dan rendah hati.
Semua orang yang mengenalnya pasti langsung menyayanginya.
Bahkan sudah belasan tahun kepergiannya dan tak menjadi bos mereka lagi, nama harumnya selalu di ceritakan para supir, kernek dan buruh pelabuhan. Semua selalu merindukannya. Sosok baiknya, manjanya , bawelnya, tapi sangat penyayang, dan baik hati nya. Sangat susah orang mau melupakan Amira.
Walau orang lain tak tahu, begitu banyak kesedihan dalam hidupnya, dari orang yang di sayanginya. Yang selalu berakhir dengan kesalah fahaman. Dia hidup di ribuan teman yang hanya mengenal tawa dan candanya, mereka begitu bahagia melihat keceriaan itu, padahal jauh di dalam sana, hatinya begitu terluka.
Amira yang sederhana, memiliki Suami yang tak berpangkat, di tengah keluarga yang hidup dengan penuh gemerlap dunia, namun tetap berpikir positif akan indah pada waktunya.
Mari kita doakan Amira yah My Readers agar di akhir ceritanya, dia akan hidup bahagia. Semua orang yang disayanginya, akan percaya padanya, bahwa dia adalah orang yang sangat baik, dan patut mendapat kepercayaan, kesetiaan dan kasih sayang dari mereka semua. Amin YRA 🤲🤲 Semoga yang Maha Kuasa Mengabulkan. Amin 🤲🤲
__ADS_1
Bersambung.